
kira kira begini sambutan mereka liat segerombol cewe yang pakeanya kaya cabe-cabean itu.
Aduh mamake ada cewe baju putih bikin sya terpana..
apa karena bodinya yang bikin menggoda...
mau tanya tanya dia siapa punya..
kalo belum ada kita mau masuk tengah
kita mau masuk tengah..
kita mau masuk tengah..
aduh mamke,aduh mamake..lanjutin sendiri ya..
Masya yang lagi kepedesan jadi kesal karena terganggu oleh teriakan mereka,ia pun mengebrak meja yang ada di depan nya.
BRAKk suara meja di gebrak
"BERISIK!" teriak Masya,seketika mendapat tatapan sinis dari Sovia dan gengnya
"kampungan banget si kalian" ucap Masya lagi iya tidak peduli akan tatapan mereka,Sovia dan gengnya pun menghampiri meja Masya.
"wah wah wah ada anak baru rupanaya" ucap Sovia,sambil tepuk tangan
"berani sekali dia,bentak kita gyus,emang dia pikir siapa,berani membentak"ucapnya sombong,Masya pun hanya diam tak menanggapi bukanya tak berani cuman dia lagi males ajah
"apa lagi sof kalo bukan cari gara-gara namanya" ucap desi teman Sovia
"iya bener tuh" ucap yang lain
"dan apa tadi dia bilang,kampungan hahhahahah" tawa kesetanan Sovia yang memebuat yang lain merinding
"ternyata ada yang merasa iri di sini,CK CK Ck lucu sekali" ucap nya menatap mata Masya
"kenapa Lo,diem takut hah" ucap Sovia tapi Masya tetap santai sambil minum es jeruknya
BRAK suara meja di gebrak sovia
"jawab"bentak Sovia,Masya pun berdiri dan menyiram baju Sovia dengan es jeruknya,seketika membuat Sovia dan gengnya terkejeut
"elo"teriak Sovia,mengelap bajunya yang di bantu teman-temanya
"kenapa udah ngomongnya,gimana es jeruk gue seger kan" ucap Masya santai
"sialan Lo,gais hajar dia" perintah Sovia pada teman temanya
"ups,santai dong masa beraninya keroyokan" ucap Ani yang angkat bicara sambil melipat baju lenganya,yang membuat geng Sovia berhenti di tempat
"sya lebih baik Lo minta maaf ajah deh,kita ngga bakal menang lawan mereka" bisik Rina yang mendapat firasat tak enak
"kenapa emang"
"itu si Sovia sama gengnya banyak gitu,yang ada entar kita koit duluan" bisik Yuli
"siapa juga yang mau gelut" ucap Masya
"kenapa pada berhenti,takut Lo pada" ucap Ani
"hahahah takut katanya,ngga ada sejarahnya di kamus kita" ucap Sovia
sementara itu,Hans dan teman-temanya merasa heran karena baru kali ini ada cewe yang berani sama senior apa lagi mereka lihat dia anak baru.
"wah bakal ada pertarungan sengit ni bro"ucap ismail
__ADS_1
"siapa cewe itu?kenapa gue baru melihatnya"tanya Hans pada temanya
"kayaknya dia anak baru deh,soalnya gue juga baru liat" ucap soleh
"iya memang bener dia anak baru,liat ajah penampilannya kece banget bro,kalo ngga salah dia itu anak kelas 11 "ucap ismail yang suka penampilan masya
"owh jadi dia anak baru di sini,kenapa Lo ngga lapor sama gue " ucap hans
"mana sempet gue lapor,Lo ajah sibuk sama si Leno tadi pagi"ucap ismail
"em,tadi pagi Memeng gue sibuk banget si"
"iya udah kita samperin mereka,takut pada gelut entar"ajak soleh,yang di angguki oleh Hans dan ismail
sementara itu
"eh yang lain kenapa pada ngeliatin kita,mau ikutan gelut juga" ucap muti yang merasa risih diliatin Murid sekantin
"iya bubarrr,ini bukan acara lenong yang harus di liatin"ucap yuli ikut bicara
"dan lo Lo pada,kalo mau mangkal noh di perempatan,biar laris" ucap muti lagi
"heh iri bilang bos" ucap salah satu cewe itu
"ih najis iri sama lo Lo pada" ucap Masya dan Ani serepak
"udah sya,jangan di ladenin,kita pergi ajah yok" bisik Rina lagi
"jangan mau sya,pantang mundur sebelum perang" ucap Ani semangat 45
"gimana si Lo An ,malah ngoporin si Masya lagi" ucap Rina kesal
"owh jadi Lo yang namanya Sovia" ucap Masya
"iya kenapa emang hah"
"APA!berani beraninya lo ngatain gue,dasar pereman sialan" ucap sovia ketua geng cabe itu.mereka pun mendekat ke arah masya seketika di halangi oleh Hans.
"sudah Vi jangan bikin masalah di sini" ucapnya tanpa mengalihkan pandanganya ke arah Masya.membuat Masya memutar bola mata jengah
"Hem pahlawannya Dateng" ucap masya, masih bisa di dengar oleh hans
"tapi hans,mereka duluan yang mulai, ini namanya penghinaan gue ngga terima" ucapnya manja,seketika memebuat Masya dang gengnya merasa mual
"ratu Drama" ucap Masya lagi
"si lampir mah emang suka gitu" bisik ani ke masya
"sudah lah vi biar gue yang urus mereka" ucapnya lagi,akhirnya Sovia mundur lagi
"awas ya kalian,gue Bakan bikin perhitungan" ucapnya menunjuk ke arah masya
"kenapa ngga sekarang ajah,Lo takut hah" ucap Masya
"enak ajah,siapa yang takut, nggak ada ya sejarhnya gue takut sama cewe sialan kaya loh "ucap Sovia
"ya udah sini kalo berani kita ladenin" ucap Ani ancang ancang
"Hans tolongin,mereka serem banget" ucapnya manja,mencari perlindungan hans
"dasar jalang bisanya cuma ngadu" ucap Masya
"eh setan Lo ya,ngatain gue,yang ada tuh loh cewe sialan" ucapnya menampar Masya,merasa tidak terima di katain,tetapi tamparannya masih bisa di tangkis oleh masya
"Lo salah kalo mau lawan gue" ucap Masya mendorong tubuh sovia, tapi masih bisa di tangkap oleh hans
__ADS_1
"kurang ajar Lo ya berani beraninya" ucapnya hendak menjambak rambut Masya
"sudah berhenti!" bentak Hans marah,seketika membuat Sovia dan lainya takut,kecuali Masya yang belum tau siapa itu hans
"apa yang kalian lihat,bubarrr"ucapnya kepada siswa yang liatin di kantin,mereka yang di situ pun memebubarkan diri,Masya yang melihat temanya pergi hendak ikut pergi juga,tapi di halangi oleh Hans
"heh mau kemana Lo" ucapnya pada Masya
"ya pergi lah ngapain lagi" ucap Masya santai
"hoh mau pergi ya,gampang banget ya sudah bikin rusuh di sini mau pergi begitu aja" ucapnya pada Masya.
"terus mau loh apah" ucap masya
"Lo ngerasa ngga kalo punya salah" ucapnya dingin yang membuat Masya heran
"apah,maksud loh gue yang salah gitu ,dan maksud loh gue harus minta maaf gitu sama dia,nggak akan" ucap Masya
"owh begitu ya,anak baru tapi udah berani sama senior,dan itu apah,yang Lo pake hah anak sekolah namanya" ucap Hans melihat penampilan masya
"kenapa emang,apa urusannya sama loh hah,"
"itu jadi urusan gue karena gue di sini ketos, jadi gue berhak atas siapa saja yang melanggar tata tertib sekolah ini" ucanya dingin
"owh jadi karena Lo ketos di sini,mau ngatur-ngatur gue gitu,jangan mimpi"
"jaga bicaramu ya sama ketos,apa mulutmu itu tidak pernah di ajari sopan santun sama orang tua mu hah" ucap Sovia penunjuk ke arah Masya seketika membuat Masya mengepalkan tangannya
"ngga ada hubungannya sama orang tua gue" bentak Masya,yang membuat Sovia mendapat ide licik
"alah ngeles ajah loh,gini ni kalo mulut ngga pernah di didik sama orang tua" ucapnya memancing emosi masya
"Sovia sudah" ucap Hans merasa ucapan Sovia berlebihan
"kenapa Hans,emang bener kan dia anak kurang didikan" ucapnya lagi
PLAK
Masya menpar Sovia seketika membuat mereka yang melihatnya terkejut
"wah berani sekali cewe itu ya" bisik ciwi ciwi
"Iyah kita ajah yg selalu di hina sama ka sovia,ngga perah seberani ituh" ucap yang lain
"pokoknya ia the best ka masya, gue dukung loh"ucap adik kelas
"hajar terus sya si Sovia biar tau rasa"ucap yang lain lagi
"duh jadi berabe nih urusannya entar" ucap Ani
"elo si ikut-ikutan bantuin masya ,udah tau Masya ngga bisa jaga emosi" ucap Rina
"iya gue kira ngga bakal separah ini"
"tau ah pusing gue"
"Lo boleh hina gue, njelekin gue tapi jangan pernah sekali-kali Lo bawa orang tua gue di mulut busuk loh itu" ucap Masya emosi
"kenapa Lo ngga terima hah,yang jelas jelas emang kenyataanya begitu"ucapnya yang lagi-lagi memancing emosi Masya,Masya yang tidak terima mengabil mangkok bakso hendak melemparkannya ke Sovia,tapi tiba-tiba ada tangan yang menghalanginya.
"sabar sya kendalikan diri loh,dia hanya lagi mancing emosi loh biar di keluarin di sekolah ini" ucap Rendi, memegangi tangan Masya
"lepasin gue Ren biarin gue kasih pelajaran dulu sama cewe itu" ucap Masya berusaha melepaskan tangannya
"ngga sya liat gue,ini bukan loh, liat gue sya" bentak Rendi sambil memegangi wajah masya seketika Masya pun melihat ke arahnya, seketika Masya menjatuhkan mangkoknya dan berlari menjauh dari mereka semua .
__ADS_1
jangan lupa tinggalin jejak yah..