Diary Masya

Diary Masya
di hukum


__ADS_3

setelah kepergian Ani dan teman-temannya,Hans pun segera keruang BK untuk memangil Masya


(perhatian perhatian siswi bernama Fatma lisyana putri atau lisa tolong datang ke ruang osis) suara pengumuman,Masya yang merasa di panggil pun tak menghiraukannya iya malah tetap asik bermain bola.


"eh sya di panggil noh" ucap Rendi menghampiri Masya


"nama gue Masya bukan Lisa" ucap Masya sambil memainkan bolanya


"iya sama ajah itu nama loh" ucap Rohman


"udah sana samperin dulu takut penting" ucap Rendi


"penting apa an, paling juga si Masya bikin masalah, makanya di panggil" ucap juna


"biarin dah,kalo bener butuh harusnya dia yang nyamperin" ucap Masya santai,yang membuat teman-temanya geleng-geleng.


di sisi lain Hans yang udah emosi karena menunggu lama akhirnya dia keluar mencari Masya.


dari kejauhan Hans melihat Masya sedang asik bermain bola dengan teman-temannya,betapa marahnya dia melihat Masya bermain dengan gembiranya,dia pun menghapiri masya


Rohman, Rendi, Juna dan Ihsan melihat Hans dan teman-temannya datang dengan tatapan membunuh, seketika kabur dari lapangan meninggalkan Masya sendiri,Masya yang tidak tau ia santai saja sambil main bola, sampai tak sadar kalo Hans sudah di belakangnya.


"ekhm" ucap Hans berdehem,tapi tak Masya hiraukan


"ekhm" untuk kedua kalinya


"apa si,kalo haus ya min.." terpotong saat ia berbalik dan melihat Hans dan terkejut


"gimana main bolanya menyenangkan bukan" ucap Hans sinis sambil mendekati Masya,


"oh elo kirain siapa" ucap Masya santai,sambil memainkan bolanya,padahal di hatinya was was


"berhenti nggak,kamu nggak denger gue panggil dari tadi hah" bentak Hans,seketika membuat Masya merinding


"i-ya ini gue berhenti" ucapnya melempar bola ke Hans,dia pun menangkapnya dan memandangi Masya emosi


"gue baru liat ada cewe salah tapi masih bisa santai" bisik Ismail ke Soleh


"gue juga heran,apa lagi dia berani gitu ngadepin singa yang lagi ngamuk" bisik soleh


"sekarang kamu ikut gue keruangan" bentak Hans menarik kasar tangan Masya


"lepasin,emang mau ngapain si" ucap Masya sambil berjalan mengimbangi Hans


sampai di ruangan Hans melepaskan tangan Masya

__ADS_1


"kamu tau apa kesalahan kamu" bentak Hans lagi,masya pun menggeleng


"kamu kemarin yang bolos dan makan rambutan tanpa izin dan membuangnya sembarangan kan" tanya Hans penuh penekanan


"em,itu gue" ucap Masya santai sambil merebahkan badanya di kursi berusaha mengontrol ketakutannya


"dan kamu tau apa apa akibatnya melakukan itu" bentak Hans lagi,Masya pun menggeleng


"kamu harus bayar denda untuk semua yang telah kamu lakukan" ucap Hans dingin


"iya entar gue bayar" ucap Masya


"2,5jt untuk kemarin dan 2,5 juta lagi untuk yang tadi,jadi total keseluruhan 5jt " ucap Hans datar , yang membuat Masya kaget


"gila Lo ya,bayar SPP aja nggak segitu,Lo mau meras gue ya" teriak Masya kesal


"ngga usah teriak" bentak Hans,Masya pun melengos kesal sambil melipat tangannya di dada


"is ambilkan buku peraturan " ucap Hans duduk berhadapan dengan masya


isamil pun mengambilnya di lemari,dan memberikannya ke Hans


"ini bro" ucap Ismail,sambil menyerahkan


"berikan ke dia" perintahnya,Ismail pun memberikannya ke pada masya


1 siswa siswi tidak mengenakan pakaian setandar dan rapi akan kenai hukuman keliling lapangan 100 kali dan maksimal berdiri dengan satu kaki sampai jam istirahat pertama selesai


2 siswa siswi yang telet dan tidak ikut upacara akan di kenai hukuman selama satu Minggu harus membersihkan seluruh toilet sekolah atau denda 500rb sekali perbuatan


3 siswa siswi yang membawa alat alat yang bukan alat sekolah akan di kenai hukuman 100 kali push up dan membersihkan lapangan selama seminggu


4 siswa siswi yang ketauan bolos sekolah akan di kenai hukuman keliling lapangan 100 kali dan dan push up 50 kali atau denda 500rb dalam sekali perbuatan


5 siswa siswi yang merusak fasilitas sekolah atau membuang sampah sembarangan akan di kenai hukuman keliling lapangan 50 kali dan di denda 2,5jt untuk sekali perbuatan.


"gila, ini peraturan apa menyuruh orang mati perlahan,nggak masuk akal" batin Masya tak habis fikir


"kenapa diem hah,masih nggak percaya" ucap Hans menatap tajam masya


"iya gue percaya,lagian siapa si yang bikin peraturan nggak masuk akal gini,kalo gini caranya nggak ada yang mau sekolah di sini" ucap Masya kesal,yang membuat Hans tersenyum sinis


"makannya jadi anak baru itu jaga sikap jangan jadi sok berani" ucap Hans dingin,seketika membuat Masya kesal


"baikalah akan gue bayar,tapi buat saat ini gue nggak ada uang,mungkin besok" ucap Masya berdiri hendak pergi

__ADS_1


"baik gue beri kesempatan ,termasuk pakaian kamu itu " ucap Hans datar,yang melihat penampilan Masya seperti laki-laki,seketika membuat Masya berbalik


"kalo soal penampilan gue,Lo nggak usah ikut campur" ucap Masya santai,membuat Hans mengepalkan tangannya geram


"ubah penampilan kamu atau gue yang akan memaksanya" ucap Hans dingin,seketika membuat Masya menyrengit


"coba ajah kalo Lo bisa" ucap Masya,seketika membuat Hans emosi, bagaimana bisa ada cewe yang berani menolak perintahnya.


"jadi lo nantangin gue" bentak Hans mencengkram lengan Masya,yang membuat Masya nyengir kesakitan


"lepasin gue,Lo jadi cowo kasar bangat si" ucap Masya menarik tangannya,selain sakit dia juga heran,baru kali ini dia melihat cowo bak pangeran tapi bersifat iblis.


"ini baru permulaan, belum seberapa" Hans tersenyaum sinis,yang membuat seisi ruangan serasa mencekam


"gue ngga takut,gue juga nggak peduli paham" ucap Masya pergi,


"hahahaha dia ingin main-main rupanya, baiklah kita liat, apa yang bisa dia lakukan setelah ini" ucap hans tersenyum licik seketika membuat Ismail dan Soleh merinding di buatnya.


Masya pergi ke kelas dengan kesal dengan menendang pintu


BRAK


seketika membuat kaget penghuninya


"astagfirullah" ucap mereka kompak


"anjir,kaget gue" ucap Rohman yang tadi tidur kaget


"gila Lo sya,mau bikin kita jantungan" ucap intan, tapi tak menghiraukannya iya lebih memilih duduk di bangkunya


"akh brengsek, ketos sialan bisa bisanya dia ngancam gue,dia kira siapa bisa ngatur-ngatur gue" teriak Masya kesal,sambil memukuli meja,membuat yang lain heran dan juga takut


"sapar sya kendalikan diri Lo,bukan cuma lo yang di gituin,kita semua juga sama kaya gitu,iya kan gais" ucap rina mengelus punggung Masya dan memandang yang lain


Masya pun memandangi mereka mereka pun menggangguk


"dan kalian diam ajah" ucap Masya


"iya mau gimana lagi,malu lawan juga percuma,lebih baik kita cari amannya saja" ucap Rendi yang di angguki oleh yang lainya


"akh menyebalkan" ucap Masya sambil sandaran di kursi


"yang sabar ya sya" ucap Ani,Masya pun hanya mendengus


tet tet tet pelajaran pertama di mulai...

__ADS_1


jangan lupa like dan komen...😊🙏


__ADS_2