
Semua sudah berkumpul di lapangan saat masya datang dia berjalan santai menuju barisanya sambil memasukkan tanganya di saku
Kakak pembina mulai memberi intruksi memberikan peta berserta perlekapanya
"Jagan lupa jam 4 kalian harus sudah berkumpul di sini mengerti!"teriak kakak pembina dari sepiker
"Siap mengerti" teriak semua kompak
"Bakilah selamat berjuang semoga kalian berhasil" ucannya lagi
Semua regu Satu persatu mulai pergi mengikuti arah gambar di peta begitu juga masya dan teman-temanya
Sampai di post pertama masya mengidupakan senter karena tidak ada penerangan di sana rendy melihat Di depan papan bertulisan setiap regu boleh langung masuk area karena tidak ada pengawasan
Ihsan merangkul bahu juna karena merasa takut begitu pula dengan rohman yang merasa merinding iya hendak merangkul masya tapi takut di tonjok oleh masya,sedangkan masya sendiri terlihat santai mengikuti rendy di belakang
Saat berjalan masya melihat regu sofia sedang berjalan ke arahnya sofia tersenyum licik ke arah masya
"Semoga berhasil" ucapnya setengah berbisik ,masya hanya diam sambil berjalan mengikuti rombonganya
Masya melirik elis di barisan belakang berjalan meringis memegangi kakinya,Masya merasa telah terjadi sesuatu pada elis,ada rasa iba melihat itu tapi bagaimana pun itu kesalahanya karena ikut regunya sofia
"Dasar nggak setia kawan" ucap Juna merasa kesal
Setelah berapa kali mengikuti petunjuk sampai juga mereka di pemakaman umum
Banyak pohon besar yang mengelilingi pemakaman itu gelap gulita sunyi mencekam hanya ada bunyi burung hantu dari kejauhan sampai depan gerbang rohman langsung menarik kerah rendy
"Tunggu ren, kok kita berenti di sini nggak mungkin kan benderanya ada di kuburan" ucap rohman yang mulai keringetan membuat rendy mendengus kesal menatapnya
"Kenapa? lo bawa peta juga kan" ucap rendy kesal
Buru buru rohman membuka petanya yang sedari tadi di pegang
Mereka yang kepo ikut melihat peta itu dan ternyata benar mereka harus mencari bendera di makam
"Tapi ini makam kan luas banget gimana nyarinya" ucap masya yang sedari tadi mengarahkan senternya ke segala arah
"Kita berpencar bagi 2 kelompok biar cepet ketemu" ucap rendy membuat ihsan langsung ambruk di belukan juna membuat yang lain kaget
"Lo nggak papa san" juna menepuk pipi ihsan kahawatir takut ihsan pingsan,tiba tiba iya menangis seperti anak kecil
"Mamih ihsan mau pulang ihsan takut mih di sini serem banget mih huhuhu" juna bingung hanya bisa menepuk-nepuk bahunya dia juga sebebarnya takut tapi tidak mungkin dia ikutan nangis kaya ihsan
rendy berdecak kesal
" ck nggak usah lebay ngapa san cepet ni keberu jam 4 kita nggak ada waktu" ucapnya
"Tapi rend ihsan takut nggak mungkin dia masuk ke dalam entar kalo pingsan gimana kan repot" ucap juna
Sambil ngelap air mata ihsan pake tissu
"Terserah yang penting kita bagi kelopok,lo yang mimpin man yang lain ikut gue inget kalo udah ketemu kasih tau yang lain" ucapnya lalu melangkah pergi
Kini hanya tinggal ihsan,juna,rohman dan masya
Masya bendekati ihsan berjongkok di depannya
"Udah dong san nangisnya, entar kalo mamih lo tau pasti dia sedih banget lo harus bisa buktiin kalo lo cowo jentel lo nggak mau kan di buly terus masa iya lo kalah sama gue gue aja berani" ucap masya meyakinkan
"Tapi ihsan takut sya" ucapnya masih terisak
"Gini kita janji apapun yang terjadi kita nggak bakal ninggalin lo sendiri iya kan bro" ucap masya menatap yang lain yang langung di angguki oleh mereka
"Janji" ucapnya menunjukan jari kelingkingnya yang habis ngelap ingus
"Janji" ucap mereka bertiga
Mereka pun mulai berjalan menyusuri jalan setapak yang gelap di tengah pemakaman
Masya melihat rendy sudah jauh di sebelah kanan dia pun belok ke sebelah kiri
Mereka pun muli mencari di setiap batu nisan yang terlihat tapi masih belum ketemu
Setelah jam mereka mencari sampai ahirnya ihsan minta untuk beristirahat sebentar
mereka pun berhenti di bawah pohon beringin besar
"Gimana petunjuknya man kita udah jalan sejauh ini bahkan gue rasa kita udah muter muter dari tadi kok nggak ketemu" ucap masya yang mulai leleh bersender di pohon besar
"Di sini udah bener katanya benderanya ada di balik batu nisan bahkan kita udah kelilingin setiap batu nisan tapi kok nggak ketemu ya" ucapnya bingung juga
"Apa jagan-jagan benderanya ada di dalam kubur" ucap juna menebak
Plak
Satu pukulan melayang di kepala juna
"Eh codot di dalam kubur dari mananya jelas jelas di sini di kasih tau kalo benderanya di batu nisan tuh baca sendiri kalo nggak percaya lagian ya siapa yang berani masukin kedalam kubur,somplak bener otak lo" cerocos rohman sambil mengabil peta yang iya lempar ke juna
__ADS_1
"Elah gong gong gue kan cuma nebak nggak usah marah juga kali" ucapnya kesal
"Huh tau ah cape" ucapnya ikutan duduk
"Apa jagan jagan udah di temuin ya sama si rendy" ucap ihsan
"Elu lagi san..makanya jagan cuma bisa nangis doang kerjanya, lo nggak denger tadi rendy bilang apa kalo udah ketemu langsung kasih tau yang lain kalo udah ketemu pasti rendy udah ngabarin gimana si lo" ucap rohman lagi
"Ya maaf ihsan kan nggak denger tadi" ucapnya
"Udah lah kita cari lagi siapa tau ketemu" ucap masya bangkit saat melangkah tiba-tiba masya mengijak sesuatu membuat yang lain kaget
Krek
Mereka bertiga langsung menubruk masya membuat masya hampir kelilangan keseimbangan
"Kampret hampir ajah gue jatoh" ucap masya
"Bunyi apa tuh sya" tanya juna sambil terus memegang bahu masya sedangkan ihsan dan juna memeluk lengan masya membuat masya risih
"Lepasin tangan kalian atau mau gue kubur di sini" ancam masya
Mereka pun buru buru melepaskanya
"Maaf sya nggak sengaja" ucap mereka masya hanya mendegus
Masya mengabil apa yang di injaknya ternyata jam tangan kacanya retak akibat terinjak masya
"Itu jam tangan siapa sya" tanya rohman penasaran
"Ya mana gue tau ke injek tadi" ucap masya setelah di periksa ternyata ada nama pemiliknya eliska
"Punya si elis" ucap juna ikut melihat itu
"Kayanya si ia tadi siang juga gue sempet liat si elis pake itu" ucap ihsan
"Somplak kenapa nggak bilang dari tadi lu" ucap masya
"Ya ihsan kan tadi belum yakin tapi kok bisa ada di sini ya" ucap ihsan
"Pasti tadi rombongan si siofia ada di sini" ucap juna yakin
"Eh tunggu gue jadi inget sesuatu deh" ucap masya
"Inget apa sya" tanya rohman
Dia pun mengingat ingat lalu
"Kalo nggak salah dia bilang begini,semoga berhasi" ucapnya menirukan gaya sofia
"Eh tinggu,apa jagan jangan mereka yang ngumpetin bendera kita" ucap Rohman lagi
"Akhh sial dasar lampir pasti mereka yang ngupetin benderanya" ucap juna emosi
"Terus gimana dong" ucap ihsan bingung membuat mereka bertiga menyaut kompak
"Ya cari lah! bego" Ucap mereka ihsan hanya nyengir kuda mendengarnya
Mereka pun mulai mencari masya ingat sempet melihat elis memegangi kakinya mata masya membulat lalu melangkah cepat ke pohon beringin yang di susul ketiga temanya
" gimana sya ketemu" tanya rohman penasaran masya hanya menunjuk ke atas
"Eh itu bendera bukan si" tanya ihsan membuat masya mendengus kesal
"CK bukan karung" ucapnya lalu melempar senter ke juna
"Eh senterin gue" ucqpnya lalu mulai memanjat
"Hati hati sya licin" ucap juna
"Iya sya was jatoh" ucap ihsan
"nggak gue aja yang naik sya" Rohman menimpali
"Ebuset bisa diem nggak si kalian, eh jun lo nyenternya yang bener dong " teriak masya
"Ini udah bener sya" ucapnya
"Bukan mata gue bego pohonnya " teriak lagi
"Ni pake senter kepala ajah" ucap rohman melepar senter ke masya
Haap
Masya menangkapnya memasngkan di kepalanya lalu melanjutkan memanjat mengambil bendera
Dari kejauhan hans yang sedang berpatroli dengan kedua sahabatnya melihat cahaya di atas pohon membuat mereka kaget
Sontak ismail langsung memeluk lengan hans karena takut
__ADS_1
"Hans itu bukanya me-medi eh bukan penerangan eh bukan penerawangan bukan napak penapakan" ucapnya membuat soleh terkekeh
"Lepasin tangan gue lebay banget si lo" hans mendorong ismail menjaud darinya
"Itu bukan penamapakan tapi sepertinya itu orang naik ke atas pohon" ucap soleh menebak
"Ayo kita ke sana" ucap hans
"Tapi Hans" ucap keduanya
hans langsung pergi meninggalkan Soleh dan ismail,mereka pun berlari menyusul hans
Setelah mengambil bendera buru buru Masya turun karena Masya melihat ada orang yang akan menghampiri mereka
Saat turun Masya terpeleset lalu menubruk mereka bertiga
gubrak
Ihsan terpental kebelakang karena tidak tidak seimbang sedangkan Rohman dan Juna berhasil menangkap masya
"Aduh pinggangku" ucap Ihsan memegangi pinggangnya
membuat ketiganya tertawa terbahak-bahak
"gila si Ihsan Masya segitu aja mental" ucap Masya di sela tawanya
"Cemen lu san" ucap Rohman lagi
"ihhh dasar kalian bukanya di bantuin malah pada ketawa" ucapnya mendengus kesal
Juna pun buru buru membantunya
"Eh sya Lo nggak papa kan" tanya Rohman
"gue nggak papa kok tens ya" ucap Masya mereka pun mengangguk
"Sedang apa kalian di sini" tanya Hans saat tiba di sana
Masya dan temannya berbalik
"Masya" ucap hans kaget
"kenapa dia ada di sini apa dia udah sembuh" batin hans bertanya
"apa" tanyanya
"apa yang kalian ambil dari atas" tanyanya
"Lo nggak liat kita lagi pegang apa" ucap Masya
"kalian mengabil bendera dari pohon" tanya Ismail mereka hanya mengangguk
"yang benar saja tidak mungkin benderanya ada di atas jangan bohong kalian" bentak Hans
"ini buktinya kita ambil gimana si Lo" ucap Masya mendengus kesal
Soleh pun memeriksa batu nisan yang iya beri tanda dan benar saja benderanya sudah tidak ada
"iya mereka tidak bohong Hans benderanya memang ada di atas pohon" ucap Soleh meyakinkan
"tidak mungkin di sana siapa yang memindahkannya" tanya Hans
"Sofia dia yang mindahin" ucap Masya santai
"sofia maksud kamu" Hans bingung
"CK Lo yang jelasin man males gue ngomong sama dia" ucap Masya berbalik
"apa kamu bilang" ucap Hans tak suka
"apa!!emang kalo gue jelasin Lo bakal percaya hah" tanya Masya ikut nyolot
"setidaknya kamu bisa jelasin yang benar jagan nuduh orang sembarangan" ucapnya lagi
"jelasin man" ucap Masya Rohman mengangguk lalu menjelaskan mengapa mereka mengambil bendera di atas pohon
"nggak mungkin " ucap Hans membuat Masya tersenyum kecut
"gimana bener kan kata gue Lo nggak akan percaya dah lah males,man gue pergi dulu kasih tau Rendy benderanya udah ketemu" ucapnya melangkah pergi
"tunggu sya Lo mau kemana" tanya Ihsan mengikuti Masya
"kasih pelajaran buat mereka" ucapnya membuat Hans kesal
"Masya tunggu" teriak Hans membuat Masya berheti
"kamu nggak bisa menghakimi Sofia dia belum tentu bersalah" ucap Hans yang masih membela Sofia membuat Masya mengepalkan tangannya kuat lalu melangkah cepat meninggalkan pemakaman yang di susul Ihsan
jagan lupa untuk like dan komen ya gais
__ADS_1