
Pagi hari Masya terbangun dari mimpi indahnya,dia melirik jam ternyata baru jam setengah tujuh
"apa ini sebuah keajaiban" ucap masya karena tak bisanya dia bangun sepagi ini
dia segera melangkah ke kamar mandi membersihkan diri
setelah mandi dia berganti pakaian dengan seragam sekolah,setelah selesai dia turun ke bawah dengan malas
"selamat pagi semua" ucap Masya dari tangga
"pagi juga sayang" ucap mamah
"pagi juga ka" ucap Isa dan Ali
"tumben nggak teriak" ucap mamah
"lagi insap mah" ucap Masya sambil mengambil buah di meja
"bisa insap juga ternyata" ucap mamah terkekeh
"kenapa nggak dari dulu aja Lo kek gitu ka " ucap Isa
"iya bener jadi kan rumah ini tenang" ucap Ali menimpali
"songong lu di pikir emang cuma gue yang berisik" ucap Masya melempar buah yang di tangannya
"santai bos" ucap Isa menangkap buahnya
"mah aku berangkat dulu ya" ucap Masya pamitan
"kayanya ada yang nggak sabar pengin ketemu gebetannya" ledek Isa
"serah lu" ucap Masya nggak peduli
"Lo ko berangkat bukanya sarapan dulu" tanya mamah
"nanti ajah di sekolah mah" ucapnya mencium tangan mamah
"kalian gue berangkat dulu" ucap Masya ke Isa sama Ali
"iya ati ati ka salam buat Kaka ipar" ledek Isa
"huh gue gibeng juga lu lama-lama" ucap Masya kesal
"hehe becanda" ucap Isa nyengir
Masya lalu keluar rumah mengambil motornya di garasi
saat hendak keluar Masya di kaget kan dengan Suara telakson dari depan rumahnya
"kampret siapa si pagi-pagi bikin gue kaget" ucap Masya,sambil mendorong motornya
Masya melihat motor sport berhenti di depan rumahnya
orang itu pun membuka helmnya,membuat Masya menyrengit
"singa" batin masya
"ngapain Lo kesini" tanya Masya
"nggak ada waktu cepet naik" ucapnya
"ngga mu gue mau berangkat sendiri" tolak Masya
"cepat naik atau gue yang akan naikin Lo" ucap nya membuat Masya kaget
"mamah ada culik mah cepet ke sini!" teriak masya membuat orang itu menyengit
mendengar teriakan Masya semua penghuni rumah berlarian keluar
__ADS_1
"mana culiknya sini biar mamah pukul" ucap mamah sambil bawa sapu di tangannya
"mana ka biar gue congkel matanya" ucap Isa sambil bawa sendok sama garpu di tangannya sedangkan Ali hanya membututi dari belakang
"itu dia mah hajar aja biar tau rasa" ucap Masya menunjuk depan
Meraka pun melihat arah tunjuk Masya mereka pun kaget
"ya ampun masya! itu bukan culik tapi calim" teriak mamah sambil menjewer telinga Masya
"aduh sakit mah,calim apan si" ucap Masya sambil memegangi telinganya
"calon imam sya dia hans" ucap mamah kesal
"iya Masya tau itu dia, tapi yang Masya maksud dia mau bawa Masya pergi apa lagi kalo bukan mau culik anakmu yang imut ini" ucap Masya tanpa rasa bersalah
"dasar cewe aneh" batin Hans menggerutu
"papah yang nyuruh Hans jemput kamu" ucap papah malik dari dalam rumah
"buat apa pah masya bisa berangkat sendiri" ucap Masya
"mulai sekarang kamu harus pulang pergi bareng Hans " ucap papah lagi
"tapi masya nggak ma-" terpotong
"tidak ada penolakan" ucap papah masuk kedalam
"sini masuk dulu Hans kita sarapan" ucap mamah
"terimakasih mah lain kali aja" ucap hans
"owh ya udah,tunggu apa lagi sya udah sana berangkat"titah mamah
"udah sana pergi" ucap Isa mendorong Masya
mereka pun meninggalkan Masya
"lambat" ucap Hans sambil mengambil helm hendak memasangkannya ke Masya
"gue bisa sendiri" ucap Masya
"diem" bentak Hans sambil memasangkan helm
"dasar singa bisanya maksa" batin Masya menggerutu
Masya pun naik ke motor Hans
"pegangan gue nggak mau jamin keselamatan Lo" ucapnya sambil menyalakan mesin motornya
"iya bawel" ucap Masya sambil pegangan pundak Hans
"bukan kaya gitu tapi kaya gini" ucap Hans menarik tangan Masya di pinggangnya
seketika membuat jantung Masya discoan
"Lo cari kesempatan ya "ucap Masya menutup kegugupannya
"hapus pikiran kotor lo itu" ucap Hans melaju pergi meninggalkan rumah
selama perjalan tidak ada percakapan apapun
Samapi di sebuah jalan yang menurun Hans di buat gerah oleh Masya
gimana tidak sedari tadi Hans merasakan benda empuk dan padat menempel di punggungnya, membuat pikirnya melayang entah kemana,membuat celana bawahnya sesak, bagi manapun dia pria normal yang tau benda apa yang di belakangnya
"Lo bisa mundur sedikit nggak" ucap Hans melihat dari kaca spion
"apa Lo ngomong apa gue nggak denger" ucap masya sambil mendekatkan wajahnya
__ADS_1
membuat Hans tambah gerah
"gue bilang mundur" ucapnya lagi
"nggak mau" ucapnya asal entah apa yang Masya denger
"apa Lo lagi mancing gue" ucapnya kesal
"mancing apaan" ucap Masya bingung
sampai jalan lurus Hans mengerem mendadak membuat Masya bingung
"kenapa berhenti" tanya Masya bukanya menjawab Hans memandangi area dada Masya membuat Masya melotot segera menyilang kan tangannya di dada
"apa yang Lo pikirin Lo mesum ya" ucap Masya
"turun" ucap Hans dingin
"Kenapa" ucap Masya bingung
"gue bilang turun" bentak Hans
"iya iya gue turun " Masya pun segera turun
Hans pun meninggalkan Masya sendiri
"eh songong kenapa gue di tinggal awas ya dasar singa mesum" teriak Masya kesal
terpaksa dia jalan kaki untung saja jarak ke sekolah udah dekat
sedangkan Hans sampai sekolah langsung memarkirkan motornya kalau pergi ke kamar mandi,dia tidak perduli teriakan Ismail dan Soleh yang memangilnya
" kenapa dia" ucap Soleh melihat Hans buru buru ke kamar mandi
"entahlah kebelet kali" ucap Ismail asal,mereka pun menyusul Hans ke toilet
rendi
"Masya" ucap Rendi menghampiri
"eh Ren ada apa" ucap Masya
"Lo entar ada acara nggak" tanya Rendi
"em nggak ada emang kenapa" ucap Masya
"em entar malam temenin gue beli kado ya buat Ade gue Icha" ucap Rendi
"lah kenapa nggak sama intan ajah dia kan pacar Lo" ucap Masya lagi
"gue udah putus" ucap Rendi pelan membuat masya kaget
"putus kok bisa bukanya kalian udah tunangan" ucap Masya heran
"entar gue ceritain Lo mau ya" ucap Rendi
"em gimana ya soalnya gue ada acara juga entar" ucap Masya berbohong
"plis sya mau ya kali ini aja" ucap Rendi memelas
"kenapa nggak sama yang lain aja si Rohman apa Juna gitu" ucap Masya
"mereka nggak tau sya soal begituan" ucap rendi
"em iya udah entar gue temenin" ucap Masya seketika membuat wajah Rendi senang
"oke entar sore gue jemput Lo di rumah" ucap Rendi
"em ya udah gue masuk dulu" ucap Masya yang di angguki oleh Rendi
__ADS_1
"akhirnya gue bisa bareng Lo lagi sya ini yang gue tunggu selama ini" batin Rendi bahagia