
Setelah selesai makan mereka beristirahat sebentar sebelum membersihkan diri masing-masing
Di sisi lain Hans dan Ismail Dateng ke pos darurat mengantar makanan untuk Sofyan dan yang lainya,sampai sana mereka heran melihat Sofyan dan yang lain sedang makan
"Eh kayanya kita telat nih" ucap Ismail menaruh kresek berisi makanan di meja lalu duduk bergabung dengan mereka
"Bukan kayanya lagi, emang telat" ucap asrof mulutnya penuh degan makanan Hans pun ikut duduk bersama mereka
"Kalian beli" tanya Hans langsung mendapat gelengan dari mereka bertiga
"Ada yang beliin tadi, tuh masih ada 2 kalo mau makan tinggal ambil ajah" ucap Sofyan sambil membuka tutup botol minum,Ismail mengambil satu bungkus lalu membukanya
"Widih nasi Padang pake rendang lagi ah mantap nih sikat..." Ismail bangkit mencuci tangannya lalu mulai memakan sedangkan Hans hanya diem saja sambil memainkan ponselnya
"Lo nggak makan Hans" tanya Sofyan
"Udah sama Sofia" ucapnya datar yang cuma di angguki oleh Sofyan lalu dia membuang bungkus kosong ke tong sampah tiba-tiba Tika berbicara membuat Hans tertegun
"Masya baik ya mungkin kalo dia tadi nggak ke sini kita pasti kelaperan" ucap Tika sambil membereskan sisa makanannya yang langsung di setujui oleh asrof dan Sofiyan
"He'eh bener" ucap mereka kompak
"Maksud kalian Masya kelas 11 c dia yang beliin" tanya Ismail penasaran sedangkan Hans diam meski hatinya ingin sekali tanya banyak hal
"ucapan terimakasih" ucap asrof membuat Ismail bingung
"maksudnya"
"Iya tadi tuh dia kesini kakinya keseleo katanya jatuh dari tebing ampe nggak bisa jalan untung di gendong sama pacarnya" ucap Tika Sambil minum membuat Ismail heran melirik Hans sedangkan Hans terlihat mengepalkan tangannya membuat Ismail tersenyum dia pun mulai panas-panasi Hans
"Perhatian juga tuh cowo siapa si cowonya penasaran" ucapnya melirik Hans sedangkan Hans sendiri menatap horor Ismail tapi dia pura pura tidak melihatnya sedangkan asrof dan Sofyan hanya nyaimak sambil menikmati cemilan yang Ismail bawa
"Dia Rendy tetangga sebelah rumah gue gue dah kenal lama sama dia tapi baru kali ini gue tau dia punya pacar ya meski cewenya tadi bilang bukan mungkin cewenya malu" ucap Tika sambil ngambil minum di dispenser tiba tiba Hans bangkit lalu pergi begitu saja membuat Tika bingung apa dia salah bicara
"Hans kenapa" tanya Tika bingung mereka pun hanya menggeleng sambil terkekeh lalu tika pergi ke dalam ruangan setelah menghabiskan minumannya
"Eh kayanya bakal ada perang dunia nih" ucap asrof sambil nyruput minumannya
" Dah biarin dia cembukur " ucap Sofyan sambil makan kripik singkong Dengan santainya
" Kadang gue ngerasa kasihan tau sama Masya suka di siksa sama Hans, kaya tadi aja, Masa iya dia belain sofia jelas-jelas dia tau Sofia yang salah" ucap Ismail melepar bungkus nasi ke tong sampah membuat asrof dan Sofyan terkejut
"Jadi Masya begitu karena ulah Hans" tanya Sofyan penasaran ismail bangkit mengmbil minum di dispenser lalu duduk menjelaskan kejadian tadi siang
"Tadi tuh gini. pas kejadian itu emang gue liat sama Hans, tapi Hans langsung marah pas Masya nampar Sofia sampe jatuh,dia nyeret Masya entah di bawa kemana yang jelas gue masih ngikutin, pas Masya di dorong Ampe jatuh otomatis gue kaget kan takut ada kdrt, gue telepon si Hans ya pura-pura nanyain dia di mana, nah di situ Masya kabur mungkin saking takutnya dia lari Ampe belosok" ucap Ismail panjang lebar dia langsung nengguk minumannya sampe habis membuat asrof dan Sofiyan terheran-heran
"Segitunya si Hans sama istrinya gue jadi kasian sama Masya nanti kedepannya hidupnya gimana sama si hans" ucap Sofiyan merasa kasihan
__ADS_1
"Sebenarnya Hans itu cinta nggak si sama si Masya" ucap asrof bingung yang langsung di geblek sama ismail
"Eh paijo kalo nggak cinta nagapain dia emosi tadi pas si Tika ceritain kalo Masya pacar Rendy" ucap Ismail kesal
"Iya gue tau..yang gue maksud..kenapa kalo cinta dia malah nyiksa Masya, gitu" ucap asrof kesal sambil memegangi bahunya yang kena geplak membuat Sofyan angkat bicara
"Mungkin rasa bencinya lebih besar dari pada rasa cintanya secara kan selama ini cewe yang berani nantangin Hans cuma si Masya sampe dia berkelahi kan waktu itu" ucap Sofyan menebak mereka pun mangut-mangut seperti paham
Tika yang habis membersihkan diri melihat tiga jomblowan masih ngobrol membuatnya emosi
"Eh kalian nggak deneger bentar lagi magrib nagapain masih pada ngerumpi sana mandi kalo nggak gue sumpahin jomblo seumur hidup kalian pada" ucapnya perkecak pinggang sambil melotot membuat mereka langsung membubarkan diri pergi mandi
Di sisi lain Masya sedang ngantri di toilet umum tiba-tiba ada yang menariknya ke belakang WC
"Lepasin gue apa-apan si Lo" ucap Masya kesal melepaskan tangannya lalu menatap cowo itu Masya terkejut bukan main
"Hans" ucapnya kaget mundur satu langkah melihat tatapan tajam hans pikirannya melayang apakah Hans akan menyiksanya lagi
"Siapa Rendy" ucapnya dingin setiap kalimatnya penuh tekanan membuat Masya terkejut apa Hans tau Rendy jadian dengannya
"D-dia teman gue lah" ucapnya gugup memang kenyataannya begitu Masya pacaran dengan Rendy karena ingin membantunya mave on dari intan
"Bohong" bentak nya membuat Masya merinding
"Jawab jujur siapa Rendy" ucapnya meremas bahu Masya membuat Masya meringis
"Kurangajar jadi selama ini kamu menipuku" bentak Hans Sorot matanya menunjukan kemarahan
"Menipu apa maksud Lo, bukanya Lo bilang sendiri kalo hubungan kita sebatas bisnis keluaraga nggak lebih dan Lo juga bilang Jagan pernah urusi pribadi masing-masing kenapa Lo marah " ucap Masya kesal membuat Hans diam memang semua bener bahkan dia sendiri yang membuat janji itu kenapa dia malah marah seolah-olah dia tidak terima
Entah apa yang hans rasakan yang jelas dia tidak suka Masya bersama cowo lain apa lagi cowo itu mencintai Masya
"Putusin Rendy " ucapnya datar membuat Masya mengakat sebelah alisnya
"Apa hak Lo ikut campur urusan pribadi gue" ucap Masya membaut Hans menarik Masya lalu menciumnya membaut Masya terkejut dia memberontak takut ada yang melihat mereka,tapi Hans memeluknya erat membuatnya tidak bisa bergerak mau tidak mau Masya membiarkan Hans melakukan itu meski Hans suaminya tapi Masya masih ragu untuk membalas ciuman hans
Karena Masya diam saja hans menggigit pelan bibir masya untuk meresponya sambil menutup matanya Masya mengikuti permainan Hans Masya memukul pelan dada Hans karena dia merasa kehabisan nafas Hans melepaskan ciumannya lalu kedua tangannya mengakat wajah Masya
"Liat aku" ucapnya Masya pun membuka matanya dia tertegun melihat wajah tampan Hans tersenyum padanya baru kali ini Masya melihat senyuman Hans yang ternyata menghanyutkan
"Kamu adalah istri ku jadi bersikap lah seperti seorang istri" ucap Hans pelan tapi masih bisa di dengar oleh Masya dengan jelas Hans mengecup kening Masya lalu pergi meninggalkan masya yang masih diam mematung di tempat
"Apa gue mimpi" ucap Masya bingung dia menampar pipinya
PLAK
"Awh... Eh nyata ini bukan mimpi kenapa gue tadi terhanyut" ucapnya memegangi wajahnya karena kesal dan malu
__ADS_1
setelah membersihkan diri Masya melaksanakan solat magrib berjamaah, setelah selesai Masya di ajak teman-temannya nongkrong di warung sambil menunggu solat isya
"eh sya Lo beneran jadian sama si rendy Lo kan dah punya suami awas Lo entar kualat Lo Ama laki" ucap Yuli sambil makan somay yang tadi mereka beli
"eh tapi bagus dong berarti cinta si Masya terbalaskan" ucap Ani ikut senang Masya pacaran sama Rendy,Masya menghela nafasnya sebelum bicara
"huh..iya gue jadian, tapi gue tau Rendy ngajak jadian sama gue tuh buat bikin intan cemburu gue tau Rendy tuh belum mave on makanya gue terima aja" ucap Masya sambil nyedot es Boba yang di pegang ya mereka yang mendengar itu terkejut
"Lo serius sya! Lo tau dari mana?" ucap rina yang di angguki yang lain
"gue tau aja meski dia nutupi dari gue tapi gue tau masih ada cinta buat intan karena tadi gue sempet liat intan Deket Rohman pas ngumpul tadi dan gue liat Rendy langsung pergi " ucap Masya ada rasa kecewa dalam hatinya
"padahal tadi gue dah seneng sya Lo bisa balik lagi sama cinta masa lalu Lo tapi kenyataannya Lo masih tetep pada posisi yang sama" ucap Ani ikut sedih
"yah namanya juga nasib tapi sekarang mending lah gue masih bisa mengontrol perasaan gue jadi nggak gampang sakit lagi" ucap Masya santai membuat mereka seneng
"syukurlah sya kalo gitu gue percaya suatu hari nanti bakal ada yang mencintai Lo lebih dari kak Yusuf" ucap Rina meyakinkan sambil menepuk bahu Masya
"amin" ucapnya mantap
tiba-tiba hp Masya berdering tanda pesan masuk ke HP-nya Masya membuka pesanya dia menyerngit Hans mengajaknya ke cafe Deket perkemahan Ani melihat perubahan wajah Masya membuatnya penasaran
"siapa sya" tanyanya
"Hans ngajakin gue ke cafe" ucap Masya membuat mereka kaget
"Lo serius sya coba gue liat" ucap Rina kepo langsung menarik hp Masya
"iya bener dia nungguin sekarang" ucapnya
"eh tunggu kaya ada yang aneh gue rasa ada yang ga beres lebih baik Lo nggak usah kesana deh sya perasaan gue nggak enak" ucap ani meyakinkan
"iya sya gue juga takut si singa nyakitin lo lagi" ucap Rina khawatir
"udah biarin Masya pergi menemui suaminya mungkin si singa ngajakin baikan positif thinking aja" ucap Yuli
"tapi-"
"udah entar kalo ada apa-apa gue langsung nelpon kalian" ucap Masya bangkit
"ya udah kalo gitu ati-ati ya sya"ucap Rina yang di angguki oleh Masya
"oke sip,gue duluan ya" ucapnya lalu melangkah pergi
sedangkan Ani Rina dan Yuli meneruskan makan somaynya setelah selesai mereka langsung pergi kembali ke tenda
lama berjalan berapa menit kemudian Masya sampai di cafe sederhana Deket pemukiman penduduk
__ADS_1
saat hendak memasuki cafe dari kejauhan Masya melihat Hans sedangan mengobrol bersama seorang cewe Masya melihat Hans begitu bahagia bersama cewe itu meski cewe itu membelakanginya tapi Masya bisa tau siapa cewe itu hatinya ragu untuk melangkah masuk tapi dia juga penasaran apa tujuan Hans mengajaknya ketemuan di cafe