Diary Masya

Diary Masya
pulang ke rumah


__ADS_3

Setengah jam kemudian Masya sampai di rumah Hans iya segera memasukan motornya di garasi lalu melangkah masuk ke dalam yang kebetulan pintunya belum di kunci


Sampai ruang tengah Masya di sungguhan pemandangan memuakan Hans dan Sofia sedang sambil nonton TV ,Sofia berbaring di paha Hans sambil memain hp sekali iya mengabil kripik yang iya taruh di perutnya, sedangkan Hans fokus membaca majalah bisnis di tangannya


Masya berdehem melangkah melewati mereka ,sontak membuat keduanya kaget membenarkan posisi duduk mereka


"Dari mana aja kamu jam segini baru pulang" Masya berjalan melewati tanpa memperdulikan ucapan Hans


"Kamu denger aku tidak" Hans menatap kesal tapi tak di pedulikan masya


Membuat Hans geram ingin sekali iya membentaknya tapi iya urungkan takut Masya pergi lagi yang akan membuatnya repot


"Udah Hans biarkan dia istirahat dulu " Sofia menenangkan hans


Masya menaruh helmnya di atas bupet lalu melangkah masuk ke kamar ,sebelum iya menutup pintu Sofia mencegahnya


"Tunggu sya" Masya berbalik menatap Sofia yang berdiri menghadapnya


"Em tadi aku dan Hans makan di luar jadi nggak ada makanan di rumah,kalo kamu laper..."


"Em aku tau" Masya memotong ucapan Sofia lalu menutup pintu


"Huh sialan" gumam Sofia lalu kembali duduk bersama hans


Masya membuka jaketnya meleparkannya ke sofa lalu lalu merebahkan badannya di ranjang


"Huh capenya" ucapnya duduk di ranjang


"Segitu teganya mereka sama gue makan berdua ajah,bungkusin ke satu ish..nggak punya perasaan" gerutunya merentangkan tangan menatap langit-langit kamar


"Nyesel gue nggak makan dulu di bestcamp akh..dah lah entar bikin aja" ucapnya


Masya merenung belum sebulan dia tinggal di desa telah banyak kejadian kejadian menyedihkan yang dia terima niatnya membuka lembaran baru melupakan kejadian di masa lalu tapi sekarang dia semakin di tengelam di dalamnya,mencoba membuka hati menerima perjodohan orang tuanya tapi nyatanya orang yang di jodohkan ya membuka luka baru di hatinya belum genap semingu iya menikah perlakuan Hans begitu menyayat hatinya sampai iya selalu meringis menahan sakit,impianya memiliki cinta sejati kini sirna sudah tidak ada cowo yang benar-benar tulus kepadanya bahakan seorang Rendy sekalipun


Tengah malam Masya terbangun karena laper dan juga hawa panas di ruangan itu karena iya lupa tidak menyalakan AC, entah sudah berapa lama iya tertidur,dia melihat dirinya masih mengenakan pakaian yang sama bahan sepatunya masih iya pake


"Ternyata gue ketiduran" ucapnya bangkit ,membuka semua pakaiannya menyisakan tentop dan celana hotpants nya


Melangkah ke kamar mandi membasuh mukanya,saat membuka lemari pakaian tidak ada satupun bajunya, Masya kebingungan bukanya dia sudah di pindahin ke bawah kenapa baju bajunya nggak ada


"Apa dia pikir gue suruh angkut barang gue ke sini sendiri gitu,aish..rese banget si tuh cowo" ucap Masya kesal,lalu keluar kamar menuju dapur untuk bikin makanan


Semua ruangan sudah gelap karena penghuni rumah sudah tidur


Benar kata sofi sampai dapur tidak ada makanan sedikitpun di meja makan hanya ada nasi di megicom,lalu iya membuka kulkas di sana hanya ada telur dan berapa ikat sayuran yang Masya tau itu bahan masakan bi Ijah karena Hans tidak pernah makan di rumah, pembantu dari rumah mamanya lah yang mengantar makanan untuk Hans


Masya mengambil telur dan berapa lembar sayuran dan juga bumbu untuk membuat nasi goreng


Masya mengikat rambutnya asal lalu mulai meracik bumbu dan bahan untuk membuat nasi goreng


Suara gaduh di dapur membuat Bu Ijah yang sedang tidur terbangun karena posisi kamarnya bersebelahan dengan dapur,


"suara apa itu?jagan jagan ada maling" pikirnya,bi Ijah mengambil sapu lalu keluar menuju dapur


Sampai dapur bi Ijah melihat seorang wanita yang sedang memotong sesuatu membelakanginya


"Non Masya" ucapnya menebak menepuk pundak masya membuat Masya kaget


"Ya ampun bibi bikin kaget ajah" ucapnya mengelus dada


"Hehe maaf non kirain bibi siapa" menggaruk kepalnya yang tak gatal


"Ngapain bawa sapu bi,pasti Masya di kira maling ya" ledek Masya

__ADS_1


"Hehe iya bibi Kiran tadi ada maling " ucapnya menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Elah bibi imut imut gini di kira maling" ucapnya lalu kembali memotong sayur


"Hehe ya habisnya suaranya kaya orang memporak porandakan rumah" ucap bi Ijah sambil meletakan sapu di Deket tong sampah


"Ada ada ajah si bibi,masya emang nggak bisa pelan kali bi" ucapnya


"Emangnya non lagi bikin apa si" tanyanya


"Ini bikin nasi goreng" ucapnya tanpa menatap bi inah karena dirinya tengah sibuk menuangkan minyak di wajan


"Biar bibi bantu ya non" ucap bi Ijah hendak mengambil alih pekerjaan Masya


"Nggak usah bi,bibi istirahat ajah Masya bisa sendiri kok lagian gampang ini" ucap Masya lalu memasukan bumbu ke wajan


"Maaf ya non bibi nggak masak,soalnya den Hans nggak pernah makan di rumah kadang kalo di masakin juga nggak di makan" ucap bi Ijah


"Iya Bi nggak papah,em tapi mulai besok kayanya Masya bakal sering makan di rumah deh bi, jadi bibi bisa nggak, bantu belikan bahanya di pasar soalnya Masya sering kesiangan kalo bangun " ucap Masya sambil menuang nasi ke wajan


"Owh siap non kalo itu bibi bisa bantu,emang non mau beli apa aja " ucap bi Ijah semangat


"Em terserah bibi yang penting isi dapur semua di kompilitin " ucap Masya


"Oke sip non besok bibi bantu belikan" ucapnya


"Iya Bi makasih" ucap Masya


"Iya sama sama non"


"Em..soal non sofia, apa non Masya nggak papah" tanya bi Ijah ragu Masya berhenti memotong sayaur menatap bibi sekilas lalu mulai memotong lagi


"Nggak papa bi emang kenapa toh mereka hanya teman kan" ucap Masya


"Nggak papa bi nggak ada yang perlu di khawatir in bibi tenang aja,ya udah bibi istirahat takut besok kesiangan kan mau kepasar " ucap Masya tersenyum membelai bahu bi Ijah


"ya udah deh, bibi balik ke kamar ya" ucap bi Ijah


"Iya Bi" ucap Masya


Bi Ijah berlalu meninggalkan Masya


Di sisi lain Hans yang sedari tadi tidak bisa tidur sudah berapa kali iya coba tertidur tapi tetap saja matanya tak mau terpejam seperti ada yang kurang


Padahal tidak biasanya dia begitu, perlakuannya yang kasar terhadap Masya membuatnya merasa bersalah apa lagi sikap Masya tadi yang cuek terhadapnya membuatnya gelisah,memang tindakannya salah telah telah membiarkan Sofia menginap di rumah tapi itu semua ia lakukan semata mata agar Sofia tidak curiga terhadapnya bagai mana pun Hans tau sofia telah lama menyukainya jadi dia tidak ingin mengecewakannya terlebih Sofia tau tentang segala yang Hans butuhkan


"Apa aku minta maaf aja ya" gumam Hans menatap langit kamarnya


"Eh minta maaf buat apa toh aku nggak salah, dia juga tau kenapa gue izinin Sofia di sini,tapi tadi malam aku....akh.." Hans duduk mengacak rambutnya frustasi


Dia pun turun dari ranjang keluar kamar hendak pergi ke ruang kerjanya,tapi langkahnya tertahan saat iya mencium aroma masakan dia melirik pergelangan tangannya menunjukan jam 1 lewat


"Siapa yang jam segini masak,bibi?nggak mungkin kan" gumamnya


Karena penasaran iya melangkah menuruni tangga menuju dapur


Sampai pintu dapur Hans melihat Masya yang sedang meletakan nasi goreng di meja,sekali menyeka keringatnya di pelipis ,Hans menelan ludah saat melihat keringat mengalir di leher jenjang Masya sampai menebus belahan dadanya entah kenapa melihat Masya seperti itu membuatnya tegang ada sesuatu yang terbangun di bawah sana


Dia mendekat menarik kursi membuat Masya telonjak kaget


"Kampret lu bikin gue kaget ajah" mengelus dada menatap kesal Hans


Membuat Hans berdecak sesal

__ADS_1


"CK bisa ngga si kamu sopan sedikit kalo ngomong" ucapnya sambil mengambil sendok dan garpu


"Kagak bisa sopan sama lo,eh Lo mau ngapain " ucap Masya menarik piring nasi goreng nya tapi di dahului oleh Hans


"Makan apa lagi" ucapnya santai


"CK itu makan gue, kalo Lo mau tuh masih ada di wajan" ucapnya kesal meletakan dadar telur di meja


" lagian seorang istri itu harusnya melayani suami duluan buakanya mementingkan diri sendiri" ucapya santai sambil menyuap nasi gorengnya lalu tatapannya berubah


"Nasi goreng ini rasanya aku pernah memakannya" batinya lalu menatap Masya yang sedang mengambil sisa nasi goreng di wajan


"ebuset lepeng amat tuh mulut kalo ngomong gue nggak salah denger harus nya tuh gue yang ngomong gitu,lagi begini aja Lo ngomongin suami istri, lagian kalo Lo mau di layanin tuh sama si sopi dia bisa segalanya kan masak,bikin kue, ngurusuin Lo bahkan mandiin Lo juga pasti bisa "ucap Masya sewot duduk mengambil sendok ikut menyuap nasi goreng


"Kenapa Kamu cemburu" goda Hans


"Nggak ada untungnya gue cemburu sama dia,kalo Lo mau Lo bisa cerein gue nikah sama dia" ucap masya


Membuat hans langsung tersedak


Uhuk


Uhuk


Masya buru buru mengambil minum lalu menyodorkan ya ke Hans


"Makanya kalo makan tuh yang pelan orang nggak ada yang minta inih,gue ihklas kok ngasihnya" ucap Masya refleks mengelus punggung hans Membuat Hans tertegun


"Jaga bicaramu,udah berapa kali aku bilang aku dan sofi hanya sahabat nggak lebih,paham" ucapnya lalu meneruskan nasi gorengnya lagi Masya mendengus kesal sambil meneruskan makanya


"Nasi goreng ini mengingatkan aku kepada seseorang,aku rindu sekali masakan ini" batin hans menatap sendu nasi goreng terus menyuap nasi gorengnya membuat Masya geleng kepala


"Begitu kali ya kalo dia laper" batin Masya menatap hans


"Em..mulai besok kamu harus sering masak di rumah" ucap Hans setelah selesai makan


"Ogah gue bukan babu Lo" ucap Masya santai


"Emang bukan babu tapi kamu itu istri aku jadi wajib bagi kamu masakin aku layanin aku" ucapnya


"Lah terus kewajiban Lo gimana" tanya Masya


"Aku bakal penuhin semua kecuali..."


"Apa"Masya penasaran


"Nafkah batin aku nggak bisa" ucapnya tertunduk


"CK siapa juga yang minta itu,lagi ya gue nggak yakin sama yang satu itu" ucap Masya membuat Hans mendelik tajam


"Apa" Masya ikut melotot


"Selesai makan temui aku di ruang kerja nggak ada penolakan" ucapnya sambil berlalu


"CK ogah" ucap Masya kesal membuat Hans geram menarik Masya mengendong seprti karung beras


Masya memberontak memukul punggung hans


"Lepasin gue brengsek gue mau makan" ucap ya


"Diam" bentaknya


"Teurinin gue gue bisa jalan sendiri" ucapnya

__ADS_1


"Sekali lagi kamu bergerak aku bakal lempar kamu dari tangga" ucapnya kesal terpaksa Masya menurut saja


__ADS_2