
Setelah di depan lapangan masya menyuruh Ali dan isa untuk pergi duluan,setelah berpisah masya segera pergi ke toilet umum untuk mencuci mukanya agar keliatan fresh
"Lo harus kuat sya lo pasti bisa,lo bukan masya yang dulu,lo masya yang kuat" ucapnya menatap dirinya di cermin
Saat hendak pergi tiba-tiba kepalanya pusing dia masuk ke toilet lalu muntah di sana
"Kebiasaan gue kalo habis nangis pasti muntah-muntah begini,mana pusing banget lagi " ucapnya sambil memijat pelipisnya
Badanya pun merasa dingin dan pegal-pegal
"Dingin banget perasaan, apa gue masuk angin ya,kayanya gue harus ketenda dulu deh ambil jaket" gumamnya
Dia pun melangkah keluar dari toilet lalu pergi mengabil jaketnya di tenda
Setelah mengabil jaket masya kembali kelapangan, di jalan dia mendengar namanya di panggil masya segara bergegas ke sana
Sampai sana ternyata banyak yang menunggunya sambil memanggil namanya
Yuli menghampirinya menyuruhnya agar segera bernyanyi
"Eh sya lo dari mana ajah di panggilin dari tadi baru nongol" ucap yuli menepuk bahu masya
"Soryy gue ambil jaket dulu tadi" ucapnya
"Owh gitu ya dah gih naik sana dah pada nungguin tuh" ucap yuli lagi masya pun hanya mengguk
"Sialan gara gara rendy nih sampe gue harus nyanyi" batinya kesal
Dengan ragu dia melangkah naik ke atas panggung dia mengambil salah satu gitar di pojokan lalu duduk sambil membenarkan mik
Masya menatap teman sekelasnya terus bersorak menyemangatinya ada juga yang menatap tak suka sambil berbisik
Masya melihat hans dan rendi juga ada di bawah bersama intan dan sofia, bagi masya mereka pasangan yang serasi orang pun akan percaya itu
"Melihat kalian berdua gue merasa diri gue nggak pantes di antara kalian gue harap semoga kalian bahagia dengan pilihan kalian" ucap masya menatap hans dan rendy
"Selamat malam semua" ucap masya di mik
"Malam" ucap mereka kompak
Tanpa bicara banyak masya mulai memetik gitarnya D'masiv (antara kalian)
Kuakui ku sangat sangat mengingin kanmu
Tapi kini kusadar ku diantara kalian
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi
Kuakui ku sangat sangat mengharap kan mu
Tapi kini ku sadar ku tak akan bisa
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi
Lupakan aku kembali padanya
Aku bukan siapa siapa untuk mu
Ku cintaimu tak berarti bahwa
Ku harus memilikimu s'lamanya
Kembali ke barisan ya...
Semua yang di situ ikut terhanyut dalam kesedihan bahkan ada juga yang menitikan air mata kususnya sahabat dan adik-adik masya yang bisa merasakan apa yang masya rasakan
Setelah selesai banyak yang bersorak dan bertepuk tangan untuk masya,banyak yang memberikan pujian masya hanya bisa tersenyum dan berterimaksih
Tanpa sengaja matanya bertemu dengan hans yang terus menatapnya tajam
Sedari tadi hans menahan emosi mendengar masya menyanyikan lagu untuk orang lain bukan dirinya,padahal masya bernyanyi untuk keduanya,tanganya mengepal dia tidak terima
Saat hans hendak mendekati dirinya masya pun pergi begitu saja tanpa memperdulikan hans
Setelah selesai acara semua regu di perintahkan untuk beristirahat karena jam 2 dini hari mereka harus perpetualang
"Sya lo mau tidur di mana?nggak mungkin kan lo tidur sama mereka" Tanya Ani sambil menyenggol masya
__ADS_1
"Nggak tau gue bingung" ucap masya
"Sya lo tidur di tempat kita ajah,entar tidur bareng gue sebet gimana" ucap rina memberi saran
"Oke deh,gue ambil tas dulu ya " ucapnya lalu pergi mengambil tas ke tendanya
Sampai sana masya melihat teman cowonya sedang berkumpul masya masuk lalu mengambil tasnya
Membuat juna dan rohman bertanya sedangkan rendy hanya memandang masya sekilas lalu kembali sibuk dengan hpnya
"Eh sya mau kemana lo bawa tas " tanya juna
"Mau tidur di tenda sebelah" ucap masya membuat keduanya menyerengit
"Kenapa bawa tas ?" Tanya rohman penasaran
"Idih jadi cowo kepo banget si lo man pake nanya-nanya segala lagi" ucap yuli kesal
"Emang kenapa gue kan cuma nanya " ucapnya
"Gue mau tidur di tenda sebelah sekalin mau ganti baju" ucap masya
"Owh..nah gitu kan jelas jadi kita tau lo di mana" ucap rohman
"Alah ngomong aja lo kepo" ucap yuli lagi
"Diam" bentak rendy semua pun terdiam
"Cepet pergi kalo udah nggak ada lagi urusan" ucapnya lagi
Masya segera membawa tasnya lalu pergi bersama ke tiga sahabatnya
"Gila ya si rendy kejem amat orangnya,biasanya nggak gitu tuh anak apa kesambet setan penunggu sarean ya" ucap ani setelah mereka sampai di tenda
"Tau kesurupan kali dia" ucap yuli sambil mengganti pakaiannya
"Udah lah mungkin dia lagi pms jadi gampang marah" ucap rina sambil mengambil selimutnya di ransel
"Ada ada ajah lu,iya kali cowo pms" ucap ani sambil melempar bantal ke rina
"Eh sya napa lo diem aja tadi biasanya lo paling nggak suka kalo ada orang ngomong kasar" ucap yuli merebahkan badanya di bet sambil memainkan ponselnya
"Emang gue harus ngomong apa?dah lah males gue bahas dia lebih baik kita isturahat ajah" ucapnya lalu berbaring di sebelah rina setelah berganti pakaiyan
Rina terkejut saat masya menyentuh badanya
"Asstafirulaoh! Badan lo panas banget sya lo demam" ucap rina memegang dahi masya
Ani dan yuli pun menghampiri masya ikut memegang dahinya
"Iya sya lo demam kenapa lo diem ajah yuk kita ke pos minta obat" ucap ani mengajak masya
"Nggak usah lah entar kalo tidur juga dah sembuh gue dah biasa kaya gini" ucap masya meringkuk di bawah selimut
"Tapi sya badan lo panas banget,gue mabilin obat ya di pos" ucap yuli tapi di tolak oleh masya
"Udah lah nggak usah kalin istirahat ajah nanti keburu di bangunin" ucapnya lagi
"Permisi" suara dari luar
Rina segera membuka tenda untuk melihat siapa yang dateng rina terkejut karena soleh yang dateng dia berusaha mengontrol kegugupanya
"Eh K-kak soleh,ada apa kak?" Tanya rina ragu
"Katanya masya di sini bener apa ngga" tanya soleh
"Owh iya bener kak dia ada di dalam " ucap rina
"Owh gitu,tolong kasih tau dia suruh pindah ke pos penjagaan dia akan tidur di sana "ucap soleh memberitau
"Tapi kak masya-"
"Ini perintah dari hans langsung lagian betnya kan satu tenda cuma ada 9,lagian betnya masya udah di pindahin ke sana" ucap soleh memotong ucapaan rina
"Owh gitu,Iya kak nanti aku kasih tau masya" ucap rina
"Oke makasih,aku pergi dulu"soleh tersenyum ramah membuat rina hampir jantungan
__ADS_1
"Iya kak sama sama"ucap rina memandang kepergian soleh tanpa berkedip
Rina masuk ke dalam berteriak langsung melompat sambil menepuk-nepuk pipinya sampai mebuat masya yang hendak terlelap terbangun
"Ya ampun kenapa si dia" ucap masya kesal yang lain hanya mengangkat bahu sambil memandang rina heran
"Lo kenapa rin?" Tanya ani penasaran
"Iya lo nggak ke sambet kan rin" yuli ikut penasaran
Dia senyum-senyum sendiri sebelum bicara membuat yang melihat agak sedikit merinding
"Kalin tau nggak" tanya rina setelah puas tersenyum mereka bertiga hanya menggeleng
"Ish..giamna si, tadi tuh kak soleh di depan" ucap rina kemudian membuat ketiganya memutar bola mata males
"Kirain apa an" gumam masya lalu tidur lagi
"Terus.." ucap ani dan yuli
"Terus itu" rina diam sebentar lalu
"Ya ampun gue lupa"rina menepuk jidatnya,dia pun angsung membangunkan masya
"Sya bangun gue hampir lupa,itu lo di suruh bindah ke pos penjagaan sekarang" ucap rina membangunkan masya
"Nggak ah males gue" ucapnya lirih
"Tapi lo harus pindah kesana sya" ucap rina lagi
"Tapi kan masya lagi demam rin,emang lo nggak bilang" ucap ani yang di angguki yuli
"Tadi gue mau bilang tapi kata kak soleh ini perintah dari ketos langsung" ucap rina
"Dah lah biarain" ucap ani kemudian
"Eh tapi nanti si singa dateng ngamuk-ngamuk gimana" ucap yuli agak hawatir
"Biarin biasa kaya gitu dia" ucap ani lagi
Masya pun bangun mengenakan sewiternya
"Sya lo mau ke mana" tanya rina memegang tangan masya
"Lah kata lo gue di suruh pindah" ucapnya sedikit lemah
"Tapi lo pucet banget sya,biar entar gue yang bilang aja ke pos kalo lo sakit" ucap rina lagi
"Iya sya bener" ucap ani setuju
"Dah nggak papa cuma pindah ini sekalin entar gue cari obat di sana" ucapnya kemudian melangkah pergi
"Kita anter ya sya" usul yuli membuatnya menggeleng cepat
"Nggak usah kalian istirahat ajah,gue bisa kok sendiri" ucapnya lalu pergi keluar tenda
"Eh sya lo mau kemana" tanya okta yang hendak masuk ke tenda bersama teman-temanya
"Pindah" ucapnya lalu pergi
"Eh masya kenapa si kok mukanya pucet banget gitu" tanya ina penasaran mereka pun hanya mengekeng tidak tau
Setelah sampai pos masya kebingungan mencari pos yang akan di tidurinya dia membuka satu persatu tapi semuanya penuh dengan tas dan barang-barang
banyak juga yang sedang tidur
"Yang mana si mana kepala gue pusing banget lagi" ucapnya sambil memegangi kepalanya
masya pun akhirnya memeilih tenda yang masih kosong hanya ada beberapa rangsel,selimut dan sekotak besar p3k
"ini kali ya" gumanya dalam hati
dia melangkah masuk ke dalam lalu memilih bet yang paling pojok,dia merebahkan badanya di bet lalu mengambil salah satu selimut untuk menutupinya
meski merasa kedinginan dia berusaha untuk terlelap sampai akhirnya dia tidur juga
jangan lupa untuk like dan komen ya gais ๐๐๐terimaksih๐
__ADS_1