
sedangkan di kamar mandi Hans memarahi dirinya sendiri karena gagal menghukum Masya terlebih kenapa saat di dekat Masya tiba-tiba jiwa laki-lakinya bangkit
"shit,dasar bodoh kenapa dia begitu menggoda sedangan Deket Sofi aku sama sekali tidak tertarik sihir apa yang dia gunakan untuk memikat laki-laki" ucapnya kesal sembari main sabun positif aja ya gais hehe
Masya yang bosen di kamar ingin rasanya di keluar tapi dia takut Hans tambah marah karena dia keluar tanpa izin,dia berinisiatif izin ke Hans dia pun melangkah ke kamar mandi
tok tok tok
"woi Lo lama banget lagi ngapain si " ucap Masya tapi tidak ada jawaban
Hans seperti mendengar pintu di ketuk mengecilkan shower nya
"gue bosen nih gue keluar ya" teriak Masya
Hans mendengar itu kaget
"apa keluar dengan pakaian seperti itu" pikir Hans karena tadi saat Hans hendak masuk ke kamar mandi dia melihat BH Masya ada di keranjang cucian terlebih karena baju yang di kenakan masya sedikit menerawang
Dia buru-buru memakai handuknya lalu membuka pintu kamar mandi dia melihat Masya sudah tidak ada di kamar
"shit,Kemana si bodoh itu" ucap Hans kesal
dengan kesalnya dia keluar sambil memangil Masya dia tidak peduli keluar cuma memakai handuk yang melilit di pinggangnya
"Masya" teriak Hans melihat Masya hendak menuruni tangga
Masya yang hendak menuruni tangga nengok ke belakang melihat Hans memanggilnya
"apa si Lo berisik banget" ucap Masya sambil menuruni tangga
"berhenti di situ atau" ucap Hans menatap Masya tajam
"apa " ucap Masya bingung dia pun tetep menuruni tangga
dengan langkah seribu Hans menyusul Masya ke bawah
"aku bilang berhenti ya berhenti" bentak Hans menarik pergelangan tangan Masya
"lepasin gue haus mau minum" ucap Masya menarik tangannya dari Hans
di situlah mereka tarik menarik Hans yang udah kesal menarik badan Masya lalu mengendong ya ala koala tetapi Masya masih memberontak dengan cara menjambak rambut hans
sedangkan teman-teman Hans yang mendengar kegaduhan di tangga segera berlari untuk melihatnya
saat mereka sampai betapa terkejutnya mereka sampai Ismail menutup mata Soleh untuk tidak melihat apa yang di lihatnya
"apa ayang kalian lakukan" ucap ismail terkejut
Masya dan Hans kaget langsung menurunkan masya saat Masya hendak berbalik Hans malah menarik Masya pelukannya erat
"Hans lep-" bibir masya langsung di lahap oleh Hans membuat Masya melototkan matanya karena Hans mencuri ciuman pertamanya
Tak perduli penolakan masya Hans membawanya masya ke kamar
teman-temannya yang melihat itu melongo baru kali ini mereka melihat Hans begitu buas kepada seorang cewe
"le tampar gue ini pasti mimpi karena gue kebanyakan nonton bo**p tadi" ucap Ismail menggoyangkan bahu Soleh,dan reflek Soleh langsung menampar Ismail
plak
"bangsat,nggak bisa pelan apa Lo" ucap Ismail memegang pipinya sakit
"maaf reflek" ucapnya tanpa dosa
"tadi itu Hans bukan si " ucap Sofyan bego
"Lo gimana si udah jelas jelas itu Hans" ucap asrof kesal
"selama gue teman sama hans baru kali ini gue liat Hans begitu buas sama cewe sampai-sampai dia memaksa cewenya kaya gitu" ucap Sofiyan deramatis
"apa lagi lu kita yang jadi sahabat nya juga baru liat dia begitu" ucap Soleh lagi
"bagus lah kalo Hans sudah normal kadang gue takut Hans itu gay" ucap Ismail yang langsung mendapat tonyoran dari Soleh
"jaga tuh mulut kalo nggak mau di robek" ucap Soleh dia pun cuma nyengir
"eh berarti Masya dalam bahaya saat ini" ucap Ismail yang di angguki oleh yang lain dia pun hendak melangkah ke atas langsung di tahan oleh soleh
"sudah lah is jangan mengganggu urusan pribadinya kita pergi aja" ucap Soleh membuat Ismail mengurungkan niatnya
"ya udah yuk kita main lagi" ucap asrof menarik tangan Sofyan yang di angguki oleh yang lainya
"eh bentar" ucap Ismail berhenti sambil merogoh saku celananya
__ADS_1
"apa" ucap mereka kompak,dia pun mengeluarkan hp lalu mulai menyalakan stopwach
"ngapain si lu" ucap asrof penasaran
"kita liat seberapa kuatnya Hans" yang langsung di sambut gelak tawa teman-temanya
"dasar teman laknat" ucap Soleh menggelengkan kepalanya
sedangan Masya yang sudah kehabisan nafas memukul dada Hans
Hans pun membanting badan Masya di ranjang
sampai membuat Masya pusing
"dasar singa sialan" teriak Masya kesal sambil memegangi kepalanya karena pusing
"apa kamu bilang berani beraninya kamu memanggiku singa" ucap Hans kesal menindihi badan masya
"iya emang Lo singa bahkan lebih buas dari seekor serigala" ucap Masya mendorong badan hans
"apa ini cara kamu berterimakasih" ucap Hans kesal
"terima kasih apa hah jelas jelas Lo udah nodai bibirku yang masih perawan,Lo harus tanggung jawab" ucap Masya sambil bercekak pinggang
seketika Hans menelan selvinya susah payah pasalnya bukit kembar Masya tercetak jelas menantang Hans untuk mendaki
Masya mengikuti arah mata Hans dia melotot langsung melingkarkan tangannya di dada
"aa...dasar singa mesum" teriak Masya sambil meleparkan apa saja yang ada di dekatnya ke arah hans
"gue lupa dasar singa mesum gue congkel mata Lo" ucap Masya berlari ke arah Hans lalu dia memukulinya membabi buta,sampai membuat Hans kewalahan
"Masya hentikan" ucapnya langsung mengunci tubuh Masya dari belakang
"lepasin sialan" teriak Masya memberontak
"diam atau gue bakal ngelakuin lebih sama Lo" bentak Hans langsung membuat Masya diam
"awas aja kalo Lo berani lakuin itu" ucap Masya tegas
Hans melepaskan pelukannya menyuruhnya untuk duduk berapa menit mereka terdiam
"maaf tadi tuh aku cuma nggak mau kamu jadi tontonan mereka" ucap Hans mulai bicara
masya tun tetap diam bahkan tidak ada niatan untuk menjawab
"sekarang kita turun ke bawah ngasih tau mereka yang sebenarnya" ucap Hans
"terserah Lo" ucap Masya sambil menyilang kan tangan di dada
Hans segera mengambil pakaiannya di lemari lalu pergi ke kamar mandi untuk ganti pakaian setelah selesai Hans membuka lemari mengambil Hoodie lalu melemparkannya ke Masya
"setidaknya bisa menutupinya" ucap Hans,Masya pun memakainya
mereka pun turun ke bawah menemui teman temanya yang sedang penasaran akut
"wah hebat hans baru pertama kali main udah mendapat rekor tinggi" ucap Ismail yang di angguki oleh yang lainnya karena saat ini mereka sedang mengitari meja sambil melihat stopwach yang sedang berjalan
"kira-kira dia pake cara apa ajah ya" ucap Sofyan penasaran
"entah yang jelas membuat cewenya nggak bisa jalan" ucap asrof langsung membuat mereka tertawa bersama
sampai bawah Hans menghampiri teman temanya yang sedang menatap hp sambil tertawa lepas
"ekhm" Hans berdehem seketika membuat mereka melompat karena terkejut
"eh Lo kirain siapa" ucap Ismail nyingir sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
yang lain pun sama
"kenapa" tanya hans, membuat Soleh langsung mengode Ismail tetapi yang di kode tidak paham dia hanya mengangkat kepalanya
Hans melihat arah tunjuk Soleh mengambil hp itu lalu melihatnya membuatnya mengakat sebelah alisnya
"apa ini 1 jam 30 menit " tanya Hans kepada mereka yang menatapnya bingung
"oh itu bukan apa apa" ucap soleh
dengan malasnya Masya melangkah duduk di sofa sambil mengambil satu toples kacang lalu memakannya dengan santai dia tidak perduli tema-teman Hans yang memandangnya heran
"Hans apa Lo nggak mau cerita " tanya Soleh yang di angguki oleh yang lainya
Hans menghembuskan nafasnya lalu mendekat ke arah Masya lalu duduk di sebelahnya mereka pun ikut duduk di depan Hans
__ADS_1
"cewe yang di jodohin sama gue itu dia" ucap Hans langsung membuat mereka kaget
"apa masya" teriak mereka kaget yang langsung mendapat lemparan kacang dari Masya
"biasa aja kali nggak usah kaget gitu" ucap Masya kesal
"jaga sikap kamu sya " ucap Hans melirik Masya tajam membuat Masya memutar bola matanya malas dia pun bangkit setelah menghabiskan satu kaleng minuman bersoda
"mau kemana kamu kita belum selesai bicara" ucap Hans tegas melihat Masya bangkit
"Lo aja yang bicara gue ngantuk mau tidur" ucap Masya melangkah menaiki tangga membuat Hans kesal ingin rasanya dia kasih pelajaran ke masya
"Lo serius Hans lo lagi nggak becanda kan" ucap Ismail belum percaya yang di angguki oleh Hans
"maksud kamu yang cewe yang namanya Lilis itu Masya kok bisa nama Lilis jadi masya" ucap Soleh bingung
"entah lah yang jelas saat gue melamar dia cewenya" ucap Hans pelan sambil menyender kan kepalanya di sofa
"terus bagaimana dengan Sofia" ucap Sofyan yang tau tentang hubungan Hans dan Sofia
"jangan Sampai Sofia tau ini rahasia kita berlima" ucap hans yang di angguki oleh yang lainnya
"terus soal tadi" ucap asrof penasaran
"apa" ucap Hans
"soal Lo bawa Masya ke rumah" ucap asrof lagi
"papah Masya menelpon gue katanya Masya pergi sama cowo jadi gue di suruh mengawasinya katanya takut Masya kabur sama cowo itu" ucap Hans setelah dia meminum setengah gelas air putih yang dia siapkan sebelum menjemput masya
"cowo, siapa cowo itu" ucap Soleh penasaran
"Rendy" ucap Hans membuat mereka menyrengit
"Rendy anak kelas 11 c adik kelas kita " ucap Ismail yang di angguki oleh Hans
"apa hubungannya sama dia apa mereka pacaran" ucap Sofiyan
"entah meski mereka pacaran gue nggak peduli" ucap Hans santai
"terus kenapa Lo nggak nganter dia pulang" tanya Ismail
"besok acara nikahnya di sini jadi gue nggak bawa dia pulang" ucap hans
"jadi Lo serius mau nikah besok Hans" ucap Sofyan kaget yang di angguki oleh Hans
"makanya gue nyuruh kalian tidur disini sekalian bantuin gue besok pagi" ucap Hans langsung membuat mereka menganguk
"oke kalo gitu gue mau langsung istirahat takut besok kesiangan" ucap Ismail bangkit lalu pergi begitu saja memasuki kamar yang biasa dia gunakan saat nginep di situ
"gue juga ya" ucap Soleh yang di angguki oleh Hans
"kita gimana" ucap Sofyan dan asrof bersamaan
"kalian bareng aja masih ada satu kamar di atas" ucap Hans
"lah Lo gimana" ucap asrof yang langsung di tonyor oleh Sofyan
"bego lu ya sama Masya lah mereka kan udah mau nikah besok, jadi nggak papa tidur seranjang toh tadi juga udah nyoba tadi" ucap Sofyan keceplosan membuat Hans langsung melototkan matanya tajam
"hehe becanda suer" ucap Sofyan nyengir sambil mengakat dua jarinya
"cepat kalian tidur di atas atau kalian mau gue suruh tidur di teras" ucap Hans dingin seketika membuat mereka langsung lari ke atas
kini tinggal Hans sendiri dia merebahkan badannya di sofa
detik menit berlalu tetapi Hans belum bisa memejamkan matanya terlebih hawa di sana terlalu panas untuk Hans yang biasa tidur dengan suhu yang dingin akhirnya dia memutuskan untuk menyusul Masya di kamar
ceklek
pintu kamar di buka oleh Hans
"apa dia belum tidur" gumam Hans melihat lampu kamar tidak di matikan
dia mendekat ke arah Masya Hans tidak melihat Masya karena Masya menyelimuti badanya sampai kepalnya sambil memeluk guling
"apa ini kebiasaan nya" gumam Hans dia membuka sedikit selimut yang menutupi Masya
"apa dia kedinginan" ucap Hans melihat Masya langsung membenamkan kepalnya di bawah bantal guling
entah angin apa yang membuatnya menjadi baik dia mengecilkan suhu AC lalu ikut berbaring di sebelah Masya lama-lama dia pun ikut terlelap meski beberapa kali dia gelisah karena panas
jangan lupa like dan komen ya gais terimakasih 😊
__ADS_1
selamat hari raya idul Fitri minal aidzin walfaizin mohon maaf lahir dan batin 🙏