Diary Masya

Diary Masya
kejutan


__ADS_3

Acara pun di mulai semua murid mengikuti upacara api unggu dengan tertib,saat api unggun di nyalakan semua bersorak bertepuk tangan menyanyikan lagu api unggun


Barisan pun kini sudah tak tertata lagi sebagian murid ikut meju ke depan mengitari api unggun


Sampai puncak acara pun di mulai satu per satu siswa mulai menaiki panggung untuk memeriahkan acara tersebut


Teman-teman masya pun ikut serta memeriahkan acara api unggu mereka menyanyi dengan riang gembira tanpa beban dan pikiran


Sampai akhirnya intan pun naik ke atas panggung lalu memanggil rendy untuk jadi teman duetnya ,masya melihat dari dekat karena posisisinya sekarang dia berada di antara sahabat-sahabatnya sebenarnya dia ingin kabur tapi rohman,juna dan ihsan terus mengawasinya sambil berjoget di belakang masya membuat masya pasrah


Mereka berduet dengan mesaranya membuat siapapu iri melihatnya termasuk masya,dia pikir andai tak melakukan kesalahan pasti dia yang berada di atas panggung bersama rendy


Rendy sebenarnya melakukan itu hanya ingin membuat masya cemburu dan mengakui kesalahanya,tapi bukan masya namanya kalo tidak bisa menyembunyikan kesedihannya saat rendy memandangnya dia pun menujukan senyumnya untuk menyemangatinya membuat rendy kesal


"Cih..munafik,kita liat sampai kapan lo bakal berpura-pura " ucap rendy dalam hati


Setelah selesai rendy dan intan turun panggung dan bergabung bersama teman sekelasnya


"Gokil keren banget tadi bisa segitunya juga lo ren sama cewe sampe bikin gue iri" ucap rohman menjabat rendy dia hanya membalasnya lalu tersenyum


"Rend gue.." ucap masya terpotong karena rendy dengan sengaja mengabaikanya lalu pergi membuat yang lain bingung sedangkan intan tersenyum puas


"Eh sya rendy kenapa si berantem sama lo" tanya ani masya hanya mengeleng


Pembawa acara pun mulai memanggil nama lagi untuk tampil tapi kali ini membuat yang mendengar kaget kususnya anak garuda muda mendengar nama ketos GM di panggil


Semua menganga saat seorang hans yang dingin dan arogan menaiki panggung untuk bernyangi


Sorak dan tepuk tangan mengiringi hans ke atas panggung membuat mereka penasaran apa yang akan di lakukan ketos di panggung para fens beratnya terus memanggilanya seperti sedang kedatangan kpop


Hanya masya yang merasa bosan dengan pemandangan di depanya,dia memutuskan untuk pergi mencari minum tapi saat hendak pergi tiba-tiba sofia sudah berada di sebelahnya membuat masya kaget


"Nggak usah kaget gitu" ucapnya santai sambil tersenyum manis


"Ngapain lo di sini" tanya masya bingung yang lain pun sama hanya mengiakan


"Terserah kita lah mau di mana iya ngga gais" ucap sofia sambil memainkan rambutnya


"Yoi.." ucap mereka kompak,sofia mendekat lalu berbisik ke arah masya


"Gue harap setelah lo liat ini lo bener-benar menjauh dari hans tanpa paksaan" bisik sofia di telinga masya membuat masya menyerngit dia tidak paham apa yang sofia ucapkan


Suara hans tiba-tiba membuat semua orang terdiam mereka sangat menghayati setiap kata-kata yang hans ucapkan


"selamat malam " ucapnya masih dengan nada datarnya


"Malam kak" ucap semuanya kompak


"Baiklah,malam ini saya akan menyanyikan lagu untuk seseorang,mungkin terdengar aneh tapi aku ingin melakukanya" ucap hans tersenyum sambil memandang kedua orang di bawah sana tapi hanya satu yang dia sebut dalam hati


"Masya aku persembahkan lagu ini untukmu" batinya bersemangat


Semuanya pun melihat arah pandang hans mereka melihat hans memandang sofia dan masya tetapi banyak yang beranggapan kalo hans akan menyanyikan lagu untuk sofia karena sofia yang membalas senyumnya mereka juga tau kalo sofia ada hubungan dengan hans sehingga membuat mereka yakin


Sedangkan yang masya pikirkan saat ini adalah apa yang hans maksud barusan dirinya tau sofia,masya melirik sofia dia melihat sofia tersenyum bahagia membuatnya sadar akan kata-kata yang sofia ucapkan


"apa ini yang dia maksud sofia tadi" batin masya menatap hans sedih


"wah..kak hans soswit banget yah..bikin iri dengki aja" ucap salah satu cewe di belakang masya


"iyah..beruntung banget yah kak sofia ya meski bukan nembak kak sofia si" ucap salah satunya lagi


"ini namanya keberuntungan dalam sejarah soalnya baru kali ini kak hans ngungkapin perasaanya,ya meski kita nggak asing sama orangnya" ucap salah satunya sambil melirik sofia yang di lirik hanya stersenyum malu tatapanya terus mengejek masya


"eh tapi bukanya kak hans udah di jodohin ya "


"denger-denger si gitu"

__ADS_1


"ah gosip paling,buktinya sekarang dia di sana ngukapin perasaanya buat kak sofi"


"iya bener juga ya,gue harap mereka secepatnya jadian"


"setuju" ucap mereka kompak


mendengar itu membuat masya sedih dan kecewa ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan


"kenapa gue bodoh, kenapa segampang ini gue buka hati buat dia" gumamnya dalam hati


sofia menedekati masya lalu berbisik


"gimana sya apa lo masih mau bertahan" bisiknya membuat hati masya sakit tapi dia hanya diam tak menanggapi bisikan sofia


Masya menarik bafas lalu mengeluarkanya secara perlahan,ingin rasanya dia menangis saat itu juga tapi keadaan yang tak memungkinkan untuknya


melihat keadaan masya rina berusaha menenangkanya agar tidak sedih


"sabar ya sya lo harus kuat jagan dengerin mereka" ucapnya sambil mengelus punggung masya


"gue nggak papa kok sans ajah" ucap masya tersenyum kecut


"lo tenang aja sya,gue yakin kok,kak hans itu sebenernya ngukapin ini buat lo bukan buat si lampir" ucap ani meyakinkan masya sambil menatap sofia sinis


"hem iya gue nggak papa kok tenang ajah lagian gue nggak ada hak buat larang dia suka sama siapa kan" ucap masya membuat yang lain ikut sedih mendegarnya


dalam hati Ani dia menyesal atas apa yang telah dia lakukan dulu,mungkin jika dia tak ceroboh semaunya tidak akan seperti ini masya pasti akan tetap bahagia bersama kakaknya


Hans pun mulai memtik gitarnya dan bernyanyi( Sauqy-sungguh nyaman)


telah lama aku nanti


tempat indah ini


tuk melabuhkan separuh hati ini


cinta yang sejati


kini ku temukan telah ku temukan


sungguh ku merasa nyaman ada di dekatmu


sungguh ku bahagia bila ada kamu


beruntungnya aku mempunyai kamu


kau selalu ada di saat aku butuh


sungguh ku merasa nyaman di dekatmu


sungguh ku bahagia bila ada kamu


beruntungnya aku mempunyai kamu


kau selalu ada di saat aku butuh


Tiba-tiba denagan semangatnya sofia naik ke atas panggung dan duduk di samping hans membuat yang lain berteriak iri dan bertepuk tangan


Sedangkan hans sendiri bingung dia ingin masya yang naik ke atas panggung bukanya sofia tapi kenyataan tak sesuai exspetasinya dengan terpaksa hans melanjutkan bernyanyinya


Sedangkan masya saat ini hatinya merasa hancur harapanya membuka hati untuk hans kini telah di patahkan olehnya semuanya sirna hanya kurang dari satu malam terlebih teman di sekelilinya sangat memuji dan mendukung hubungan hans dan sofia membuat luka di dadanya bertambah


Dia pun pergi dari kerumunan sahabatnya pun tak menyadari masya pergi,hans melihat masya pergi merasa bersalah sedangan sofia tersenyum puas karena telah membuat hati masya hancur


Ismail dan soleh yang melihat kejadian itu hanya bisa mengutuki diri hans yang sangat bodoh dan sok pintar niatnya ingin memberi kejutan malah dia yang di kejutkan


"Dasar kepala batu sok pintar,makan tuh cinta" ucap ismail memarahi hans

__ADS_1


"gue heran sama jalan pikiran hans kenapa coba dia harus kesana kan jadi berantakan sekarang" ucap soleh


"gue kira lu pada yang bikin ide ini ternyata ide hans sendiri,jentel juga ya dia berani ngukapin di sana" ucap sofyan yang sedari tadi memperhatikan


"jentel dari mananya,lagian kalo gue yang ngasih ide nggak mungkin sebego itu" ucap ismail yang kesal sedari tadi


"ya namanya juga baru pertama dia punya perasaan ama cewe ya wajar aja si kalo dia gagal" ucap asrof ikut nimbrung


"tau ah kesel gue,kalian tau nggak gue tu merasa terhina tau nggak sebagai payboy gara gara liat kebodohan hans itu" ucap ismail bersedih memeluk soleh


"dih najis banget si lo sok ganteng banget" ucap sofian kesal liat kenarsisan ismail


"sudah sudah yuk kita samperin hans dah turun tuh orangnya" ucap soleh ngajak ismail berjalan


"ayolah kita bantai dia sekarang" ucapnya langsung semangat membuat asrof tertawa geli


"emang lo berani" ejek asrof


"gaga tau dah" ucpanya membaut yang lain memutar bola matanya malas


"huh so jentel lu"


Di sisi lain Ali menghalangi Isa agar tidak bikin rusuh karena sedari tadi Isa ingin naik menghajar hans di panggung


"Sa ayo kita cari kak masya aku takut dia kenapa napa" ucap Ali yang melihat kakaknya pergi sambil memegangi Isa


"Ngga bisa kita beri pelajaran dulu sama cowo bajingan itu baru kita cari kak masya " ucapnya penuh dendam dan emosi


"Gue tau lo marah, gue juga sama,tapi yang lebih penting saat ini adalah kak masya kita harus cari dia pasti kecewa saat ini gue takut dia kenapa napa" ucap Ali lagi


"Tapi Al tangan gue udah gatel banget pengin mukul dia pake gitar" ucapnya kesal, tapi tetap saja di tarik oleh Ali untuk menjauh dari kerumuan


"kalo gatel tinggal di garuk ngapain ape mupruk orang " ucap Ali sambil berjalan terpaksa dia mengikuti Ali


Masya berjalan ta tentu arah langkahnya gontai sampai dia jatuh tersandung kakinya sendiri


Dia pun tertawa membodohi dirinya sendiri lalu mengacak rambutnya menangis,entah apa yang iya tangisi hatinya sakit atas kehilangan kakaknya kini harus di tambah lagi dengan kehilangan orang yang sedang dia perjuangkan


"Kak yusuf kembalilah... aku nggak sanggup sendiri di sini..tolong masya kak" dirinya terus berteriak memanggil nama kakaknya


Ali dan isa yang mendengar teriakan kakaknya segera berlari mencari sumber suara tak jauh dari tempat acara Ali dan Isa melihat masya meringkuk mencum lututnya di bawah pohon sambil memangil nama yusuf


"Kak masya" teriak keduanya


Mereka segera berhamburan ke arah kakaknya lalu memeluknya untuk menenangkanya,masya nangis sejadi-jadinya di pelukan kedua adiknya Ali dan Isa merasakan kesedihan kakaknya ikut menitikan air mata tak kuat melihat kondisi kakaknya saat ini


"kakak yang sabar,udah ya kak jagan nangis ada aku sama isa di sini, kakak nggak sendirian kok" ucap Ali menenangkan kakaknya masya hanya mengangguk saja


Berapa menit kemudin masya kembali tenang dia melepaskan pelukanya menatap kedua adiknya lalu tersenyum


"Makasih ya Al Sa kakak beruntung banget miliki kalian" ucap masya tersenyum tulus


"iya kak sama sama ini lah gunanya saudara jadi kakak jagan sedih lagi ya kakak harus kuat jangan cengeng" ucap Ali sambil ngelus punggung kakaknya


"iya kak anggap semua ini adalah cobaan yang harus kakak jalanin insya allah sebuah keikhlasan akan berbuah kebahagaian jadi kakak yang sabar ya" ucap Isa meyakinkan membuat masya terkekeh


"belajar dari mana lu kata-kata itu,nggak mungkin kan lo ngarang sendiri " sindir masya membuat pipi isa memerah


"ada deh" ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal


"ish..main rahasia-rahsaian lo" ucap masya kesal


"Udah lah nanti juga tau,ya udah yuk kak balik lagi bentar lagi gue tampil pasti fens gue dah pada kehabisan suara dari tadi manggilin gue" ucapnya pede


"dih so ngartis banget si lo" ucap masya


"biarin" ucapnya

__ADS_1


mereka pun bangkit lalu pergi meninggalkan tempat itu


__ADS_2