Diary Masya

Diary Masya
mendadak pacar


__ADS_3

Sampai Di kamar Masya melangkah membanting badan kasur empuknya


"Tempat yang paling nyaman itu di sini" ucapnya memejamkan mata sambil memeluk bantal gulingnya


Setelah puas Masya turun dari ranjang mengambil tas lalu berkemas memasukan barang-barang yang di perlukan nya untuk berkemah nanti


Tanpa sengaja dia melihat bingkai foto di belakang tumpukan baju yang sengaja dia simpan agar Orang lain tidak melihatnya foto itu adalah foto dirinya bersama yusuf saat mereka sedang merayakan anniversary yang ke 2 tahun



orang yang selalu Masya tundukan



Tanpa dia sadari cairan bening mengalir deras dari pelupuk matanya yang indah


"Maafin Masya kak,Masya nggak bisa jaga cinta kita,tolong maafin Masya" ucapnya lirih sembari terisak


Ali dan Isa tak sengaja melewati pintu kamar masya,mendengar kakaknya menangis mereka melangkah masuk, mereka melihat kakaknya sedang duduk di lantai depan lemari sambil memeluk bingkai foto yang mereka tau itu foto Yusuf


"Kakak nangis" ucap Isa menghampiri kakaknya Masya pun menggeleng membuat mereka bingung


"Nggak gue lagi ketawa udah jelas-jelas gue nangis masih nannya lagi lu" ucapnya sambil ngelap ingusnya mengunakan bajunya


"Iiiuuhhhh" ucap mereka jijik melihat Masya ngelap ingus dengan bajunya,Ali mendekati kakaknya dengan membawa tissue di tangannya


"Kakak kenapa nangis, apa ada yang nyakitin kakak" ucap Ali sambil mengulurkan tissue yang dia ambil dari meja rias kakaknya


"Nggak,gue cuma inget kak Yusuf, gue nggak bisa jaga cintanya gue udah hianatin dia, gue merasa bersalah benget Al" ucap Masya sambil membelai foto Yusuf yang sedang tersenyum jail ke arahnya


Ali dan Isa merangkul Masya untuk memberikan semangat agar tetap tegar


"Ali ngerti perasaan kakak, ini bukan kesalahan kak kok,ini semua terjadi karena takdir Allah,kak Yusuf juga pasti bahagia karena akhirnya kakak bisa memulai hidup kakak yang baru tanpa kehadirannya " ucap Ali ikut menatap foto Yusuf sambil mengelus lengan kakaknya


"Iya kak bener kata Ali,kakak harus ikhlas melepaskan kak Yusuf karena mau bagaimanapun ini semua sudah terjadi kakak harus ikhlas" ucap Isa sambil menghapus air matanya masya


"Apa benar gue harus mulai lupain kak Yusuf,tapi sulit bagi gue lupain dia" ucap Masya pelan


"Kakak pasti bisa,agar kakak bisa memulai lembaran baru dengan kak Hans" ucap Ali meyakinkan


"Tapi-"


"Kalian tidak saling mencintai?" Tanya Isa memotong ucapan Masya yang hanya di angguki olehnya membuat Ali dan Isa tersenyum


"Tidak papa kak,cinta akan datang seiring waktu, yang harus kakak lakukan sekarang adalah berusaha melupakan kak Yusuf dan pelan-pelan membuka hati untuk kak hans" ucap Ali


"Iya kak, percayalah kak Hans juga pasti akan membuka hatinya untuk kakak,karena bagaimanapun kalian sudah di takdirkan bersama dengan ikatan pernikahan" ucap Isa menimpali


"Baiklah gue coba ya, doain gue agar bisa melewati ini semua" ucap Masya tersenyum yang langsung di angguki oleh adiknya meski ada keraguan di hatinya tapi dia juga tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan dia akan berusaha menata hatinya kembali


"Pasti kakak kita akan selalu mendoakan kakak,kakak semangat ya" ucap Ali yang langsung di sambut anggukan dan senyuman oleh Masya


"Nah gitu dong senyum kan keliatan cantiknya" ucap Ali mengacak rambut kalanya membuat Masya berdecak sebal


"Huh nggak sopan banget deh Lo " ucap Masya cemberut membuat Ali nyengir


"Hehe maaf habisnya gemes kalo liat kakak senyum" ucap Ali


"Huh nggak baper tuh" ucap Masya sambil meletakan bingkai foto nya kembali


"Dia mah mana bisa bikin baper kak,orang tiap hari yang dia lakuin cuma baperan komputer doang" ucap Isa membuat Masya terkekeh


"Bener juga kata Lo sa" ucap Masya membuat Ali cemberut


"Serah kalian aja dah" ucapnya cuek sambil duduk di tepi ranjang,Masya pun segera Menganti pakaiannya denagan seragam pramuka lengkap


Tin


Tin


Suara telakson mobil dari luar,Isa yang berada dekat jendela langsung menyibaknya


"Sapa sa" tanya Ali penasaran


"Hans" ucap isa singkat terlihat kalo Isa tidak suka dengan Hans karena memang dari awal dia tidak suka karena menurutnya Hans itu sombong dan arogan

__ADS_1


"Oke gue temui dia dulu di bawah, Lo kasih tau kakak ya" ucap nya bangkit keluar kamar Isa cuma menganguk saja


Isa melihat dari jendela Hans keluar dengan Sofia dari mobil membuat Isa kesal


"Kurangajar beraninya dia bawa cewe lain sedangan dia udah nikah" ucap Isa geram


"Siapa sa, perasaan ada bunyi telakson" ucap Masya melangkah mendekati Isa


"Suami Lo tuh Dateng " ucap Isa sambil mendekati kakaknya membuat Masya menyengit


"Ngapain dia kesini perasaan


Gue nggak minta jemput" gumam Masya dalam hati


"Gue berangkat dulu ya kak sampai ketemu di perkemahan nanti" ucap Isa menepuk bahu kakaknya


"Oke hati-hati ya" ucap Masya yang di acungi jempol oleh Isa


Masya pun keluar setelah semuanya sudah selesai


Masya turun lalu melangkah keluar rumah dia sempat kaget melihat Sofia ada di sana


"Hai sya" ucap Sofia tersenyum manis kearah Masya yang hanya di balas senyuman oleh Masya


"Gue berangkat dulu Al,Jagan lupa entar anter motor gue ke sekolah" ucap Masya membuat Hans heran bukankah dia sudah di jemput pikirnya


"Iya kak entar gue anter ke sana" ucap Ali mengangguk


Mereka pun melangkah keluar rumah,saat Masya hendak masuk mobil tiba-tiba di halangi oleh Sofia


"Sya maaf bisa nggak gue di depan soalnya gue takut duduk sendiri di belakang" ucap Sofia dengan wajah memelas,Masya melirik Hans dan hans hanya memasang wajah datar seakan tidak peduli,membuat Masya menghela nafas Dia pun mengangguk lalu ke belakang


"Makasih,Ya udah yuk Hans berangkat" ucap Sofia tersenyum sambil memegang lengan hans,Hans pun hanya mengangguk sambil tersenyum


Selama perjalan Masya hanya dia sambil memandang keluar jendela,sedangan di depannya Hans dan sofia saling bertukar cerita sekali-kali tertawa seakan tidak ada orang lain selain mereka, entah cemburu entah kecewa Masya merasa kesal karena tidak di hargai kenapa mereka begitu akrab sedangan dirinya seperti orang saing bagi mereka


"Kayaknya sulit bagi gue deketin Hans apa lagi bikin Hans suka sama gue" gumamnya dalam hati


Sofia melirik Masya yang sedang menatap liar jendela sambil melamun membuatnya tersenyum licik


"Ini belum seberapa sya gue bakal bikin Lo menyesal seumur hidup" batinnya menyringai


"Maaf ya sya kalo kita terlalu asik sendiri pasti kamu nggak nyaman ya" ucapnya seakan merasa bersalah


"Sans aja kali" ucap Masya terpaksa tersenyum


"Kita memang begini kalo lagi bareng lupa sama sekitar saking asiknya iya kan hans" ucap Sofia Hans pun hanya tersenyum menanggapi ucapan sofia


"Iya kayaknya kalian akrab banget, kalo orang lain liat pasti mereka nggak percaya kalo kalian cuma sahabat" ucap Masya membuat Sofia gugup


"Kamu bisa aja ngomongnya" ucapnya sambil tersenyum malu membuat Masya memutar bola matanya malas


Tanpa sengaja Masya melihat Rendy sedang berhenti di pinggir jalan sambil menendang ban motornya


"Rendy" ucap Masya,Hans yang mendengar itu melirik tajam Masya lewat kaca spion


"Berenti gue mau turun di sini" ucap Masya tapi tidak di gubris oleh Hans malah Hans menambah kecepatannya


"Hans Masya minta berhenti" ucap sofia,tapi tak di gubris olehnya


"Kenapa dengan Hans?apa dia tidak suka" batin Sofia terus berfikir


Masya yang udah kesal menendang jok belakang hans


"Eh Lo budeg ya gue bilang berenti" teriak Masya membuat Hans nge rem mendadak akibatnya Masya kejedot jok di depanya


"Anjirr pala gue" gumamnya sambil memegangi dahinya sedikit pusing


Hans melirik Masya kesal seakan tidak suka Masya membentaknya, Masya tidak memperdulikan lirikan Hans, dia membuka pintu mobil tapi tidak bisa


"Buka pintunya " ucap Masya menahan kesal sedangan Sofia sendiri kebingungan dengan situasi saat ini


"Aku nggak izinin kamu keluar" ucapnya dingin


"Siapa Lo ngatur-ngatur gue" ucap Masya membuat Hans bungkam

__ADS_1


"Ya udah lah Hans biarkan Masya turun " ucap Sofia lembut sambil mengelus bahu hans membuat Masya memutar bola matanya malas


"Lama" ucap Masya turun dari mobil


Hans melihat Masya menghampiri Rendy membuat Hans tiba-tiba mengepalkan tangannya


"Hans kamu kenapa" tanya Sofia bingung tapi tidak di jawab oleh hans,sofia melihat arah mata Hans yang sedang memandang Masya dengan Rendy


"Mereka seperti sepasang kekasih ya Hans" ucap Sofia membuat Hans melirik Sofia sebentar lalu pergi


Sedangkan Masya menghampiri Rendy yang terlihat kesal gara-gara ban motornya gembes


"Rendy" ucap Masya sambil menepuk bahunya,membuat Rendy meliriknya sebentar lalu acuh membuat Masya menyengit


"Ngapain Lo ke sini,nggak puas Lo bohongin gue kemarin" ucapnya cuek tanpa memandang Masya lalu duduk di bangku yang ada di situ


"Bohong?bohong apa gue nggak ngerti maksud Lo" ucap Masya ikut duduk di sebelah Rendy,membuat Rendy berdecak kesal


"Nggak usah pura-pura bego deh sya,kemana aja Lo kemarin pas gue nganterin intan,gue telpon nggak bisa gue chat nggak di balas sampe gue ke rumah Lo,Lo nggak ada di sana gue tuh khawatir sama Lo sya ngerti" crocosnya sambil mengotak Atik HP-nya


"Em maaf,itu kemarin gue mampir ke rumah temen" ucap Masya sedikit gugup karena dia lupa juga soal kemarin


"Temen yang mana,gue dah telpon semua temen kita tapi Lo nggak ada di sana nggak usah bohong sama gue" ucap Rendy lagi membuat Masya bingung


"Maaf gue-"


"Udah lah sya tinggal gue sendiri di sini gue males ketemu sama lo " ucap Rendy memotong ucapan Masya


"Ren maafin gue kalo gue dah bikin lo khawatir,tapi kan sekarang gue nggak papa" ucap Masya sambil memegang tangan Rendy tapi langsung di tepis olehnya,Rendy melangkah meninggalkan Masya dia menuju sekolah yang tinggal berapa meter lagi


"Ren tunggu" ucanya sambil mengejar rendy


"Jangan begini si Ren,iya gue ngaku gue salah tapi gue bisa jelasin kenapa gue nggak pulang kemarin" ucap Masya sambil berjalan mengimbangi Rendy,


Tetapi Rendy tetep bungkam


"Oke deh gini ajah gue bakal nurutin permintaan Lo asal Lo maafin gue gimana" ucap Masya ngasih solusi membuat Rendy berhenti menatap Masya sambil tersenyum membuat Masya gugup


"Kenapa Lo senyum-senyum gitu,ngeri tau gue liatnya" ucap Masya


"Ya udah gue nggak mau maafin Lo" ucapnya lalu melangkah mendahuli Masya


"Eh oke-oke sekarang apa mau Lo gue bakal kabulin sekarang juga" ucap Masya menarik tangan Rendy


"Lo serius" ucap Rendy


"Iya gue serius kapan gue bohong" ucap Masya meyakinkan


"Oke kalo gitu,gue mau Lo jadi pacar gue " ucap Rendy membuat Masya kaget


"Apa pacar" ucapnya kaget


"Iya kenapa apa Lo nggak mau" ucap Rendy membuatnya bingung harus ngomong apa,mana mungkin dia pacaran sama Rendy sedangkan dia sudah menikah meski ada rasa tapi tidak mungkin dia hianati pernikahan nya


Tak kunjung ada jawaban dari Masya membuat Rendy kesal menepis tangan Masya lalu pergi


"Tunggu Ren gue mau" ucapnya tanpa pikir panjang membuat Rendy menyunggingkan senyumannya


"Lo serius sya" tanya Rendy


"Ya apa salahnya kita coba dulu siapa tau nyaman" ucapnya membuat Rendy ketawa


"Kenapa Lo ketawa" tanya Masya heran


"Baru kali ini gue bisa bikin Lo kaya orang bego" ucapnya


" Maksud Lo" Masya bingung


"Iya biasanya kalo gue kesal emosi Lo b aja nggak peduli tapi sekarang Lo sampe mau jadi pacar gue " ucapnya di sela tawanya


"Em iya juga, ya udah yang tadi nggak jadi oje" ucapnya senang membuat Rendy langsung diam


"Tuh kan gue salah lagi,oke gue cuma becanda elah baperan banget si lu" ucap Masya kesal


Tiba tiba Rendy menggandeng tangan Masya masuk ke sekolah,Masya hanya diam saja sambil mengikuti Rendy

__ADS_1


**Jagan lupa untuk like dan komen ya terimakasih 😊


maaf ya kalo aku up lama 🙏 insya Allah besok aku usahakan up lagi**


__ADS_2