Diary Masya

Diary Masya
pulang berkemah


__ADS_3

Masya mencari Sofia di tendanya dan benar saja mereka ada di situ sedang tertawa tentu saja Masya tau mereka sedang menertawakan nya


"Bahagia banget ya kalian bahagia di atas penderitaan orang lain " ucap Masya


"maksud Lo apa Dateng Dateng bilang gitu hah" tanya Sofia mendorong Masya membuatnya kedorong ke belakang


Perbuatan Sofia menarik perhatian siswa yang lain mereka pun berbondong bondong melihat mereka bertengkar


"Lo nggak papa sya" tanya Ihsan yang baru sampai membantu Masya berdiri


"Kenapa kita ke sini si sya" tanya Ihsan menggenggam tangan Masya takut


"Udah Lo diem ajah gue mau ngasih pelajaran ama mereka" ucap Masya tanpa melirik Ihsan


"Gue Dateng ke sini mau ngasih pelajaran Lo,kenapa?" ucap Masya mendorong bahu sofia


"Apa apaan Lo hah emangnya Lo siapa seenaknya mau ngasih pelajaran ke kita" mendorong bahu Masya


"Harusnya gue yang nanya Lo apa apaan ngerjain gue sama yang lain hah" ucap Masya menunjuk sofia


Membuat gengnya terkejut


"Jangan asal nuduh Lo mana buktinya kalo kita ngerjain Lo hah" teriaknya sombong


Masya mengeluarkan jam dari sakunya lalu memperlihatkan kepada mereka ,seketika membuat mereka kaget dan saling senggol


"Ini kan punya salah satu dari kalian kan" ucap masya sambil melirik Elis,dia hanya menunduk takut


"Lo pikir Jam murahan kaya gitu milik kita" ucap desi melipat tangannya di dada


"Gais apa kalian punya jam murahan kaya gitu"tanya Sofia sambil melirik Elis tatapannya seakan membunuh kepadanya


"Oh jadi nggak ada yang ngaku oke bakal gue hancurin sekarang juga " ucap Masya lalu hendak membantingnya ke batu membuat Elis langsung terik


"Jagan sya itu pemberian dari bokap gue" ucap Elis membuat yang lain langsung melotot


"Apa apan si Lo Lis"Maya menyenggol tangan Elis tapi tidak di hirau kanya dia melangkah kedepan meminta jam itu


"Jadi bener ini punya Lo" tanya Masya dia hanya menunduk dan mengangguk


"Jadi bener kalian yang ngerjain kita" tanya Masya dia hanya menganggukkan kepalanya


"Terus kalo kita yang ngerjain kalian Lo mau apa hah" teriak Sofia mendorong Masya membuat masya terjungkal kebelakang Masya pun tak kalah diam dia bangkit lalu mendorong Sofia sehingga membuatnya terpental kebelakang


"Fi Lo nggak apa" teriak mereka menubruk Sofia membantunya berdiri


Sofia melangkah lalu menampar Masya tapi masih bisa di tangkis olehnya


"Kasar juga Lo jadi cewe" Masya menahan lengan Sofia lalu meremasnya kuat sehingga membuatnya meringis kesakitan


"Sialan lepasin tangan gue " teriaknya kesakitan


"Ini buat pelajaran Lo jangan pernah main main sama gue ngerti" ucap Masya


"Heh kalian kenapa diem aja bantuin gue" teriak Sofia belum sempat temanya maju buru buru Masya mendorong Sofia akibatnya membuat yang lain ikut terjatuh ke belakang

__ADS_1


"Cepat bangun hajar dia" ucap Sofia mereka pun bangun lalu menyerang Masya


Masya sempat kaget karena mereka bisa bela diri tapi Masya bisa menangkis serangan mereka yang lemah


"Masya berhenti" suara Hans menggema


Buru buru Masya menendang Maya dan desi akibatnya membuat mereka jatuh lagi ke tanah


"Apa apan kamu ini hah " teriaknya kesal melihat semua teman Sofia babak belur


Sofia pun berhambur ke pelukan Hans lalu menangis di sana


"Kamu nggak papa fi" tanya Hans dia hanya menggeleng


"Aku nggak tau masalahnya apa Hans tiba tiba Masya ngamuk nghajar kita semua aku nggak tau aku salah apa dia terus memukuli kita semua" ucapnya disela tangisnya membuat Hans ngeratkan giginya menatap marah ke Masya


Sedangkan Masya sedari tadi mengepalkan tangannya kesal ingin sekali dia menghabisi Sofia yang terus memojokanya nya


"Jangan percaya dia kak mereka yang mulai duluan Masya hanya membela diri" ucap Ihsan menjelaskan


"Bohong Hans dia bohong kalo kamu nggak percaya tanya aja sama yang lain" ucapnya Hans pun menatap mereka mereka mengangguk takut


"Eh Lo yang bohong udah jelas jelas salah masih membela diri" ucap Ihsan lagi membuat Hans kesal


"Diam kamu" bentaknya membuat Ihsan menangias karena takut lalu pergi dari sana


"Dan kamu aku udah bilang jangan main hakim sendiri belum tentu tuduhan kamu itu benar" bentaknya menunjuk Masya


"Terus yang benar gimana hah dengerin pengakuan dia gitu" tanya Masya menatap kesal Hans


"Diam" bentaknya


"Iya ya itu yang Lo mau,gue harus diam saat di tindas itu kan mau lo! bahkan hati Lo tertutup buat melihat kebusukan dia sampai sampai Lo terus belain dia!" teriak Masya membuat Hans melayangkan tamparan membuat yang melihat terkejut


Plak


"Jaga mulutmu Sofia nggak mungkin seperti itu dia cewe baik baik bukan cewe berandal kaya kamu" bentaknya marah


Membuat Masya menatap tak percaya sambil memegangi wajahnya yang panas


Sedangkan Hans terpaku karena tindakannya yang tiba tiba kasar kepada masya


begitu juga yang lain menatap tak percaya pada idola di depannya membuat mereka kecewa


"Apa yang telah aku lakukan" ucap Hans dalam hati megang tangannya yang telah menampar Masya


"Ya Lo bener gue ini berandalan gue nggak pantas di bela apalagi di kasihani" ucapnya pelan tersenyum kecut Hans menyadari kesalahannya Terlalu kasar menatap Masya penuh penyesalan


"Maaf sya aku.."


bugh


tiba tiba Rendi Dateng lalu menonjok wajah hans


"Cowo berngsek " teriaknya menghampiri Masya memegangi wajahnya

__ADS_1


"Lo nggak papa sya" ucapnya khawatir Masya hanya menatap sedu ke Rendy


Membuat Rendy sakit orang yang berusaha iya buat bahagia malah di sakiti oleh hans


"Maafin gue sya gue telat Dateng" ucapnya memebelai wajah Masya yang memerah


Membuat Hans seketika naik pitam


"Jauhin tangan kotor Lo dari wajahnya" ucap Hans menatap marah


"Apa hak Lo larang gue hah Lo mau nambahin mukul dia gitu" bentaknya menatap benci Hans


Bugh


Hans menonjok perut rendy


"Nggak usah ikut campur urusan gue" bentaknya


Bugh


Rendy memukul perut hans


"Kenapa hah tentu ini urusan gue Lo udah kasar sama Masya bahkan gue nggak pernah sekalipun main tangan kaya Lo gue heran terbuat dari apa Lo ini hah sampai sampai Lo nggak pernah lihat ke baikkannya Lo selalu memandang buruk dia " ucapnya


Tanpa menunggu jawaban dari Hans Rendy membawa pergi Masya menjauh dari sana


"Rendy berhenti lepasin masya" teriak Hans tapi tidak di gubris olehnya


Saat hendak menyusul mereka Sofia menghalanginya


"Sudah lah Hans biarkan mereka " ucap Sofia memegang lembut tangan Hans


Sampai tenda Rendy masih mengumpat memarahi Hans


"Makasih ya rend Lo udah belain gue" ucap Masya tulus


"Hem" ucap ya lalu meninggalkan Masya sendiri di tenda meski begitu Masya merasa senang Rendy masih peduli terhadapnya


Masya duduk termenung dalam tenda iya menangis dalam diam ucapan Hans begitu menusuknya


Setelah kejadian itu hujan turun dengan lebatnya banyak siswa yang kesal karena banyak tenda yang bocor akibat tertimpa air hujan


Sampai jam 9 pagi hujan masih terus melanda akhirnya kakak pembina dari dua belah pihak memutuskan untuk menyudahi perkemahan dan seluruh siswa di suruh kembali ke dalam bus yang telah di siapkan untuk kembali ke sekolah


Semua siswa mulai mengemasi barang mereka lalu berbondong bondong pergi ke bus masing masing


Begitu pula dengan Masya setelah berkemas dia mengambil motornya yang iya titipkan di toko.


satu persatu bus mulai meninggalkan perkemahan begitu pula dengan Masya dia mulai menyalakan mesin motornya lalu melaju pergi meninggalkan tempat kemah


saat di perjalanan Masya merasa ada yang membuntutinya dia melirik kaca spion teryata benar ada sejumlah orang sedang mengikutinya dari belakang,merek mengenakan jaket yang Masya hafal betul milik geng siapa


"ARIES. mau apa mereka" gumam Masya sambil menambah kecepatan motornya


jangan lupa like dan komen ya terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2