Diary Masya

Diary Masya
persetujuan


__ADS_3

setelah masuk ke kamar Masya segera ke kamar mandi membersihkan diri


setelah berganti pakaian dia merebahkan badannya di kasur sambil menatap langit langit kamarnya


"gimana caranya aku ngomong sama papah " pikirnya bingung samapi akhirnya dia terlelap


setengah jam kemudian ketukan pintu membangunkan nya


tok tok tok suara ketukan pintu dari luar


"sya bangun makan malam dulu" ucap mamah Ningsih


"iya bentar mah" ucap Masya bangun


tiba tiba perutnya melilit iya pun merasa mual


iya segera berlari ke kamar mandi


"Hoek hoek"


"gila pasti ini karena gue telat makan lagi" ucapnya memegangi perutnya


setelah lega dia mencuci mukanya keluar kamar mandi membuka laci mengambil tablet obat mag


"untung masih ada persediaan " segera membuka mengunyahnya satu kapsul


dia pun turun ke bawah makan malam bersama keluarga


"malam semua" teriak Masya dari tangga


"eh buset kaya di hutan ajah lu ka" ucap Isa


"biarin wleeeee" ucap Masya


"sini makan sayang" ucap mamah


"iya mah" ucap Masya duduk di sebelah Ali


"makan yang banyak biar magnya nggak sering kambuh" ucap mamah sambil mengambil nasi dan lauk buat masya


"makasih mah" ucap Masya


"iya sayang" ucap mamah tersenyum


"nanti setelah makan papa ingin bicara sama kalian kalian khusus kamu Masya" ucap papah melirik Masya


"baiklah" ucap Masya santai


setelah makan Masya membantu mamanya membersihkan peralatan dapur setelah itu dia menyusul papahnya di ruang keluarga bersama mamanya sambil membawa cemilan


"duduk lah sya papa ingin bicara sama kamu" ucap papah malik


Masya pun duduk di sebelah Ali berhadapan papahnya


"papah ingin bicara apa" tanya Masya sambil makan cemilan


"begini sya Mbah kakung dan papah berniat menjodohkan mu dengan anak teman papah" ucap papah malik sambil nyuruput kopinya


"apa Kaka di jodohin" ucap Isa membuat mereka langsung ketawa


"papah lucu juga ya kalo becanda"ucap Masya di sela tawanya


"iya bener emang ini masih zaman nya Siti markonah jodoh jodohan" tanya Isa di sela tawanya


"bukan markonah oon tapi Siti Nurbaya" ucap Masya sambil makan cemilannya


"eh iya itu" ucapnya ikut nyomot cemilan


"papa serius sya" ucap papah malik menatap ke tiga anaknya


"sudah lah pah jangan becanda " ucap Masya lagi


"namanya Aditya dia juga satu sekolah dengan mu" ucap papah malik

__ADS_1


uhuk


uhuk


Masya tersedak cemilan,mamah pun memberikan segelas air


"pelan pelan dong Sya makanya kalo orang tua ngomong di dengerin dulu" ucap mamah sambil ngusap punggung Masya


"iya maaf mah" ucap Masya


"apa pah jadi Kaka serius akan di jodohin" ucap Isa kaget


"iya papa sama mamah sepakat akan menjodohkan Masya dengan anak teman papah" ucap papah malik lagi


"nggak bisa gitu dong pah papa kan tau Masya nggak bisa mencintai orang lain " ucap Masya mulai berkaca-kaca Ali yang melihat itu langsung menenangkan kakanya


"ini keputusan papah kamu harus menerima nya" ucap papah tegas


"sudah lah pah jangan memaksa Kaka kasihan" ucap Ali sambil mengelus punggung Masya


"ini semua papa lakuin demi kebaikan Kaka kamu Ali" ucap papah ke Ali


"tapi pah Masya masih sayang sama Ka Yusuf Masya nggak mau sama orang lain" ucap Masya mulai meneteskan air mata


"tapi dia udah nggak ada dan dia juga nggak akan kembali sya" ucap papah mulai meninggi


"tapi Masya masih menganggapnya ada pah dia akan selalu ada di hati Masya" ucap Masya


"sudah lah pah jangan maksa Masya" ucap mamah memeluk anaknya


"pokok nya besok kamu harus setuju karena besok malam mereka akan ke sini untuk melamar kamu" ucap papah tegas


"papa tega papah jahat papah nggak mau ngertiin Masya" ucap Masya langsung lari ke atas


"Masya dengerin papa dulu"teriak papah tapi Masya tak menggubrisnya


"tenang lah pah biar kan Masya tenang dulu jangan membiarkan ya tertekan" ucap mamah mengelus punggung papah


"biar aku yang bicara ke Masya" ucap Ali yang di angguki mamah


sampai di kamar Masya


"kenapa papah tega jodohin gue padahal papa tau gue masih sayang sama ka Yusuf" ucap Masya memeluk guling ya


"ka bukanya papa tega tapi papah ingin yang terbaik buat Kaka biar ada yang melindungi Kaka percaya lah ka kami semua sangat menyayangi Kaka kami ingin Kaka bahagia" ucap Ali duduk mengelus rambut Masya


"tapi nggak haus menikah juga kan lagian gue bisa jaga diri gue nggak butuh orang lain gue hanya butuh kalian" ucap Masya sambil duduk


"mungkin Kaka benar tapi apa Kaka tega membuat ka Yusuf sedih membuatnya tak tenang di sana, kala dia harus melihat Kaka seperti ini bukankah dulu ka Yusuf bilang Kaka harus bahagia tanpanya, harus bisa menjadi cewe yang kuat " ucap Isa duduk di sebelah Masya


"gue tau itu tapi gue nggak bisa lepasin dia terlalu berarti buat hidup gue" ucap Masya sedih


"dengerin Ali Kaka harus buktiin ke ka Yusuf kalo Kaka bisa bahagia tanpanya Kaka harus bisa bikin ka Yusuf tenang jangan bikin dia sedih" ucap Ali menggengam tangan Masya


"iya ka kita kan selalu ada buat Kaka walaupun nanati Kaka udah menikah dan aku akan menjadi orang pertama yang akan selalu melindungi " ucap Isa membuat Masya dan Ali heran


"sejak kapan Lo jadi dewasa begini" tanya Masya terkekeh


"sejak negara api menyerang" ucap kesal bisa bisanya di bohongi


"uh sotoy lu" ucap Masya menyoyor kepala Isa


"Lo nggak sedih lagi ka" ucap Isa heran


"ngapain gue sedih malah gue seneng" ucap Masya


"kok bisa bukanya tadi Kaka nangis" ucap Ali bingung


"gue hanya ngetes Lo pada gue pengin liat gimana reaksi Lo pada kalo gue sedih ternyata masih sama masih sama sama sayang makasih ya" ucap Masya merangkul mereka


"anjir kita di tipu" ucap isa


"berarti Kaka setuju di jodohin sama cowo itu" tanya Ali

__ADS_1


"ya elah bego banget si lu pada ya nggak lah kita liat besok apa dia masih mau sama gueh" ucap Masya menarik turunkan alisnya


" wah wah parah lu ka pasti Lo udah punya rencana ya ka" ucap Isa


"kagak liat aja besok" ucap masya


di sisi lain di ruang keluarga


di kediaman keluarga besar Arya Wicaksono


"apa pah menikah" ucap Hans kaget


"iya papah menjodohkan mu dengan anak teman papah,papah harap kamu bisa menerima nya menjadi istri mu" ucap papa Hans


"tapi pah" ucap hans terpotong


" ini keputusan papah besok malam kita ke sana untuk melamar gadis itu" ucap papah Hans


"bagaimana mungkin pah aku masih sekolah masa depanku masih panjang mana mungkin aku menikah" ucap Hans kesal


"Kenapa tidak dit kamu bisa menikah tanpa harus meninggalkan sekolah lagian dia juga masih sekolah sama sepertimu" ucap Mbah seno duduk santai di sofa


"apa dia juga masih sekolah" ucap Hans kaget


"iya dit bahkan dia satu sekolah denganmu namanya Lilis" ucap Mbah seno


"apa Lilis nggak salah kek,kakek menjodohkan Aditiya sama cewe yang namanya Lilis" ucap Devano terkekeh membuat Hans tambah kesal


"kenapa apa ada yang salah" ucap Mbah seno melirik tajam Devano


"oh tidak kek aku bahkan setuju kalo Adiku ini bisa bersanding dengan cewe yang namnya Lilis sudahlah Hans terima saja perjodohan ini toh dia pasti gadis baik baik" ucap Devano merangkul pundak Hans


bukanya menjawab Hans malah pergi meninggalkan mereka


"hans dengerin papa dulu ini demi kebaikan kamu" ucap papah Hans


"sudah lah pah biarkan Hans sendiri dulu ya" ucap mamah Ningrum


"biar aku yang bicara pada Aditya" ucap kakek bangkit dari sofa menemui Hans yang di angguki oleh papa dan mama Hans


"ya udah mah pah Devan ke kamar dulu selamat malam" ucap Devan pergi


"malam sayang" ucap mamah Ningrum tersenyum lembut


kakek Seno masuk ke kamar Hans dia melangkah mendekati Hans yang sedang duduk di balkon kamarnya


"apa kakek yang menjodohkan ku" tanya Hans setelah melihat kakeknya yang Dateng


"kenapa apa kamu tidak suka" ucap kakek Seno balik bertanya


"bukan begitu kek hanya saja aku belum siap " ucap Hans sambil lurus ke depan


"apanya yang harus di siapkan apakah membahagiakan orang tua harus ada persiapan " tanya kakek


"bukan maksud Aditiya begitu kek" ucap Hans


"percaya lah le tidak ada orang tua yang ingin anak-anaknya menderita mereka ingin melakukan yang terbaik walaupun mungkin caranya salah tapi itulah bukti kasih sayang mereka " ucap Mbah seno


"Aditya tau Mbah tapi bagaimana dengan janji itu kek" ucap Aditya


"apakah selama ini mencarian mu berhasil,apa kah selama ini kamu berhasil menjaganya tidak bukan, bahkan kamu tidak tau siapa dia yang harus kamu jaga,berjanji itu tidak harus kamu memliki nya cukup kamu mejagannya dan medoakannya agar dia selalu baik baik saja itu sudah cukup" ucap Mbah seno yang tau masalah Hans selama ini


"entah lah kek Ucapnya masih terngiang di telinga Aditya sampai sekarang,membuat Adit nggak bisa tenang sebelum Adit menemukan gadis itu" ucap Hans


"percayalah le pasti akan ada hikmah di setiap kejadian biarkan Allah yang akan menujukan jalan nya" ucap Mbah seno


"baiklah jika ini kebahagian keluargaku Aditiya setuju menerima perjodohan ini" ucap Hans walaupun di hatinya ragu


"syukurlah kalo begitu sudah malam sebaiknya kamu istirahat" ucap Mbah seno menepuk bahu hans dan meninggalkan nya Hans pun hanya mengangguk


Hans merebahkan badannya di kasur sambil menatap langit langit kamarnya


"siapa cewe yang bernama Lilis itu ah meyebutnya saja membuatku kesal aku harus cari tau besok" ucap hans

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya terimakasih 😊


__ADS_2