Diary Masya

Diary Masya
budak cinta


__ADS_3

Sampai di sebuah danau mereka berhenti di situ,Masya segera turun melangkah mendekati danau itu


"Kenapa Lo ngajak gue ke sini Ren" tanya Masya,memandang lurus ke depan


"Iya ini tempat favorit gue apa Lo nggak suka" ucap rendi di samping Masya


"Owh suka ko, cuman kayanya nggak ada orang lain selain kita di sini" ucap Masya melihat sekeliling


"Iya memang karena cuma gue yang tau Danau ini" ucap Rendi menghampiri masya


"Owh pantes" Masya sambil melangkah mendekati bangku yang ada di situ Rendi pun mengikutinya dari belakang


"Gue boleh tanya nggak sya" ucap Rendi setelah duduk di samping Masya


"Soal tadi" ucap Masya


"Iya" ucap Rendi


Masya menghela nafas panjang sebelum dia bercerita,lalu dia menceritakan dari awal sampe Ahir,


"Yang sabar ya sya,dia memang orangnya begitu dia tidak akan mudah percaya sama orang asing apa lagi orangnya kaya kita" ucap Rendi menengangkan masya


"Iya gue nggak papa ko, tadi gue cuma kaget ajah,kok ada orang yang kaya gitu percaya kebohongan dari pada mendengarkan kenyataan" ucap Masya memandang lurus ke depan


"Ya udah nggak usah di pikirin,kita berdoa ajah semoga suatu hari nanti dia menyadari kesalahannya" ucap Rendi


Membuat Masya menatapnya heran


"Kenapa" tanya Rendi melihat mimik wajah Masya


"Sejak kapan Lo jadi dewasa gini ren" tanya Masya terkekeh


"Sejak hiu makan tomat" ucap Rendi


"Huh sotoy lu" ucap Masya terkekeh sambil nonyor kepala Rendi


"Abisnya lu aneh, jelas-jelas gue dah dewasa masih nanaya" ucap Rendi kesal


"Elah lebay lu gitu ajah ngambek" ucap Masya mencubit lengan Rendi


"Aw sakit tau sya Lo seneng banget kaya nya nyiksa gue" ucap Rendi mengusap bahu


"Nggak tau si seneng ajah gitu" ucap Masya langsung ketawa


"Huh gue cium juga lu lama-lama" ucap Rendi mencubit pipi Masya


"Dih najis" ucap Masya mengeser duduknya


"Hehe habisnya gemesin si Lo,sini gue cimum" ucap Rendi menarik tangan Masya sambil memonyongkan bibirnya


"Dasar rendi gila" ucap Masya sambil mendorong bahu rendi


"Hehe kok Lo nggak kaya cewe lain gitu di gituin jadi malu,elu mah kayanya b aja, apa Jagan-Jagan Lo cewe jadi-jadian ya sya" ucap Rendi membuat Masya menyrengit

__ADS_1


"Eh tuh mulut kepengin gue tabok ya" ucap Masya kesal


"Hehe maap habisnya lu aneh,kenapa si sya" ucap Rendi


"Nggak tau gue nggak napsu aja liat lu" ucap Masya santai


"Elah tega banget lu sya Ama gue" ucap rendi kesal


"Biarin,Sono noh Ama buaya betina siapa tau dia mau di cium sama Lo" ucap Masya sambil menunjuk danau


"Dih ogah,dari pada sama buaya mending sama lu" ucap rendi


"Dih ogah mending gue sama tembok" ucap Masya langsung berdiri meninggalkan Rendi yang menatapnya kesal


"Balik yu Ren" ucap Masya di depan motornya


"Cepet amat belum ada seperempat jam kita di sini" ucap Rendi yang udah nyaman duduk di situ


"Besok-besok kan bisa,bentar lagi masuk nih" ucap Masya melihat jam di tangannya


"Iya bentar" ucap Rendi bangkit lalu menghampiri Masya yang menunggunya di motor


"Sini gantian biar gue yang bawa" ucap Masya mengambil kunci motor Rendi


"Ya udah tapi Jagan ngebut ya gue masih ingin hidup,cita-cita gue juga belum tercapai" ucap Rendi bonceng di belakang Masya


"Emang cita-cita lu apa" tanya Masya penasaran sambil menyalakan mesin motornya


"Ngawinin lu" ucap Rendi membuat Masya langsung menancap gas motornya,membuat Rendi kaget hampir keguling untung dia langsung pegangan


"Emang gue dah gila baru sadar lu,lagian Lo bikin gue enek aja dengerinya" ucap Masya tanpa dosa


"Hampir gue mati gara-gara lu" ucap Endi kesal


"Salah lu sendiri nagapain ngebucin garing lu" ucap Masya sambil fokus ke jalan


"Elah lu becanda kali nggak usah baper" ucap Rendi


"Dih geer bangat lu,lagian gue heran sejak kapan Lo jadi bucin begini Ren" ucap Masya


"Sejak pandangan pertama" ucap Rendi santai sambil ngelendot di bahu Masya


"Awas lu ngiler gue lempar lu ke tepi jurang" ancam Masya


"Ya elah iya baru juga lendotan udah ngancam ajah lu" ucap Rendi kesal


Mereka pun pergi kembali ke sekolah


Sampai di sekolah,Masya dan Rendi langsung pergi ke kelasnya, sampai depan kelas ternyata sedang berlangsung pelajan pak Supri guru super super nyebelin


BRAKKK


Masya mendorong pintu dengan kerasnya,membuat yang mendengar kaget apa lagi pak Supri kacamatanya hampir jatuh cuma rohman dan Juna yang sedang tidur pulas sambil memegang pulpen di atas buku

__ADS_1


"Bisa gak kalo masuk ketuk pintu dulu" ucap pak Supri sinis


"Nggak bisa pak udah biasa" ucap Masya santai yang di ikuti Rendi


Rendi hanya diam tak menanggapi,begitulah sifatnya selain sama Masya dia akan cuek dan dingin


"Ini ni contoh penerus bangsa yang gagal yang tidak patut di tiru,dari mana ajah kalian jam segini baru masuk" ucap pak Supri menatap tajam Rendi dan masya


" Pak guru Kepo ya" ucap Masya tersenyum jail


"Masya saya tidak sedang becanda ya" ucap pak Supri sinis


"saya juga lagi serius, tadi saya habis ke KUA pak" ucap Masya membuat yang lain ingin ketawa tapi di tahan


"ngapain" tanya pak Supri penasaran


"habis daftarin bapak, siapa tau ada yang mau di ajak nikah masal sama bapak" ucap Masya dengan entengnya membuat yang mendengar tertawa terbahak-bahak


membuat pak Supri murka


Masya pun melangkah hendak duduk bangkunya


"Mau kemana kamu" tanya pak Supri menatap tajam masya


"Ke hati pak Supri,ya duduk lah kemana lagi" ucap Masya santai membuat yang lain terkekeh pak Supri memandang Masya horor


"Apa saya suruh kamu masuk dan duduk di situ" ucap pak Supri sorot mata tak bersahabat


"Buset nggak usah galak-galak kali pak entar cepet ubanan tuh jenggot" ledek Masya


"Saya nggak peduli" pak Supri lagi


Masya pun nggak jadi duduk dia berdiri hedak melangkah keluar


"Ehhh mau kemana lagi kamu" ucap pak Supri bingung


"Elah bapak gimana si katanya saya nggak boleh masuk berarti saya harus keluar dong" ucap Masya santai,membuat pak Supri geleng-geleng kepala dengan kelakuan muridnya Yang satu ini


"Ya udah keluar kamu papak hukum lari 50 kali keliling lapangan" ucap pak Supri


"Siap pak" ucap Masya senang yang penting dia tidak mengikuti pelajaran ya pak Supri yang menurutnya bisa membuat banjir seisi kelas


Membuat yang lain terkekeh melihat kelakuan Masya yang menurut mereka bar-bar


"Kalo begini terus lama-lama jadi gila saya ini" ucap pak Supri sambil membenarkan kacamatanya


Rendi pun bangkit hendak menyisul Masya tapi di halangi oleh pak Supri


"Kamu nggak usah ikut ikutan,sekarang bapak hukum kamu menulis di papan tulis,cepat" ucap pak Supri menyerahkan buku dan sepidol ke Rendi


Membuat Rendi berdecak kesal sambil mengambil buku dan sepidolnya lalu menulis di papan tulis


Jagan **lupa tinggalin jejak ya terimakasih 🤗

__ADS_1


maaf ya kalo author up lama🙏


maaf juga kalo ceritanya bosenin😊**


__ADS_2