
tok tok tok(suara ketukan pintu dari luar)
"masuk" ucap pak junedi
"permisi, pak bapak memanggil saya" ucap Bu Elmi,pak junedi pun mengangguk sambil membenarkan kacamata besarnya,Bu elmi pun melihat ke arah Masya, dan dia terkejut
"Masya!ini kamu,apa kabar" ucap Bu Elmi menghapiri Masya
"iya Bu, alhamdulilah baik Bu,ibu sendiri bagi mana"ucap Masya menyalami Bu Elmi
"ya seperti yang kamu lihat, alhamdulilah sehat" ucapnya tersenyum ramah
"baiklah karena ibu udah tau anak muridnya,nanti dia akan masuk ke kelas ibu" ucap pak junedi
"oh baiklah,ayo sya kita ke kelas sebentar lagi juga masuk" ucap Bu elmi,Masya pun mengagguk
" baik pak kami permisi" ucap Bu Elmi
"em,Masya jangan lupa ubah penampilan kamu" ucap pak junedi yang baru sadar akan penampilan Masya
"em" ucapnya berlalu pergi,pak junedi hanya menggelengkan kepalanya
Masya pun pergi bersama Bu Elmi ke kelas,dari kejauhan terdengar suara kelas yang gaduh,seperti sedang mengadakan hajatan harian,suara alunan meja sekolah dan suara cempereng anak anak seakan mengisuarakan hati mereka saat ini.
"kamu dengar itu Masya,entah sampai kapan mereka akan insyaf" ucap Bu elmi
"apa mereka selalu seperti itu Bu" tanya Masya
"ya begitu lah sya,saya sebenarnya malu sama guru-guru yang lain karena saya ngga bisa didik mereka mejadi lebih baik" ucap Bu Elmi sedih
"mungkin karena kelakuan mereka udah karatan dari sananya Bu" celetuk Masya
"kamu sembarang ngomongnya,tapi saya harap kehadiaran kamu ini bisa mengubah mereka menjadi lebih baik sya" ucap Bu Elmi
"semoga aja Bu"
di sisi lain
"woy ada Bu Elmi buruan duduk" teriak Rendi
"anjrot Bu Elmi sama capa tuh"
"widih cantik nya"
"cantikan gue kali"
"tapi gue kaya pernah liat deh tu cewe"
"eh itu Masya bukan si"
"iya bener an itu Masya temen kita"
"tapi Lo penampilanya berubah gitu ya"
"ssstttttt"
"udah gue duga pasti mereka pangling lihat Masya" batin Rendi
Bu Elmi pun masuk bersama masya
"selamat pagi anak-anak"
"pagi Bu" ucap mereka kompak
"baiklah kita kedatangan murid baru,silahkan sya memperkenalkan diri" ucap Bu Elmi
"ekhm,hay gais apa kabar,apa ada yang masih inget gue di sini" tanya Masya
krik krik krik
Masya punen mendengus kesal
"baiklah,perkenalkan nama gue fatma Lisyana putri,bisa di panggil Masya kalo yang mau kenal,pindahan dari kota" ucap Masya
"apa di antara kalian nggak ada yang mengenali Masya" tanya Bu Elmi Herman eh heran maksudnya, mereka pun saling pandang
"prengk hahahaha" teriak mereka bareng,udah Masya duga,Bu Elmi pun hanya geleng
"hehe selamat datang kembali sya di sekolah ini" ucap Rina
"iya sya,gue seneng banget Lo balik lagi ke sini" ucap Yuli
"selamat datang Quin akhirnya Lo muncul juga" ucap Ani pelan, penuh arti sambil memeluk Masya
"udah waktunya gue kembali" ucap Masya membalas pelukan ani
"eh gantian dong, gue juga kepengin meluk" ucap Rohman anak nakal di sekolah
"berani bayar berapa lo mau meluk gue" ucap Masya
"hehe ternyata Lo nggak berubah ya sya,kalo gue tau Lo anak barunya, udah gue sempetin bikin kejutan di atas pintu" ucap Rohman
"iya aku kira Lisa black pink yang Dateng,nyesel aku habisin parfum mahalku tadi" ucap Isan anak mamih sekaligus pecinta blckpink
"denger ya Ming sebelum Lo bikin kejutan buat gue udah gue gantung duluan di atas pintu, buat kado terindah gue" ucap Masya
"dan lo,nama gue Masya bukan Lisa Bagong pengin gue tampol ya tu mulut" ucap Masya lagi
"sue lu, masa gue ganteng- ganteng gini, di samain sama anak belut" ucap Rohman sambil membenarkan poninya
"emang Lo mirip ceming" ejek masya
"ih Masya ngomongnya kasar banget deh,isan kan tadi cuma becanda,entar aku aduin ke mama ni" ucapnya manja
"silahkan gue ngga takut" ucap masya santai
"ih Masya nyebelin" ucapnya pergi ke tempat duduknya yang di ikuti oleh Juna
"udah sabar Masya emang kaya gitu,gimana entar habis istirahat kita beli bando rose yang kaya punya rose " ucap juna pelan tetapi masih bisa di dengar yang lain,yang membuat masya geli di buatnya
"iya Ihsan mau,janji ya" ucap Ihsan menujukan jari kelingking nya
"iya janji,tapi pake duit,Ihsan dulu ya" ucapnya nyengir,Ihsan mengaguk
"sudah sudah ini bukan tempat arisan,Masya silahkan duduk di sebelah Rina" ucap Bu Elmi
"huuu ibu ngga asik " ucap yang lainya,masya pun duduk di sebelah Rina
__ADS_1
"kok Lo ngga ngabarin gue si sya" ucap Rina
"panjang ceritanya Rin" ucap Masya
tet tet tet bel berbunyi
"baik anak-anak sebelum kita memulai pelajaran,ibu ingin masih tau, sama kalian untuk memilih atau mencalonkan diri untuk menjadi organisasi kelas ini" ucap Bu Elmi
krik krik krik tidak ada jawaban
"kenapa diam,apa ibu yang akan memilihnya" ucap Bu Elmi
"iya terserah ibu,kita mah ikut ajah,iya ngga gais" ucap Masya yang di angguki oleh mereka
"baik lah berati ibu yang akan memilihnya,tetapi keputusan ini ngga bisa di ganggu gugat lagi ya" ucap Bu Elmi tersenyum licik ke arah Masya,Masya merasa mendapat firasat yang tak mengenakan
"baik kita mulai pelajarannya,dan BLA BLA BLA" sampai bel berbunyi
tet tet tet bel istirahat bunyi anak anak berhamburan keluar
"fyuhhh akhirnya istirahat juga" ucap Masya merebahkan badan di kursi
BRAK Ani menggebrak meja,membuat Masya dan Rina kaget
"kampret lu, bikin gue kaget ajah" ucap Rina yang lagi nyalin buku Masya karena tadi ketiduran
"hehe maap,habisnya si Masya belum apa apa udah mau tiduran ajah" ucap Ani
"lagian gue cape kali dengerin Bu Elmi ceramah" ucap Masya
"dasar murid laknat" ucap Yuli
"bodo"
"eh Lo pindah kesini kenapa sya" ucap yuli,yang di angguki oleh yang lainya
"gue di keluarin dari sekolah" ucap Masya
"kenapa kok bisa" ucap mereka kompak
"ya bisa orang pake a kalo pake u itu namanya bisu" ucap masya
"maksudnya,kenapa sampai di keluarin" ucap Rina
"gue ikut tawuran" ucap Masya santai
"hah" ucap mereka kaget
"biasa ajah kali ngga usah kaget gitu" ucap Masya
"serius sya" ucap Rina
"kenapa emnag"
"gimana ceritanya sya sampai Lo ikut tawuran gitu" ucap Ani
"iya nanti gue ceritain lagi di kantin" ucap Masya beranjak dari duduknya
"oke sip" ucap Ani
"ya udah kuy,ke kantin bayi gue udah berontak nih dari tadi" ucap Rina mengandeng tangan Masya
mereka pun pergi ke kantin,sampai di sana sudah banyak anak anak yang kupul termasuk teman sekelas Masya.
"sya sini gabung kita" ucap Rendi melambaikan tangan tapi seketika di tarik oleh intan,Masya yang melihat itu biasa ajah lalu mereka mencari bangku yang kosong.
"sabar ya sya,si intan mah emang suka gitu" ucap Rina,setelah mereka duduk
"sana ajah kali" ucap Masya
"ya udah mau pada pesen apa nih" tanya ani
"em gue bakso ajah sama es jeruk" ucap Masya
"gue juga samain sama Masya" ucap Yuli
"iya gue juga,bilangin ke mang pidin baksonya dobel ya" ucap Rina yang udah kaya cacing kepanasan
"gue heran sama lo rin, badan kerempeng gitu makanya sebakul, ngga kasian sama tuh perut" ucap Masya
"ya mau gimana lagi sya,bayi gue yang minta" ucapnya nyengir
"amit amit dah,cacing Lo anggap bayi nggak sekalian tuh babi Lo anggap anak" ucap Yuli
"apaan si Lo sirik amat"
"idih apa juga yang sirik"
"sudah diem,sana An pesen dulu" ucap Masya
"oke" diapun pergi
Dari arah depan terdengar teriakan ciwi-ciwi yang histeris melihat,kakak kelas memasuki kantin,dia juga melihat ada cewe yang pingsan di sebelah mereka entah karena nerfes atau karena bau ketek mereka,Masya melihat itu memutar bola mata malas
"mereka adalah cowo Terpopuler di sekolah ini sya" ucap Ani yang Dateng bersama muti sambil membawa pesanan mereka
"boda amat" ucap Masya sambil mengabil baksonya
"eh Lo dapet babu dari mana an" ucap Rina
"noh di emperan toko tadi" ucap Ani sambil menggeser kursinya
"sialan lu, ngatain gue babu,gini gini gue ponakan lo kali" ucap muti sambil duduk di sebelah Ani
"hehe iya juga ya" ucap Rina
"gj lu"
"em Lo nggak tertarik sama mereka sya" tanya Rina,Masya hanya mengakat bahunya santai
"sama dong kek gue" ucap Ani
"ya iya lah Lo nggak suka, orang Lo udah ada incaran" ucap yuli
"siap yul" tanaya Masya
"alah nanti juga Lo tau " ucapnya lagi
__ADS_1
"eh sya selamat datang di sekolah ini,semoga Lo betah" ucap muti yang melihat penampilan Masya
"kenapa emnag dengan sekolah ini" tanya Masya yang melihat ekspresi wajah muti
"emang Lo belum tau" tanyanya heran
"nggak ada yang ngasih tau gue" ucap Masya sambil menambah saos ke mangkoknya,muti pun memandang Ani,Rina ,dan Yuli mereka hanya nyengir kuda
"baiklah biar gue ceritain,sekolah ini terkenal akan kedisiplinannya,bahkan banyak yang bilang sekolah kita ini di juluki SMA terganas dari yang lainya,karena ketosnya yang sekarang behh jangan di tanya lagi,udah tegas, genteng, cool,walaupun sedikit dingin si tapi dia terkenal di mana mana" cerocosnya sambil menyeruput minuman Ani
"eh ni mulut celamitan amat ya" ucap Ani menarik gelasnya
"pelit amat si lu" ucap muti
"bukanya gue pelit, Lo kan punya sendiri, kenapa nyerobot punya gue" ucapnya kesal
"hehe iya juga ya" ucapnya nyengir kuda
"dasar oon"
"eh ati ati lo mut,udah muji muji ketos" ucap Rina
"hehe dikit kali,mana berani gue yang ada entar gue di jadiin perkedel sama si sovia" ucap muti yang membuat Masya menyrengit
"siapa Sovia" tanya Masya
"Sovia itu teman sekaligus sahabatnya ketos di mana ada ketos pasti ada dia" ucap Yuli menjelaskan
"owh cuma sahabat" ucap Masya
"eh jangan salah, dia itu cewe yang terobsesi sama ketos,jadi siapa saja yang mau deketin ketos harus di seleksi dulu lewat dia,walupun sekedar ngasih coklat apa bunga" ucap muti
"kaya pemilihan model ajah harus di seleksi dulu" ucap Masya heran
"makanya jangan deketin ketos deh,kalo mau selamat dari bulingnya" ucap Rina Masya pun mangut mangut
"kaya apa si ketos itu gue penisilin" ucap Masya celingak celinguk
"lah itu tadi" ucap Ani melihat arah depan
"yang mana" ucap Masya
"itu loh yang kaya artis koriyah" ucap Rina melihat arah depan
"yang rambutnya pirang" tanya Masya
"bukan itu mah si Leno,paling juga rambutnya di kasih pilok lagi" ucap Ani
"yang rambutnya kelimis"
"bukan,itu mah si cupu,paling juga pake jelantah minyak emaknya lagi" ucap muti yang sekelas dengannya
"apa yang pake bando ping" ucap Masya
"itu mah si Ihsan,lo kan tau dia cinta banget Ama blckpink" ucap Ani
"em apa itu yang pake kopiah" ucap Masya
"bukan sya itu mah anaknya pak ustadz sebelah" ucap Rina
"yang mana si" ucap Masya tanpa mengalihkan pandanganya ke samping,mereka pun melihat ke arah Masya
"ala ma" ucap mereka menepok jidat
"pantesan aja nggak ketemu orang dia liatnya kesamping" ucap muti
"boleh nggak sih gue nelen si Masya " ucap Ani kesal
"emang baksonya kurang an" tanya Masya heran
"tau ah kesel" ucapnaya
"hehe ya maap,gue kan emng nggak tau"
"itu noh di depan,yang senyumannya manis kaya gueh" ucap Yuli menunjuk ke arah depan
"Oo"
"bunder"ucap yang lain
"oh cowo itu ya,yang giginya gingsul" ucap Masya
"bukan itu mah inceran gueh" ucap muti
"ngarep Lo" ucap Yuli
"siapa tau jodoh iya kan"ucapnya lagi
"apa itu yang item manis mukanya" ucap Masya
"bukan itu mah targetnya si Rina" ucap Ani
"emang iya Rin" tanya Masya
" insyaallah doain yah" ucapnya tersenyum,membuat yang lain mual
"so alim Luh" ucap yuli,dia pun hanya nyengir kuda
"berarti yang terakhir itu dong, yang papan namanya siapa tuh. Hans AP bukan si" ucap Masya sambil memastikannya
"nah itu dia" ucap mereka kompak
"namanya Hans,gitu kek dari tadi jadi nggak usah muter-muter" ucap masya
"iya juga ya" ucap mereka
"ya udah kita lanjut makan,liat noh si rina udah habis baksonya" ucap Yuli,yang melihat Rina habis makan baksonya sampai kuahnya nggak ke sisa.
"gentong bener si Rina" ucap Masya dia pun hanya nyengir kuda
"gue juga mau cepet nih takut di serobot lagi entar" ucap Ani melirik muti
"Napa tuh mata pengin gue colok ni pake garpu" ucapnya mengakat garpunya
"udah diem gue lagi kepedesan ni" ucap Masya sambil ngelap keringetnya
"lagian Lo mentang-mentang cabe lagi mahal makan sambel nggak pake takaran" ucap Rina udah kaya emak emak ngomongnya
__ADS_1
..."hehe mumpung gratis" ucapnya sambil minum es jeruknya,mereka pun melanjutkan makanya sampai mereka mendengar teriakan cowo cowo melihat grombolan cewe-cewe memasuki kantin....