
Mentari bersinar cerah suara kicauan burung bersaut-sautan menandakan hari sudah mulai siang
Sepasang pengantin yang tak pernah akur masih senangtiasa bergulat dengan selimutnya,udara dingin membuat mereka nggak membuka mata,sampai akhirnya suara HP salah satunya berdering nyaring, Masya merasa ada bunyi di sebelahnya segara mencarinya setelah menemukan dia geser tombol hijau mengakatnya dengan mata terpejam
(Em hallo) dengan suara khas orang tidur
(Masya! Bagus ya jam segini masih tidur!) Teriak mamah Masya menjauhkan hpnya dari dari telinganya,dia melirik sebentar hpnya
(Iya ma maaf kenapa) gumam Masya Sabil menggeliat tapi tidak bisa berasa ada yang menindihnya
(Kamu jadi ke rumah apa nggak, kalo nggak mama tinggal) teriak mamah yang sudah kesal dari pagi menelpon Masya tapi tidak di angkat olehnya
(Iya mah Masya Dateng tungguin bentar) ucapnya langsung memutuskan panggilan
Masya melirik jam menunjukan pukul 9 pagi dia mengucek matanya yang masih terasa berat dan perih
saat hendak bangkit dia merasa ada beban berat menimpa badanya
Masya menyibak selimut dia melihat lengan kekar melingkar di perutnya lebih tepatnya masuk kedalam tengtopnya
kedua kakinya di jepit membuatnya susah bergerak Masya melirik ke samping dia membulatkan matanya melihat wajah damai Hans yang sedang tertidur nyenyak
Masya melihat sekeliling nya dia baru sadar kalau ternyata dia bukan lagi di sofa melainkan di kamar Hans
"Apa dia yang mindahin gue kesini" gumamnya dalam hati
Pelan-pelan dia menyingkirkan tangan Hans kesamping lalu dia menggeser paha Hans sambil berdecak sebal
"Berat banget si ni singa kenapa juga tidurnya nggak pake baju begini bikin gue trefeling aja pagi-pagi meresahkan" gumamnya sambil mengerucutkan bibir
"Ni juga kenapa cuma pake beginian, bikin jiwa jomblo gue berontak" gumamnya tanpa henti melihat Hans cuma memakai boksernya memperlihatkan bentuk sesuatu di dalam sana
Setelah menyingkirkannya dia bangkit melangkah ke kamar mandi,dia pun keluar setelah mengenakan pakaian lengkap
Hari ini dia tidak sekolah karena nanti siang dia akan pergi berkemah
Masya melangkah mendekati Hans untuk membangunkannya meski ada keraguan dalam hatinya, tapi dia tidak ingin kejadian semalam terulang lagi
"woi Bangun woi" ucapnya menggoyangkan bahu hans,Hans pun menggeliat sebentar sebelum membuka matanya Masya menarik horden yang menutupi kaca, membuat Hans menyipitkan matanya karena silau
"Bangun woi gue mau pergi" ucapnya sambil menarik selimut membuat Hans berdecak kesal
"Pergi ya pergi aja sukur-sukur nggak usah pulang sekalian" ucapnya sambil beranjak bangun lalu dengan gonti melangkah ke kamar mandi membuat Masya berdecak sebal
"Siapa juga yang mau di sini emang dia pikir gue betah banget apa hidup sama dia" omelnya sambil merapikan tempat tidur
"eh cewe bodoh ambilin gue handuk,cepat" ucap Hans menujukan kepalanya doang di pintu membuat Masya kesal sendiri
"Gue nggak tau yang namanya handuk gue bego" teriak Masya sambil membuka lemari mengambil satu setel pakaian Hans
"Oh jadi Lo suka gue keluar telanjang ya" ucanya terdenagar agak sedikit menggoda membuat Masya segera mengambil handuk sambil menghentakkan kakinya
"Nih anduknya gue pergi nggak usah rindu rindu itu berat" ucapnya cemberut
"Dih najis" ucap Hans menarik handuk lalu menutup pintu kamar mandi
Masya melangkah keluar menuruni tangga saat hendak membuka pintu keluar dia berhenti mendengar orang memanggilnya dari belakang
"Hei siapa lo" suara dari belakang Masya berbalik melihat siapa yang memanggilnya ternyata Sofia
"Masya" ucap Sofia terkejut
"kenapa" ucapnya santai
"Tunggu kenapa Lo ada di sini" ucapnya sambil menarik tangan Masya
"Apaan si, gue nggak ada waktu tanya sendiri aja sama orangnya" ucap Masya menepis tangan Sofia lalu melangkah keluar
"Dia sepupu aku" suara dari tangga membuat Masya dan Sofia melihat ke arahnya
"Gue kira dia nggak akan pake"batin masya setelah melihat baju yang di pakai Hans
__ADS_1
"Sepupu maksud kamu Masya sepupu kamu kok aku nggak pernah tau" ucap Sofia masih bingung
"Iya gue juga baru tau pas kemarin orang tuanya initipin dia di sini" ucap hans santai sambil melangkah mendekati mereka sedangkan Masya sendiri diam membisu ada rasa yang tidak bisa dia artikan saat Hans menyebutnya sepupu
"Apa nitipin,maksud kamu Masya tinggal di sini sama kamu gitu" ucap Sofia yang cuma di angguki oleh Hans
"Kamu serius Hans" tanya Sofia lagi
"Kenapa?apa kamu nggak suka" ucap Hans balik bertanya membuat Sofia geleng cepat
"Owh bukan begitu aku malah seneng banget kalo ada yang nemenin kamu di sini" ucapnya sambil tersenyum lugu membuat Masya enek Sofia pun mendekati Masya
"Sya maafin gue ya kalo kemarin-kemarin gue bikin Lo kesel gue nggak tau kalo ternyata Lo sepupunya Hans" ucapnya tersenyum ramah sambil memeluk Masya dia hanya diam tanpa membalas pelukan sofia
"Emang kalian pikir gue sebodoh itu apah,liat aja yang bakal gue lakuin ke elo sya, karena udah berani rebut Hans dari gue" bisik Sofia di telinga masya membuat Masya menyrengit
"Udah due duga pasti si lampir udah tau Hansnya aja yang bego" gumam Masya dalam hati
"lakuin ajah apa yang Lo mau lakuin gue nggak peduli" bisik Masya di telinga Sofia membuat Sofia tersenyum licik
"Iya sama-sama kak gue juga minta maaf atas kejadian kemarin,ya udah gue pergi dulu ya" ucap Masya yang di agguki oleh Sofia
Masya pun melangkah keluar
"Inget entar jam 1 kumpul di sekolah" ucap Hans Masya melingkarkan jarinya tanpa berbalik
Setengah jam kemudian Masya sampai di rumah dia memarkirkan motornya di halaman lalu Masya masuk ke dalam rumah
"Asalamualaikum Masya pulang" teriak Masya di pintu
"Waalaiikum'salam" ucap mamah judes
Masya melihat keluarganya sedang berkumpul di ruang tamu hanya papahnya yang tidak ada, Isa dan Ali berhamburan memeluk masya
"Huaaaaaa Kakak kami kangen,maafin kami ya kemarin nggak sempet Dateng di pernikahan kakak" ucap mereka kompak sambil menangis bombai membuat Masya keki
"Lebay banget si Lo pada baru sehari semalam nggak ketemu udah kaya bertahun-tahun nggak ketemu" ucap Masya membuat mereka mendongok
"kakak kayanya seneng banget deh nggak ketemu kita" ucap Ali menimpali membuat Masya menoyaor kepala mereka berdua
"oon Lo pada kalo gue nggak kangen ngapain juga gue balik" ucapnya santai lalu mendekati mamahnya
"mah maafin Masya ya tadi Masya ngurusin singa dulu jadi telat deh kesininya" ucap Masya memeluk mamahnya membuat mamah menyentil kepala Masya sedangan Ali sama Isa bingung
"emang kakak di sana miara singa" tanya Isa pura-pura bego membuat Masya memutar bola matanya males
"bukan miara lebih tepatnya gue yang di jadikan piaraan sama singa" ucapnya langsung mendapat tabokan dari mamahnya
PLAK
"aduh sakit tau mah" ucap Masya sambil memegangi kepalanya
"lagian kamu suami sendiri di katain singa dosa tau sya ngatain begitu kamu mau masuk neraka" ucap mamah mendelik
"ebuset mamah nggak usah melotot juga kali lagian Masya cuma becanda tadi" ucap Masya kesal membuat Isa dan Ali terkekeh
"Ali bantuin mamah masukin koper ke mobil" ucap mamah yang di angguki oleh Ali
Ali pun segera membawa koper yang di bantu Isa juga membawa barang yang lain
"kamu udah makan sya" tanya mamah
"belum mah mana sempet Masya sarapan " ucapnya
"ya udah sarapan yuk mamah juga belum sarapan" ucap mamah melangkah ke dapur yang langsung di ikuti oleh masya
"papa kemana mah" tanya Masya setelah di meja makan
"pergi katanya mau pamitan sama Mbah soalnya kemarin belum sempet kesana" ucap mamah sambil ngoles roti dengan selai coklat Masya pun hanya mengangguk
"mamah nggak masak" tanya Masya
__ADS_1
"nggak entar biar istrinya mang udik ajah yang masak" ucap mamah sambil meletakan rotinya ke piring Masya
"mbak inem kerja di sini lagi mah" ucap Masya sambil ngunyah roti
"iya buat beres rumah sama masakin Isa sama Ali" ucap mamah sambil ngunyah roti
"owh,tapi bukanya mbak inem punya anak kecil ya mah" ucap Masya sedikit tau tentang pembantunya
"iya itu kan dulu sekarang udah besar katanya udah sekolah dasar udah bisa berangkat pulang sendiri" ucap mamah menjelaskan yang cuma di angguki oleh Masya sambil melanjutkan sarapanya
"eh sya gimana Hans apa dia baik sama kamu" ucap mamah membuat Masya tertegun
"gimana ya gue nggak bisa bohong apa gue jujur ajah sama mamah ya soal tadi malam" gumamnya dalam hati
"heh di tanya malah bengong" ucap mamah menepuk tangan Masya
"hehe habisnya bingung mau jelasin gimana orangnya jarang bicara sama Masya" ucap Masya nyengir membuat mamah tersenyum
"maklum kalo Hans masih begitu mungkin dia masih malu" ucap mamah membuat Masya menyrengit
"malau apanya malah mungkin udah putus urat malunya" batin Masya menggerutu mengingat Hans tidur cuma Makai bokser
"tapi sayang inget pesan mamah ya, bagaimana pun sifat dan sikap Hans, kamu sebagai seorang istri harus nurut dan patuh Jagan membangkang, apalagi berkata kasar, lakukan kewajiban mu sebagai seorang istri dia adalah imam kamu sekarang dia yang akan membing-bing dan menuntun kamu, jadi kamu harus sabar walaupun terkadang dia menyakiti hati kamu tapi itulah ujian kamu untuk membantu memperbaiki sikap dan sifatanya mamah yakin Hans adalah laki-laki yang baik pasti kamu akan bahagia bersamanya" ucap mamah panjang lebar,yang di angguki oleh Masya
"iya mah insyaallah Masya bakal inget pesen mamah doain Masya juga biar keluarga Masya samawa" ucap Masya
"pasti sayang mamah akan mendoakannya selalu" ucap mamah sambil mengelus punggung tangan Masya
"ayo mah kita berangkat" ucap papah sambil melangkah menghampiri mamah Ningsih dan Masya
"iya bentar pah" ucap mamah sambil menengguk satu gelas susu
"oh sya papah udah transfer sejumlah uang ke rekening kamu itu hadiah pernikahan kamu nanti kalo kurang kamu tinggal bilang ajah papah nanti papah tambahin" ucap papah sambil mengelus pucuk kepala Masya bagaimana pun papah malik masih belum ikhlas anaknya menikah tapi karena kehendak Mbah Marto beliau membiarkan Masya menikah
"makasih ya pah,tapi Masya kan udah punya suami masa masih dikasih uang sama papah" ucap Masya
"iya papah tau,tapi hans masih sekolah masih butuh biaya banyak apa lagi di tambah sama kamu, gunakan uang itu untuk kebutuhan kamu meski papah tau Hans yang akan bertanggung jawab dia yang akan mencukupi kebutuhan kamu tapi jangan bikin beban suami kamu juga harus punya simpanan " ucap papah panjang lebar
"iya makasih ya pah, papah pengertian banget dah" ucap Masya sambil meluk papahnya
"iya sama-sama sayang, jaga diri kamu baik-baik ya, inget pesan papah jika Hans bikin kamu menangis lapor sama papah biar papa hajar dia" ucap papah Masya tegas membuat mamah Ningsih menggelengkan kepalanya
"siap bos" ucap Masya sambil hormat
mereka pun melangkah keluar bersama
"ya udah anak-anak mamah sama papah berangkat dulu ya jaga diri kalian" ucap mamah setelah masuk ke mobil
"iya mah pah hati-hati" ucap mereka bareng
"Isa jaga kakak kamu ya, Ali Jagan lupa setelah selesai kemah kamu nyusul ke kota" ucap papah
"siap pah" ucap mereka kompak
"ayo mang kita jalan" ucap papah menepuk pundak mang udik
"baik tuan" ucap mang udik mereka pun melaju meninggalkan rumah
Setelah orangtuanya pergi Masya mendapatkan
satu pesan masuk ke hpnya masya membulatkan matanya melihat nominal yang di kirim oleh papahnya
"100 juta banyak amat" pikir Masya kaget sekaligus seneng
"betapa beruntungnya gue memiliki mereka ya Allah berikan mereka umur yang panjang agar Masya bisa selalu bersama mereka dan membahagiakan mereka" ucap Masya dalam hati
"ya udah yuk ka kita beres-beres bentar lagi berangkat" ajak Ali yang di angguki oleh masya
mereka pun mulai membereskan baju dan berang yang mereka butuhkan untuk di bawa berkemah
Jagan lupa untuk like dan komen ya gais terimakasih 😊
__ADS_1