Diary Masya

Diary Masya
demam


__ADS_3

Setengah duabelas malam semua sisa mulai memasuki tenda mereka masing-masing untuk istirahat


Termasuk hans dan teman-temanya bahkan saat ini hans terlihat kesal sambil terus marah-marah sendiri,sedangkan soleh dan ismail yang membuntutinya hanya bisa pasrah dengan ocehan hans


"Lo beneran tadi udah nyuruh masya pindah ke pos" ucap ismail untuk ke sekian kalinya ke soleh


"Lo kira gue anak kecil apa,kan tadi gue dah bilang kalo nggak percaya liat sendiri ke sana" ucap soleh mulai sewot


"Terus kalo udah bilang,menapa masya katanya nggak dateng ke sana" tanya ismail bingung


"Nggak tau mungkin dia lagi kemana dulu kali" ucap soleh masuk ke tenda untuk mengganti pakaiannya ismail pun mengikutinya dari belakang


Sedangkan hans sendiri kini sedang duduk bertelanjang dada udara malam itu sangat panas sepertinya akan turun hujan


Soleh dan ismail pun sama bahkan ismail cuma mengenakan boksernya saja


Saat hendak tidur ismail melihat di depannya ada yang sudah berbaring sambil meringkuk dia pun bertanya kepada hans yang ada di sebelahnya


"Eh hans itu yang tidur di bet lo siapa?" Tanya ismail


"Menurut mu" ucapnya datar sambil melihat orang yang berbering di sebelahnya yang tertutup selimut mengingatkan hans kepada masya yang suka tidur seperti itu gaya tidurnya pun sama membuat hans senyum sendiri


"Sofyan?" Ucapnya karena selimut itu milik sofyan


"Kok cepet banget dia tidur,bukanya katanya dia mau nganter kotak obat dulu ke pos darurat" ucap ismail bingung


"Mungkin dia lupa kali"ucap soleh yang sedang berbaring sambil memanikan hpnya


"Liat deh si sofiyan tidur, kok bodynya kaya cewe gitu" ucap ismail hans dan soleh pun hanya meliriknya sekilas


Ismail yang mempunyai sifat jail bangun lalu tidur di sebelah orang itu yang mereka pikir sofyan dia merebahkan badanya di sampinya sambil memeluknya dia pun menyerengit karena merasa ada yang beda dengan temannya


"Kok badanya panas banget ya" ucap


Ismail


"Badanya juga empuk kaya cewe" ucapnya lagi


"Birain dia istirahat is kasian mungkin dia cape,kayanya nggak nyaman banget dia di peluk lo" ucap soleh yang melihat orang itu merasa terganggu


"Dingin" gumam orang itu membuat ismail langsung lopat berdiri membuat yang lain terkejut


"Kenapa si lo bikin gue kaget ajah" ucap soleh yang ikut berdiri karena kaget


Sedangkan hans merasa mendengar suara masya


"I-itu i-itu" ucapnya tergagap menenjuk orang itu membuat sileh bingung


Tiba tiba ada yang membuka tenda mereka lalu masuk

__ADS_1


"Sofiyan!" Ucap mereka bertiga terkejut


"Kenapa?" Tanyanya heran


"Lo kok di situ" ucap ismail bingung sambil melirik orang di depanya


"Iya gue mau ambil kotak ini ketinggalan,eh hans kamaranya dah siap tuh tapi istri lo nggak dateng dateng" ucapnya sambil membuka tasnya mencari pakayan ganti


"Terus dia..." ketiganya menatap orang itu tiba-tiba dia bersuara lirih tapi masih biaa di dengar oleh hans


"Dingin kak" ucapnya lirih membuat hans terkejut


"masya!" Ucapnya kaget setelah membuka selimut itu yang lain juga ikut terkejut


"Pantesan dari tadi di tungguin nggak dateng ternyata dia di sini" ucap sofyan


"Iya tadi gue sempet,astaga tadi gue kira lo yan,mampus gue" ucap ismail melirik hans takut yang mulai menujukan taringnya


"Sorry hans sumpah gue nggak tau kalo itu masya" ucapnya sambil mengangkat kedua jarinya


"Urusan kita belum selesai" lirik hans tajam ismail hanya mengangguk menelan selfinya kasar


Hans menyentuh dahi masya di terkejut


"Dia demam" ucapnya lalu membalikan tubuh masya agar terlentang dia menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah masya


"Astaga dia pucet banget hans" ucap soleh membuat sofyan menghampiri


"Iya dia demam tinggi" ucapnya


"Cepet bawa ke pos hans" ucap ismail


Saat hendak menopang tubuh masya tiba-tiba di cegah oleh sofyan


"Jagan di luar masih banyak anak-anak ,nanti di kira kita habis ngapa-ngapain masya lagi" ucap sofyan yang yang di anghuki oleh yang lain


"Bener juga kata lo, terus kita harus gimana" ucap soleh bingung tiba-tiba hans mempunyai ide


"Is sekarang lo jaga di depan " ucap hans


"Oke" ucapnya bergegas memakai pakaianya lalu pergi keluar berjaga


"Le pasang tirai di sini biar nggak keliatan dari depan" yang langsung di angguki oleh soleh


Soleh mengambil dua tongkat di luar lalu membawanya masuk kemudian dia bentuk sudut siku siku setelah selesai dia mengbil kain biru sisa membuat bendera lalu mengikat kain itu di tongkat


"Terus gue" ucap sofyan bingung


"Lo tiduran sana, ya bantuin gue lah" ucap hans kesal membuat sofyan nyengir kuda

__ADS_1


"Lo bisa ngelawak juga ternyata" ucap sofyan yang langsung mendapat tatapan horor dari hans


"Maaf becanda" ucapnya dia mengambil kain lalu menuangka air dingin di wadah untuk mengomperes masya


"Nih kompres dulu gue cari obatnya dulu sebentar,di kotak nggak ada soalnya" ucapnya menyodorkan kompresan


"Sebaiknya masya jagan pake yang tebal begitu nanti suhunya tambah naik" ucap sofyan sebelum pergi


"Sekalian belikan bubur buat dia" ucap hans


"malam-malam begini di mana yang jualan bubur,biar entar gue bikin di dapur" ucap sofyan lalu melangkah pergi


"Maksih yan" ucap hans membuat sofyan bahgia pasalnya baru kali ini hans berterimakasih kepadanya


"Iya sama sama sayang" ucapnya lalu pergi membuat hans kesal soleh terkekeh geli


"Lo ngapain di situ " tanya hans kesal


"Iya gue keluar ikut jaga di depan" ucapnya lalu melangkah keluar


Setelah semuanya pergi Hans dengan ragu dan gerogi membuka sewiter masya berserta celananya hanya menyisakan kaus dalam dan celana hotpennya meski sering melihat masya seperti itu tetapi hans tetep saja merasa panas dingin


Hans mulai mengompres masya sambil sekali membelai wajahnya meski dia terlihat pucat tapi bagi hans dia tetep terlihat cantik


"Apa bener gue mulai suka sama nih cewe" batinnya sambil memandangi wajah masya lalu mengompresnya


Sedangkan di luar ismail berusaha mengusir teman-temannya yang hendak masuk


"Dah lah kalian tidur di tempat lain ajah susana hans hati hans lagi nggak baik soalnya,kalian mau kena amukanya" ucap ismail kepada kedua temanya yang hendak istirahat,mereka pun mengagguk lalu pergi


"Gimana le" tanya ismail melihat soleh keluar


"Lagi di tangani sama suaminya,lo nggak mau pake celana dulu" ucapnya terkekeh melirik ismail sekilas


Ismail pun melihat dirinya yang hanya mengenakan kaos oblong dan boksernya


"Bangsat pantes mereka pada ngeliatin gue aneh,gue nggak nyadar kalo cuma pake beginian doang ah siake kenapa lo baru ngomong si untung nggak ada cewe" cerocosnya kesal lalu masuk ke dalam soleh hanya menggeleng sambil terkekeh


Sampai dalam ismail melihat hans melepas celana panjangnya hanya menyisakan bokser miliknya saja membuat membuat ismail berfikir kotor tentang hans


"Eh hans gue tau lo dah nikah tapi tolong jagan nyiksa dia dulu kasian kalo harus layanin lo dengan kedaan begitu tahan dulu samapai dia sehat" ucap ismail sambil mengenakan celananya,hana yang kesal menedengar ocehan ismail melepar celanaya ke muka ismail


"Atau jangan jagan lo udah tadi" ucapnya membolak balikan celana hans


"Buang pikuran kotor mu itu atau aku yang akan membuangnya" ancam hans menatap tak suka pada ismail membuat nyalainya menciut


"Hehe ya maap hilap,sialahkan di lanjut gue kedepan dulu" ucapnya lalu melangkah pergi hans melepar bantal ke arahnya


Dia pun kembali berbaring di sebelah masya menyenderkan kepala masya di bahunya sambil memeluknya erat, entah kenapa dia ingin melakukan itu rasanya nyaman yang iya rasakan sekarang

__ADS_1


jangan lupa tinggalin jejak ya gais terimakasih


__ADS_2