Diary Masya

Diary Masya
berkemah


__ADS_3

Sedangkan di sisi lain di bawah terik matahari yang menyengat semua murid SMA Garuda muda sudah kumpul di lapangan,mereka sedang menedngar arahan-arahan dari kaka pembina yang akan mengawal mereka berkemah


Seluruh ketua regu maju ke depan untuk mengambil kertas kecil bertulisan nama regu mereka dan nomor tempat untuk mendirikan tenda


Satu persatu ketua regu sudah maju ke depan dan sebentar giliran ketua regu laki-laki kelas 11c yang terdiri dari teman-teman Masya


"Aduh gawat gimana nih Masya sama Rendy belum Dateng entar kita di eliminasi gimana aku nggak mau ya perjuangan aku mogok makan selama beberapa hari ini jadi sia-sia gara-gara mereka" cerocos Ihsan frustasi sambil menghentak-hentak kakinya membuat Juna merangkulnya untuk menenangkan


"Ihsan yang imut udah Lo tenang ajah ya mereka pasti bentar lagi Dateng kok Lo yang sabar ya" ucapnya menenangkan seperti Sorang kakak menasehati adiknya


"Awas aja kalo sampe di keluarin, Ihsan bakal bikin perhitungan sama mereka" ucapnya kesal


Berapa menit kemudian Masya dan Rendi Dateng sambil bergandengan tangan membuat teman sekelas mereka bingung sekaligus terkejut


"Eh itu Masya sama Rendi bukan si"


"Iya kok mereka gandengan"


"Apa mereka jadian"


"Mungkin ajah,gue dengar-denger dari temen katanya Rendi udah putus sama intan"


"Kok cepet banget rendy dapet ganti atau jangan-jangan mereka memang udah Deket lama"


"Heh Jagan pada souzon nagapa mungkin mereka gandengan tangan karena tadi nyebrang jalan"


"Emang Masya bocil yang harus di tuntun"


"Syuttttt,bisa diem nggak sih tuh liat ketos udah melotot"


Begitulah bisik-bisik mereka yang melihatnya, Masya dan Rendy melangkah bergabung bersama teman-temannya


"Sorry kita telat" ucap Masya setelah bergabung


"Huh" Ihsan membuang muka sambil melipat tangannya di dada


"Iya nggak papa sya " ucap Juna menepuk pundak Masya


"Eh Emang kalian dari mana aja si" ucap Rohman tersenyum jail sambil merangkul pundak Rendy


"Ban motor gue gembes " ucap Rendy singkat yang di angguki oleh yang lain


"Perhatian apa semua regu sudah mengambil kertasnya" tanya kakak pembina mengunakan pengeras suara


Membuat regu Masya kaget


"Eh sya ambil kertas koh di depan" ucap rohman membuat Masya bingung


"Kok gue si,Rendy aja Sono gue nggak mau jadi ketua" ucap Masya males


"Udah Lo ajah sana lagian cuma ambil ini" ucap Deri mendorong Masya membuat Masya berdecak kesal karena dia harus berhadapan lagi dengan Hans karena Hans yang sedang memegang kotak tersebut


Terpaksa Masya melangkah ke depan mengambil kertasnya


Saat Masya ingin mengambil kertas tersebut tiba-tiba di halangi oleh Hans


"Tunggu,kamu ikut regu cowo" tanya Hans menatap Masya tajam


"Iya kenapa" ucapnya cuek


"Kenapa bisa begitu ini sama saja melanggar peraturan" ucapnya seraya tidak terima


"Salah Lo sendiri nyuruh gue ikutan" ucapnya kesal


"Sudah tidak papa Hans nanti istirahat nya ikut regu cewe" ucap Soleh menepuk pundak Hans


"Nggak bisa dia nggak boleh sama mereka" ucapnya tegas


"Inget Hans jangan bawa-bawa masalah pribadi di sini" ucap Ismail mengingatkan membuat Hans mendengus kesal


"Terserah" ucapnya langsung memberikan kertasnya Masya pun mengambil nya lalu pergi


"Baiklah, berhubung waktu semakin siang kita berdua dulu sebelum berangkat,berdoa mulai" hening beberapa saat


"Selesai"


"Baiklah bawa barang kalin jangan sampai tertinggal apa lagi meninggalkan kenangan untuk mantan" ucap Ismail ngelawak


"Huuuuuuu"langsung di sambut sorakan dari para jamaah


Mereka pun membubarkan diri lalu satu persatu memasuki bus pariwisata dengan nama kelas masing-masing, sedang kan Masya sendiri naik motor karena tidak mungkin dia naik bus yang pasti akan membuatnya mabuk perjalanan tidak menikmatinya


Satu persatu bus pariwisata pun berangkat selama perjalan semua siswa begitu senang sambil bernyanyi Dengan alat-alat yang mereka bawa


Hans merasa bosan dengan keadaan sekitarnya milih untuk memejamkan matanya sebentar, saat dia hendak menutup gorden Hans terkejut melihat Masya mengendarai motor

__ADS_1


"Apa si bodoh itu naik motor" gumamnya terkejut,dia pun baru sadar kalo Masya tidak bisa bau AC mobil apa lagi bus pasti dia tidak bisa bernafas,ada rasa sesal dalam dirinya karena tidak memperhatikan Masya sampai dia harus rela naik motor sendiri


"Kenapa hatiku sakit melihat dia seperti itu Bahakan aku merasa menjadi cowo tidak berguna baginya,apa aku salah karena membiarkan dia ikut kemah,akhh kenapa aku peduli padanya " ucapnya dalam hati sambil membenturkan kepalanya di jok


Bus terus melaju Samapi akhirnya bus itu berhenti di pinggiran hutan bersama bus-bus yang lain yang sudah berada di sana terlebih dahulu


Mereka pun satu persatu turun lalu menyusun barisan mereka mencari bersama-sama nama dan tempat yang tertera di kertas,setelah ketemu mereka memasang tenda yang sudah di siapkan sekali-kali di bantu oleh kakak pembina dan anak Pramuka lainya


Masya yang baru sampai karena tadi sempat membeli bensin dulu dia menepikan motornya di pinggir hutan lalu memasuki area perkemahan dia menelusuri setiap tenda-tenda mencari keberadaan teman-temannya


"Emmm,kalo nggak salah namanya korban buaya betina nomer tenda 24 "


gumamnya sambil mengingat-ingat dan akhirnya Masya menemukannya juga dia melihat Rendy dan yang lain sedang menyusun tenda di sebelahnya ada tenda milik Ani dan di depan milik Nurul dan sebelah nya lagi milik kakak kelas tapi entah siapa


Masya pun menghampiri mereka ikut bergabung


"Hai gais" teriak Masya sambil melambaikan tangannya yang langsung di sambut teriakan dari teman-temannya


"Hai sya ya ampun gue kira Lo kabur nggak ikut kesini" ucap Rina senang


"Tadinya si gitu,tapi gue kasian sama kalian takut pada nyasar entar" ucap Masya sambil meletakkan tas miliknya


"Rend butuh batuan nggak" teriak Masya ke rendy yang nggak jauh darinya


"Nggak usah kamu istirahat aja dulu pasti kamu cepe kan" ucapnya tersenyum sambil ngelap keringetnya pake hasduk


"Oke maksaih" ucap Masya yang langsung di angguki oleh yang lainya


"Kalo gitu bantuin kita aja sya" ucap Ani merangkul pundak Masya yang langsung di angguki olehnya


Dan saat mereka sibuk mendirikan tenda tiba-tiba Ismail Dateng menghampiri


"Apa kalian perlu bantuan" ucapnya tersenyum ramah seketika membuat muti hampir pingsan karena senyuman nya


"Butuh banget kak tuh sebelah sana belum seimbang masih miring" ucap Masya menunjuk bagaian tenda yang keliatan lebih rendah dari yang lain


"Oke " ucapnya mengambil alih pekerjaan muti dan Yuli


"Sini aku bantu" ucapnya membuat muti gugup


"Ini kak" ucapnya memberikan ****** dan palu


"Terimakasih" ucapnya membuat muti berbunga-bunga


karena hawa masih panas membuat Ismail keringetan Masya melihat itu menyuruh muti memberikan minum ke Ismail


"Eh" ucapnya bingung


"Iya katanya sayang katanya cinta kok nggak peka" ucap terik samber membuat Masya terkekeh muti pun malu-malu kucing


"Iya gue ambil" ucapnya muti dengan pipi memerah karena malu dia mengambil satu botol minum lalu memberikannya ke Ismail


"Ni kak minum dulu pasti haus" ucapnya sambil mengontrol jantungnya yang melompat-lompat


"Makasih ya" ucapnya sambil tersenyum membuat muti sesak napas


"Tolong Jagan senyum lagi aku bisa mati karena senyuman mu" gumamnya dalam hati tiba-tiba sebuah ide muncul dari benaknya untuk menyemangati Ismail


"K-kak Ismail" ucapnya sedikit ragu


"Iya" ucap Ismail tanpa melirik muti


"Em Kaka tau hewan panda kan?" Tanyanya hati hati membuat ke 4 sahabatnya menahan tawa mereka tau kalo muti mau gombalin ismail


"Tau,kenapa emang?" ucapnya berhenti sebentar lalu mulai mematok lagi


"Panda apa yang nyenengin?" Tanyanya


"Nggak tau,emang ada panda yang nyenengin?" Ucapnya


"Ada lah!" ucapnya


"Apa?"


"Pandangan kakak tiap hari" ucapnya seketika membuat Ismail tertegun sedangkan yang lain cekikikan menahan tawa


"Njirrr di gombalin gue dia nggak tau kalo itu profesi gue sebagai playboy tapi kenapa gue bapar" gunanya hati,dia pun hanya membalas dengan senyuman saja tapi tak membuat Mutia menyerah


"Kak mau tanya lagi dong" ucapnya


"Apa" kali ini dia udah tau apa yang akan terjadi


"Kenapa panda suka tebu" ucapnya


"Mana aku tau" ucapnya cuek

__ADS_1


"Karena kalo suka kakak nanti aku cemburu" ucapnya langsung mendapat sorakan dari teman-temannya


"Citcuit prit prit" Masya dan Ani bersiul


Membuat Ismail gugup sendiri


"Baiklah sudah jadi gue pergi bantu yang lain" ucapnya melangkah membuat muti sedih


"Makasih kak" teriak ke 3 cewe itu yang cuma di angguki oleh Ismail


"Yah pergi padahal masih banyak nih gombalnya yang belum gue bacain" ucapnya sambil melipat sobekan kertas


"Udah tenang ajah masih banyak waktu kok" ucap Masya menyemangati membuat muti mengangguk


"Sya udah belum bantunya cari kayu bakar gih" ucap Rohman sambil gelar tiker di dalam tenda


"Oke sip" ucapnya mengacungkan jempol


"Gue bantu ya sya" ucap Ani dan Rina


"Oke berangkat" ucapnya


"Jagan lama-lama ya" teriak Yuli dan muti


"Sip" ucap mereka


saat Masya dan teman-temannya mencari ranting tak sengaja mereka melihat Hans sedang membantu yang lain memasang tenda,ada rasa kasian Masya melihat Hans keringetan dan kehausan tapi hatinya terlalu ragu untuk membantunya sampai senggolan Ani membuyarkan lamunannya


"suami Lo haus tuh" ucap Ani dengan nada menggoda


"iya sya kasih minum geh" ucap Rina menimpali


"ngapain gue repot-repot kasih minum dia, toh sebentar lagi para fensnya ngantri nyumbang air" ucap Masya santai melanjutkan memunguti ranting,dan benar saja beberapa cewe berhamburan ke arah Hans sekedar memberikan minum dan membantunya ngelap keringat


"Lo bener sya tuh liat pada di rebutin" ucap Ani sambil menunjuk membuat Masya cemberut


"ah bisa lah" ucapnya kembali acuh lalu dia berjalan menjauh tanpa sengaja Hans melihat Masya menjauhinya setelah melihat banyak cewe yang mengelilinginya


"kamu Leni ya" ucap Hans datar kepada cewe yang lewat depanya dia pun berbalik


"iya kak ada apa" ucapnya sedikit ragu


"tolong berikan minuman ini ke cewe yang pake topi item celana panjang ucap Hans sambil menunjuk Masya yang udah agak jauh


"wah baru kali ini gue di mintai tolong sama kakak idola" gumamnya dalam hati tersenyum senang


"siap kak laksanakan" ucapnya seraya memberi hormat yang hanya di angguki oleh hans


dia pun setengah berlari menyusul Masya


"kak Masya tunggu" ucapnya terengah-engah


hoshhh


hoshhh


Masya pun berbalik mendapati Leni yang sedang memegangi lututnya


"ada apa Lo manggil gue" ucap Masya bingung dia pun mengangguk


"iya kak ini ada yang nitip minum buat kakak" ucapnya sambil menyerahkan satu botol minum bergambar hello Kitty


"oh makasih ya" ucapnya mengambil minuman itu


"dari siapa" tanya Ani dan rina kepo berbarengan


"kak Hans," ucapnya lalu pergi


"ooooohhhh" ber oh ria


"eh tunggu apa Hans" ucap Ani dan Rina kaget tapi keburu leni mengulang


"cepet banget tuh anak ilangnya" ucap Ani heran


"ini serius sya" tanya rina Masya pun hanya mengakat bahunya santai


"kalo bener berati dia perhatian juga sama Lo sya" ucap ani menebak


"sok tau Lo" ucap Masya membuat tutup botol itu


Saat hendak meneguknya, satu tangan melayang menepis botol itu akibatnya muka dan badan Masya keguyur air botol itu


**segini dulu ya gais besok aku lanjutin lagi insyaallah hehe


tetep semangat!!!😘😘😘Jagan bosen sama cerita recehku ya gais🀭

__ADS_1


Jagan lupa untuk like dan komen ya terimakasih πŸ˜ŠπŸ™**


__ADS_2