
Tengah malem Masya terbangun dia begitu lapar saat ini,mungkin karena belum makan nasi dari pagi, saat membuka matanya dia melihat wajah imut Hans yang sedang tidur meringkuk di atas selimutnya walaupun remang remang tapi Masya bisa melihat dengan jelas
"Kenapa si Lo kejam banget sama gue " ucap Masya saat tak sengaja menyentuh wajah Hans
Dia mengingat sesuatu langsung menarik tangannya dia segera menyalakan lampu
Masya terkejut saat melihat Hans hanya memakai bokser saat tidur Masya bangkit melengkah mendekati cermin dia pun melihat pantulan badanya di cermin dia melihat lehernya untuk melihat apa dia melakukan sesuatu bersama hans,dia bernafas lega setelah mengecek semuanya baik-baik saja
"Syukurlah masih aman terus kenapa dia cuma make bokser doang apa itu kebiasaan nya" ucap Masya dia pun mendekati Hans lalu menyelimutinya tapi selimut itu langsung di singkirkan oleh Hans yang membuat Masya menyrengit dia pun menyelimutinya kembali tetapi tetap saja langsung ditepis oleh Hans yang membuat Masya kesal
Masya pun mengamati kening Hans yang berkeringat
"dia kepanasan rupanya,nggak cukup orangnya kamarnya pun harus dingin" ucap Masya sambil mengambil remot AC lalu menaikan suhu AC nya membuat Masya kedinginan
Dia buru-buru melangkah keluar setelah menyelimuti Hans
Saat turun tangga banyak orang yang sedang berlaku lalang seperti sedang membuat dekorasi ruangan ada meja kursi dan aksesoris lainya di masukan ke dalam salah satu ruangan
Masya penasaran dia masuk ke ruangan itu di sana banyak orang sedang menata kursi meja dll di sana juga Masya melihat sebuah sofa panjang seperti pelaminan yang di hiasi bunga-bunga yang indah
"nggak salah liat kan gue masa mewah banget ini mah bukan acara pernikahan tapi penyambutan pemimpin kerajaan" pikir Masya sambil melihat sekelilingnya
kira kira begini dekorasi nya
Saat Masya hendak mendekat tiba-tiba ada yang menegurnya dari belakang
"Non Masya sudah bangun" ucap wanita itu tersenyum ramah membuat Masya kaget
di depannya berdiri bi minah pembantu di rumah mamih Hans yang di tugaskan untuk membantu persiapan di rumah Hans seperti ngurus orang-orang yang menata ruang memberikan minum dan makanan,dia sudah bekerja lama di rumah kakek Seno dari mamih Hans masih kecil
"Astagfirullah,ya ampun bibi bikin kaget ajah" ucap Masya mengelus dadanya kerena kaget bibi Minah pun hanya tersenyum ramah
"kapan dateng bi " ucap Masya sudah kenal sama bi Minah saat dia di lamar Hans Bi Minah ada di situ membantu membawa barang-barang lamaran
"Maaf ya non kalo bibi ngagetin,Dateng tadi satu jam yang lalu sama tulang-tulang itu, non kesini mau ngapain apa butuh sesuatu" tanya bi minah
"owh gitu,Iya bi saya laper " ucap Masya nyengir
"Apa ingin di buatkan sesuatu" ucap bi minah
"Nggak usah bi biar sendiri aja " ucap Masya melangkah menuju dapur yang di angguki oleh Bu minah,dia paham betul kalo Masya tidak suka dilayani
"Tidak salah tuan Seno menjodohkan den Hans dengan non Masya semoga mereka menjadi keluarga samawa" ucap Bi Minah tersenyum menatap punggung Masya yang menjauh darinya,meski Masya terlihat urakan tapi bi Minah tau Masya adalah anak baik
Saat Masya di dapur dia tidak menemukan apa-apa yang bisa di makan sekalinya ada harus di masak dulu membuatnya e
enggan untuk membuatnya bukanya dia nggak bisa Masak di saat lapar seperti itu dia hanya ingin langsung memakan bukan membuat makanan
Dia pun membuka kulkas hendak mengambil air minum dia melihat brownis kukus coklat di situ tanpa pikir panjang dia mengambilnya lalu mengambil sendok membawanya ke meja dia menyingkirkan kertas yang menutupi brownis itu dia pun mulai memotong kuenya dan memakannya dia mulai mengecap-cap rasa brownisnya
"apa karena gue laper ya,tapi gila ini enak banget meneurut gue pinter juga dia bikin kue rasanya tuh kaya brownis yang di jual di holland bakery di perempatan jalan" ucap Masya bicara sendiri sambil ngunyah brownis yang enak
Saat dia hendak memasukan suapan ke mulutnya tiba tiba 4 orang cowo menghampiri Masya sambil tersenyum ramah ke arahnya
"Kenapa Lo pada laper juga" ucap Masya sambil ngunyah mereka tidak menjawab pertanyaan Masya mereka hanya mengagguk mereka menghampiri lalu duduk di hadapan Masya ada juga yang di sampingnya
Ismail yang tak tau malu lalu merebut sendok Masya lalu menyodorkan ke mulutnya membuat Masya melongo tidak untuk yang lain yang memandang Ismail biasa ajah
"Enak ya brownisnya kaya yang di jual di perempatan jalan pelelangan Amba 2" ucap Ismail sambil ngunyah Masya hanya memutar bola matanya malas
"Bukan pelelangan Bagong tapi pelalangan Amba 2" ucap Masya
"Eh iya maksudnya" ucapnya nyengir
"Bukanya itu brownis punya Hans ya kenapa lo makan" ucap Soleh yang di angguki oleh yang lainya
"Laper" ucap Masya santai sambil mengambil sendok bekas Ismail lalu menyuap brownisnya kembali
"Awas Lo entar dia ngamuk" ucap asrof memperingatkan Masya
"Bodo amat,kalo kalian nggak mau biar gue yang habisin sendiri" ucap Masya sambil mengunyah brownis dengan nikmatnya
__ADS_1
Mereka yang penasaran ikut memakan brownisnya
" Gila mereka nggak ada malu-malu nya tadi mereka bilang takut sama Hans sekarang malah nyrobot mana sendok gue lagi tuh" batin Masya kesal sambil melihat mereka ber 4
"Kenapa kamu ngliatin kita gitu, suka" ucap Soleh melihat Masya yang kesal
"Geer banget lu siapa juga yang suka emang gak bisa bedain apa mana suka mana enggak" ucap Masya kesal
"njirr santai aja kali nggak usah ngegas gitu kita kan becanda" ucap Sofiyan yang di sebelah masya
"Bodo" ucap Masya tanpa sengaja pandanganya tertuju pada kertas yang menutupi brownis nya Masya yang penasaran mengambil kertas itu
"Apa si nih" ucap Masya sambil membuka lipatan kertas
"Biasa itu mah paling si Sofia bikin puisi lagi" ucap Ismail yang mulutnya penuh dengan brownis
Masya menyrengit dia pun membaca kertas itu teman-teman Hans menatap mimik wajah Masya mereka penasaran apa Masya akan cemburu tapi sayang Masya malah langsung Ketawa cekikikan yang membuat mereka bingung,kenapa tidak cemburu? Pikir mereka saat ini
"Ada-ada aja si sofia,Gue heran sama tuh cewe apa coba yang di banggakan dari singa buas itu ganteng kagak ngeselin iya" ucap Masya membuat mereka kaget langsung merebut kertas nya lalu membacanya,mereka penasaran takutnya Sofia bukan menuliskan puisi melainkan kata-kata gokil
Kira-kira begini
Surat ke sekian untuk mu
Aku melihat kamu Terburu buru pergi sedangkan aku tau kamu belum makan jadi aku berinisiatif membuatkan kue untukmu
Hans aku buatkan kue untukmu dengan resep cinta
Hans lewat brownis ini aku tau cinta ku salah karena menginginkan mu yang sempurna
Tetapi ketauhi lah tidak ada orang lain yang bisa menduduki posisi mu di hatiku
Mungkin kamu meragukan cinta ku makanya aku buat brownis ini untuk membuktikan cintaku padamu
Selamat menikmati my heart semoga kamu suka kuenya dengan banyak emoticon lucu yang di buat oleh Sofia
Seketika membuat mereka tertawa juga sampai Ismail batuk-batuk
"Pede banget si Sofi pantesan Hans selalu buang tuh kertas jadi begini toh tulisannya geli juga si" ucap Soleh terkekeh
"Iya bukan cuma kue aja makanan yang di buat oleh Sofia Basti dia beri tulisan" ucap Ismail terkekeh membuat Masya mengangguk paham
"eh sya ngomong-ngomong Lo emang beneran nggak suka sama hans" tanya asrof penasaran
"iya lah coba deh kalian pikir siapa si yang mau sama orang gitu udah kejam maunya Menag sendiri ih ngeri gue mbayanginnya" ucap Masya sambil berkidik ngeri
"bener juga si kita yang jadi sahabat nya kadang juga ngeri sama sikapnya" ucap Sofyan
"tapi lo tau nggak ini pertama kali dalam sejarah di kehidupan Hans ada cewe menolak pesona dari seorang Hans Aditya gue salut sama Lo sya" ucap Ismail mengacungkan jempol ke Masya
"lebay lu,dah lah gue mau solat subuh" Masya beranjak
"eh Lo serius solat sya baru tau gue" ucap Soleh kaget
"kenapa emang tampang urakan nggak boleh solat dah sana pada solat sebelum gue solatin entar" ucap Masya melangkah menaiki tangga
mereka pun menurut sama Masya solat berjamaah ber 4
selesai solat mereka membantu orang-orang memasang kursi tamu dan mengelar karpet merah
sedangkan Masya habis solat dia membangunkan hans,dia ingin menyuruh Hans untuk solat tapi Hans malah makin merapatkan selimutnya terpaksa Masya menarik tangan Hans sampai terjungkel ke bawah Hans yang kaget sontak berdiri sambil menatap tajam Masya yang di tatap malah santai tanpa ada rasa bersalah
"apa-apaan kamu ini hah apa kamu tidak punya sopan santun" bentak Hans kesal
"dah lah sana solat dulu baru nyeramahin gue" ucap Masya sambil melangkah mendekati ranjang dia tidak perduli ucapan Hans
"kamu" ucap Hans geram
terpaksa Hans melangkahkan kakinya ke kamar mandi dian melaksanakan solat subuh
sedangkan Masya sudah kembali dalam mimpinya
selesai solat Hans melangkah menghampiri Masya yang tertidur nyenyak
__ADS_1
"dasar cewe males mimpi apa gue sampe mau nikah sama dia" gumam hans dia pun keluar kamar untuk mengecek persiapan pernikahannya
jarum jam menunjukan pukul 10 pagi sekarang ini Masya sedang di rias oleh tukang rias yang di tugaskan untuk merias Masya
"tolong lah nona bekerja sama dengan kami hampir selesai sebentar lagi" ucap perias itu yang bernama Mona
hampir 2 jam Masya di rias tapi selalu gagal ada aja masalah yang dia buat dari krim yang dia lap karena menurutnya membuat wajahnya lengket bedak dan blush-on yang membuatnya bersin-berin dan lipstik yang membuatnya mual padahal itu adalah kosmetik Termahal dan ternama dan sekarang ini Masya sedang di pasangi tusuk konde tapi Masya menolak karena katanya takut nancep di kepala karena melihat ujung tusukanya runcing
"sebaiknya biar mamih sama mamah yang pegangin" ucap mamih Hans langsung memegang lengan Masya
"tapi mih ini berat Masya mau di kucir aja" ucapnya menggiba
"udah diem sebentar lagi penghulu Dateng " ucap mamah kesal dengan kelakuan anaknya
setengah jam kemudian Masya selesai di rias dia pun di suruh mengunakan kebaya,Masya yang udah cape menurut ajah
"sumpah demi apapun gue nggak mau nikah lagi setelah ini " ucap Masya menggerutu karena dia kesusahan mengenakan kebayanya
kira kira begini penampilan Masya setelah selesai di rias
sedangkan Hans saat ini sedang di ajari sahabat sompalaknya cara ijab kabul yang benar
"aku hanya ingin yang simpel" ucap Hans yang sedari tadi kesal melihat temanya di buat bahan percobaan dengan pernikahan mereka satu per satu
"oke sekali lagi contohnya Soleh" ucap Ismail antusias
Soleh pun mengulurkan tangan yang langsung di sambut oleh Ismail
"liatin baik baik ya Hans" ucap Ismail udah kaya penghulu tampangnya
"saya kawinkan engkau ananda Soleh Ferdian dirgantara dengan" Ismail terpotong sambil melihat sekeliling untuk mencari cewe yang cocok untuk Soleh dia tertuju kepada Rina yang sedang menata aqua di nampan
"dengan siapa" ucap asrof bingung
"oke ulang,saya kawinkan engkau ananda Soleh Ferdian dirgantara dengan adinda Karina Danish erlangga binti Erlangga dengan seperangkat sandal jepit dibayar tunai" ucap Ismail lantang membuat Soleh sempat syok tapi demi lancarnya proses ijab kabul Hans dia rela melakukanya
"dia pikir gue semiskin itu apa" batin Soleh menggerutu
"saya terima nikah dan kawinnya adinda Karina Danish erlangga binti Erlangga dengan mahar tersebut di bayar tunai" ucap Soleh Langtang membuat sekitar mereka kaget termasuk Rina yang kaget sekaligus bahagia dia di buat bahan percobaan oleh mereka
"gimana para saksi sah" ucap Ismail yang langsung di sahkan oleh mereka termasuk Hans
"sah" ucap mereka sambil bertepuk tangan
"jadi gimana Hans gampang kan" ucap Soleh yang di sabut gelengan oleh Hans
"nggak itu terlalu panjang" ucapnya membuat mereka tepok jidat pasrah
"terserah Lo lah" ucap mereka kesal
kakek Hans yang melihat itu dia menghampiri cucunya
"kenapa Hans apa ada yang mengganjal pikiranmu" ucap kakek melihat raut wajah Hans
"dia bingung kek kayaknya dia nggak bisa ucap ijab Kabul deh" ucap Ismail kesal
"apa benar Hans" ucap kakek melirik Hans
"bukan begitu kek aku tidak ingin mengucap terlalu panjang" ucapnya pelan tapi masih bisa di dengar yang lain
mereka pun mengangguk paham
"baiklah kalo keinginanmu begitu kamu tinggal ucap ijab kabul dengan bahasa Arab" ucap kakek menepuk bahu hans yang langsung di angguki boleh Hans
"baik kek Hans mengerti" ucapnya langsung percaya diri kakek pun pergi setelah mengajari Hans ijab mengunakan bahasa Arab
berapa menit kemudian penghulu Dateng mereka pun langsung duduk merapat di kursi sambil menuggu Masya turun
**segini dulu ya😁 bentar aku lanjutin
Jagan lupa untuk like dan komen ya😊
__ADS_1
maaf kalo ceritanya bertele-tele author hanya ingin menghibur kalian dengan cerita recehku kini**