
"Soleh bagaimana dengan Sofia" ucap Hans ke Soleh yang duduk di belangnya batas mereka hanya sebatas lutut
"Oh dia pergi ke kota bersama keluarganya katanya ada acara keluarga di sana apa kamu tidak di beri tau" ucap Soleh
"Iya dia sempat menelfon ku tadi" ucap Hans pelan
"Apa dia tau aku menikah" tanya Hans penasaran
"Tenang saja sepertinya dia tidak tau" ucap Soleh yang di angguki oleh Hans
"Bagus lah, aku hanya tidak ingin dia mengetahui nya takut dia kecewa" ucap Hans
"Tenang lah selama kita semua tutup mulut dia tidak akan tau" ucap Soleh menepuk bahu hans
Berapa menit kemudian acara di mulai tapi Masya belum juga turun
"ngapain aja siput itu kenapa lama sekali " ucap Hans kesal
"Tenang lah Hans dia tidak akan kabur kok" ucap Ismail yang langsung mendapat tatapan horor dari Hans
"Aku bahkan tidak perduli kalo dia pergi sekalipun" ucap Hans membuat yang mendengar menggeleng kan kepalanya
Mama Ningsih pun bangkit hendak ke kamar menemui Masya, tapi tiba-tiba di halangi oleh ke empat sahabat masya
"Maaf Tante biar kami aja yang bawa Masya kemari" ucap Rina sambil tersenyum
"Baiklah cepet panggil Masya ya sebentar lagi acara akan di mulai" ucap mamah Ningsih
"Baik Tante" ucap mereka berempat
Mereka pun melangkah ke atas menemui Masya di kamarnya
To tok tok
"Masuk" suara dari dalam
Ceklek
Mereka masuk ke dalem dan melihat Masya sedang mondar mandir nggak jelas sambil menggosok tangannya karena gugup
"Njirr Lo cantik juga ya sya pake beginian,gue hampir pangling liat lo" ucap Ani terkekeh sambil menghampiri Masya
"Nggak usah nglawak deh an" ucap Masya sambil mondar mandir membuat yang melihat pusing
"Eh sya,Lo dah siap belum cepet turun pada di tungguin tuh di bawah" ucap Yuli menghampiri Masya
"Iya sebentar lagi" ucapnya menghembuskan nafas kasar
"Kenapa si Lo bolak balik nggak jelas kaya setrikaan gue sampe pusing liatnya" ucap muti heran sambil memijat pelipisnya tapi tidak di jawab oleh masya
"Lo gugup sya" ucap Rina yang cuma di angguki oleh Masya
"Ya elah nggak usah gugup gitu kali sya kan cuma duduk cantik doang kaya ketemu KPop aja gugup" ucap ani menepuk bahu Masya
"Nggak tau gue deg degan banget hehe" ucap masya nyengir
"Gue tau perasaan Lo sya tapi sekarang Lo harus siap, sekarang Lo tarik nafas dulu turunkan perlahan" ucap Rina kasih Masya pun mengikuti arahan Rina
Fyuhh
__ADS_1
"Oke sekarang kita turun ke bawah,kalo Lo masih gugup Lo berdoa ajah dalam hati ya" ucap Rina yang di angguki oleh Masya
Mereka pun turun ke bawah,saat di depan pintu semua mata tertuju kepada mereka membuat mereka malu tersenyum kikuk
"Pidadari pidadari surga ku" ucap ismail memandang kesamping membuat Hans ikut nengok ke samping
Hans terpukau melihat kecantikan Masya matanya memandang Masya Tek berkedip dia kagum akan kecantikannya
"Cantik" Hans tanpa sadar memandang kagum Masya yang sedang tersenyum ke arahnya
"Dia juga cantik " Soleh sambil menatap Rina yang sedang tersenyum manis
"pidadari surga ku" ucap Ismail menatap Mutia
"Meski bar bar tapi aku akui kalo dia cantik" ucap pak Bambang yang menatap Ani yang sedang menuntun Masya duduk di sebelah hans
Hans yang mendengar itu merasa tidak terima calon istrinya di pandang oleh sahabat dan gurunya segera dia menegurnya
"Jagan melihat calon istriku atau mata kalian keluar dari tempatnya" ucap Hans dingin membuat yang dengar kaget
"Hah" ucap mereka kompak mereka saling senggol dan saling bisik
"Apa dia sadar dengan ucapnya" bisik Soleh ke Ismail
"Mungkin kita salah dengar" bisik Ismail
"Somplak mana ada salah dengar berjamaah" ucap pak Bambang menonyor kepala Ismail dia pun cuma nyengir kuda,Ismail pun akhirnya meledek hans
"Akhm cie tadi katanya ogah-ogahan tapi kok sekarang cemburu" ucap Ismail langsung mendapat tatapan sinis dari hans
"Canda cemburu" ucap Ismail lagi sambil tersenyum terpaksa
Masya pun duduk di sebelah Hans,Masya beristighfar berkali-kali untuk mengontrol detak jantungnya meski pernikahan ini hanya di atas kertas tapi ini adalah pengalaman pertama baginya
"Baiklah jabat tangan saya dan dengarkan bacaan saya" ucap pak penghulu menyalami Hans yang di sambut uluran tangan Hans
"Bismilahhirohman nirohim,ya ananda HANS ADITYA PRATAMA BIN ADI PRATAMA ankahtuka wazawwajutka makhtubataka FATMA LISYANA PUTRI IBRAHIM BINTI MALIK IBRAHIM ala mahri seperangkat alat sholat halan" ucap penghulu itu
"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur " ucap Hans mantap
"Bagaimana para saksi sah" ucap penghulu
"SAHHHHHH" ucap mereka serempak
"Alhamdulillah...." Pak penghulu membaca doa
"Aminnnnn"
"Baiklah saudara Hans silahkan pasangkan cincin kawin di jari manis istrimu" ucap pak penghulu
Hans pun memasangkan cincin di jari manis Masya begitu pula Masya memasangkan ke jari manis Hans lalu dia mencium tangan Hans Hans pun mencium kening Masya
"Selamat kalian sudah sah menjadi suami-istri semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah " ucap pak penghulu sambil tersenyum
"Amin terimakasih pak" ucap Masya dan Hans yang di angguki oleh pak penghulu
Mutia dan Ani berdiri lalu berlari keluar menghampiri tulang son di depan rumah
__ADS_1
"Mang salon musik dong" ucap Ani dan Mutia bersamaan
"Musik apa neng" tanya mang salon bingung
"Ebuset puterin lagu dj pengantin baru " ucap Mutia semangat
Mang son pun menurut saja dia memutar lagu pengantin baru yang langsung di sambut jogedtan oleh mereka berdua
Aduhai senangnya pengantin baru duduk bersanding bersendau gurau..
Bagaikan raja dan permaisuri..
Tersipu sipu bagaikan pidadari..
Aduhai senang nya menjadi pengantin baru..
Suara sonsistem menggema di penjuru ruangan
Setelah asik berjoget ani dan Mutia masuk ke dalam untuk memberi selamat kepada masya
"Eh itu di luar kerjaan lo pada ya" ucap Yuli setelah Ani dan Mutia menghampi nya yang cuma mendapat cengiran dari mereka
"Ya udah yu baris keburu abis tuh rendang" ucap Rina mendorong ketiga sahabatnya menghampiri Masya
"Sabar kali Rin lagian nggak bakal habis tujuh turunan tuh rendang" ucap Mutia yang kesal apa Rina badanya di dorong-dorong buat maju
Plak Yuli nggeplak Mutia
"Aduh apaan si Lo" ucap mutia kesal sambil memegangi kepalanya yang kena geplak
"Lagian Lo bego emang lo kira tuh rendang harta apah nggak bakal habis tujuh turunan" ucap Yuli sewot langsung mendahului mutia
"Idih b aja kali nggak usah sewot " ucap Mutia melihat Yuli sewot sambil menghentakkan kakinya ke depan
"Selamat ya sya " ucap Yuli cipika-cipiki
"Iya makasih yul" ucap Masya tersenyum
"Selamat ya ka" ucap Yuli tersenyum ramah
"Hem" ucap Hans
"Huh dasar singa, nyesel nggak nyesel nggak nyesel lah masa enggak" gan Yuli di dalam hati sambil tersenyum terpaksa
"Selamat ya sya semoga menjadi keluarga yang samawa" ucap Rina cipika- cipiki
"Iya makasih Rin" ucap Masya tersenyum yang di balas anggukan oleh rina saat Rina mendekat ke arah Hans dia ragu untuk menyalami lantaran dia takut pada hans
"Se-selamat ya kak" ucap rina gugup
"Hem" ucap Hans singkat padat jelas
"Huh dasar singa " gumam Rina kesal
Begitu terus dengan lainya, setelah selesai mereka yang datang menikmati hidangan yang tersedia dan ikut bahagia atas pernikahan Masya dan hans
Tak terkecuali seorang sofia yang sedang menatap kebencian terhadap Masya, Sofia menatap pernikahan Hans melalui siaran langsung di HP-nya karena saat ini dia sedang berada di kota bersama keluarganya
dia sengaja tidak merusak pernikahan Hans karena dia punya rencana sendiri nanti setelah kembali
__ADS_1
"Nikmatilah kebahagiaan Lo Masya karena sebentar lagi gue akan membuat Lo menyesali kebahagiaan lo itu" tersenyum licik
Jagan lupa untuk like dan komen ya gais terimakasih 😊