Diary Masya

Diary Masya
kejadian tak terduga


__ADS_3

Hans menurunkan Masya lalu melangkah ke meja kerjanya mengambil dompetnya menyodorkannya ke Masya


"Ini ambil aku serahkan semuanya sama kamu" ucapnya,Masya melirik sebentar lalu mengambilnya


"Apa nih" Tanya ya sambil membuka dompet


"Gila banyak bener,isi kagak nih jagan jagan cuma pajangan doang" ucap Masya sambil mengeluarkan berapa kartu atm


Hans mendengus kesal menarik kartu yang Masya pegang lalu duduk di sebelahnya


"Nih kamu pake kartu ini " menyodorkannya ke Masya


"Itu isinya uang gajih aku selama menjalankan perusahaan.yang ini kartu tabungan aku,yang ini kartu yang di asih papah untuk keperluan sekolah dan yang ini kartu hasil perusahaan kakek " ucapnya sambil menunjuk semua kartu atm-nya


"Emang Lo kerja" tanya Masya


"Iya aku mengurus salah satu perusahan milik kakek ya meski perusahaan itu di berikan kakek pada ku" ucapnya


"Owh begono bagus lah kalo Lo kerja jadi gue nggak harus terlantar, apalagi sampai ngemis di jalan" ucap Masya asal


"CK aku nggak akan seburuk itu lantarin orang yang hidup denganku, bagaimana pun caranya aku punya tanggung jawab memberi nafkah" ucapnya menatap Masya kesal


"Anjirrr gue jadi terharu,apa lagi ternyata suamiku seorang ceo " ucap Masya sambil pura pura mengelap sudut matanya


"CK lebay" lalu meletakan dompetnya di laci


"Hehe makasih ya,eh besok kalo Lo ada uang kes kasih dulu ya ke BI Ijah buat belanja takut nya besok gue kesiangan ngasih duitnya" ucap Masya


"Em"


"Ya udah kalo gitu gue ke bawah mau istirahat" Masya berdiri hendak pergi tapi di cegah oleh Hans


"Tunggu" Hans mengukuhkan tanganya mencegah masya


"Apa"Masya menaikan sebelah alisnya


Hans melangkah mendekati Masya sambil membawa salep di tangannya


Hans menarik tangan masya lalu mendudukinya di sofa


"Mau ngapain si Lo" tanya Masya bingung


"Diem" ucap Hans membuka salep lalu mengusapkannya kesudut bibir Masya yang biru ,


"Ishh...pelan pelan dong" Masya meringis saat hans menekan lukanya


"Maaf" ucap Hans lembut membuat Masya tertegun

__ADS_1


"Eh barusan gue gak salah denger kan,dia bisa lembut gitu" batin masya


"Lain kali jangan ceroboh begini, jangan suka berantem kamu itu perempuan harus jaga sikap" ucap Hans sambil mengoleskan salepnya


"Nggak usah ceramah gue bukan anak kecil" Masya menepis tangan Hans


"Sya" Hans mendekat kan wajahnya ke masya


Jantung Masya berdetak lebih cepat saat wajah Hans sangat dekat hanya berapa centi darinya, begitu juga dengan Hans nafasnya memburu saat melihat bibir merah muda milik masya,


Hans ingat ucapannya berapa menit yang lalu, tapi iya ingin melakukanya tanpa pikir panjang Hans menarik tengkuk Masya lalu mengecup bibirnya lembut


Masya yang kaget mendorong dada Hans tapi tanganya langsung di tahan oleh Hans akibatnya masya tidak punya keseimbangan an jatuh telentang di sofa


Hans mendekat tatapnya bak seekor singa ingin menerkam mangsanya


"L-lo mau apa" Masya menatap Hans takut sambil menyilangkan tangan di dada


"Menurutmu sepasang suami istri harus melakukan apa di malam yang dingin ini" ucap ya menyringai,membuat Masya terkejut


Hans mendekat buru buru Masya mengindar,belum sempat Masya menghindar keburu Hans mencekal tangannya lalu membawanya ke kamar yang ada di dalam ruangan itu,entah apa yang mereka lakukan di dalam sana


Sampai akhirnya hans melangkah keluar sambil membanting pintu dengan keras


Brakk


Masya meringkuk di atas ranjang kini buliran bening lagi lagi keluar dari sudut matanya,entah kenapa iya sangat kecewa atas apa yang telah Hans lakukan kepadanya meski itu kewajibannya tapi hatinya menolak untuk itu, bagaimana pun hans tidak mencintainya iya tidak ingin dirinya di jadikan pemuas nafsunya saja


"Akhh...ada apa denganku kenapa aku segila ini" teriaknya mengusap kasar wajahnya


"Sial..Aku tidak mencintainya kenapa aku ingin melakukan ya akh...apa aku sudah gila dasar Hans bodoh" Hans mengutuk dirinya mengacak rambutnya frustasi


Iya buru buru melangkah ke kamar mandi untuk membersihan diri


Setengah jam kemudian Hans keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk di pinggangnya,setelah berganti pakaian Hans merebahkan badannya di ranjang dia teringat kembali perbuatannya entah bagaimana besok dirinya menghadapi Masya


Pagi yang cerah matahari menerobos dicelah jendela seorang cewe yang masih setia dengan guling ya


Bahkan alarm setianya tak mampu membangunkannya,sampai seseorang mengguncang bahunya pelan


"Non..non..bangun non udah siang bukanya non hari ini sekolah den Hans sudah menunggu di meja" ucap BI Ijah berusaha untuk sabar karena sedari tadi Masya tidak berkutik sama sekali saat di bangunkan


"Em 5 menit lagi mah,Masya masih ngantuk nih" gumam Masya masih dengan mata terpejam membuat Bu Ijah terkekeh


"Ada ada ajah non masya pasti di kira aku ini mamahnya" dia pun bangkit meninggalkan Masya lalu pergi ke alur menemui Hans


"Gimana bi " tanyanya sambil memotong roti lalu memasukkannya ke mulut

__ADS_1


Sedangkan Sofia hanya menyimak sambil mengolesi roti dengan selai strawberry


"Belum bangun den, katanya 5 menit lagi" ucap BI Ijah sambil menunjukan 5 jarinya


"CK cewe itu" Hans mendengus kesal iya melirik pergelangan tangan tangannya menujukan setengah 7 lewat


Iya pun bangkit melangkah pergi


"Kamu mau kemana hans?" Tanya Sofia


"Kamu lanjut aja sarapanya aku tinggal dulu sebentar" ucap ya tanpa memandang Sofia


"CK merepotkan" gerutu Sofia


BI Ijah hanya tersenyum menanggapi Sofia lalu iya pergi ke belakang untuk menyiram tanaman


Hans melangkah masuk ke kamar menatap kesal Masya yang masih meringkuk di bawah selimut


Dia pun menyibak selimut Masya lalu melemparkannya ke sembarang arah


Hans melotot melihat Masya hanya mengenakan handuk sebatas paha atas


"CK apa dia sedang menggodaku" ucap Hans tanpa mengalihkan pandangannya ke tubuh Masya


"Heh bangun" hans mengguncang bahu Masya


"Em bentar lagi Al gue masih ngantuk nih Lo berangkat aja duluan" gumam Masya membuat Hans menyerngit


Dia pun mendekat duduk di pinggir ranjang lalu berbisik di telinga masya


"Owh..Begitukah apa kamu ingin bermain dulu denganku seperti semalam,sepertinya situasinya sangat memungkinkan" bisik Hans di telinga masya membuat masya merinding lalu membuka matanya iya berbalik iya terkejut mendapati Hans berada di atas badanya


"Akh..berengsek" Masya mendorong bahu Hans lalu loncat dari ranjang sambil memegangi handuknya


"Lo habis ngapain gue hah" teriaknya


Hans membenarkan dasinya lalu memasukan tanganya di saku


"Menurutmu aku ngapain" jawabnya dengan tatapan yang sulit di artikan,membuat Masya berkidik ngeri buru buru iya ngaca mengecek seluruh tubuhnya


Hans melihat itu hanya terkekeh sambil berlalu keluar kamar


"Cepat waktumu hanya 3 menit" ucapnya sambil berlalu


Masya hanya diam menanggapi ucapan hans


*hallo gais maaf ya kalo author jarang up 😞bukanya aku nggak niat,tapi aku terlalu sibuk kerja, libur juga hanya hari Minggu itu pun kadang lembur, mohon untuk bersabar jangan kendor untuk selalu menyemangati aku ya😊

__ADS_1


insyaallah ke depannya aku akan berusaha sebisa mungkin untuk rajin up 😊


tolong krisainnya ya jagan cuma like doang😁,kasih komentar tentang para pemain di cerita ini, terimakasih semua😘😘***


__ADS_2