Diary Masya

Diary Masya
menemui reyhan


__ADS_3

kicauan burung di pagi hari bak irama merdu yang mendayu Dayu mengiringi mimpi indah Masya yang masih tidur sambil memeluk bulingnya


"Sarangae oppa" gumam Masya


"sarangae Masya" dalam mimpi masya


"sarangae oppa" gumam Masya lagi


"telolet telolet telole lolet" suara di dalam mimpi masya


"telolet telolet telole lolet" suara alarm berbunyi


membuat Masya tersadar dari mimpi indahnya


"sialan ganggu pimpin gue ajah" ucap Masya meraih alarm itu dan melihatnya


"perasan masih pagi udah jam 9 ajah " ucap Masya Setengah sadar


"jam sembilan apa jam sembilan" ucap Masya kaget loncat dari kasur


"ya ampun gue telat " ucap Masya segera masuk ke kamar mandi setelah mengucap sumpah sarapah nya dia cuma mencuci muka gosok giginya


lalu dia keluar membuka lemari mencari seragam nya


"ya ampun seragam gue di mana si" ucap Masya sambil mengobrak abrik lemarinya


"ya ampun itu dia kenapa nggak ngomong si Lo di sini " ucap Masya memaki seragamnya yang sudah di gantungnya tadi malam


setelah memkai seragam dia mengambil tas dan kunci motornya dia mengikat rambutnya sambil menuruni tangga


"mah kenapa Masya nggak di bangunin sih" teriak Masya


"nggak usah teriak kali sya mama emang sengaja nggak bangunin kamu " ucap mamah sambil nonton tv


"lah kok bisa" tanya Masya


"ya bisa kemarin kamu bikin masalah kan di sekolah "ucap mamah


"lah terus" ucap Masya bingung


"kamu di skors 2 hari " ucap mamah


"di skors bagus deh bisa rebahan" ucap Masya bangga


"etsss siapa bilang bebas kamu harus ikut mamah ke salon" ucap mamah


"ngapain si mah males" ucap masya


"jangan gitu dong Sya nanti malem kan kamu di lamar jadi kamu harus siap siap dulu dari sekarang" ucap mamah


"ya elah cuma lamaran doang Ampe ke salon segala udah lah males Masya mau main ajah" ucap Masya sambil melangkah keluar


"main kemana" tanya tanya papah dari tangga


"main keluar sebentar" ucap Masya


"inget entar malam jam 7 kamu harus di rumah kalo nggak kamu tau sendiri akibatnya" ucap papah


" iya Masya inget ko" ucap Masya keluar mengambil motornya di garasi


Masya meninggalkan rumah dia menuju ke kota menemui rey teman baik Masya

__ADS_1


sedangkan di sekolah


Hans sedang memikirkan siapa yang menjadi calon istrinya 


"siapa cewe yang kakek maksud apa bener dia sekolah di sini" pikir Hans


"eh kesambet apa Lo sampai gue panggil nggak denger" ucap Ismail mengagetkan Hans


"kenapa" ucap Hans


"kalo ada masalah cerita siapa tau kita bisa bantu, iya nggak bro" ucap Ismail


"bener tuh " ucap Soleh


"apa mulut ember Lo bisa di percaya" ucap Hans


"ya elah di kira gue cowo apaan " ucap Ismail


"cowo jadi jadian mungkin" ucap Soleh terkekeh


"enak aja gini gini gue cowo normal kali" ucap Ismail


"yakin lo ,gue ajah yang jadi sahabat Lo ragu buat ngakuin itu" ucap Soleh lagi


"sue loh gue hajar juga Lo lama lama" ucap Ismail kesal


"buset baperan amat si Lo jadi cowo" ucap soleh


"sudah lah nggak usah ribut gue butuh bantuan kalian" ucap Hans


"bantuan apa" tanya Soleh


"apa Lilis ngapain Lo nyari Lilis ah gue tau lo kepincut ya sama cewe itu" ucap Ismail


"wah songong lu emang ada sejarahnya Hans suka sama cewe" ucap Soleh


"kenapa ngomong gitu" tanya Hans heran


"ya elah pake nanya lagi kalo Lo tertarik sama cewe udah dari dulu Lo mbat tuh si Sovia" ucap Soleh


"dan sekarang Lo mau ngatain gue nggak normal juga" ucap Hans


"hehe nggak juga" ucapnya menggaruk kepala


"kita nggak tau si tapi kalo Lo butuh bantuan kita siap bantu" ucap Ismail


"baiklah tolong kalian kumpulin data cewe yang namanya Lilis" ucap Hans


"oke mudah bagi kita" ucap Ismail


"ya udah kuy" ucap Soleh mereka pun keluar kelas mencari data cewe tersebut


sedangkan Masya saat ini baru sampai di kota iya segera menemui rey di markasnya,setelah Sampai di tujuan Masya segera memarkirkan motornya dan melangkah menyusuri jalan menuju hutan yang berliku


setengah jam kemudian dia sampai di depan Mension milik Ray,dia mendekati gerbang dan di sana terlihat beberapa Mafioso yang sedang berjaga


saat Masya memasuki gerbang dengan dia di hadang banyak Mafioso


"apa Ka sein di sini juga" pikir masya


"penyusup" teriak Mafioso salah satu mereka menghadang Masya

__ADS_1


"maaf siapa anda berani masuk kemari" ucap Mafioso itu


"gue mau ketemu Rey" ucap Masya santai


"siapa anda ingin bertemu dengan tuan kami" ucap Mafioso itu


"udah lah gue lagi males ngomong sama kalian" ucap Masya melangkah masuk


"maaf nona anda tidak bisa masuk" ucap Mafioso itu


"bacot" Masya langsung memukul Mafioso itu membuat yang lain kaget


"kalian sedang apa hajar dia" ucap Mafioso itu pada teman-teman nya mereka pun menyerang Masya


Masya melawan mereka satu persatu Sampai salah satu dari mereka berlari masuk untuk melapor


sedangkan saat ini di ruang tamu Zein sedang bersama wanita-wanita penghibur yang dia sewa untuk bersenang-senang


"lapor tuan di depan ada penyusup" ucap Mafioso itu memegangi wajahnya yang kena pukul Masya


"apa penyusup mana mungkin ada yang datang ke tempat ini siapa dia" ucap sein kaget


"saya kurang paham tuan dia memakai helm tapi sepertinya dia wanita tuan " ucap Mafioso itu gemetar


"apa wanita memakai helm" ucap sein menyrengit


"iya tuan dia ingin bertemu dengan tuan Rey" ucapnya


"baikalah biarkan dia masuk" ucap sein sambil merapatkan pelukannya ke wanita-wanitanya


tapi belum sempat Mafioso itu keluar sudah terlebih dahulu masya menendang pintu


BRAK


memebuat mereka kaget tak terkecuali sein yang santai sambil memainkan rambut wanitanya


"sialan ini cara Lo nyambut gue hah" bentak Masya


"sudahlah buka helm mu dulu baru bicara" Ucap sein terkekeh


"pantesan mereka nggak ngenalin gue tadi" batin Masya


Masya pun membuka helmnya dan melemparkannya ke arah Mafioso,pria itu terkejut


"nona" ucap Mafioso itu kaget


"udah sana bawa tuh helm bawain gue minum" ucap Masya Mafioso itu pun mengangguk lalu pergi


"di mana Rey" tanya Masya sambil duduk di sofa


"kenapa cuma Rey yang di cari apa kamu tidak menayangkan ku juga" ucap sein


"apa perlu gue ulang" ucap Masya


"baiklah dia di atas mungkin sekarang dia lagi bersenang-senang " ucap sein tersenyum


"em sebaiknya usir mereka sebelum aku yang mengusirnya" ucap Masya


"tenang lah sebentar lagi mereka akan pergi" ucap sein santai


Masya pun segera pergi ke atas menemui rey di kamarnya

__ADS_1


__ADS_2