
"derama apa lagi yang mereka buat.apa Hans ajak gue ke sini buat nunjukin kemesraannya sama Sofia" gumam Masya dalam hati
Masya terpaksa melangkah menemui Hans dan sofia dia juga ingin tau apa tujuan Hans mengajaknya bertemu di cafe
Suara tawa mereka berhenti saat Masya menghampiri mereka Sofia memandang remeh Masya sambil sekali menyunggingkan senyum sinisnya
"Maaf gue telat" ucap Masya basa basi Masya duduk di depan Hans dan sofia
"Em nggak masalah" ucap Hans sambil memutar-mutar cangkir kopinya sedang kan Sofia menatap benci Masya
"Kamu sungguh mengundang Masya kesini hans" ucapnya pura-pura senang Hans menatap Sofia sekilas
"Kenapa apa kamu nggak suka bukankah kamu yang menyuruhku agar dia dateng" tanya Hans datar membuat Sofia menggeleng cepat sedangkan Masya hanya diam menyaksikan kedua orang di depannya
"Jadi bukan Hans yang ingin gue Dateng tapi karena perintah Sofia" batin Masya kaget
"Ah bukan gitu,aku hanya kaget aja ternyata kamu mewujudkan permintaanku" ucap Sofia tersenyum menunjukan bahwa dia lah yang paling penting bagi hans
"Aku ingin kalian baikan" ucap Hans membuat Sofia terkejut sedangkan Masya duduk santai sambil memainkan HP-nya
"Baikan Hans" tanya Sofia lagi
"Iya di antara kalian harus minta maaf aku hanya tidak ingin kalian bertengkar terus ,fi kamu adalah sahabatku sedangkan Masya dia..." Melirik Masya yang acuh tak acuh tapi sesungguhnya di dalam hati Masya dia juga ingin tau
"Apa" tanya sofia penasaran
"Dia sepupuku.jadi kalian harus akur" ucapnya kemudian membuat Masya tertegun mendengarnya
"Iya memang gue hanya di anggap sepupunya di depan sofia,tapi kenapa mendengarnya begitu sakit apa bener-bener dia mengagep gue kaya itu" batin Masya sedih
Sofia pun mulai mengulurkan tangannya dengan tatapan sendu
"Baiklah, sya aku minta maaf sama kamu soal tadi siang,apa kamu mau maafin aku?" Ucap Sofia menatap Masya sambil mengulurkan tangannya
Dengan hati yang berat Masya menjabat tangan Sofia
"Iya ka gue juga minta maaf suka kasar sama Lo" ucap Masya tersenyum terpaksa Sofia pun tersenyum paksa sambil memeluk Masya
"Makasih ya sya" ucap Sofia senang Masya hanya mengangguk
"iuchhh,kalo bukan karena Hans enggan gue minta maaf menjijikan" umpatnya dalam hati
Sofia mulai cerita lagi tentang kegiatannya tadi siang kepada Hans Sofia pun mengajak Hans untuk menjadi teman duetnya di acara api unggun nanti saking asiknya ngobrol, mereka sampai lupa dengan Masya yang duduk di depan mereka,karena bosan Masya berdehem membuat mereka melihat Masya
"Kalo kamu mau minum pesan aja " ucap Hans melirik Masya yang hanya di jawab dengan gelengan
"Oh ya Hans besok pulang dari sini boleh ya aku tinggal di rumah kamu soalnya mami sama Dedy keluar negeri kamu kan tau sendiri aku paling takut di rumah sendiri boleh ya" ucap Sofia memelas menggenggam tangan Hans
"hah nginep gimana nih aku kan udah menikah mana mungkin memasukan wanita lain ke rumah ya meski Sofia sahabat aku tapi itu sama saja menyakiti hati masya,nanti kalo mamih tau gimana"batin Hans bingung
__ADS_1
Hans melirik Masya meminta persetujuan sedangkan Masya sendiri hanya memandang datar seakan tidak perduli, karena Masya tau meski dia larang tidak ada haknya untuk protes sedangkan yang dia pikir dia juga sedang numpang di rumah Hans padahal sebenarnya ingin sekali dia melarang
"berapa lama" tanya Hans datar melirik Sofia sebentar
"em 2 atau 3 harian lah soalnya Dedy cuma sebentar di sana, boleh ya Hans" Sofia merengek
"Em..baiklah terserah kamu aja" ucap Hans kemudian membuat nyeri di hati masya,Sofia pun memeluk lengan Hans
"Iya benar bukan hak ku untuk melarang" ucap Masya dalam hati
"Makasih ya Hans kamu adalah sahabatku yang paling baik" ucapnya tersenyum ramah Hans pun membalas senyumannya
"nggak papa kan sya aku ikut tinggal di rumah Hans" tanya Sofia memandang Masya dengan lugunya
"iya nggak papa,lagian nggak ada hak gue buat larang Lo tinggal di rumah kak Hans" ucap Masya memebuat Hans merasa bersalah
"oke masih ya" ucapnya yang hanya di balas dengan senyuman oleh Masya
Seakan sudah cukup dengan pemandangan di depanya pun Masya bangkit dari duduknya
"Oke kalo gitu gue pergi dulu masih ada urusan" ucap Masya melangkah pergi tanpa mendengarkan jawaban dari keduanya
Sedangkan Sofia sangat senang telah membuat Masya kesal dan kecewa karena Hans lebih mementingkan dia,sedangkan Hans sendiri merasa bersalah atas tindakannya tapi mau gimana lagi dia harus berpura-pura di depan sofia karena dia tidak ingin mengecewakannya
Masya melangkah menyusuri jalan setapak pikirannya kacau,ingin rasanya iya lari dari kenyataan yang begitu pahit harapannya membuka hati untuk orang lain harus berakhir menyakitkan andai waktu bisa di putar ingin rasanya dia bertukar tempat dengan kakaknya pada saat kecelakaan,tak masalah dia mati yang penting tidak merasakan sesakit ini,dia duduk termenung di kursi panjang pandangannya kosong pikirannya enggan membuatnya kembali kehidupan nyata yang hanya membuat dirinya merasakan sedih dan sakit hati
Suara tangisan membuyarkan lamunan Masya,dia berdiri melihat sekelilingnya Masya mendekati sumber suara itu yang ternyata ada di balik pohon besar saat Masya mendekat dia terkejut mendapati intan sedang jongkok menangis sambil memeluk lututnya
"Lo kenapa tan?" Tanya Masya penasaran intan menepis tangan Masya dari bahunya lalu dia berdiri hendak pergi Masya pun buru-buru mencegahnya agar tidak pergi
"Tunggu Tan Lo kenapa apa ada yang nyakitin Lo" Masya menggenggam tangan intan ,intan berhenti lalu berbalik memandang sinis Masya
"Lao mau tau siapa yang nyakitin gue" ucap intan sambil menghapus sisa air matanya Masya hanya mengangguk saja
"Yang nyakitin gue itu Lo sya! Lo yang dah rebut Rendy dari gue Lo yang udah rusak hubungan gue sama Rendy dan sekarang Rendy menjauh dari gue itu semua gara-gara Lo sya" ucapnya emosi menunjuk ke arah masya
"ya Allah cobaan apa lagi ini" teriak Masya dalam hati dia pun mendekati intan untuk memberikan penjelasan mungkin kali ini dia harus ikhlas lagi
"Intan Lo tuh salah paham gue sama Rendy nggak ada hubungan apa-apa" ucap Masya meyakinkan instan memandang Masya emosi
"Pembohong,Lo tuh pembohong sya Lo dah jadian kan sama Rendy iya kan dan Lo jebak Rendy biar jadian sama Lo kan" teriaknya lalu menangis sejadi jadinya sebagai seorang teman Masya merasa bersalah terhadap intan dia memeluk intan untuk menenangkan nya meski intan terus berontak tapi dia tidak perduli ini semua salah paham dia harus menyelesaikannya
Setelah intan tenang Masya membawanya duduk di kursi panjang
"Tan sebelumnya gue minta maaf kalo gue dah nyakitin lo.tapi gue serius Tan, gue ama Rendy tuh nggak ada hubungan apa-apa,iya emang bener gue jadian sama rendy,tapi asal lo tau aja gue cuma bantuin dia buat bikin Lo cemburu nggak lebih " ucap Masya menjelaskan meski Ucapnya bohong tapi dia harus berkorban agar intan bisa balikan lagi sama Rendy dia nggak mau menjadi egois mau gimana pun dirinya sudah menjadi orang ketiga di antara mereka
"maafin gue Ren" batin Masya sedih karena sekian kalinya dia harus melepaskan Rendy lagi
Intan melihat sekilas Masya lalu mengangguk
__ADS_1
"Gue nggak bohong tan, sebenernya Rendy tuh cemburu liat Lo sama rohman,Lo inget kan saat kita kumpul tadi siang Rendy pergi gitu aja habis liat Lo sama Rohman soal njebak Rendy gue sama sekali nggak ngelakuin itu buat apa" Masya berusaha meyakinkan intan pun berbalik memandang Masya lalu tersenyum
"Jadi maksud lo sebenarnya Rendy masih sayang sama gue, jadi dia mutusin gue karena dia sakit hati liat gue sering sama rohman" ucap intan berbinar masya pun mengangguk
"Ya kurang lebihnya begitu" ucap Masya
"Jadi Rendy jadian sama Lo tuh cuma jadiin pelampiasan biar gue cemburu gitu" ucap intan membuat Masya tertegun
Iya memang Masya merasa kalo Rendy jadian dengannya hanya untuk pelampiasan doang, Rendy tidak mungkin mencintainya karena Masya telah membuktikannya sendiri kalo Rendy sangat khawatir saat intan sakit,tapi mendengar kenyataan kalo dirinya cuma pelampiasan kenapa begitu sakit di hatinya, apakah dirinya hanya pantas untuk di sakiti karena tak pantas bahagia
"Sya" suara intan mengejutkan Masya
"Apa" Masya bingung
"Lo kenapa kok bengong" tanya intan
"Eh itu gue lagi inget-inget apa aja Rendy omongin ke gue" ucap Masya pura-pura bego membuat intan terkekeh
"Kaya Lo amesia aja di inget-inget,lagian gue dah percaya kok sama Lo sya,maafin Gue ya udah salah paham sama Lo, ternyata Lo nggak seperti Sofia omongin" ucap intan membaut Masya terkejut
"Sofia,ngomong apa aja dia ke lu" tanya Masya penasaran
"Nggak banyak si cuma tadi pas Lo pergi sama Rendy,dia bilang Lo maksa Rendy buat jadian sama Lo, Lo juga lakuin dengan cara kotor katanya Lo maksa Rendy lakuin hal yang tak pantas ke lo" ucap intan ragu memegangi ujung hasduknya
"Lo serius Tan dia ngomong gitu" tanya Masya geram instan hanya mengangguk
"Dan lo percaya gue lakuin itu" tanya Masya intan pun menggeleng cepat
"Gue sebenernya nggak percaya sya sebelum gue yang liat sendiri tapi karena ucapan sofia yang meyakinkan gue jadi percaya maafin gue ya sya" ucap intan menggenggam tangan Masya
Masya pun hanya menghela nafas panjang lalu nengangguk
"iya nggak papa gue ngerti kok yang penting Lo dah percaya sama gue" ucap Masya lalu intan pun memeluk Masya dari samping
"iya sya maksih" ucapnya yang di balas elusan tangan oleh Masya
"Eh sya ngomong-ngomong entar Lo mau nyumbang lagu nggak pas acara api unggun" tanya intan masya pun hanya mengangkat bahunya
"Entah lah gue nggak pandai nyanyi" ucap Masya
"Tapi setiap regu di wajibkan tampil tau sya,ya udah deh gue pergi dulu ya mau laitian sekalian solat isya udah azan tuh" ucap intan berdiri
"Lo mau nyanyi" tanya Masya yang langsung di angguki oleh intan
"Iya khusus buat Rendy" ucapnya semangat
"Oke sip semoga sukses" ucap Masya memberi kan semangat ke intan dia pun mengacungkan jempolnya lalu dia pergi meninggalkan Masya
Masya pun bangkit melangkah pergi menyusul intan untuk melaksanakan solat isya
__ADS_1
**Jagan bosen buat nunggu aku up ya gaisπ maafin aku kalo jarang upπ
jangan lupa untuk memberi like dan komen terimakasih ππ**