Diary Masya

Diary Masya
di jebak


__ADS_3

"Upas sengaja gimana dong" ucap Sofia menutup mulutnya terkekeh bersama ke 3 sahabatnya


Masya meliriknya sekilas lalu membersihkan badanya dengan hasduk yang dia kenakan,Rina melihat itu segera membantunya mengelap wajahnya degan tisu saku yang dia bawa


"Astagfirullah,Lo nggak papa sya?"tanya Rina sambil bantu ngelap wajahnya yang basah


"Nggak papa kok " ucapnya sibuk membersihkan bajunya, sedangkan Ani yang kesal mendorong Sofia hingga dia terjungkal ke belakang


"Heh jalang maksud Lo apa hah,lakuin itu ke Masya,udah bosen hidup Lo"bentak Ani sambil menatap Sofia tajam


Sofia pun bangkit mendekati mereka sambil menghibas bajunya yang kena tangan Ani seraya membuang kotoran dari bajunya


"Kenapa nggak terima, denger ya sampai kapanpun gue nggak akan biarin Masya dapetin Hans apalagi dapet perhatian darinya, jangan pernah bermimpi" ucapnya sinis sambil melipat tangan di dada membuat Masya angkat bicara


"Kenapa Lo iri hah, karena Hans bisa perhatian juga sama gue,lagian apa hak Lo larang gue deketin hans,inget Lo itu cuma sekedar sahabat nggak lebih paham" ucap Masya santai, membuat Sofia geram mengambil botolnya membuang isinya lalu menginjaknya membuat Masya berdecih


"Cihh, kampungan" Ucapnya lalu berbalik melangkah pergi


"Wah dia berani kurang ajar sama Lo fi" ucap desi sambil melipat tangannya di dada


"Eh Lo nggak usah ikut campur urusan orang lain ya" ucap Rina sambil menunjuk Desi


tiba-tiba Sofia menarik tangan Masya lalu menamparnya dengan keras sampai membuat Masya meringis karena perih


PLAK


"Itu balasan buat Lo karena udah berani lawan gueh" ucapnya tersenyum sinis membuat Masya kesal


PLAK


Masya menampar Sofia membuatnya tersungkur ke belakang membuat Masya bingung dia hanya membalas sepadan dengan tamparan Sofia tapi kenapa tiba-tiba dia jatuh membuat Masya langsung ingat seseorang.hans


"SOFIA" teriak Hans berlari menghampiri Sofia yang sedang terunduk di tanah sambil menangis


"Njir gue di jebak" ucap Masya kesal dalam hati


Teriakan Hans terdengar sampai membuat sekelilingnya serasa mencekam,di sana hanya ada mereka karena mereka berada di luar perkemahan membuat Masya pasrah akan apa yang di lakukan Hans padanya


"Kamu nggak papa fi" ucap Hans tampak khawatir sambil membantunya berdiri Sofia hanya mengangguk sambil sekali terisak


Hans menatap ke arah Masya penuh amarah


"Apa maksud kamu nampar Sofi hah kesalahan apa yang dia buat sampai kamu tega nampar dia" bentaknya sambil menenangkan Sofia di bahunya membuat Masya muak dengan posisi ini ingin rasanya dia segera pergi dari sana


"Jawab" bentaknya sekali lagi wajahnya memerah menahan emosi yang hampir meledak


"Apa untungnya gue jawab" ucap Masya meski dia ingin membela diri tapi itu mustahil karena Hans tidak akan percaya padanya jadi percuma saja membela diri


"Hans dia nggak salah aku yang salah karena telah menegurnya tadi" ucap Sofia di sela Isak Masya hanya mendengus kesal bisa bisanya cewe di depanya membuat derama lagi

__ADS_1


"Maksud kamu menegur apa" tanya Hans bingung


"Jagan dengerin dia kak,dia berbohong dia yang memulai bukan Masya" ucap Ani membela Masya


"Diam kamu,cepat kalian pergi " bentak Hans menatap teman-teman Masya dan Sofia


"Kita nggak akan pergi,gue yakin cewe sialan ini bakal bikin karangan" ucap Ani berani Rina pun ikut mengangguk tanda setuju


"Ini bukan urusan kalian cepat pergi" bentak Hans membuat mereka takut


"Udah An,Rin,gue nggak papa kok,kalian pergi aja" ucap Masya sambil tersenyum, terpaksa Ani dan Rina pun pergi dari situ bersama teman Sofia


"Sekarang coba jelasin apa maksud kamu fi" ucap Hans melirik Sofia sebentar


Sedangkan Masya yang sedang senderan di pohon Pinus sambil melipat tangannya di dada menatap malas dengan dua orang di depanya


"Tadi aku menegurnya dia membuang air itu lalu menginjak botolnya padahal aku tau itu botol minum yang kamu kasih aku merasa pemberianmu tidak di hargai oleh Masya, Hans" ucapnya sambil menangis senggukkan Hans mendengar itu merasa kecewa dan juga marah bisa bisanya Masya tidak menghargai pemberian nya,sedangkan Masya sendiri tersenyum miring sambil menggelengkan kepala dia tidak habis pikir derama macam apa yang Sofia mainkan kenapa dia memutar balikan fakta


Tiba-tiba Hans mencengkram rahang Masya sambil menatapnya tajam


"Apa benar yang di katakan Sofia hah kamu menolak beberian dari ku,kenapa hah kalo kamu nggak suka tinggal kasih ke orang lain bukannya malah membuangnya" bentak Hans menatap Masya tajam sedangan Masya menahan tangan hans meringis menahan sakit di bagian rahangnya,sedangkan Sofia tersenyum puas melihat Masya di perlakukan kasar oleh hans


"Jawab" bentaknya lagi,membuat Masya menyuntikan senyumnya sebelum menjawab


"Gue harus jawab apa hah,emang kalo gue jelasin Lo bakal percaya.nggak kan, dah lah males gue" ucap masya sambil melangkah pergi,membuat Hans murka


"Gue belum Selesai bicara" bentaknya memekik telinga membuat Masya berhenti


"Kamu" ucap Hans geram menyeret paksa Masya pergi dari sana sedangkan sofia menghapus air matanya tersenyum penuh kemenangan


"Ini belum seberapa sya liat aja gue akan bikin lebih parah dari ini" ucapnya melangkah pergi meninggalkan tempat itu


Sedangkan di sisi lain Ani dan Rina berlari menghampiri Rendy yang sedang membantu lainya menyusun tiker untuk mereka tidur


"Rendy.....rendy...." teriak mereka berdua menghmpiri Rendy


"Apa" ucapnya cuek tanpa melihat mereka


"Masya rend dia" ucap Rina bingung harus menjelaskan bagaimana,Rendy mendengar nama Masya segera keluar dari tenda menghmpiri Ani dan Rina


"Ada apa dengan Masya" ucapnya khawatir


" Tadi di pinggir hutan Sofia bikin masalah ke Masya dan saat hans Dateng dia malah memutar balikan fakta sekarang Masya nggak tau di bawa kemana oleh hans kita takut Hans bakal nyakitin Masya Lo tau kan singa itu kalo marah bagaimana" ucap Ani menjelaskan karena mereka tadi mereka belum benar-benar pergi


Tanpa pikir panjang Rendy menyusul masa untuk mencarinya dia tidak perduli orang lain menatapnya bingung karena Rendy berlari tanpa mengenakan sepatunya dia juga sekali-kali memanggil Masya


"Sialan kemana Hans membawa Masya awas aja kalo sampai dia macam-macam" ucapnya kesal sambil menyusuri pinggiran hutan sampai dia mendengar suara orang mengais di balik pohon besar di pinggir tebing yang sedikit miring,Rendy pun mendekatinya dia terkejut melihat Masya meringkuk sambil memegangi kakinya keadaannya memperhatikan seragam Pramuka nya kotor rambutnya acak acakan Rendy melihat keadaan Masya merasa iba dia mendekati masya lututnya lemas tak bertenaga dia hanya menarik Masya dalam pelukannya


Masya menurut saja sambil terisak dan ini adalah pertama kali dia menangis di depan orang lain

__ADS_1


"Maafin gue sya... gue nggak bisa jagain Lo maafin gue..." ucap Rendy pelan menahan sesak di dadanya melihat orang yang dia cintai di perlakukan tidak adil oleh orang lain


"Gue nggak papa kok rend gue hanya ke seleo tadi karena jalan nggak ati-ati sakit banget" ucap Masya pelan sambil meringis menahan sakit di bagian kaki


"Lo ke Selo,tadi katanya Lo" Rendy bingung


"Coba sini gue liat" ucapnya melepaskan pelukannya dia membuka sepatu Masya melihat kaki masya yang sedikit merah dan bengkak


"Apa Hans lakuin sesuatu sama Lo apa dia kurangajar tadi" ucap Rendy was was membuat Masya bingung


"Maksud Lo apa si gue nggak ngerti" ucap Masya Membuat Rendy menjelaskan sampai selesai


"Ya emang tadinya si gitu dia mau nyiksa gue tapi gue kabur pas di lengah dan saat gue lari gue kepleset jadi guling-guling sampe sini" ucap Masya menjelaskan sambil menahan sakit saat Rendy memijit pergelangan kakinya


"Emang Lo kepeleset di mana" ucanya penasaran


"Noh di belakang" ucapnya menujukan tepat tadi dia saat terjatuh


"Gila itukan tinggi banget Lo beneran jatuh dari sana" ucap Rendy tak percaya setelah melihat tebing yang Masya maksud


"Iya lah Lo nggak liat baju gue kotor gini " ucapnya kesal


"Untung Lo masih selamat sya,gue nggak mau jadi duda muda" ucapnya membuat Masya nggeplak lengah Rendy


"Enak aja kalo ngomong, emang Lo pikir gue kepengin banget mati muda apa" ucap Masya kesal


"Eh becanda elah baperan amat si" ucanya sambil terus memijit


"Awwwh...pelan pelan dong sakit tau" ucap Masya cemberut


"Iya iya ini juga pelan" ucanya setelah agak mendingan Rendy ngajak masya pulang


"ya udah kita balik ke tenda aja yuk, entar di obatin di sana,biar kamu bisa istirahat juga" Rendy bangkit sambil membantu Masya berdiri


"Lo bisa jalan nggak" tanyanya melihat Masya cengar-cengir menahan sakit


"nggak tau sakit banget" ucapnya nyengir


"ya udah sini gue Gendong biar cepet" ucapnya jongkok di depan masya


"gila dosanya banyak pasti ni anak berat banget" ucap Rendy membuat Masya mendengus kesal


"kaya lu nggak punya dosa aja ngatain gue" ucap Masya


"hehe maap" ucapnya nyengir


"kalo berat Jagan di banting ya rend masih pada pegel ni badan gue,masa mau Lo tambahin" ucap Masya di gendongan rendy,membuat Rendy terkekeh geli


"banting si kagak paling gue lempar ke jurang,biar nggak nyusahin" ucapnya membuat Masya langsung nggeplak

__ADS_1


"sialan lo" Masya menggerutu


"makanya diem ya,berat nih" ucapnya lalu mereka pergi meninggalkan tempat itu


__ADS_2