
Mendengar hans marah-marah sofia datang ke tenda membuat ismail dan soleh kaget dan juga bingung
"Di mana hans?" Tanyanya sambil melangkah hendak masuk membuat mereka berdua langsung sigap mencegahnya
"Ets...lo nggak bisa masuk hans lagi nggak mau di ganggu lebih baik lo pergi aja" ucap ismail sambil menarik sofia untuk menjauh dari tenda
"Eh apa apaan si, pokoknya gue masuk gue takut hans kenapa napa nggak mungkin juga dia nolak gue awas minggir" sofia melangkah maju
"Nggak bisa fi hans udah bilang dia nggak mau di ganggu sama siapa-siapa jadi tolong pergi lah nanti juga kalo dia dah baikan dia pasti datengin lo" ucap soleh lagi membuat sofia berfikir kalo mereka sedang menyembunyikan sesuatu dia pikir semarah-marahnya hans nggak mungkin hans nolak dia
"Gue nggak percaya kalian pasti bohong kan" ucapnya menyelidik
"Dih di bilangin nggak percaya" ucap ismail
"Hans....! hans...! kamu lagi apa si masa aku nggak boleh masuk" teriak sofia membuat keduanya membukam mulutnya
"Berisik banget si lo nggak liat apa anak anak lagi pada istirahat" ucap soleh kesal
"Bodo amat,hans....!hans...!ini aku sofia kamu di dalem kan" tariaknya lagi membuat keduanya sangat kesal
Hans mendengar teriakan sofia segera mengenakan baju dan celananya lalu keluar menemuinya
"Ada apa si ribut ribut" ucap hans kesal sofia langsung menghambur kepelukan hans lalu menangis
"Mereka larang aku temu kamu hans,padahal aku cuma khawatir sama kamu aku liat temen temen kamu pada pindah tidur ketempat lain aku takut kamu kenapa napa" ucapnya sambil terisak membuat ismail dan juna mual di buatnya
"Bisa bisanya ada cewe kaya sofia derama banget" bisik ismail ke soleh
"Dia emang ratunya derama" bisik soleh lagi
"Aku nggak papa kok,ya udah aku anter ke tenda ya" ucapnya sofia pun mengangguk sebelum pergi sofia menjulurkan lidah mengejek mereka berdua membuat ismail kesal lalu masuk kedalam
"Le gue pergi dulu sebentar" ucap hans soleh pun hanya mengangguk saja
__ADS_1
Lalu dia masuk ke dalam
Berapa saat sofyan dateng sambil membawa bubgkusan di tanganya
Lalu meletakanya di sebelah bed masya
"Eh le mau kemana si hans sama si sofia tadi" tanya sofyan yang sempet berpapasan dengannya
"Mau ke tenda mau nina bobo bareng" jawab ismail asal
"Ada ada aja,awas lo entar orangnya denger baru tau rasa lo" ucap sofyan sambil membuka bungkusan itu
"Emang kenapa kalo orangnya denger toh ucapan gue bener kan,coba kalian pikir apa yang di lakukan hans itu bener ninggalin masya yang lagi sakit di sini malah pergi sama si sofi bener nggak tuh" ucap ismail sambil rebahan membuat keduanya mengangguk
"Iya juga si,tapi itu juga kan buat ngindarin biar sofia nggak curiga" ucap soleh
"Lagian gue heran sama si hans ngapain coba di tutup tutupin hububganya sama masya toh suatu saat nanti bakal kebongkar juga kan lagian nih ya sofia kan orangnya infomen banget nggak mungkin dia nggak tau hubungan hans sama masya kan" ucap sofyan
"Bener juga si kata lo soalnya selama ini dia yang paling ambisius mustahil kalo sofia nggak tau tentang ini" ucap soleh lagi
"Eh terus ni bubur sama obatnya gimana" tanya sofyan bingung
"Kita tungguin hans paling benter lagi juga dia dateng" ucap soleh dia pun ikut berbaring di sebelah ismail
"Nggak usah di tungguin,nggak mungkin dia dateng secepat itu tinggal di bangunin si masya suruh minum obat" ucap ismail dengan mata terpejam
"Jangan asal ngomong lo,bagimana pun masya istri hans nggak mungkin hans setega itu sama masya " ucap soleh
"Terserah kalo nggak percaya,paling juga sebelum hans dateng masya dah bangun kita liat ajah nanti" ucap ismail lagi
"Ya udah kita tunggu sebentar lagi kalo nggak dateng kita kasih obatnya" ucap sofyan
"Eh mail lo jagan tudur dong masa iya lo tega sama kita kesal ya kesal tapi kita jagan ikut di bawa bawa" ucap soleh sambil mengoyang kan bahu ismail
__ADS_1
"Nggak gue nggak tidur cuma merem sebentar" ucap ismail
"Itu sama aja kampret,udah kalian bangun gantian ngompres masya sini" ucap sofyan yang sedang mengompres masya
Dengan terpaksa keduanya pun bangun lalu ismail yang gantian mengompres masya
Sedangkan sofyan mengganti pakaian karena saat dateng nggak sempet ganti baju
Masya perlahan membuka matanya melihat bingung 3 pemuda yang tanpak khawatir melihatnya
"Gue di mana? Gue kenapa,kenapa ada kalian di sini" Tanya masya sambil melihat sekelilingnya kepalanya masih pusing tapi dia tetap berusaha bangun
"Alhmadulialah kamu dah bangun sya kamu ada di tenda kita tadi lo demam" ucap sofyan menjelaskan
"Berarti gue salah masuk tenda tadi,Maaf ya kak jadi ngerepotin kalian,sebaiknya gue cepet keluar dari sini pasti kalian mau istirahat" ucapnya lalu bangkit tapi di halangi oleh mereka
"Nggak usah,nggak papa kok,lo masih demam sebaiknya lo istirahat ajah di sini kita nggak apa kok" ucap ismail meyakinkan
"Iya bener kata ismail sebaiknya kamu istirahat dulu di sini lagian hans pasti juga akan marah kalo liat kamu nggak ada di sini" ucap soleh membuat masya terkekeh dalam hati
"Nggak mungkin kak dia peduli ama gue kalo dia peduli dia pasti ada di sini" ucap masya membuat ketiganya bungkam
"dia tadi pergi keluar sebentar,bentar lagi juga dia dateng" ucap soleh meyakinkan masya hanya tersenyum menggeleng pelan
"Udah tenang aja dia nggak akan marah kok lagian gue dah baikan ini minum obat bentar juga dah sembuh" ucap masya meyakinkan
"Ya udah kalo kamu tetep kekeh tapi sebelum pergi minum obatnya dulu" ucap sofyan mengabil mangkok berisi bubur hangat lalu menyuapi masya
"Iya kak makasih gue bisa sendiri kok" tolaknya halus
"Nggak papah nih" sofyan mengulurkan sendok berisi bubur
"Makasih ya kak udah ngerepotin kalian semua gue beruntung bisa mengenal kalian" ucapnya matanya berkaca kaca tapi dia berusaha untuk tetap tersnyum
__ADS_1
"Iya santai aja kali sya," ucap ismail tersenyum ke masya
Setelah selesai masya pergi dari tenda tidur di pos darurat sedangkan hans saat ini merasa gelisah memikirkan keadaan masya tapi dirinya tudak bisa pergi sofia terus menempel padanya menyuruh hans untuk selalu di sebelahnya sebelum tidur