Diary Masya

Diary Masya
bolos sekolah


__ADS_3

sampai di kelas Masya langsung mengabil tasnya hendak pergi,tiba-tiba di halangi oleh teman temanya.


"eh sya mau kemana" tanya Rina


"pulang" ucapnya males


"maksud loh mau bolos gitu,ini kan masih pagi" tanya Yuli heran


"Lo juga belum sehari sekolah di sini"


"entah lah gue lagi males belajar"


"ya udah gue ikut Lo sya,gue juga lagi males sekolah" ucap Ani


"emang Lo pernah semangat sekolah an" ucap Yuli yang membuat Ani nyengir kuda


"kagak"


"dih goblok emang" ucap Yuli kesal


"busret pedes banget ngomongnya"


"tau ah"


"lah nanti kalo kalin ketauan gimana ketos pasti udah pasang pengamanan jam segini" ucap yuli


"iya nanti kalo kalian ketauan,di sekors gimana" ucap rina


"ya tinggal di jalanin" ucap masya


"lah terus kalo di keluarin di sekolah" ucap rina


"ya tinggal pindah sekolah, bereskan"


"maksudnya,Lo mau ninggalin kita lagi gitu" ucap Yuli


"ya kalian tinggal ikut pindah gueh" ucap masya


"kenapa kalian nggak ikut kita ajah" ucap Ani mengabil tasnya


"Lo kepengen,si Rina besok tinggal namanya doang" ucap Yuli


"Lo nyumpahin gue mati ya Yul" ucap Rina kesal


"kagak,emang kenyataanya gitu kan"


"iya juga ya"


"emang kenapa sama ayahnya Rina"


"ya elah masih nanya,Lo kan tau ayahnya Rina kaya gimana sama persis kaya papih lu sya" Masya pun mangut mangut


"ya udah deh,cus sya otw"


"nah ini baru temen gue" ucap Masya merangkul Ani


"Yoi"


"ya udah serah kalian ajah lah"


"nah gitu dong,sekarang bantuin kita keluar sebelum ada ya liat"


"ehbuset,kalin yang mau bolos kita yang repot si"


"gue belum tau jalan arternatifnya"


"lu kira baswe"


"si Ani tau jalanya,orang dia biasa bolos kaya loh"


"udah kalian ikut kita ajah dulu" ucap Ani yang paham maksud masya,mereka pun keluar kelas mereka tidak tau kalo ada yang mengikuti mereka dari belakang.

__ADS_1


"gue dulu apa Lo dulu yang naik sya" ucap Ani setelah mereka sampai di depan pohon rambutan di belakang sekolah,lebih tepatnya di belakang kelas hans


"lo duluan ajah,ni tas gue"ucap Masya melempar tas


"oke,Rin,Li Lo jaga jaga jaga ya" ucap Ani yang di acungi jempol oleh mereka


"Rin lu lihat kelas hans" ucap Masya,Rina pun melangkah melihat lewat jendela ternyata kosong dia pun mengunakan bahasa isyarat,Masya yang melihatnya mengacungkan jempol


"giliran Lo li,jaga di depan" Yuli pun mengangguk,


"ya udah yu sya naik" ucap ani,mereka pun naik pohon bersama.


"sialan semutnya banyak banget" gumam Ani,di gerayah semut


"gimana ngga banyak semutnya ni liat,ada buahnya harusnya udah di panen nih rambutan" ucap Masya,sambil memakan rambutannya dan memberikannya pada Ani.


"gila Lo pada,orang lagi genting malah pada enak-enakan makan" ucap Rina kesal


"tau si Masya" ucap Ani sambil ngunyah


"lu juga sama ajah" ucap Rina


"Lo mau nggak entar gue petikin" ucap Masya yang udah kaya tupai makanya


"kagak"


"gila lu sya makanya,kaya ngga pernah makan buah aja " ucap Ani


"manis,lagian mungpung gratis juga" ucap masya sambil ngunyah


"bukan geratis namanya tapi nyolong"


"kata siapa,gue isin kok"


"sama siapa"


"punten bah putune numpang mangan"


"permisi Mbah cucunya numpang makan"ucap Masya sambil ngelus batang pohon


"bisa"


"eh udah sana pada lompat,malah pada becanda lagi" ucap Rina kesal


"iya bentar,Lo nggak liat banyak banget semutnya"ucap Ani,


"kena karma kali " ucap Masya tanpa dosa


"sue lu,gini gini juga karena lu"ani pun melepar tasnya dan melompat kebawah


"hap"Ani melipat kaya katak


prettt


"ih lu Ketut ya an"


"hehe sorry babalas,habisnya mules banget" ucap Ani nyengir


"dasar lu,untung gue masih di sini" ucap Masya


"sya cepet lompat ada orang" Yuli panik mengunakan bahasa isarat,karena melihat ada yang menuju tempat mereka.


"thank you ya beb"ucap Masya,mereka pun mengaguk,Masya pun segera melompat.


"hap,berhasil" ucap Masya


"pendaratan yang sempurna" ucap Ani yang melihat Masya mendarat layaknya seperti penari balet.


"gue gitu Lo,kuy" ucap Masya, mereka pun meninggalkan sekolah,


Di sisi lain..

__ADS_1


Sovia yang lagi marahi sama Hans karena ulahnya tadi.


"harusnya kamu jangan kaya gitu tadi Vi,itu sama saja hina dia" ucap Hans datar, sebenarnya dia juga merasa bersalah,karena baru kali ini,dia ngomong kasar sama cewe


"Hans maafin gue,tadi tuh bukan salah gwe,lu liat kan tadi dia nampar gue" ucapnya menangis,Han pun tak tega


"ya gue maafin,lain kali jangan gitu lagi" ucapnya datar seketika terpancar wajah kebahagiaan Sovia


"lu kan paling ngga bisa liat gue sedih Hans" batin Sovia senang


"eh nggak ada angin nggak ada barat pohon rambutan bisa goyang gitu ya" ucap salah satu siswa yang melihat,


"mungkin terkena rayuan pulau kelapa kali" celetuk salah satunya,hans yang mendengar nya pun seketika melihat arah pohon di sebut,dia pun berjalan meninggalkan Sovia


"Lo mau ke mana Hans" ucap Sovia manja


"aku kebelakang sebentar" ucapnya datar tanpa melihat sovia yang di ikuti kedua temanya.


Rina yang hendak pergi bersama Yuli di buat kaget, tikarena Hans dan teman temanya sudah ada di depan mereka.


"ya Allah lindungi kami" batin Yuli


"ya Allah datangkan lah penyelamat kami,dari amukan singa" batin rina


"sedang apa kalian di sini" ucap Hans dingin menatap mereka,seketika membuat mereka gemeteran,terlebih karena Hans menatap seperti hendak menerkam


"anu ka itu kita lagi nyari anting" ucap Yuli asal,Hans pun menatap Yuli dan Rina dia pun menatap sekeliling menyelidik.


"benar kah" ucap Han dingin melebihi dinginnya kutub utara,mereka pun mengangguk


"iya ka bener,aduh di mana ya tadi,perasaan jatoh di sini tadi" ucap Yuli mencari berusaha menutupi ketakutannya


"iya di mana ya"ucap Rina sambil ikut nyari sambil berusaha menutupi kegugupannya,


"tapi wajah kalian seperti menyembunyikan sesuatau" ucapnya menyelidik,membuat mereka langsung pucat


"eh Rina,Yuli pada ngapain Lo di situ, balik sebentar lagi masuk" teriak Rendi yang sedari tadi mengawasi mereka dari kejauhan,seketika membuat mereka melihat bernafas lega


"untung ada rendi" batin Yuli


"makasih Rendi Lo malaikat penyelamat kita" batin Rina


"ayo rin kita pergi" ucap Yuli, Rina pun mengangguk


"permisi ka" ucap rina,pergi bersama Yuli dan Rendi ke kelas,Hans pun hanya memasang wajah datarnya


"makasih ya ren " ucap Rina


"iya sama-sama, bilangin ke Masya lain kali kalo mau bolos pake perhitungan" ucap Rendi seketika membuat Yuli dan Rina kaget


"hah tau dari mana kalo masya bolos" ucap Yuli heran


"gue ngikutin kalin tadi" ucap Rendi mereka pun cuma mengangguk


setelah kebergian mereka Hans yang tidak mudah percaya sama seseorang pun segera melihat sekeliling,sampai ia mendekati pohon rambutan dan melihat banyak kulit rambutan di sana.


"besok bilang sama mang ucup suruh tebang pohon ini" ucap Hans datar,temanya pun nyerengit heran.


"kenapa,bukanya bagus ya buat oksegen di sekolah kita" ucap ismail


"iya bener,tuh pohonya buah,kasian kalo di tebang" ucap Soleh melihat ke atas


"eh tapi kok ada kulit rambutan ya di sini" ucap soleh


"masih baru lagi kulitnya kaya habis di petik" ucapnya setelah memungutnya


"paling juga codot yang makan" ucap ismail


"iya kali codot bisa ngupas kulitnya paling juga monyet kalo ngga..." ucap soleh memandang hans,Hans hanya memasang wajah datar,dia pun melakah meninggalkan teman-temanya


"eh Hans tungguin kita" ucap Soleh mereka pun mengejar Hans

__ADS_1


"tadi maksud Lo ngga apah" tanya Ismail yang kurang paham


"kita liat ajah besok" ucap Soleh,mereka pun kembali menuju kelasnya .


__ADS_2