Diary Masya

Diary Masya
sekolah


__ADS_3

sampai sekolah Masya langsung memarkirkan motornya di sebelah warungnya Mbah Tori agar gampang jiga iya bolos.


dia pun melangkah pergi Sabil membawa helmnya di tangan,sampai gerbang dia melihat mang Ucup satpam sekolah sedang duduk sambil makan buah rambutan yang masih segar,Masya pun menghapirinya


"asalamualaikum, mang Ucup" ucap Masya sambil meletakan helem di pos,karena di sana tempat penitipannya


"waalaiikum'salam, tumben neng Lisa nggak telat " ucap mang Ucup sambil makan rambutan dia memang memangil Masya dengan sebutan lisa kadang juga mangil Masya lilis


"lagi insaf mang" ucap Masya sambil mengabil rambutan dan mengupasnya dan membuang ke sembarang arah


"eh bisa insaf juga ternyata" ucap mang Ucup sambil membuang kulit rambutan ke plastik,Masya pun hanya nyengir kuda


"eh dapet dari mana mang rambutanya manis bener" ucap Masya basa basi sambil makan rambutannya padahal dia tau kalo rambutannya dapet dari halaman belakang


"noh dari halaman belakang sekolah, tadinya si suruh di tebang sama ketos,tapi ngga jadi soalnya lagi berbuah, sayang kalo di tebang,ibarat cinta yang sedang berbunga dan harum yang sedang me wangi harus gugur ke bumi,kan kasian" ucapnya bersair sambil makan rambutan,yang membuat Masya terkekeh


"eh ngomong-ngomong gimana sama mba Jum,mamang udah di nikahin belum" ledek Masya,yang tau tentang hubungannya mang Ucup sama mba juminten anaknya juragan kambing di kampung sebelah.


"alhamdulilah Lis, insyaallah bulan depan,sekarang tinggal nyari maharnya doang yang belum dapet" ucap pria umur 28 itu sambil tersenyum malu


"cie cie yang bentar lagi melepas masa jomblonya,eh mang ngomong-ngomong, mba Jum minta apa mang" tanya Masya penasaran


"minta di Adain dangdutan Lis,sehari semalem" ucap mang Ucup,membuat Masya tersenyaum


"insyaallah mang, lisa nyumbang buat dangdutannya deh, ya kalo Lisa dapet Rizki lebih" ucap Masya,seketika wajah mang Ucup berubah Sumirah eh sumringah


"beneran ini neng Lisa mau nyumbang" ucapnya semangat


"iya mang insyaallah doain ajah,biar lisa sehat biar bisa nyumbang mang Ucup" ucap Masya lagi


"amin amin neng,mamang doain supaya sehat terus dan rejekinya lancar" ucap ucup semangat


"amin,ya udah mang Lisa masuk ke kelas dulu ya " ucap Masya melangkah meninggalkan mang Ucup,dia pun mengaguk


"alhamdulilah ya Allah memang benar kata pak usatad kalo udah rejeki pasti Dateng sendiri" ucap mang Ucup masuk kedalam pos penjagaan


Masya berjalan menyusuri koridor sekolah sampai bertemu teman teman cowonya


"sya main bola yuk, mumpung belum masuk" ucap Rohman sambil melempar bola ke arah Masya


"ya hayuh" ucap Masya menangkap bolanya mengikuti Rohman dari belakang


"eh san pegangin tas gue ya" ucap Masya melempar tasnya ke arah insan yang lagi nonton sambil makan popkron


"ih Masya yebelin banget si,ngga liat apa Isan lagi makan,udah gitu tasnya berat banget lagi" ucap Isan kesal sambil meletakan tas Masya di pangkuannya


Masya pun ikut main bola bersama teman temanya di lapangan,


di sisi lain

__ADS_1


Hans yang sedang berpatroli iya berhenti saat pandanganya tertuju pada kulit rambutan berserakan di depan gerbang,dia pun menghampiri mang Ucup yang lagi berhayal


"ekhm,mang Ucup" ucapnya dingin,seketika mang Ucup kaget dan segera menghapirinya


"iya Aden memanggil saya" ucap mang Ucup,dia memanggil aden,karena mang Ucup pernah menjadi bembantu di keluarga hans


"mang Ucup tau, siapa yang membuang samapah sembarangan di sini"ucap Hans datar sambil menunjuk,mang Ucup pun melihat sekeliling iya kaget banyak biji dan kulit rambutan berserakan di depan gerbang


"pasti ini neng Lilis tadi yang buang sembarangan,matilah aku,gimana ini kalo aku bilang neng Lilis yang buang kasian dia harus bayar denda,tapi kalo aku yang buah lebih kasian lagi entar" batin mang Ucup


"siapa mang" tanyanya lagi


"em itu anu den" ucap mang Ucup bingung antara jujur dan tidak


"jawab saja mang,nggak usah bingung gitu" ucap Hans datar


"i-itu den neng Lisa yang buang,soalnya dia tadi ikut makan rambutan sama mamang" ucapnya gugup,yang membuat Hans menyarengit


"apa mang Ucup tau,dia dari kelas berapa" ucap Hans lagi


"kalo di lihat dari penampilannya si kayanya dari kelas 11c den" ucap mang Ucup sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal


Hana pun melangkah pergi meninggalkan mang Ucup,mang Ucup pun akhirnya bernafas lega


"hah syukurlah,uang kawinku aman,semoga saja neng Lilis ngga kena masalah" gumamnya


sambil membersihkan kulit rambutannya


"duh gantengya" ucap roro


"cowo gue itu" ucap Okta


"calon imam gue kali" ucap ika


"ada singa" bisik ani


"iya mau apa dia" bisik Yuli


"jangan-jangan mau nangkap kita an" bisik Rina yang udah ketakutan duluan


Hans pun memandangi satu persatu cewe yang ada di situ,


"apa di kelas ini ada yang namanya Lisa" tanya hans memandangi mereka,sampai iya terhenti kepada Ani, Rina dan yuli


"nggak ada yang namanya lisa di kelas ini ka" ucap roro


"iya ada si namanya lisyana tapi pangilannya Masya bukan Lisa,iya kan An" ucap intan sambil Mandang Ani,


"em" ucap Ani males,Hans pun mengernyit

__ADS_1


"apa kamu temanya" ucap Hans datar


"iya mereka bertiga temanya ka" ucap Roro,yang membuat Ani,Rina Yuli kesal


"baiklah kalian ikut gue " ucap Hans melangkah pergi,terpaksa mereka mengikutinya di belakang


sampai di ruangan OSIS,Ani,Rina dan Yuli langsung di interogasi oleh Hans


"baiklah,cepat katakan siapa lisyana Lisa Masya itu" ucap Hans datar


"namanya Fatma lisyana putri ka bisa di panggil Masya yang di ambil dari kata Fatma dan lisyana"ucap Ani santai,


"apa kamu sama dia yang bolos kemarin" tanya Hans datar


"em iya ka" ucap Ani


"apa kalian berempat yang makan rambutan dan membuang kulitnya sembarangan" tanya Hans dingin,seketika membuat Rina panas dingin


"sebenernya aku sama Masya yang makan rambutan ya ka,dan mereka berdua nggak ikutan" ucap Ani menunduk


"nggak ka kami juga ikut ya kan Yul" tanya Rina Yuli pun mengaguk, karena dia juga nggak tega kalo temanya harus di hukum


"nggak ka, aku sama Masya yang makan" ucap Ani


"bohong ka kami semua yang salah" ucap Yuli


"mereka bohong ka,aku sama Masya yang salah" ucap Ani


"Lo kan cuma bolos an,Lo juga makan sedikit di kasih masya,yang makan banyak si Masya" ucap Rina menutup mulutnya karena keceplosan,Ani dan Yuli pun melototi Rina kesal,


"maaf" gumam Rina,Ani dan Yuli mendengus kesal yang membuat Hans tersenyaum


"em gue paham sekarang,ya udah sekarang kalian balik ke kelas,dan kamu Ani gue maafin untuk sekarang ini" ucap hans datar,yang membuat mereka kaget tapi juga lega akhirnya bisa keluar dari kandang singa,mereka pun kembali ke kelas


"Lo gimana si Rin,bukanya kelarin masalah malah bikin masalah" ucap Ani sampai di dalam kelas


"ya maaf,tadi gue keceplosan,abisnya gue takut banget" ucap Rina merasa bersalah


"gue kan udah pernah bilang,kalo kiranya ngga bisa jaga mulut,sebaiknya diem aja" ucap Yuli sewot sambil duduk di sebelah ani


"iya gue minta maaf gue salah,terus gimana dong,orang udah kejadian" ucap Rina khawatir


"iya udah gimana lagi,lagian kemana si,si Masya kenapa belum Dateng juga" ucap yuli kesal


"semoga ajah dia nggak sekolah,biar nggak kena amukan singa" ucap Ani sembil duduk di bangkunya


"amin,semoga saja" ucap Rina dan Yuli bareng


gimana nasibnya Masya setelah ini...

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya... terimakasih..


__ADS_2