Diary Masya

Diary Masya
Depkoletor


__ADS_3

Sampai kelasnya Masya langsung di sambut oleh teman-temannya


"Hay sya kita di sini" teriak Rina melambaikan tangan nya


"Iya nggak usah teriak gue liat ko" Ucap Masya menghampi mereka meletakan tasnya di meja


"Hehe" Rina nyengir


"Lo kenapa si sya tumben tumbennya tuh muka kusut kaya cucian belum di setrika"tanya Ani heran


Masya pun melihat sekeliling memastikan nggak ada orang lain di kelas selain mereka


"Lo kenapa si" tanya Yuli penasaran


"Em Kalian percaya nggak kalo gue di jodohin" tanya Masya membuat mereka kaget langsung ketawa


"Ketawa terus gue doain nggak bisa mingkem tu mulut" ucap Masya mendengus kesal langsung membuat mereka menutup mulutnya


"Hehe maaf habisnya lucu juga si Lo lawaknya berasa di dunianya Siti Nurbaya" ucap Ani terkekeh


"Gue serius ini buktinya" ucap Masya menujukan cincin yang di lingkarkan di kalungnya


"Lo serius sya,ini beneran cincin lamaran" ucap Ani melihat cincin Masya


"Ya lah masa bohongan emang gue pernah bohong sama kalian" ucap Masya


"Iya si gue percaya Lo kan nggak bisa bohong" ucap rina,yang paham betul kalo Masya nggak bisa bohong dia selalu terbuka tentang hal hal sepele sekalipun


"Lo tunangan sama siapa" ucap Yuli mulai kepo


"Tadi katanya nggak percaya" ucap Masya


"Hehe gue percaya ko, lagian wajar ajah si kalo Lo di jodohin sya" ucap Yuli terkekeh


"Ko bisa Yul" ucap Rina penasaran degan ucapan yuli


"Ya jelas ini karena orang tua masya mikir Masya itu nggak suka sama laki laki makanya si masya di jodohin takutnya ada kelainan" ucap Yuli cekikikan membuat Masya kesal


Plakk


Rina mengelak kepala yuli


"songong lu kalo ngomong " ucap rina ngeplak kepala Yuli pake buku di tangannya


"Awhh, becanda kali baperan amat si" ucapnya memegangi kepalanya


"Makanya kalo punya mulut di jaga" ucap rina


"Iya maaf" ucap yuli


"Eh tapi Gue percaya si sama Lo Yul" ucap ani setuju dengan ucapan Yuli


"Loh kok Lo bisa percaya sama omongannya" ucap rina heran


"Jelas lah lihat ajah penampilan Masya kaya cewe jadi-jadian" ucap Ani yang langsung di sambut ketawa oleh Yuli dan rina


"Nah betul" ucap Yuli di sela tawanya


"Iya bener-bener kenapa gue baru sadar ya" ucap rina terkekeh


"Gue sumpain Lo pada bakal nyusul kek gue, khusus nya Lo yul gue doain dapetnya om om" ucap Masya kesal


"Ye elah becanda kali sya,lagian kalo gue si kaya nya nggak mungkin soalnya Lo tau sendiri gue kek gimana,tanpa harus di jodohin gue minta di jodohin duluan hahaha" ucap Yuli yang membuat Ani dan Rina ketawa


"Amin" ucap Masya mendengus sebal


"Maapin ya sya becanda jangan ngambek gitu" ucap Yuli sambil ngelus tangan Masya


"Em" ucap Masya singkat


Dari arah pintu ada yang memangil Masya


"Masya Lo udah dateng" ucap Aisyah menghampiri Masya


"Iya ada apa" tanya Masya


"Gue mau laporan nih, si Rohman sama Juna nggak mau bayar kas udah 2 kali" ucap Aisyah


"Kemana mereka" tanya Masya


"Bentar lagi mereka dateng" ucap Aisyah

__ADS_1


Beberapa sat kemudian orang yang di tunggu Dateng


"Nah itu mereka " teriak Ani menunjuk Rohman dan Juna menuju kelas


"Bahagianye bisa ketawa macam tu" ucap Masya menatap Rohman dan Juna yang lagi ketawa, entah apa yang membuat mereka ketawa


Rohman dan Juna yang baru sampai kelas merasa heran melihat cewe-cewe menatap mereka


"Mereka kenapa ya Jun gue jadi merinding" bisik Rohman ke juna


"Em nggak tau,eh apa Jagan-jangan pelet Semar mesem Lo berasil man" ucap Juna asal membuat Rohman langsung senang


"Serius lo" ucapnya bahagia Juna pun mengagguk


"Hay" ucap Rohman tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi-giginya


"Halo juga Rohman" ucap ke 5 cewe itu bersaman sambil tersenyum terpaksa


"Bener kan ucapan gue,pelet Lo berhasil" ucap Juna menepuk bahu Rohman senang


"Gue gitu Lo" ucap Rohman bangsa,dia tidak menyadari ada 5 beruang betina yang siap memangsanya


"Ada apa liatin Gue begitu,mau minta no hp kah" tanya Rohman pedenya


"Tentu bukan nomer HP Lo doang tapi juga nomer rekening Lo juga" ucap Masya


"Benarkah akan aku berikan tapi satu persatu ya jangan rebutan" ucapnya santai,membuat yang denger mual


Mereka pun mendekat ke arah Rohman dan Juna kecuali Masya uang duduk santai di kursi


"Eh Jagan semua dong santai ajah " ucap rohman bingung


"Nggak usah basa basi kalian mau bayar kas ngga" ucap Ani membuat Rohman dan Juna saling pandang


"Mampus gue kenapa gue baru sadar sekarang" batin rohman


"Ya ampun berasa di tagih depkoletor gua" batin juna menelan selvinya


"Hehe santai dong kita bisa bicara baik baik kan" ucap Rohman menutupi ketakutannya


"Iya kita juga baru Dateng masa udah mau nagih ajah" ucap Juna lagi


Rohman dan Juna saling pandang Rohman mengedipkan mata ke Juna ,Juna yang paham itu langsung mengagguk


Tampa ke empat cewe itu sadari Rohman dan Juna langsung lari keluar kelas,membuat mereka kaget


"Eh mereka kabur" ucap Rina


"Kejar" ucap Yuli,mereka pun mengangguk mengejar Rohman dan Juna


Tak terkecuali Masya yang duduk santai sambil memainkan pulpen nya


Rohman dan Juna


"Kita lari kemana nih man" tanya Juna berhenti sambil mengatur napasnya


"Lo si pake bego segala udah jelas mereka mau nagih eh malah sempet sempet nya nglawak lu" ucap Rohman sambil ngatur napas


"Ya mana gue tau,jadi gini kali ya di kejar depkoletor berasa nyawa di ujung rumah janda" ucap Juna asal


"songong lu orang lagi genting malah nglawak " ucap Rohman menyoyor kepala juna


"Eh Jagan lari Lo" ucap Ani mengejar mereka


"Kaburrrrrrr" ucap mereka bareng


"Gais kita berpencar" ucap Ani yang di angguki oleh yang lain nya


"Hehe cape juga ya berasa jadi artis di kejar pens gue" ucap Rohman membuat Juna geli


"Kayanya mereka udah nggak ngejar kita deh" ucap Juna sambil duduk di bangku taman


"Bagus lah kalo gitu istirahat dulu cape" ucap rohman


Tanpa mereka sadari sudah berdiri ke 4 cewe itu di belakangnya


Dorrrrrrr


"Buaya darat lompat" ucap Rohman dan Juna bareng ke empat cewe itu mengagetkan Rohman dan Juna


"Mau kemana lagi kalian hah" ucap Ani mencekram kerah rohman yang udah kaya mafia gayanya

__ADS_1


"Ampun maupun kita bakal bayar ko " ucap Rohman yang di angguki juna


"Gais bawa mereka ke kelas" ucap Ani mereka menganguk


Mereka pun di seret ke hadapan Masya


Sampai kelas


Rohman dan Juna langsung di dorong ke hadapan Masya yang lagi memandangi mereka tajam


"Kalian tau bukan apa kesalahan kalian" ucap Masya menyilng kan tangannya di dada


"Iya sya" ucap Meraka bareng


"Terus"


"Kita mau bayar tapi nanti ya jangan sekarang kita lagi nggak ada duit" ucap Rohman muka melas


"Sungguh kalian tidak bohong,kalian tau kan apa yang bisa gue lakuin" ucap Masya


"K-ita serius"Ucap mereka ragu


"Gais geledah mereka" ucap Masya,mereka pun memegangi Rohman dan Juna


Aisyah dan ani meng gledah kantong Rohman dan juna, tapi tak menemukan apapun


"Nggak ada sya" ucap mereka bareng membuat Rohman dan Juna menginginkan senyumnya


"Ya iya lah nggak ada orang gue tinggal di tas" batin Juna dan Rohman bareng


"Kan gue bilang juga apa,nggak ada" ucap Rohman,Masya pun menganguk


"Ya udah gais lepasin mereka" ucap Masya membuat mereka kaget


"Loh kok di lepas sya mereka kan belum bayar" ucap Masya


"Udah nanti gue yang bayarin" ucap Masya


"Serius sya" ucap Juna kaget


"Iya kapan gue bohong" ucap Masya santai


"Ya ampun makasih ya sya Lo bener bener cewe idaman " ucap rohman


"Iya sama-sama" ucap Masya


"Dah Beby" ucap mereka bahagia keluar dari penjara 5 beruang


Mereka pun melangkah keluar meninggalkan ke 4 cewe yang menatap Masya bingung


"Sya Lo serius tadi" ucap Ani belum percaya


"Apa Lo pikir gue segampang itu di bodohi" ucap Masya tersenyum licik


"Maksud Lo" tanya Rina


"Iya tadi kan gue bilang mau bayarin mereka,ya emang bener tapi pake uang mereka sendiri" ucap masya sambil mengeluarkan 2 dompet dari saku celannya


Membuat mereka yang melihat ketawa


"Lo bener-bener pintar sya,ini yang Lo maksud memberi pelajaran" ucap Aisyah


Masya pun menganguk


"Udah sah tulis keburu mereka Dateng" ucap Ani, Aisyah pun segera pergi ke bangkunya mengambil buku kas dan menulisnya


"Nih duitnya" ucap Masya menyarahkan uang 200 rb


"Banyak bener sya kan kas cuma 40 doang berdua" ucap Aisyah mengambil uangnya


"Sekalian buat kedepannya" ucap Masya


"Makasih ya sya" ucap Aisyah


"Iya sama-sama" ucap Masya


Tet tet tet


Bel masuk pun berbunyi


jangan lupa tinggalin jejak makasih 😊

__ADS_1


__ADS_2