Diary Masya

Diary Masya
bestcamp


__ADS_3

Satu jam kemudian Ani dan rina sampai di bestcamp


"Di mana Masya" tanya Rina tampak khawatir


"Dia ada di atas" ucap riki


Mereka pun ke atas menemui Masya


Setelah di atas


"Tok


Tok


Tok


"Sya kamu di dalam" Rina sambil terus mengetuk pintu


"Iya nggak di kunci" ucap Masya dari dalam


Brak


Ani membuka pintu dengan kerasnya menyisir sudut ruangan sampai mereka melihat Masya sedang nonton video kenangan dia bersama kakaknya sambil sekali menghisap Vape di tangannya


"Sya Lo nggak papah"


Tanya Rina mematikan DVD itu


"Nggak papa emang gue kenapa" tanya Masya balik menatap Rina dan Ani berganti an


"Muka kamu lebam sya,Lo habis berantem apa itu bekas tamparan Hans tadi malem" tanya Ani menatap lekat masya duduk di sampingnya


"Tadi pas pulang nggak sengaja gue ketemu anak aries" ucapnya


"Apa Lo ada masalah sama mereka" tanya Rina meletakan baskom berisi air es dan handuk kecil lalu mengompres Kanya ke Masya


Membuat Ani dan Masya bingung kapan Rina mengambilnya


"Sedikit" ucapnya


"akh... pelan pelan Rin sakit,sini gue ajah" masya mengambil alih lainya


"Itu harus sedikit di tekan sya udah mulai bengkak" ucap Rina khawatir


"Em" jawab Masya sambil meletakan kain di sudut bibirnya lagi


Setelah selesai Rina membawanya keluar, setelah menaruhnya Rina menghampiri Masya yang sedang menghisap Vape


"Terus yang bikin Lo begini siapa,nggak mungkin kan cuma gara-gara mereka Lo sampe begini" Tanya Rina menghampiri Masya yang masih setia dengan Vape di tangannya


"Entah lah gue lagi kepengen aja" ucapnya santai melambungkan asap Vape itu membentuk huruf o


"Enak nggak sya sini gue cobain" pinta Ani melihat benda di tangan Masya


"Noh di laci masih banyak" ucapnya tanpa melirik Ani


Ani segera membuka laci lalu mengambil salah satu yang berbentuk kotak panjang


"Eh punya Lo kok klasik banget bentuknya" ucap Ani membandingkan dengan yang iya pegang


"Iya ini dari Rey " ucap Masya


"Owh" ucapnya lalu mulai menghisapnya lalu membuang asap berwarna biru


"Huh nikmat nya" ucapnya


"Terus... kacangin terus..." Rina mendengus kesal sambil melipat tangannya di dada membuat mereka nyengir kuda


"Lo mau" ucap mereka berdua Rina hanya mendengus kesal


"Lo belum jawab pertanyaan gue sya" Rina menatap Masya menyelidik


"Pertanyaan yang mana" ucap Masya bingung


"Udah lah sya nggak usah bohong,Lo nggak pantes tau" ucap Rina lagi

__ADS_1


"Hans bawa Sofia ke rumah" ucap Masya tanpa melirik Rina yang memandangnya terkejut


"Maksudnya tinggal sama kalian gitu" Rina menatap Masya penasaran


"Cuma dua hari" ucap Masya santai


"Apa dua hari kamu bilang cuma,yang bener aja Lo biarin pelakor berkeliaran di rumah" ucap Rina kesal


"Ya gimana udah keputusan si singa " ucapnya


"Emang Lo nggak nolak sya" tanya Ani


"Bukan hak gue"


"Bukan hak Lo gimana?jelas jelas itu hak Lo,Lo kan istrinya,Lo juga berhak mutusin siapa yang boleh tinggal di sana dan tidak, gimana si Lo sya" ucap Rina lagi


"Rin semua itu nggak semudah yang Lo omongin,dah lah terserah dia males gue bahas dia" ucap Masya menyenderkan badanya di sofa


"Terus apa yang bikin Lo kaya gini sya sampe Lo vaper lagi" tanya Ani melirik Masya sekilas


"Gue agak kecewa aja, Hans bukan cuma nyuruh Sofia tinggal tapi dia juga mindahin gue di kamar tamu harusnya kan si Sofia yang di sana" ucap Masya


"Apa? Serius Lo" tanya Ani Masya hanya mengangguk


"Kok bisa si Hans sepele itu sama Lo apa dia nggak ada sedikitpun rasa empati sama lo bener bener ya si singa bikin darah gue mendidih" Rina meremas tangannya kesal


"Entah lah"


"Gue yakin pasti si lampir yang udah rayu Hans buat mindahin Lo sya" ucap Ani Masya hanya menghembuskan asap Vape ya kasar


"Ya udah lah nggak usah bahas dia,kita kelintasan aja yuk" ajak Masya bangkit


"Hayuh" ucap mereka lalu keluar bersama


Masya dan dua temanya turun dari tangga membuat Riki dan yang lainya lega,kalo Masya baik baik saja, Riki sempat kaget melihat Masya yang menghisap Vape di tangannya


"Masya vaper" batin Riki kaget


"Gais kita ke lintasan yuk " ajah ani kepada teman temanya


Berapa menit kemudian Mereka sampai di area balap di belakang rumah yang kakaknya siapkan dulu,di sana juga banyak anak anak yang sedang ngetrek dan juga balapan,mereka pun mulai berpencar ada yang masuk kelintasan balap ada juga yang memilih melintasi hutan


Seperti masya yang memilih ngetrek di hutan


Setelah memakai perlengkapan Masya segara menyusul teman temanya ke hutan


Masya sangat mahir dalam mengendarai motornya di hutan tajakan,jalan licin bahkan turunan tajam iya lalui dengan mudah,membuat teman temannya terkagum-kagum melihatnya


Hari mulai gelap semua memutuskan untuk beristirahat pulang ke tempat masing-masing


Masya pun turun ke bawah setelah membersihkan diri


"Apa udah ada yang pesan makanan" tanya Masya turun dari tangga


"Belum"ucap Rina yang sedang rebahan di sofa sambil memainkan hpnya


"Kenapa nggak pesen emang nggak pada laper" tanya Masya ikut duduk di sofa


"Nina sama Riri lagi belanja di mini market katanya mau masakin kita di sini" ucap Erik sambil membereskan peralatan yang di bantu Riki


"Owh,omongan gue di dengerin juga ternyata" ucap Masya mengambil kripik lalu memakannya


"Iya bener kata Lo sya ketimbang kita beli di luar terus mending beli bahannya sendiri,udah sehat nggak nguras dompet lagi" ucap Nina masuk kedalam membawa belanjaan penuh di tangannya


Sedangkan Riri membawa dua dus entah isinya apa di ikuti si kembar Dani dan Dino membawa dua kantong beras


"Eh pret langsung bawa ke dapur ajah ya" ucap Riri meletakan 2 kardus berukuran sedang di meja


"Baik ndoro" ucap mereka melangkah ke dapur menyusul Nina dan rina


"gue hitam juga lu pada lama lama" ucap Riri kesal membuat Masya dan Ani terkekeh


"Eh Rik tuh jajanan masih ada di motor bawa kesini sekalian taro di kulkas sama di lemari ya" ucapnya melihat kembali catatannya tanpa melirik Riki


Riki pun keluar tanpa menjawab pertanyaan Riri

__ADS_1


"Belanja apaan si Lo RI banyak bener" tanya Ani heran


"Biasa belanja bulanan buat kita.owh iya sya ni ATM Lo " Riri menyodorkan atmnya ke Masya


"Dah simpen aja di Lo gue percaya kok sama Lo,yang penting di bengkel nggak kekurangan bahan" ucap Masya sambil membuka minuman kaleng


"Siap bos laksanakan" ucapnya lalu meletakanya kembali di dompet,Masya pun hanya tersenyum menanggapi tiba tiba hp berdering ada panggilan dari mamah dia pun segera mengakatnya


"siapa?" tanya Ani


"mamah" ucap masya


"hallo mah?" ucapnya


"di mana kamu sekarang!" tanya mamah terdengar kesal


"di rumah lah di mana lagi"ucap masya


"di rumah mana?" tanya mama lagi


"iya di rumah,mamah kenapa si kenapa sewot gitu" tanya Masya


"pulang!suami di rumah malah kelayapan nggak jelas,kamu lagi main kan sama temen temen kamu" ucap mamah kesal


"iya lagi main di rumah ani, lagian aku dah bilang tadi mau keluar sebentar" ucap Masya nggak mungkin dia jujur


"harusnya nggak gitu juga kali sya ninggalin suami di rumah sendiri kamu gimana si ,kamu lagi nggak berantem kan" ucap mamah


"kata siapa sendiri paling juga lagi berduaan sama sahabat kesayangan" batin Masya mengerutu


"iya nggak lah,lagian mama tau dari mana aku nggak di rumah" tanyanya


"Dari hans, katanya dari siang kamu nggak pulang sampe sekarang dia khawatir kamu kenapa Napa makanya hubungi mama katanya nomer kamu nggak aktif " ucap mamah


"cih drama banget ni cowo Ampe ngadu segala ke mamah" batin Masya kesal


"*iya tadi hp lobet,iya benar lagi pulang kok lagian masih sore ini" ucapnya


"apa jam 9 kamu bilang sore!yang bener ajah kamu pulang sekarang!"teriak mamah dari telepon membuat Masya menjauhkannya dari telinga


"iya iya ini pulang" ucap Masya kemudian


"awas kalo bohong" ucap mamah


"em" langsung menutup teleponnya*


Masya mendengus kesal melempar hpnya ke sofa lalu merebahkan kepala di sofa


"Lo Kenapa si sya" tanya Rina dari arah dapur


"biasa anak mamah di suruh pulang tuh" ucap Ani memainkan hpnya tanpa melirik Rina


"Lo serius mau pulang sya katanya mau nginep di sini" ucap Rina


"penginya si males gue pulang,gara gara singa sialan pake ngadu segala kepaksa gue harus pulang" ucap Masya kesal


"siap siap aja Lo sya makan ati,mending ati ayam enak lah ini hati sendiri sakit ...." goda Ani membuat Rina dan Masya melepar bantal sofa kearahnya


"dasar temen laknat bukanya doain malah nyumpahin Lo" ucap masya


"sahabat nggak ada akhlak emang" Rina menimpali Ani hanya tertwa cekikikan


"ya dah gue pulang ya" Masya bangkit mengabil helmnya


"loh cepat amat sya nggak makan dulu tuh dah Mateng di dapur" ucap Nina keluar dari dapur hendak menyuruh yang lain makan


"lain kali aja lah gue masih kenyang,cabut dulu ya bye.." memakai hlemnya lalu pergi


"mau kemana dia" tanya Riki


"pulang" ucap mereka pertiga


"cepat amat" tanyanya mereka hanya mengerikan bahu


"ya udah yuk makan dah laper nih" ucap Rina mereka mengangguk lalu pergi makan

__ADS_1


__ADS_2