Diary Masya

Diary Masya
rencana berkemah


__ADS_3

Pak Junedi meletakan lem perekat dan kawat besi di meja


"Ini punya siapa" ucap pak junedi,membuat teman-teman Masya bernapas lega


"Oh maaf pak itu punya saya kemarin saya habis bikin organisasi kelas saya lupa meletakkan nya di situ" ucap Bu Elmi mengambil lem dan kawat besi nya


Pak junet pun mengunci kembali lacinya lalu memberikan kuncinya ke Bu Elmi


"Baik anak-anak ini adalah kabar bahagia bagi saya, ternyata sekarang kalian berubah tidak melakukan kesalahan seperti dulu lagi saya harap kedepannya kalian menjadi lebih baik lagi ya" ucap pak junedi tersenyum bahagia


"Ini berkat ketua kelas kita pak dia yang membuat kita berubah" ucap Rina menepuk bahu masya yang di angguki oleh yang lainya


"Betul itu pak" ucap mereka kompak, membuat Masya memutar bola mata malas,bisa bisanya mereka meledeknya


Hans yang mendengar itu mengakat sudut bibirnya ada rasa senang dalam hatinya


Beda dengan Sovia yang memandang benci terhadap Masya


"Bagus kalo begitu jika kedatangan masya bisa merubah kalian semua" ucap pak junedi lagi


"Derama the series"ucap Masya santai membuat teman-teman nya terkekeh geli


"Baiklah anak-anak bapak juga ingin memberitahukan kabar gembira buat kalin,mungkin di antara kalian sudah ada yang tau sebentar lagi memperingati hari apa" ucap pak junedi terpotong


"Pak bisa nggak ga usah tebak-tebak kan dulu" ucap Masya langsung mendapat tatapan sinis dari orang-orang yang di depannya


"Hari ini kalian pulang cepat karena kami para guru akan rapat,dan dua hari lagi kita kan memperingati hari Pramuka,biar ketos kalian yang memberitahu ya,bapak cuma berharap kalian ikut serta mengikuti kegiatan tersebut,baiklah segitu saja terimakasih " ucap Junedi melangkah keluar yang di ikuti oleh guru yang lainya


"Asik pulang" ucap mereka kompak


"Ekhm " hans sambil menatap tajam,


Membuat yang melihat langsung diam


"Baiklah 2 hari lagi kita akan mengadakan kegiatan pramuka di hutan persiapan diri kalian di sarankan semua murid ikut berkemah " ucap Hans datar


"Apa kemah" ucap Masya kaget sambil melirik teman-temannya


Teman temanya yang paham ucapan Masya hanya mengakat bahu pasrah,mereka tidak tau harus bagai mana kalo manusia di depan mereka sudah berkehendak


"Kenapa" ucap Hans datar


"Bisa nggak si di ganti ajah kegiatannya dangdutan gitu apa ngundang kuda lumping kan cuma peringatan doang nggak usah kemah kemahan bila perlu ngadain tahlilan ajah" cerocos Masya yang langsung mendapat tatapan sinis dari Hans sedangkan yang lain menahan tawa karena ucapan masya


"Emang dia pikir ini acara halal bihalal" bisik Rohman ke Juna,membuat Juna terkekeh


"Mungkin dia pikir kalo cuma mengenang ngapain kita harus repot-repot berkemah ngadain tahlilan kan bisa" bisik Juna ke Rohman yang di angguki olehnya


"Ini sekolah bukan tempat anak-anak jalanan" ucap Hans di ingin


"Kalian harus ikut semua karena kita akan mengadakan kemah bersama SMA merpati putih" ucap Hans melirik Masya tajam


"Gue nggak ikut" ucap Masya , bagaimana mungkin dia ikut sedangkan jumblah cewe di kelasnya ganjil


"Tidak ada penolakan sebentar lagi bagian pengurus regu akan kesini" ucap Hans


"Dasar tukang maksa" ucap Masya kesal sambil melipat tangannya di dada


Hans yang mendengar itu tidak memperdulikanya


Ismail dan Soleh Dateng dengan sebuah daftar di tangannya


"Baiklah silahkan maju satu persatu untuk tanda tangan persetujuan" ucap Ismail


Mereka pun maju tanda tangan


"Masya maju tanda tangan" ucap Soleh sambil menyodorkan pulpen


"Wakil aja kak males" ucap Masya membuat Soleh bingung Hans segera tanda tangan mewakili Masya


"Baiklah 2 hari lagi kita kemah setiap kelompok di sarankan 9 orang,siapkan diri kalian, terimakasih" ucap Hans berlalu pergi bersama yang lainya


Setelah kepergian Hans,semua teman Masya menghampi nya


"Gimana ni sya yang ikut cowo siapa" ucap Afifah bingung


Masya diam sambil ngetuk-ngetuk pulpennya di meja

__ADS_1


"Intan" ucap Masya


"Oke gue mau" ucap intan senang melirik Rendi


"Gue nggak mau kalo si intan yang ikut kita yang ada entar kita jadi babunya" ucap Rohman tidak setuju yang di angguki oleh yang lainya


"Terus siapa" tanya via


"Aisyah" ucap Masya


"Oke" ucap Aisyah


"Gue juga nggak mau kalo si Aisyah dia kaya siput yang ada kita kalah lomba" ucap imam angkat bicara yang langsung mendapat tatapan sinis dari Aisyah


"Ya udah Nurul" ucap Masya


"Gue nggak setuju sya,di kelompok gue cuma dia yang bisa di andelin" ucap via


"Ya udah Lo aja sya Lo kan bisa segalanya" ucap Nurul


"Nah kalo Masya kita mau" ucap cowo serempak


"Ya udah deh an Lo yang gantiin gue jadi ketua" ucap Masya ke Ani


"Oke deh" ucap Ani


Masya pun bangkit dari duduknya melangkah mendekati meja guru lalu membuka laci


"Sya kok barang kita nggak ada" ucap intan yang melihat bingung isi laci di sana cuma ada setumpuk buku belajar


Yang lain menedngar itu langsung berhamburan ke arah Masya


Mereka pun melongo


"Lo sya Lo umpetin di mana barang kita" ucap Rohman


"Bisa pada diem nggak" ucap Masya


Masya sedikit memasukan kepalnya ke laci lalu beberapa detik kemudian dia menggengam plastik yang pinggiran nya sudah robek dan di ujung kantong ada kawat yang menjepit di tengahnya


Dia pun meletakan ya di meja


"Makanya gue bilang Jagan pada liat ke meja kalo nggak mau ketahuan" ucap Masya sambil meletakan barang barang mereka


Isinya 60% persen kebanyakan mekup cewe sisanya barang-barang cowo


"Makasih ya sya" ucap mereka


"Em sama-sama inget jadi rahasia kita" ucap Masya uang di angguki yang lainya


Mereka pun berhamburan keluar kelas untuk pulang


"Sya gue pulang dulu ya dah di tungguin si muti di depan" ucap Rina


"Oke ati-ati" ucap Masya


"Ya udah kuy" ajak ani mereka pun keluar


"Serius sya nggak ikut pulang bareng kita" ucap yuli


"Iya nggak usah entar gue sama Ali aja,lagian gue mau di taro di mana orang penuh gitu" ucap Masya


"Sini depan" ucap Ani sambil nepuk tengki motor nya


"Ya kali gue nangkring" ucap Masya kesal


"Hehe ya kan bisa Lo nemplok kaya bocil" ucap Ani nyengir


"Songong lu"Yuli ngeplak kepala Ani


"Kampret sakit tau" ucap Ani ngusap kepalanya


"Udah sana pulang takut di cariin emak" ucap Masya


"Oke babay " ucap Yuli melambaikan tangannya yang di balas oleh Masya


Setelah kepergian Ani dan Yuli Masya melihat motor sport milik Hans masih di garasi memendamkan Hans belum pulang

__ADS_1


Masya mengambil helemnya di pos satpam lalu dia pergi keluar gerbang sambil memainkan HP-nya


Tapi tiba-tiba ada mobil berhenti di depanya,lalu seorang keluar dari mobil itu membaut Masya kaget


"Mamih" ucap Masya kaget sambil melihat sekeliling takut ada yang lihat


"Halo sayang" ucap mamih Hans menghmpiri Masya


"Hay mih kok mamih bisa ke sini" ucap masya sambil cipika cipiki


"Iya mama sengaja jemput kamu sama Hans" ucap mamih Ningrum tersenyum lembut


"Owh gitu tapi Masya bisa pulang sendiri kok mih tadi Masya udah hubungi Ali" ucap Masya


"mama mau ngajakin kamu ke butik sama Hans,apa kamu keberatan" ucap mamih Ningrum sedih


"Bukan gitu mih,em Masya nggak bisa naik mobil soalnya-" ucap Masya terpotong


"Iya mamih tau kok makanya mamih udah siapin di mobil,ayo masuk" ucap mamih Ningrum menggandeng tangan Masya dia pun pasrah


Masya pun masuk ke mobil,Masya melihat Devan ada di sana yang sedang menatap lurus ke depan


"Kenapa cowo sombong ini ikut coba,kalo gue tau ogah gue di depan sama dia" batin Masya mengrutu


"Ni sya obatnya di minum dulu" ucap mamih Ningrum


"Nggak usah mih tadi Masya udah minum kok" ucap Masya


"Oh ya udah kalo gitu" ucap mamih Ningrum,Devan yang dari tadi diam jadi terkekeh sendiri


"Kok bisa si cewe kaya kamu bisa mabok perjalanan kaya bocil ajah" ucap Devan


"Devan jangan ngeledek Masya" ucap mamih Ningrum mencubit bahu Devan


"Aduh,iya mih becanda kok" ucap Devan memegang bahunya yang kena cubit


Sedangkan Masya hanya diam nggan untuk membalas ucapan Devan,tiba tiba dia merasa mengantuk


"Ngatuk banget gue" ucap Masya sambil menutup mulutnya


"Kalo ngantuk tidur ajah entar aku bangunin kalo udah nyampe" ucap Devan


"Kamu ngantuk sya " ucap mamih


"Dikit mih" ucap Masya


"Udah tidur ajah dulu mungkin obatnya udah reaksi tuh" ucap mamih,yang di angguki oleh Masya


Setengah jam menunggu akhirnya yang di tunggu pun Dateng


Hans langsung masuk ke dalam mobil


"Maaf mih tadi Hans rapat dulu" ucap Hans masuk mobil


"Iya sayang nggak papah" ucap mamih tersenyum lembut


Hans langsung memainkan HP-nya dia nggak sadar kalo ada Masya di depannya,yang Hans tau kalo kakaknya memang nggak suka kalo ada orang di sebelahnya


Devan melihat tidur Masya yang tidak nyaman segera dia menyenderkan kepala Masya di bahunya


"Nih cewe imut juga kalo lagi tidur" ucap Devan melirik Masya sambil tersenyum


Hans kaget melihat masya di depan sambil bersender di bahu kakaknya


"Masya" ucap Hans


"Kenapa Hans" tanya mamih


"Dia ikut juga mih" ucap Hans,mamih mengangguk


"Iya kita kan mu ke butik dulu buat nyoba baju pernikahan kalian jadi mamih ajakin Masya" ucap mamih,Hans pun mengangguk


Melihat pemandangan di depannya entah mengapa perasannya tak nyaman apa lagi melihat kakaknya senyum- senyum sendiri


"Berhenti kak biar aku saja yang nyetir" ucap Hans,Devan melirik sekilas lalu berhenti di pinggir jalan, membuat mamih ningrum tersenyum


Akhirnya mereka bertukar tempat,dan hans menyenderkan kepala Masya di bahunya

__ADS_1


mereka pun melanjutkan perjalan ke butik


Jagan lupa tinggalin jejak terimakasih 😊😊


__ADS_2