
sesampainya di rumah Masya segera menurunkan pakan kambing yang di bantu mang udik tukang ngurus kambingnya Mbah Marto
"makasih ya mang" ucap Masya
"iya non" ucap mang udik sambil membawa kantongnya
"mang Mbah udah pulang" tanya Masya
"udah non di dalam" ucap mang udik
"oh oke" Masya langsung masuk melalui pintu belakang menemui Mbah Marto
"Mbah Masya pulang" teriak Masya di pintu
"nggak usah terik teriak sya mbah mu nggak tuli" ucap Mbah putri sambil nyiapin makan malam sama Dina
"hehe iya Mbah" ucapnya nyengir
"Mbah mu ada di atas" ucap Mbah putri
"oke" ucap Masya
saat hendak ke atas Masya melihat Mbah Marto sedang menuruni tangga
"gimana Mbah" tanya masya
"kamu di suruh ke atas sendiri" ucap Mbah marto sambil turun
" ah sial seharusnya aku udah tau dari awal" batin Masya kesal
"baiklah" ucap Masya naik
Masya pun menaiki tangga melangkah memasuki kamar Anjar tanpa mengetok pintu dulu saat Masya masuk tak menemukan siapa siapa di sana
"pasti tuan rentenir itu di ruangannya" pikir Masya melangkah memasuki ruangannya
ceklek
BRAK
Masya membuka pintu dan menutupnya dengan keras
"apa ini kebiasaan kamu masuk ke kamar orang" ucap Anjar tanpa melirik Masya yang sedang duduk di singgasananya Sabil memandang laptop
tapi Masya tak menjawabnya lebih memilih membanting badannya di sofa
"ada apa" tanyanya datar
"apa Lo lagi " ucap Masya sambil memejamkan matanya
"apa ada masalah" ucapnya melirik masya
"udahlah langsung saja nggak usah basa basi" ucap Masya membuat Anjar tersenyaum
"santai kita bisa bicara baik baik" ucap Anjar bangkit dari kursinya mendekati Masya
"katakan lah nggak usah bertele-tele" ucap Masya
"baiklah kalo kamu tidak sabaran" ucap Anjar
"begini saya akan berikan uang itu tapi dengan syarat kamu harus bantu saya berkerja sama dengan daragon of death karena saya tau kamu mengenal satu dari mereka" ucap anjar duduk di sebelah Masya yang memebuat Masya kaget
"dari mana Lo tau" ucap Masya memandang wajah Anjar tanda tanya
"mudah bagi saya mengetahui semua itu" ucap Anjar tersenyum
flashback
di sebuah cafe ternama yang di hiasi bunga bunga indah Anjar sedang menungu angela celarista seorang model cantik sekaligus kekasih pujaan hatinya yang sudah 6 bulan tidak bertemu dengannya
dia memesan dekorasi sedemikian rupa untuk menyambut kedatangan kekasihnya dan di pertemuan ini akan menjadi pertemuan sejarah baginya kerena dia berniat akan melamarnya menjadi pendamping hidupnya
beberapa menit kemudian angel datang
"Hay Beby maaf menunggu lama" ucapnya menghampiri Anjar mencium pipinya
"em nggak masalah" ucapnya tersenyum
"wah apa semua ini kamu yang menyiapkan beby" tanya Angel
"iya aku memesan ya Khusus untukmu" ucapnya
"terimakasih Beby baikalah langsung saja apa yang ingin kamu bicarakan Beby" ucap angel duduk berhadapan
"kenapa cepat sekali apa kamu tidak merindukan ku" ucap Anjar kesal
"bukan begitu Beby sebenarnya aku sedang sibuk" ucapnya menggengam tangan anjar
"bukankah ini hari libur mu" tanya Anjar
"iya tapi tiba tiba tadi sekertaris ku telfon kalo hari ini ada jadwal" ucapnya membuat Anjar heran pasalnya angel tidak akan pernah mau bekerja saat hari liburnya
"aku rasa Akhir akhir ini kamu menjauhiku honey ada apa" ucap Anjar yang merasa di angel berusaha menghindarinya
__ADS_1
"oh tidak ada papa Beby mungkin perasaan kamu saja sudahlah Beby sekarang cepatlah katakan sebentar lagi aku ada pemotretan" ucap angel terburu buru
"tidak ada apa apa aku hanya merindukanmu" ucap Anjar berbohong
"owh Beby aku juga merindukanmu" ucap angel beranjak memeluk Anjar dari samping Anjar pun membalas pelukannya
"baikalah aku pergi dulu nanti aku akan menghubungi mu sampai jumpa" ucapnya mencium pipi Anjar lalu pergi Anjar pun hanya mengiyakan dan tersenyum
setelah angel kepergian angel Anjar menelfon anak buahnya untuk mengikuti mobil angel karena dia ingin memastikan kekasihnya selamat sampai tujuan
"awasi angel" ucapnya langsung memutuskan panggilan
setelah beberapa menit kemudian dia mendapatkan notifikasi pesan dari anak buahnya,dia terkejut sekaligus marah saat melihat video yang di kirimkan di sana terlihat angel menghampiri seorang pria memeluknya dan mencium dengan begitu mesra
dia pun segera menghubungi anak buahnya untuk mencari tau siapa pria itu
"cepat cari tau laki laki itu" ucapnya langsung memutuskan panggilan lalu pergi meninggalkan tempat itu
berapa menit kemudian Anjar sampai Mansion mewah miliknya
saat ia turun langsung mendapat pertanyaan dari putra membuat Anjar kesal
"hey bos gimana kencanannya lancar kan apa dia menerimanya pasti dia menerimanya kan siapa yang akan menolak karisma seorang Anjar Pramana Sanjaya " ucap putra menepuk bahu anjar
tapi anjar tak menggubrisnya dia memilih masuk lift
"kenapa dia" ucap putra menyusul Anjar ke atas
berapa menit kemudian
tok
tok
tok
"masuk" ucap putra
"maaf tuan di bawah ada yang ingin bertemu" ucap maid sambil membungkuk
"suruh dia masuk" ucap Anjar
"baik tuan" ucap maid pergi
"lapor tuan"
"apa yang kamu dapat"
"begini tuan dia adalah Johan Alexander seorang CEO di perusahan Alexander grub dia juga tergabung bersama mafia black white di negara x dia juga adalah tunangan nona Angel tuan " ucap
"tunangan" ucap putra terkejut juga
"iya tuan dari data yang saya dapatkan nona Angel sudah 6 bulan bertunangan dan 2 bulan lagi mereka akan menikah tuan"
"kurangajar" ucap Anjar emosi membanting apa saja yang di hadapannya
"cepat kerahkan pasukan bawa angel ke hadapan ku berani beraninya membohongiku selama ini" ucap Anjar berapi api
"tenang bos kalo kita membawa angel sekarang sama aja kita bunuh diri mereka terhubung bersama mafia black white kita harus cari cara lain untuk membawanya bos " ucap putra menenangkan Anjar
"kau benar kita tidak boleh gegabah kita harus cari bantuan tapi kepada siapa" ucap anjar
"dragon of death" ucap Anjar yang di angguki oleh putra
putra segera menghubungi anak buahnya untuk mencari tau tentang geng mafia itu
"cepat cari di mana daragon of death saya kasih waktu 10 menit dari sekarang bila sudah dapat segera laporkan" ucap putra langsung memutuskan panggilan
10 menit kemudian
tok
tok
tok
"masuk"
"lapor tuan" ucap anak buah itu Anjar pun mengaguk
"katakan" ucap putra
"begini bos geng itu sekarang berada di kota Y bos mereka sedang menghadiri pelelangan di gedung white"
"apa kalian tau cara bargabung bersama mereka" tanya putra
"tidak bos tapi dari laporan yang saya dapatkan salah satu dari mereka adalah sahabat baik keluarga besar anda bos" ucapnya membuat Anjar menyrngit
"keluarga besar" ucap putra bingung
"siapa" ucap Anjar penasaran
"nona Fatma lisyana putri ibrahim tuan" ucapnya membuat Anjar dan putra kaget
__ADS_1
"Masya" ucap mereka bareng
"betul tuan"
"baiklah kalian boleh pergi" ucap putra
"baik tuan" ucap mereka keluar
"hebat kakak kecilku ternyata nakal juga ya" ucap Anjar terkekeh
"gue juga nggak nyangka kak Masya bisa berteman dengan mereka" ucap putra heran
"baiklah tunggu apa lagi kita ke desa sekarang aku nggak sabar ingin bertemu tikus kecil itu" ucap Anjar yang di sambut gelak tawa putra
"baiklah kita otw" ucap putra di sela tawanya
off flaceblack
"baiklah gue bakal bicara sama mereka apa ada imbalan" ucap Masya santai
"tenang saja saya sudah menyiapkannya jika kamu berhasil" ucap Anjar bangkit dari duduknya mengambil amplop di dalam laci lalu memberikannya ke masya
"baiklah kasih gue waktu dua hari mereka kan menghubungi Lo" ucap Masya bangkit
"baiklah tidak masalah saya akan menunggu" ucap Anjar santai
"oke thanks udah minjemin gue" ucap Masya di ambang pintu
"em ya apa kamu tidak merindukan adikmu ini" ucap Anjar
"apa sentuhan dari angel kurang" ucap Masya membuat Anjar kesal
"em baiklah jangan lupa tutup kembali" ucap Anjar
BRAK Masya menutup dengan kerasnya
"shiit kebiasaannya nggak pernah berubah" gerutu Anjar kesal
Masya meninggalkan ruangan Anjar tapi saat hendak turun tangga dia di kagetkan dengan kedatangan papah
"papah di sini" tanya masya
"kenapa kamu di sini kenapa jam segini kamu belum pulang habis kemana ajah kamu" ucap papa Masya balik bertanya
"aku habis_" ucap Masya terpotong
"aku yang nyuruh masya ke sini" ucap Mbah Marto menghapiri mereka membuat papah Masya diam
"Mbah Masya pulang dulu ya" ucap Masya mencium tangan Mbah marto
"Lo kok pulang kenapa nggak makan dulu ini udah tanggung bentar lagi magrib sya" ucap Mbah putri yang Dateng dari arah dapur
"kapan kapan ajah Mbah asalamualaikum" ucap Masya mencium tangan Mbah putri lalu pergi
"walaikum'salam tu anak ya kebiasaan banget di omongin malah kabur" ucap Mbah putri heran
"boro boro si ibu saya ajah yang jadi papanya nggak pernah di dengar" ucap papah Masya sambil duduk di sofa
lalu mereka berbincang bincang di ruang tamu sambil nunggu azan magrib tiba
suara azan berkumandang Masya baru sampai di rumahnya dia segera memarkirkan motornya di garasi dan melangkah memasuki rumah
"asalamualaikum Masya pulang" teriak Masya
"ehbuset walaikum'salam " ucap mamah ingsih yang lagi nonton TV kaget dengan teriakan Masya
"lain kali jangan teriak ngapa si sya jantung mama copot ni entar lama lama" ucap mamah Masya
"hehe maaf mah hilap " ucap Masya mengaliri mamanya sambil mencium pipi mamahnya
"udah sana mandi dulu bau kambing tau" ucap mamah Ningsih menutup hidungnya
"masa si mah padahal Masya cuma motong rumput doang" ucap Masya sambil menciumi bajunya membuat mamah Ningsih kaget
"apa motong rumput anak mama yang cantik ini motong rumput" ucap mamah memutar badan Masya
"apan si mah bisa ajah kali lagian Masya cuma bantu kakek doang kok" ucapnya
"tapi buat apa apa kamu minta sesuatu ke kakek" ucap mamah
"nggak Masya cuma kasian ajah Mbah udah tua tapi anak anaknya nggak ada yang perduli ya Masya bantu" ucap Masya nyindir
"apa maksudnya kamu nyindir mama hah" ucap mamah Ningsih menjewer telinga Masya
"ampun mah ampun nggak kok Masya nggak nyindir mamah suer" ucap Masya mengakat 2 jarinya mama Ningsih pun menurunkan tangannya
"awas ya kamu mama bukanya nggak perduli sama Mbah mu tapi merekannya yang nggak mau di perduliin sama anaknya" ucap mamah ningsih
"bilang ajah mamah emang nggak mau" ucap Masya langsung lari ke atas
"APA!awas kamu ya" teriak mama Ningsih sampai terdengar ke kamar Ali membuat Ali menutup telinganya
"heh baru beberapa saat gue ngerasain ketenangan" gerutu Ali dalam kamar
__ADS_1
batu like dan komen ya terimakasih 😊🙏