Diary Masya

Diary Masya
di kerjain


__ADS_3

Hans memasuki kantin dengan pandangannya ke segala arah sampai dia berhenti di tempat Masya duduk,ada rasa senang melihat Masya ada di kantin


"Hans duduk di situ aja yuk" ajak Sovia yang cuma di angguki olehnya


Mereka pun duduk tidak jauh dari tempat duduk masya,cewe cowo yang melihat mereka banyak yang iri dengki ada juga yang mendukung mereka


"Kalian mau pesen apa" tanya Sovia ke desi,Maya dan temen-temen nya hans


"Samain aja ya gais" ucap Desi senang sambil menatap Ismail tanpa berkedip membuat yang di pandang risih


"Apa tidak ada objek lagi selain liatin gue yang tampan ini" batin Ismail risih


Sedangkan Soleh merasa kesal ke Maya karena dia nempel terus di sampingnya


"Udah gila kali ni cewe nggak ada malu malunya" batin Soleh kesal


"Mau pesen apa Hans" tanya Sovia terdengar lembut di telinga


"Terserah" ucapnya singkat


"Oke,bi ipeh" ucap Sovia melambaikan tangannya ke BI Ipeh penjual makan enak dan terkenal di sekolah itu,


"Iya non" ucap Bu Ipeh dia pun mendekati bangku Sovia lalu mencatat pesanannya


"Entar anterin ke sini ya bi" ucap Sovia seramah yang di angguki oleh Bu ipeh


Sedangkan Masya melirik mereka sekilas tak membuatnya ke kesal ataupun cemburu dengan mereka dia hanya menanggapinya cuek tak perduli


Beda dengan Rina dan muti yang mulai panas terlebih Rina yang melihat maya menempel pada Soleh membuat hatinya sakit


"Dasar Uler keket pengin rasanya gue semewkdon dia" gumam Rina masih bisa di dengar oleh temannya


"Gue pengin banget nyongkel matanya si Desi pake garpu" ucap Mutia geram sambil menatap Desi tajam


"Yang sabar ya gais itu resikonya mencintai tanpa di cintai" ucap Masya yang tau perasan mereka bedua


"cakep" ucap Ani dan yuli mengacungkan jempolnya ke masya


"gue bukan lagi pantun ya" ucap Masya memutar bola matanya males


"hehe" mereka nyengir kuda sambil garuk kepalanya yang tak gatal


"Yuk pergi gerah gue di sini berasa di gurun" ucap muti bangkit sambil ngibas ngibasin tanganya


"Kuy lah" mereka pun berdiri meninggalkan kantin


Masya melangkah pergi melewati Hans dan teman-temannya


Saat di kordinor Masya kebelet


"Gais gue ke toilet bentar ya" ucap Masya pada temanya


"Oke,mau gue anter" tanya Rina


"Nggak usah tungguin gue bentar" ucap Masya


"Owh ya udah jangan lama-lama" mereka Masya melangkah meninggalkan mereka


Masya segera melangkah ke toilet,saat memasuki area toilet dia banyak melihat Siwa siswi yang ada di situ,ada yang sekedar nongkrong ada yang lagi benerin mekapnya ada juga yang lagi Selfi


"Ebuset toilet apa pasar rame bener" ucap Masya heran


Dia pun segera masuk ke toilet yang kosong,tapi saat dia masuk keadaan toilet di luar tiba-tiba sepi,tak lagi terdengar teriakan anak-anak di luar,setelah selesai Masya hendak keluar tiba-tiba pintunya susah di buka


"Loh kenapa ni pintu,kok nggak bisa di buka" ucap Masya sambil memutar gagang pintu


"Apa jangan-jangan ada yang ngerjain Gue" batin Masya


"Woi!siapa yang di luar bukain pintunya" teriak Masya dari dalam,tapi tak ada sautan dari luar,membuat Masya kesal


Dari luar terdengar suara ciwi ciwi ketawa bahagia,setelah itu hening lagi


"Kalian pikir gue selemah itu apa,Jagan bilang gue Masya kalo gue nggak bisa rusak ni pintu" ucap Masya sambil ancang ancang untuk mendobrak pintu itu dan


BRAKKK


Pintu di tendang dengan kerasnya akibatnya batang sapu yang mengganjal pintu itu patah


"Untung ni pintu bukanya dari luar kalo dari dalam mana bisa gue tendang" batin Masya senang


"Sekarang tinggal cari biang keroknya,awas ajah kalo ketemu gue jadiin perkedel dia" ucap Masya mengepalkan tangannya


Saat Masya keluar dia melihat 2 cewe sedang nongkrong di situ yang Masya ketahui mereka adalah adik kelas

__ADS_1


Dia pun segera menghampiri mereka


"Kalian liat siapa yang ngunci gue di dalem" ucap Masya menatap mereka penuh selidik,


"Nggak" ucap mereka menggeleng tapi Masya bisa melihat kalo mereka sedang berbohong


"Jawab jujur atau gue hajar kalian" ancam Masya membuat mereka takut


Salah satu cewe itu pun bangkit dari duduknya menatap Masya berani


"Apa kami nggak takut" ucapnya sambil lantang membuat Masya menyrengit


Sedangkan teman yang satunya hanya diam sambil sekali menarik tangan temanya yang menatap Masya


"Owh nggak takut ya,jadi Lo mau gue bikin kaya si Leno" ucap Masya tersenyum,membuat nyali cewe itu ciut


"Gue tanya sekali lagi atau Lo bakal ngerasain Bogeman dari gue" ucap Masya merenggangkan jari tangannya siap ancang ancang,membuat dua cewe itu kalang kabut


"Gue itung sampe tiga,1....2....


"Ka Sovia sama temannya yang ngunci kaka dari luar" ucap cewe itu sambil menutup matanya membuat Masya mengakat sudut bibirnya


"Lo gimana si kita kan udah janji tadi" ucap temanya kesal


"Maaf" ucap cewe itu takut


"Baiklah terimakasih,nih buat kalian" ucap Masya menyerahkan uang merah satu lembar dari saku celana nya, seketika wajah mereka berubah girang


"Makasih ya ka" ucap mereka berdua


"Iya sama sama lain kali jangan mendukung kejahatan,bayangin kalo kalian di posisi gue" ucap Masya membuat mereka menunduk


"Maafin kita ya ka" ucap mereka merasa bersalah


"Em,udah sana pergi" ucap Masya mereka pun pergi meninggalkan Masya sendiri


"Sekarang tinggal si lampir" ucap Masya tersenyum sinis,dia pun melangkah meninggalkan toilet


"Lo kemana aja si lama bangat" ucap Ani setelah Masya kembali


"Gue di kunci di toilet" ucap Masya sambil jalan


"Apa di kunci " ucap Yuli kaget


"sama siapa" ucap Rina penasaran


Dari ujung lorong Masya melihat Sovia sedang duduk bersama Hans dan teman temanya sambil tertawa


Saat hendak melangkah menghampiri mereka Masya di tarik tangannya oleh Rina


"Sya Jagan bilang kalo yang ngunci Lo itu Sovia" ucap Rina sedikit ragu


"Iya memang dia orangnya" ucap Masya datar


"Dan Lo mau hajar dia di depan Hans sya" ucap yuli khawatir


" Gue nggak peduli" ucap Masya


"Tapi sya itu sama ajah nyari masalah" ucap ani


"Panggil Nina suruh dia bawa buktinya" ucap masya meninggalkan Rina,Yuli dan Ani


Ani pun segera menelpon nina,setelah itu mereka menyusul masya


Masya tidak dapat lagi membendung rasa kesalnya kala dia melihat Sovia tertawa bahagia emosinya pun naik lebih cepat dari biasanya


Sampai di depannya Masya menendang tong sampah di samping mereka,membuat mereka terkejut menatap masya


"Apa apan kamu ini" bentak Hans kaget menatap Masya tajam


Masya tak menggubris ucapan Hans dia melangkah mendekati sovia


Sovia merasa dirinya terancam kala dia melihat tatapan marah yang di tunjukan Masya


Plakkk


Satu tamparan mendarat di pipi Sovia yang mulus,Sovia pun jatuh tersungkur ke lantai


"Ratu derama" batin Masya kesal bisa bisanya Sovia jatuh jelas-jelas dia menamparnya tidak terlalu keras


"Sovia" ucap Hans kaget segera membantunya berdiri


Siswa yang melihatnya melongo tak percaya,seorang cewe berani memapar Sovia di depan Hans yang mereka tau arti Sovia di mata Hans

__ADS_1


"Kamu nggak papa" tanya Hans melihat wajah Sovia khawatir sehingga membuat Sovia mendapatkan ide licik


"Ini sakit banget Hans di nampar gue keras banget" ucapnya menagis pilu


"kurangajar!maksud kamu apa hah" bentak Hans menatap Masya marah membuat seisi koridor takut tak kecuali Masya yang terbiasa di bentak


"Harusnya gue yang tanya,maksud dia apa nguci gue di toilet" ucap Masya membuat Sovia dkk kaget


"Dari mana dia tau kalo gue yang ngunci" batin Sovia


"Jangan asal menuduh kamu" bentak Hans lagi


"Apa perlu bukti" ucap Masya yang langsung membuat Sovia dkk kaget dan was was


"Udah Hans gue nggak papa ko dia kan nggak sengaja" ucap Sovia pura-pura baik sebenarnya ada rasa takut tapi akan lebih takut kalo sampai Hans tidak membelanya


"Tapi Lo nggak salah fi gue tau itu" ucap Hans yakin membuat masya tak percaya dengan ucapan hans


"gais bawa buktinya kesini" teriak masya memangil Nina


Nina yang kala itu di belakang tembok segera menghampiri Masya dengan kdua cewe bersamanya


"Jelasin ke dia" ucap Masya ke pada dua cewe itu


Mereka berdua pun menceritakan A sampai z


"Apa benar Sovia yang melakukanya" batin Hans mendengar dua cewe itu bercerita kalo Sovia mengusir anak-anak yang di toilet lalu dia mengganjal pintu toilet yang tertutup mengunakan batang sapu lalu meninggalkannya


Sovia yang mendengar pun jadi kesal


"Kurang ajar" batin Sovia kesal


"Jadi bener kamu yang lakuin fi" tanya Hans ke Sovia ragu


"Mereka bohong Hans mana mungkin gue lakuin itu" ucap Sovia membela diri


"Udah nggak usah ngelak deh lo" ucap Masya kesal


"Diam" bentak Hans ke masya


"Hikk, Aku serius Hans kamu tau sendiri kan gue nggak pernah bohong mana mungkin aku nglakuin itu untuk apa" ucap Sovia terisak yang Masya tau di lagi ngeluarin jurus ajian welas asih


Hans yang bingung untuk percaya sama siapa dia hanya menenangkan Sovia dalam pelukannya


"Najis" batin Masya kesal melihat tontonan menjijikkan di depan nya


"Tenang lah fi pasti ini salah faham" ucap Hans menenangkan sovia


"Si Lampir derama banget si" bisik Rina sambil nyenggol Ani yang ikutan kesal melihat Sovia nagis di pelukan Hans di tonton banyak siswa


"Ya elah bego amat si lu,coba Lo pikir kapan lagi bisa di peluk sama Hans kaya gitu" ucap Ani lirih Yuli pun bisa mendengarnya


"Iya bener gue ajah kalo di posisinya udah minta gendong kali keliling komplek" gumam yuli membuat Rina dan Ani geli mendengar nya


"Apanya yang salah faham udah jelas jelas dia yang salah Lo masih belain dia bener bener nggak nyangka gue" ucap Masya sambil menahan dirinya untuk tidak Sedih


"Iya aku nggak percaya,meski itu benar aku tetep percaya sama sovia karena yang aku tau Sovia itu cewe baik baik" ucap Hans ,menusuk relung hati Masya yang paling dalam


"Gue nggak nyangka Lo bisa berfikir begitu,oke gue anggep ini nggak pernah terjadi gue juga nggak butuh kejujuran darinya,Lo sov, jaga si bodoh kesayangan Lo ini, dan buat Lo gue harap Lo nggak menyesalinya suatu hari nanti " ucap Masya pergi meninggalkan tempat itu,Hans pun hanya diam membisu dia ingin mengejar Masya tapi tangannya di tahan oleh Sovia


"Masya" teriak teman-temanya mengejar masya


Sampai kelas Masya berpapasan dengan Rendi


"Lo kenapa sya" ucap Rendi menahan tangan Masya


"Bawa gue pergi Ren gue nggak mau di sini gue udah nggak kuat" ucap Masya dengan bibir bergetar


Rendi yang paham segera mengajak Masya pergi


"Lo mau kemana sya" teriak Rina dan Ani yang berpapasan, membuat mereka berhenti


"gue mau pergi sebentar sama Rendi,tolong bilangin ke Bu Elmi ya" ucap Masya tersenyum menyembunyikan kesedihannya


"Ya udah entar gue yang izin buat jam kedua" ucap Ani yang paham situasinya,yang di angguki oleh yang lain.


"makasih gais" ucap Masya


Masya dan Rendi pun segera ke garasi mengambil motor lalu pergi meninggalkan sekolah


Saat Hans hendak menghampiri Masya dia melihat masya meninggalkan sekolah bersama Rendi membuatnya tiba-tiba kesal


"Kurang ajar beraninya dia pergi sama cowo lain" batin Hans kesal

__ADS_1


**jangan lupa tinggalin jejak kalian terimakasih 😊


maaf kalo ceritanya nggak nyambung 🙏**


__ADS_2