
Masya bingung kenapa Hans terus membawanya jalan
"Kita mau kemana" tanya Masya yang di tarik paksa oleh hans
"Pulang" ucapanya singkat
"Syukurlah kirain gue mau di bawa kemana" batin Masya lega
Hans mengajak Masya ke parkiran dia menaiki lalu menyalakan motornya tak lupa dia melempar helm ke Masya untuk kali ini dia tidak memasangkannya tiba-tiba Masya teringat sesuatu
"Sebenar sepertinya aku melupakan sesuatu" ucap Masya hendak kembali ke tempat tadi kebeuru dia di pegang tangannya oleh Hans
"Cepat naik" ucapnya tegas
"Tapi gue lupa belum membeli bakso pesanan mamah" ucap Masya berusaha melepaskan tangan Hans
"Aku akan mengurusnya cepat naik" ucap Hans tegas Masya pun akhirnya menurut saja mereka pun meninggalkan tempat itu
Di perjalanan Masya masih memikirkan kejadian tadi dia bingung kenapa dia tiba-tiba merasa cemburu saat melihat Rendy dan intan bukankah selama ini hanya ada kakaknya seorang di hatinya
Tanpa Masya sadari dia melingkarkan tangannya di pinggang hans sambil menyenderkan kepalanya di punggungnya pikirannya saat ini melayang entah kemana ada kerinduan mendalam di hatinya kepada kakanya
Hans yang kaget ingin rasanya memarahi Masya tetapi dia urungkan karena melihat Masya yang sedang melamun dari kaca spion
"Kenapa dia" batin Hans bingung dia membiarkan apa yang di lakukan Masya padanya sampai mereka berenti di sebuah perumahan elit
Hans berhenti di depan rumah mewah miliknya di sana banyak mobil mewah berderet di garasi
"Turun" ucap Hans mengagetkan masya
Masya segara turun memandang bingung di sekeliling nya
"Bukanya Lo mau nganter gue pulang kenapa kita ke sini,ini rumah siapa" ucap Masya menatap Hans bingung
Bukanya menjawab Hans malah menarik tangan Masya masuk kedalam,Masya yang bingung menurut saja apa yang Hans lakukan
"kayanya dia seneng banget narik tangan gue" batin Masya kesal
Sampai dalam Masya kaget di sana ada teman-teman Hans sekaligus kakak kelasnya yang sedang asik main game tapi masya tidak menemukan Sofia di sana
Mereka melihat Hans dan Masya tak kalah kagetnya,karena yang mereka tau hanya Sofia yang di izin kan datang ke rumah oleh Hans dan sekarang mereka bingung kenapa Hans malah membawa Masya Bahakan yang mereka tau Masya cewe yang di benci oleh hans
__ADS_1
"Apa sofia pulang" Ucap Hans pada temanya yang sedang menatapnya bingung
"Sudah tadi di dia juga menitip pesan kalo dia membuat kue menaruhnya di kulkas" ucap Soleh yang di angguki oleh Hans
"Lo ngajak Masya ke sini" tanya Ismail bingung
Bukanya menjawab Hans membawa Masya ke lantai dua mereka menatap Hans menarik tangan Masya masuk ke kamarnya
"Ada apa dengan Hans apa yang dia lakukan" ucap Ismail yang sangat penasaran yang lain hanya menggelengkan kepalanya
Setelah di dalam kamar
"Cepat mandi aku tidak suka mencium bau badanmu itu " ucap Hans melepar handuk ke Masya
Membuat Masya melotot dia pun mencium bajunya untuk memastikan ucapan hans,tapi menurutnya masih wangi bahkan bau parfum Rendi juga menempel di bajunya
"Aku tidak mau" tolak Masya sambil melepar kembali ke Hans
Membuat Hans langsung menatapnya tajam membuat Masya memutar bola matanya males
"Baiklah tapi baju ganti gue gimana" ucap Masya males
"Cepat mandi" bentak Hans lagi membuat Masya kesal melangkah ke kamar mandi dengan malas
"Tapi ukuranya tuan" ucap asistennya
"Samakan saja dengan Sofia" ucapnya langsung mengahiri panggilan duduk di tepi ranjang sambil memainkan hpnya
"Baru kali ini gue malem-malem mandi biasanya jam segini gue lagi anget-angetnya sama guling" Masya kesal sambil memutar shower
Dia menguyur kepalanya dengan air dingin untuk menjernihkan pikirannya karena saat ini dia bener-bener bingung kenapa dia begitu nurut sama Hans Bahakan saat hans bentaknya dia hanya bisa diam tak berani menjawab,apa yang membuatnya berubah? itu lah yang sedang Masya pikiran sekarang
Beberapa menit kemudian pintu kamar di ketuk seseorang
Tok tok tok
Hans segera bangkit membuka pintu
Ceklek
"Permisi tuan ini pesanan nya" ucap asistennya
__ADS_1
"Em apa mereka sudah pulang" tanya Hans
"Masih di bawah tuan" ucapnya
"Baiklah kamu boleh pergi" ucap Hans menutup pintunya kembali setelah asistennya pergi,dia meletakan paper bag di meja
Ceklek
Masya keluar dengan lilitan handuk di badanya Hans yang sedang duduk di tepi ranjang reflek melihat ke arah Masya dia melotot menelan selvinya baru kali ini dia melihat cewe begitu seksi menurutnya dengan balutan handuk yang melingkar di badanya apa lagi Masya sambil mengeringkan rambutnya yang basah membuat sensasi tersendiri bagi hans
sampai Tek sadar kalo barang miliknya terbangun
Dengan santainya masya melangkah mendekat ke arah Hans sontak membuatnya kaget langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain dia takut jika menatapnya lama-lama dia kan hilap
"Mana gantinya" tanya Masya sambil mengeringkan rambutnya
"itu" ucap Hans menunjuk paper bag di meja tanpa menatap masya
Masya mengambil dan membukanya dia kaget pasalnya bukan kaos maupun celana melainkan dress warna hitam selutut terlebih ukuranya ke gedean menurutnya sontak membuat ya langsung melemparkannya pada Hans
"Apa maksud Lo ngasih itu apa lo lagi hina gue hah" ucap Masya kesal menatap tajam Hans sontak membuat Hans terkejut langsung berdiri
"Menghina ini kan pakaian wanita bukankah kamu seorang wanita" ucap Hans bingung
"Iya,Tapi gue nggak biasa make pakaian itu" ucap Masya kesal sendiri
"Sudah pakai anggap ini hukuman buat kamu" ucapnya santai
"Hukuman apa bahkan gue nggak ngelakuin kesalahan apapun gue nggak mau" ucap Masya tegas
Membuat Hans langsung memegang lengan Masya kasar
"Pakai atau kamu akan tetap seperti ini sampai pagi" ucapnya membuat Masya ingin sekali menonjok muka tampan Hans tapi ia urungkan takut di anggap kdrt
"itu bahkan lebih baik" ucap masya menepis tangan hans membuka lemari Hans dia mengambil kaos oblong milik Hans lalu dia memakainya di depan hans
Hans hanya bisa melongo melihat kelakuan Masya di depannya tak ingin menerawang jauh Hans segera menyambar handuknya lalu pergi mandi
setelah memakai kaosnya dia membuka handuknya lalu menjemurnya di balkon meski pakaian Hans kebesaran tapi lebih baik menurutnya dari pada dress yang Hans berikan dia terpaksa memakai celana hotpants miliknya kembali
"dasar singa buas bisa-bisanya dia hina gue awas aja kalo dia di posisi gue bakal gue pastiin dia memakai daster mamah" ucap Masya merebahkan badanya di ranjang sesaat kemudian di tertawa ngakak membayangkan Hans memakai daster
__ADS_1
segini dulu ya gais entar aku lanjutin😁
jangan lupa like dan komen ya terimakasih 😊