Diary Masya

Diary Masya
balapan


__ADS_3

Jam 11 malam acara sudah selesai tamu undangan berserta sahabat pun sudah pulang kini tinggal mereka dan keluarga besarnya sedangkan Hans sudah duluan naik ke atas memberikan badanya setelah makan malam bersama keluarga besarnya


"Mah pah Masya ke atas dulu ya mau mandi" ucap masya kepada kedua orangtuanya yang sedang duduk di ruang keluarga


"Iya sana mandi, mamah sama papah juga mau pulang " ucap mamah Ningsih


"Kenapa pulang kan mamah sama papah bisa tidur di sini" ucap Masya


"Lain kali aja ya soalnya mamah sama papah mau beres-beres buat berangkat ke kota besok" ucap mamah Ningsih sambil mengelus bahu putrinya


"mamah sama papah serius jadi ke kota terus Masya sama siapa dong" ucap Masya sedih tiba tiba mamah nggeplak bahu masya


dia berfikir bagaimana nanti nasibnya setelah orangtuanya pergi ke kota sedangkan saat ini hubungannya Dengan Hans sangat tidak mungkin di sebut dengan suami istri apa lagi setelah perjanjian yang mereka buat kemarin


"punya otak di piara ngapa, jangan cuma jadi pajangan doang" ucap mamah kesal


Masya cemberut sambil memegangi kepalanya yang kena geplak


"ya elah mamah masa anak sendiri di samain Ama ternak" ucap Masya sambil mengerucutkan bibirnya


"hehe canda,gini loh anak emak yang imut nan unyu kamu kan sekarang udah nikah sekarang kamu udah jadi tanggung jawab Hans bukan mamah papa lagi gimana si" ucap mamah ningsih sambil menyebut pelan pipi Masya


"iya sya sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab Hans,bukan papah mama lagi" ucap papah menimpali


"tapi kan pah masya-"


"nggak ada tapi tapian besok kalo kamu mau nganter mamah sama papah,Dateng pagi-pagi jangan lupa izin suamimu" ucap mamah sambil melangkah ke luar membuat Masya menghembuskan nafas kasar


"jaga dirimu baik-baik ya sya papah pergi dulu" ucap papah malik mengelus kepala Masya lalu mencium keningnya


"iya pah nitip salam ya pah buat Ali sama Isa" ucap Masya yang di angguki oleh papah


Isa dan Ali tadi pagi tidak hadir karena isa sedang mengurus persiapan perkemahan di sekolahnya sedang Ali di tugaskan ayahnya untuk bertemu klien penting di kota


setelah kepergian orang tua nya Masya naik ke atas untuk mandi


saat Masya masuk kamar Masya melihat Hans sedang memakai sepatu bersiap hendak pergi


"mau kemana" tanya Masya melangkah ke arah jemuran handuk melirik Hans sebentar


"bukan urusanmu dan Jagan harap aku peduli padamu" ucap Hans menatap sinis pada Masya


sambil mengenakan jaket hitamnya


"nah lo belum apa apa udah nongol tanduknya" batin Masya menggerutu


"baiklah" ucap Masya mengambil handuk lalu pergi mandi


setengah jam kemudian Masya keluar dengan lilitan handuk di pinggangnya,lalu dia melangkah menghampiri lemari mengambil pakaiannya lalu mengenakannya di depan Hans yang sedang mengotak Atik HP-nya


"bisakah kamu sopan sedikit" ucap Hans tanpa memandang masya


Masya hanya melirik sebentar kalau meneruskan memakainya, setelah selesai dia naik ke atas ranjang merebahkan badanya dia tidak perduli tatapan tajam dari Hans


"siapa yang izinin kamu tidur di ranjang" ucap Hans menatap tajam Masya


terpaksa Masya bangun membuka lemari mengambil bantal dan selimut kalau merebahkan badanya di sofa


Hans melirik sebentar lalu dia bangkit keluar kamar setelah menyambar kunci mobilnya


setelah kepergian hans Masya bangun lalu melangkah ke Balkan dia menatap langit malam bertabur bintang tak terasa cairan bening mengalir di sudut matanya yang indah


"kenapa ini sakit sekali di saat gue pura pura nggak peduli dengan ucapnya apa salah gue Samapi sesakit ini gue berusaha baik sama dia tapi kenapa dia begitu benci sama gue apa salah gue" ucapnya sambil memukul pelan dadanya yang begitu sesak


selama ini dia berusaha menutupi kesedihannya dengan menjadi anak nakal di depan Teman dan sahabatnya bahkan orangtuanya dia berusaha tidak perduli saat orang lain menghinanya mengejeknya bahkan memarahinya


tapi di saat sendiri dia begitu terpuruk dan sakit tidak ada yang bisa mengerti dirinya dia menanggung semuanya sendiri hanya almarhum kakaknya lah yang mengerti tentang dirinya tentang kesedihannya tentang keterpurukan nya tapi kini hanya kenangan saja


"kakak aku merindukanmu aku ingin bersamamu di sini aku sendiri nggak ada yang bisa ngertiin Masya kak" rintihnya pilu


seandainya kakaknya masih hidup mungkin sekarang dia sudah bahagia berdampingan dengan orang yang tulus menyayanginya mencintainya tapi kini hanya hayalan belaka


saat Masya terhanyut dalam kesedihannya tiba tiba HP-nya berdering membuyarkan lamunannya


(em) ucap Masya mengakat telepon di serbang sana berusaha untuk biasa saja

__ADS_1


(sya Lo di mana si,Lo inget kan malam ini balapan) ucap Ani di telepon


(ya ampun gue lupa)ucapnya menepok jidat


(ya udah cepet Dateng kita tunggu di beskem)ucap Ani


(oke gue otw sekarang) ucap Masya menutup telepon melangkah ke kamar mandi untuk membasuh mukanya agar lebih fresh


malam ini dia akan balapan dengan geng Leo racing untuk perkenalan kelompok baru geng mereka,ini adalah balapan pertama setelah kepergian kakaknya dulu


dia pun menyambar jaket dan kunci motornya lalu pergi setelah dia memastikan rumahnya tertutup dan terkunci


setengah jam kemudian dia sampai di beskem miliknya dia memarkirkan motornya lalu melangkah masuk sampai di dalam dia langsung di sambut oleh Teman dan sahabatnya


"hallo Quin apa kabar " ucap Riki menyambut kedatangan Masya dengan merangkul bahunya


"baik dong" ucapnya lalu bersalaman dengan teman temanya,Masya melangkah mendekati sofa lalu duduk di sana sambil membuka kaleng minuman bersoda


"apa ada keterangan tentang mereka" tanya Masya sambil minum


"kalo Lo denger ini pasti Lo nggak percaya" ucap Ani Masya yang paham ucapan Ani segera dia bangkit


"berapa jam lagi kita balapan" tanya masya kepada teman-teman nya


"setengah jam lagi" ucap firman yang di tugaskan untuk mencari tau tentang geng leo racing


"baiklah gue ganti baju sebentar" ucap Masya melangkah menaiaki tangga yang di susul ke 3 sahabatnya


sampai di dalam Masya membuka lemari pakaiannya di sana berderet baju-baju almarhum kakaknya,saat Masya balapan atau sedang kangen pasti dia memakai pakaian kakaknya dia memang melakukan sejak di tinggal mati kakaknya


masya mengambil satu setel lalu memakainya meski sedikit longgar tapi tidak masalah baginya karena setelah dia memakainya dia merasakan kehadiran kakaknya di sisinya


"ini jaket sama topeng Lo sya" ucap Rina menyerahkan jaket bergambar kalajengking dan topeng kalajengking


"makasih ya Rin" ucap Masya mengambilnya lalu memakainya


"Lo mau jelasin apa ke gue an" ucap Masya setelah memakai jaket dan topengnya


"ketua leo racing itu sebenarnya Hans sya suami Lo" ucap Ani membuat Masya terkejut


"iya sya di sana juga ada Sofia,Ismail dan ka Soleh" ucap muti


"kalian serius" ucap Masya belum percaya


"serius sya kalo Lo nggak percaya Lo tanya aja sama si firman dia kan yang di tugaskan buat mata matai geng itu" ucap Rina meyakinkan


"oke gue percaya tapi ini gimana apa nanti gue bakal ketauan" ucap Masya sambil menghempaskan badanya di sofa


"selama Lo make topeng kayanya dia nggak bakal tau" ucap Ani yang di angguki oleh yang lainya


"apa kalian yakin" tanya Masya sekali lagi


"gue yakin seratus persen gue juga dah bilang sama temen-temen yang lain buat jaga rahasia ini" ucap Ani meyakinkan


"oke kalo gitu Kita pergi sekarang" ucap Masya berdiri


mereka pun turun ke bawah menemui teman temanya


"apa semua sudah berkumpul" tanya Masya saat turun di bawah


"sudah" ucap mereka kompak


"oke,tempat balapan gimana" ucap Masya dia ingin memastikan kalo balapan ini tidak Sampai tercium polisi


"gue rasa tempatnya aman soalnya geng leo sendiri yang memilih tempatnya " ucap Riki si raja jalanan


"oke buat jaga-jaga harus ada yang jaga setiap sudut bila ada suatu beritahu yang lain" ucap Masya Sabil mengenakan perlengkapan untuk balap


"siap sya kita bakal atur" ucap Riki sambil mengode anak buahnya


"rik gimana motor gue" ucap Masya melirik Erik yang sedang ngelap motor


"semua sudah beres sya gue dan servis sebaik mungkin biar Lo nyaman makainya" ucap Erik teman yang di andalkan buat jadi dokter spesialis motor


"oke sip" ucap Masya sambil membelai sarung tanya

__ADS_1


"sya gue mau bicara sebentar sama Lo" ucap firman yang langsung di angguki oleh Masya


"ya udah kalian berangkat duluan rik Lo pimpin di depan" ucap Masya sambil berlalu meninggalkan mereka yang dia angguki oleh riki


"oke gais kita berangkat sekarang" ucap Ani mengintruksi mereka pun berangkat menuju lokasi balapan


sedangkan di lokasi saat ini Hans menunggu kedatangan geng secorpio begitu gelisah karena baru pertama kali dia akan bertemu dengan seseorang yang selama ini dia cari


"kenapa lama sekali gue hampir jamuran nungguin di sini" gumam Hans sambil terus bolak balik nggak jelas


"cobalah untuk tenang Hans dia pasti Dateng kok nggak usah tegang begitu pusing tau gue liatnya" ucap Ismail yang pusing melihat Hans bolak balik kaya setrikaan


"iya Hans cobalah tenang sedikit " ucap Soleh menepuk bahu hans


"ni minum dulu kamu pasti haus" ucap Sofia sambil menyerahkan satu botol minuman


"makasih ya fi" ucapnya mengambil botol itu yang di angguki oleh Sofia


selang berapa menit geng Scorpio pun Dateng yang langsung di sambut tepuk tangan oleh para penggemarnya


Hans melihat itu buru buru mendekat ke arah mereka tapi langsung di cegah oleh soleh


"sabar Hans jaga sikap Lo Jagan kaya gini" ucap Soleh menarik tangan Hans


"maaf aku terlalu bersemangat" ucapnya mengangguk paham


geng Hans pun menghampiri geng secorpio menjabat tangan mereka satu persatu


"selamat datang kawan perkenalkan ini Hans ketua leo racing " ucap Soleh memperkenalkan Hans kepada geng secorpio yang di angguki oleh mereka


sedangkan Hans menatap penasaran ke 3 cewe yang memakai topeng mereka adalah Ani,Rina dan muti


"terimakasih,ketua kami mungkin sebentar lagi Dateng" ucap Riki datar sambil melirik Hans yang menatap 3 teman cewenya


"jadi bukan di antara mereka" tanya Hans datar menatap Riki yang cuma di angguki oleh nya


BRREMMM


BRREMMM suara motor dari belakang


mereka yang mendengar itu memberikan jalan untuk di lewati,Masya pun berhenti persis di depan hans,mata mereka saling bertemu Masya melihat sorot kebahagian di mata Hans sedangkan Masya menatap dingin Hans,masya menunjukan sifat aslinya kepada Hans


Masya turun menghampiri teman-temanya


"benar-benar dia itu kekasih Yusuf yang selama ini gue cari, terlihat dari pakaiannya itu semua milik Yusuf aku masih ingat dengan jelas setiap pertemuan yusuf selalu memakainya" ucap Hans dalam hati pandangan terus tertuju kepada Masya membuat Masya risih di buatnya


"perkenalkan dia Quin ketua kami geng secorpio racing" ucap Riki kepada geng leo


"aku Hans ketua geng leo" ucap Hans mengulurkan tangan Masya


"Quin" ucap Masya dingin menjabat tangan Hans


deg


Hans merasa pernah mendengar suara itu tapi siapa


"senang berkenalan denganmu" ucap Hans tersenyum ramah membuat Masya diam seribu bahasa karena baru kali ini dia melihat Hans tersenyum padanya meski senyuman itu bukan untuknya melainkan Quin


"baiklah kita mulai balapan ini" ucap Soleh mengode yang lainya untuk bersiap di area masing-masing


Masya dan Hans pun mulai mengambil start


dan di depan mereka berdiri cewe berpakaian minim sambil membawa bendera Hans melirik Masya sebentar dia tersenyum penuh arti sedangkan Masya fokus menatap ke depan


"1..2..3..mulai" ucap cewe itu melemparkan bendera ke atas


Hans dan Masya pun langsung melajukan motor mereka sambil sekali saling mendahului


penampilan Masya saat di bascamp



penampilan Hans saat di bascamp


__ADS_1


Jagan lupa untuk like dan komen ya gais terimakasih 😊


__ADS_2