
Masya berlari-lari keliling lapangan,setelah selesai dia duduk di bawah tiang basket sambil meluruskan kakinya
"Anjir cape juga mana aus lagi" ucap Masya sambil mengusap keningnya
Masya melihat sekeliling tidak ada orang lain selain dirinya,di saat seperti ini dia teringat kembali almarhum kakaknya di mana kakaknya tidak akan meninggalkannya sendiri,tak akan membiarkannya bersedih
Apa lagi setelah kejadian tadi pagi yang membuatnya sedih dia mengingat bagaimana Hans memperlakukan Sovia selembut mungkin sedangkan padanya sekalipun tak di anggap,dia sedih apakah dia bisa hidup bersamanya nanti setelah apa yang di lihatnya
Bukanya Masya sedih karena tidak di bela oleh Hans tetapi dia harus menerima kenyataan bahwa Hans lebih mempercayai sahabatnya ketimbang tunangan Bahakan sebentar lagi menjadi istrinya
Dia bangkit melangkah pergi ke kantin untuk membeli minum dan membawanya pergi
Saat Masya ingin pergi ke rooftop bel istirahat berbunyi segera dia berlari ke atas
Sampai di atas dia merebahkan badanya di sofa yang ada di situ
"Gila cape banget gue" ucap Masya ngos ngosan
Sedangkan Rina,Ani dan Yuli sedang kebingungan mencari Masya
"Buset kemana si tu bocah udah gue cari nggak ketemu juga" ucap Ani kesal
"Nggak tau gue juga bingung" ucap Rina
"Kayanya ada tempat yang belum kita jajah deh" ucap Yuli sambil mengingat
"Atap" ucap rina,mereka pun mengagguk segera naik ke atas
Sampai di atas mereka melongo melihat Masya tertidur di sofa sambil tengkurep
Mereka pun mendekati Masya untuk mebangunkanya
"Sya bangun" ucap Ani membangunkan Masya
"Iya bentar gue masih ngantuk nih" ucap Masya tanpa ada niat buat bangun
Mereka bertiga pun langsung mengakat tubuh Masya dan mendudukannya,membuat Masya kesal
"Kampret lu pada lagi enak enak tidur juga" Masya kesal
"Lagian lu bukanya sekolah malah enak enakan tidur" ucap Yuli
Masya berdiri sambil menutup mulutnya dan merentangkan tangan dia melangkah ke depan sambil melihat ke bawah dan dia kebingungan saat melihat teman-teman nya sedang ber lari seperti mencari seseorang
"Eh mereka kenapa si" ucap Masya
Rina Ani dan Yuli mendengar ucapan Masya segera menghampirinya
Mereka pun ikut melihat ke bawah dan terkejut
"Jagan-jangan" ucap mereka ada raut wajah cemas
__ADS_1
"Razia" ucap Masya santai
Mereka pun mengangguk
"Ya udah lah santai ajah orang kita nggak bawa apa-apa ini" ucap Masya santai sambil kembali duduk di sofa
"Tapi sya kalung gue" ucap Rina langsung membuat mereka terkejut
"Jagan bilang Lo tinggal di tas" ucap Ani
"Maaf iya tadi pagi gue buru-buru jadi gue masukin aja ke tas" ucap Rina bingung
Masya langsung berlari menuruni tangga dan pergi ke kelasnya
Sampai di kelas teman-teman cowo langsung berhamburan ke Masya
"Sya tolongin kita dong banyak temen temen bawa barang ke sekolah" ucap Rohman yang di angguki yang lainya
"Berapa kelas lagi " ucap Masya
"Sekelas lagi" ucap Ani dari pintu
"Oke gais kumpulin semua barang kalian di plastik taro di meja guru cepat" ucap Masya mereka pun langsung mengumpulkan barang mereka ke plastik
"Jagan ada yang Ter tinggal apa lagi kalian umpetin di belakang papan tulis" ucap Masya membuat Juna dan Rohman langsung berlari ke apapun tulis mengambil rokok dan koreknya
"maaf sya ini" ucap Juna menyerahkan barangnya ke Masya uang dudul di meja guru
"Jagan kalian umpetin di badan yang bawa hp tolong di off waktu kalian cuma 3 menit lagi cepat" ucap Masya mereka pun cepet cepet mengambil yang di badan lalu memasukan barang mereka ke plastik
"Udah taro aja di plastik entar gue yang atur" ucap Masya
Setelah terkumpul langsung di taro di meja guru
Masya segera mengambil sesuatu dari saku celana nya dan membuka laci guru yang terkunci,lalu memasukan plastik itu ke dalamnya,Membuat mereka melongo tak percaya
"Dapet ide dari mana Lo sya" ucap Ani
"Gue udah biasa begitu" ucap Masya duduk di bangkunya setelah mengunci lacinya
"Gila Lo umpetin di situ Lo nggak takut ketauan " ucap Ani
"Udah gais yang terpenting sekarang kalian sebisa mungkin Jagan melihat atupun melirik ke meja guru kalo sampai itu terjadi tamat riwayat kalian" ucap Masya membuat mereka takut
"Oke sya" ucap mereka kompak
"Ya udah Jagan tegang gitu kaya biasa ajah" ucap Masya senderan di kursi sambil memejamkan matanya
Mereka pun lanjut seperti biasa ada yang tidur tiduran ada yang nyanyi ada yang becanda
"Sya cincin Lo" ucap Rina membuat terkejut
__ADS_1
"Gila gue lupa" ucap Masya menepok jidatnya
"Terus gimana dong" ucap Rina bingung
"Udah sans ajah " ucap Masya santai
Sampai akhirnya ketos dan guru-guru dateng ke kelas
"Perhatian anak kumpulan tas kalian di meja dan kalian semua baris di depan" ucap Bu Elmi selaku wali kelas
Dari depan pintu dan jendela banyak siswa yang menonton kelas mereka
Dari raut wajahnya Bu elmi terlihat khawatiran,Masya tersenyum ramah ke arahnya,Ada rasa lega di hati Bu Elmi
Guru guru mulai menggeledah,ada yang menggeledah tas,ada yang melihat bangku dan meja ada juga yang menggeledah di papan tulis
Mereka pun kaget tidak ada satupun benda Yang ada di tas maupun di tempat lain
"Aman" ucap pak Supri ada keraguan di hatinya sebenarnya
Membuat yang mendengar terkejut bukan main
"Hans geledah mereka" ucap pak junedi
Hans dan teman-temanya mulai menggledah badan mereka satu persatu
"Yang sudah keluar" ucap pak junedi
giliran Masya,saat Sovia ingin mengeledah Masya di cegah oleh Hans
"biar gue ajah" ucap Hans ke Sofia dia pun mengangguk
Hans mendekat ke arah masya,masya mengangkat tangannya ke atas
Hans pun mulai mengeladah Masya terakhir dia melihat cincin yang melingkar di kalung Masya membuatnya menatap Masya yang cuma beberapa senti darinya Masya mengakat kedua alisnya
Hans meraba bahu masya lalu melepaskan kalung itu mebiarkannya jatuh ke dalam baju masya
Membaut Masya mengakat sudut bibirnya
"Aman" ucap Hans
Setelah semuanya di geledah mereka masuk langsung pada duduk di bangku
Para guru melihat semua murid kelas itu seperti pada santai tidak ada yang takut gelisah
Pak junedi mendekati meja Bu Elmi, membaut mereka was-was sedangkan Masya santai ajah sembari memainkan pulpen ya di jarinya
"Bu Elmi tolong buka lacinya" ucap pak junedi,membuat teman-teman Masya menelan selvinya tapi sebisa mungkin mereka tidak menunjukan khawatirannya
"Baik pak" ucap Bu Elmi mengambil kunci dari sakunya lalu membuka laci itu
__ADS_1
Membuat mereka melirik Masya dari raut wajah Masya yang Santai membuat mereka pasrah
"Silahkan pak" ucap Bu Elmi pak junetdi pun membuka laci itu lalu beberapa menit kemudian dia meletakan sesuatu di meja