Diary Masya

Diary Masya
Mendadak Razia


__ADS_3

Masya berlari-lari keliling lapangan,setelah selesai dia duduk di bawah tiang basket sambil meluruskan kakinya


"Anjir cape juga mana aus lagi" ucap Masya sambil mengusap keningnya


Masya melihat sekeliling tidak ada orang lain selain dirinya,di saat seperti ini dia teringat kembali almarhum kakaknya di mana kakaknya tidak akan meninggalkannya sendiri,tak akan membiarkannya bersedih


Apa lagi setelah kejadian tadi pagi yang membuatnya sedih dia mengingat bagaimana Hans memperlakukan Sovia selembut mungkin sedangkan padanya sekalipun tak di anggap,dia sedih apakah dia bisa hidup bersamanya nanti setelah apa yang di lihatnya


Bukanya Masya sedih karena tidak di bela oleh Hans tetapi dia harus menerima kenyataan bahwa Hans lebih mempercayai sahabatnya ketimbang tunangan Bahakan sebentar lagi menjadi istrinya


Dia bangkit melangkah pergi ke kantin untuk membeli minum dan membawanya pergi


Saat Masya ingin pergi ke rooftop bel istirahat berbunyi segera dia berlari ke atas


Sampai di atas dia merebahkan badanya di sofa yang ada di situ


"Gila cape banget gue" ucap Masya ngos ngosan


Sedangkan Rina,Ani dan Yuli sedang kebingungan mencari Masya


"Buset kemana si tu bocah udah gue cari nggak ketemu juga" ucap Ani kesal


"Nggak tau gue juga bingung" ucap Rina


"Kayanya ada tempat yang belum kita jajah deh" ucap Yuli sambil mengingat


"Atap" ucap rina,mereka pun mengagguk segera naik ke atas


Sampai di atas mereka melongo melihat Masya tertidur di sofa sambil tengkurep


Mereka pun mendekati Masya untuk mebangunkanya


"Sya bangun" ucap Ani membangunkan Masya


"Iya bentar gue masih ngantuk nih" ucap Masya tanpa ada niat buat bangun


Mereka bertiga pun langsung mengakat tubuh Masya dan mendudukannya,membuat Masya kesal


"Kampret lu pada lagi enak enak tidur juga" Masya kesal


"Lagian lu bukanya sekolah malah enak enakan tidur" ucap Yuli


Masya berdiri sambil menutup mulutnya dan merentangkan tangan dia melangkah ke depan sambil melihat ke bawah dan dia kebingungan saat melihat teman-teman nya sedang ber lari seperti mencari seseorang


"Eh mereka kenapa si" ucap Masya


Rina Ani dan Yuli mendengar ucapan Masya segera menghampirinya


Mereka pun ikut melihat ke bawah dan terkejut


"Jagan-jangan" ucap mereka ada raut wajah cemas

__ADS_1


"Razia" ucap Masya santai


Mereka pun mengangguk


"Ya udah lah santai ajah orang kita nggak bawa apa-apa ini" ucap Masya santai sambil kembali duduk di sofa


"Tapi sya kalung gue" ucap Rina langsung membuat mereka terkejut


"Jagan bilang Lo tinggal di tas" ucap Ani


"Maaf iya tadi pagi gue buru-buru jadi gue masukin aja ke tas" ucap Rina bingung


Masya langsung berlari menuruni tangga dan pergi ke kelasnya


Sampai di kelas teman-teman cowo langsung berhamburan ke Masya


"Sya tolongin kita dong banyak temen temen bawa barang ke sekolah" ucap Rohman yang di angguki yang lainya


"Berapa kelas lagi " ucap Masya


"Sekelas lagi" ucap Ani dari pintu


"Oke gais kumpulin semua barang kalian di plastik taro di meja guru cepat" ucap Masya mereka pun langsung mengumpulkan barang mereka ke plastik


"Jagan ada yang Ter tinggal apa lagi kalian umpetin di belakang papan tulis" ucap Masya membuat Juna dan Rohman langsung berlari ke apapun tulis mengambil rokok dan koreknya


"maaf sya ini" ucap Juna menyerahkan barangnya ke Masya uang dudul di meja guru


"Jagan kalian umpetin di badan yang bawa hp tolong di off waktu kalian cuma 3 menit lagi cepat" ucap Masya mereka pun cepet cepet mengambil yang di badan lalu memasukan barang mereka ke plastik


"Udah taro aja di plastik entar gue yang atur" ucap Masya


Setelah terkumpul langsung di taro di meja guru


Masya segera mengambil sesuatu dari saku celana nya dan membuka laci guru yang terkunci,lalu memasukan plastik itu ke dalamnya,Membuat mereka melongo tak percaya


"Dapet ide dari mana Lo sya" ucap Ani


"Gue udah biasa begitu" ucap Masya duduk di bangkunya setelah mengunci lacinya


"Gila Lo umpetin di situ Lo nggak takut ketauan " ucap Ani


"Udah gais yang terpenting sekarang kalian sebisa mungkin Jagan melihat atupun melirik ke meja guru kalo sampai itu terjadi tamat riwayat kalian" ucap Masya membuat mereka takut


"Oke sya" ucap mereka kompak


"Ya udah Jagan tegang gitu kaya biasa ajah" ucap Masya senderan di kursi sambil memejamkan matanya


Mereka pun lanjut seperti biasa ada yang tidur tiduran ada yang nyanyi ada yang becanda


"Sya cincin Lo" ucap Rina membuat terkejut

__ADS_1


"Gila gue lupa" ucap Masya menepok jidatnya


"Terus gimana dong" ucap Rina bingung


"Udah sans ajah " ucap Masya santai


Sampai akhirnya ketos dan guru-guru dateng ke kelas


"Perhatian anak kumpulan tas kalian di meja dan kalian semua baris di depan" ucap Bu Elmi selaku wali kelas


Dari depan pintu dan jendela banyak siswa yang menonton kelas mereka


Dari raut wajahnya Bu elmi terlihat khawatiran,Masya tersenyum ramah ke arahnya,Ada rasa lega di hati Bu Elmi


Guru guru mulai menggeledah,ada yang menggeledah tas,ada yang melihat bangku dan meja ada juga yang menggeledah di papan tulis


Mereka pun kaget tidak ada satupun benda Yang ada di tas maupun di tempat lain


"Aman" ucap pak Supri ada keraguan di hatinya sebenarnya


Membuat yang mendengar terkejut bukan main


"Hans geledah mereka" ucap pak junedi


Hans dan teman-temanya mulai menggledah badan mereka satu persatu


"Yang sudah keluar" ucap pak junedi


giliran Masya,saat Sovia ingin mengeledah Masya di cegah oleh Hans


"biar gue ajah" ucap Hans ke Sofia dia pun mengangguk


Hans mendekat ke arah masya,masya mengangkat tangannya ke atas


Hans pun mulai mengeladah Masya terakhir dia melihat cincin yang melingkar di kalung Masya membuatnya menatap Masya yang cuma beberapa senti darinya Masya mengakat kedua alisnya


Hans meraba bahu masya lalu melepaskan kalung itu mebiarkannya jatuh ke dalam baju masya


Membaut Masya mengakat sudut bibirnya


"Aman" ucap Hans


Setelah semuanya di geledah mereka masuk langsung pada duduk di bangku


Para guru melihat semua murid kelas itu seperti pada santai tidak ada yang takut gelisah


Pak junedi mendekati meja Bu Elmi, membaut mereka was-was sedangkan Masya santai ajah sembari memainkan pulpen ya di jarinya


"Bu Elmi tolong buka lacinya" ucap pak junedi,membuat teman-teman Masya menelan selvinya tapi sebisa mungkin mereka tidak menunjukan khawatirannya


"Baik pak" ucap Bu Elmi mengambil kunci dari sakunya lalu membuka laci itu

__ADS_1


Membuat mereka melirik Masya dari raut wajah Masya yang Santai membuat mereka pasrah


"Silahkan pak" ucap Bu Elmi pak junetdi pun membuka laci itu lalu beberapa menit kemudian dia meletakan sesuatu di meja


__ADS_2