
setelah kepergian emak emak kepo suasana menjadi canggung Masya yang nggak tau harus ngomong apa memilih diam Hans yang tadinya kesal pada Masya udah nggak lagi karena merasa kasihan
"nih" ucap Hans meberi kan minyak telon
"makasih"Masya menerimanya mengusapkannya ke perut
Hans pergi ke mobil mengambil kotak P3K dan membawanya ke tempat masya
"tangan kamu" ucapnya membuka kotak tersebut
Masya yang bingung menjawab apa dia hanya menurut mengulurkan tangannya
hans membersihkan darah di lengan Masya yang udah mengering mengunakan gel antiseptik lalu dengan hati hati meneteskan obat merah
"akhhh pelan pelan dong" Masya meringis menahan perih
"maaf " ucap Hans sambil meniupin lukanya menutupnya dengan plester luka
Masya tertegun dengan apa yang di lakukan Hans
Masya memandangi kagum wajah Hans yang menurutnya sempurna itu dari alis,mata, hidung terakhir bibirnya yang membuat Masya menelan selfinya
"boleh nggak si gue bawa pulang tuh bibir " batin Masya meronta
siapa yang nggak tergiur dengan ketampanan seorang Hans Aditya Pratama walupun dia seorang yang dingin kejam tapi akan membuat siapa saja terhipnotis oleh ke tampanan nya
"pantesan ajah si Sofia sampe terobesi sama ni cowo ternyata dibalik ke kejamanya tersimpan wajah malaikatnya" batin maysa mengagumi
"aku tau aku tampan" ucap Hans sambil ngguting plester membuat Masya tersadar dari lamunanya
"idih geer banget si lu siapa juga yang liatin" ucap Masya mengelak
"aku nggak bilang kamu laiatin aku" ucap Hans sambil membereskan kotaknya
"serah" ucap Masya cuek
Hans memasukan Kembali kotanya ke mobil dan mengapiri masya
"kamu masih mual" tanya Hans datar duduk di sebelah masya
"eh buset bisa perhatian juga ternyata kebentur apa dia" batin Masya heran
"udah nggak si cuman gue" ucap Masya terhenti
"cuman apa" ucap Hans datar
"ngomong ngga ya sebenarnya gue laper banget si ah coba ajah deh sapa tau di ajak makan" batin Masya nyengir
"kenapa diem" ucap Hans lagi
"em sebenernya gue leper hehe" ucap Masya nyengir
"oh" ucapnya membuat masya menyrengit
"gitu doang" batin Masya heran bisa bisanya cowo ini nggak peka
"nyesel banget gue ngmng sama ni kutub" batin Masya kesal
"pulang" ucap Hans datar
"kemana" ucap Masya balik
"apa kamu mau tetep di sini" ucap Hans datar
"eh ya nggak lah" ucap Masya
Hans pun melangkah mendekati mobilnya
"eh gue nggak mau naik mobil Lo lagi ya" ucap Masya
tetapi Hans tak menggubrisnya dia masuk kedalam mobil mengambil kunci mobil dan tas selempangn nya dia mengunci mobil lalu berjalan mendahului Masya
"jalan" ucap Hans tanpa menengok Masya sambil fokus pada HP nya
"mau kemana si" tanya Masya bingung mengikutinya dari belakang Hans hanya diam fokus ke HP nya
"sebenernya dia mau kemana si udah gitu gue di cuekin lagi" batin masya menggrutu
dungk
Masya menabrak punggung Hans
"heh Lo kalo berhenti liat liat dong sakit nih" ucap Masya ngusap kepalanya
langsung mendapat tatapan sinis dari Hans
"hehe iya gue yang salah jalan nggak liat depan" ucap Masya
"ehbuset ngeri banget mukanya dasar beruang kutub kalo gue lagi nggak butuh dia udah gue bejek ni cowo " Masya dalam hati
"nggak usah ngupat" ucap Hans datar tanpa mengalihkan pandangannya ke hp
__ADS_1
"eh siapa juga yang ngupat" ucap Masya kaget
"ehbuset kenapa dia bisa tau ya apa dia punya mata batin apa mata Najwa" pikir Masya heran
"sebenernya kita mau kemana si gue cape tau jalan terus dari tadi" tanya Masya penasaran
"makan" ucapnya datar
"ya elah makan doang sampe sejauh ini kan dari tadi juga banyak penjual makan lewat" cerocos Masya
"nggak higenis" ucap hans singkat membuat masya menyrengit
"ehbuset kalo nggak higenis nggak di jual kali bang bang" ucap Masya kesal
Hans terus berjalan dia mengabaikan ucapan Masya Samapi dia berhenti di depan IS cafe
"serius mau makan di sini" pikir Masya yang nggak biasa makan di cafe karena jarang juga dia nongkrong di cafe
bukanya norak tetapi Masya lebih sering makan di rumah apa makanan warung yang lebih murah dan mengenyangkan
Hans pun segera masuk yang di ikuti Masya
mereka pun duduk bangku yang kosong.
"permisi ka mau pesen apa" ucap pelayan cafe ramah sambil membawa daftar menu
"kamu pesen dulu aku keluar sebentar" ucap Hans berdiri menyodorkan ATM nya
"serius dia ngasih ATM nya ke gue wah bisa pesen banyak nih" batin Masya senang
"eh lu mau kemana" tanya masya
tapi tidak di jawab oleh Hans dia melangkah pergi
"pacarnya ya ka" ucap pelayan cafe sambil menyerahkan daftar menu
"dih ogah banget pacaran sama dia" batin Masya
"bukan lebih tepatnya musuh dalam selimut" ucap Masya membuat pelayan itu menyengit
"musuh ko bisa bareng" ucap pelayan itu heran
"lagi baikan" ucap masya
"owh,padahal ganteng Lo ka udah gitu tajir lagi " ucap pelayan itu kagum yang membuat Masya memutar bola matanya males
"dari mana Lo tau kalo dia tajir" tanya Masya
"ngarang lu perasaan b aja tuh penampilannya nggak ada yang menarik" ucap masya santai
"ih Kaka itu kan barang branded semua" ucap pelayan itu
"emang bener ko dia nggak ada yang menarik" ucap Masya lagi
sebenernya Masya juga punya barang wah ati branded itu tetapi dia lebih suka kesederhanaan
"awas Lo ka bilangnya benci ujung ujungnya sayang" ucapnya menggoda
"siapa juga yang mau sama dia paling juga cewenya katarak" ucap Masya lagi pelayan itu pun hanaya menggeleng
"udah gue pesen ni sepageti nya satu es jeruknya satu sama pitzza nya lima di bungkusnya" ucap Masya
"cowonya mau di pesenin apa ka" tanya pelayan itu sambil mencatat
"nggak usah lah lagian dia nggak nyuruh di pesenin juga kan" jawab Masya santai membuat pelayan itu menggeleng
"saya kirain cuma cowo doang yang gak peka ternyata cewe juga bisa nggak peka" batin pelayan itu
"ada lagi ka" tanya nya
"gue pinjem hape Lo boleh" ucap Masya
"owh ini kebetulan tadi mau aku simpen tapi nggak jadi soalnya tadi keburu ada pelanggan" ucapnya sambil menyerahkan hp
"curhat Lo" ucap Masya sambil fokus ke HP itu
"ya elah mbanya jujur amat" ucap pelayan itu
"panggil gue Masya bukan kaka" ucap Masya
"baik ka eh Masya" ucapnya nyengir Sabil berlalu pergi
sedangkan Hans saat ini sedang bertemu dengan kelayen nya di ruang VVIP yang ada di cafe itu
karena saat di jalan dia mendapat pesan dari sekertaris nya dia juga berniat mengajak Masya untuk menemaninya tapi berhubung melihat Masya kelaparan dia nggak jadi ajak
dia pun segera menghampiri sekertaris nya
"silahkan tuan hans,tuan x sudah menunggu anda" ucap Nana sekertaris kepercayaan hans
hans pun mengaguk melangkah memasuki tuang
__ADS_1
"selamat datang tuan Hans maaf saya mengganggu waktu anda " ucap mister X tersenyum
"tidak masalah " ucapnya dingin duduk berhadapan dengan tuan X
"baikalah kedatangan saya ini ingin membicarakan kerjasama yang kemarin lusa saya tawarkan itu tuan hans" ucap mister X tak lepas dari senyumanya
"apa menguntungkan saya paling tidak suka dengan orang yang bermuka dua" ucap Hans dingin yang membuat mister X tersnyum
"saya senang dengan kejujuran Anda tuan Hans tentu saja ini sangat membantu saya dan juga menguntungkan perusahaan Anda" ucap mister X sambil mengkode sekertaris nya
"ini tuan" ucap sekertaris Herman menyerahkan berkasnya yang langsung di ambil oleh sekertaris nana dan memeriksa nya
Hans melirik Nana dia pun menggunakan kepalanya tanda setuju
"baiklah saya terima tawaran anda selamat berkerja sama" ucap Hans datar sambil jabat tangan
"terimakasih banyak tuan Hans saya senang sekali bisa berkerja sama dengan anda "ucap tuan X menjabat tangan Hans
sedangkan Masya saat ini sedang menikmati makanannya sambil nelpon
(siapa ya)ucap suara di sebrang sana
(gue Masya apa kalian masih di sekolah) ucap Masya
(kita udah pulang soalnya tadi ada rapat )ucap Yuli di sebrang sana
(sya Lo di mana) ucap Ani tapi terdengar ribut
(Lo nggak papa kan sya Lo nggak ada yang lecet kan) ucap Rina membuat Masya memutar bola mata malas
(nggak ko sayang ku) ucap Masya tau tiba khawatir banget
(oh syukurlah)ucap mereka lega
(eh jemput gue ya)ucap Masya
(Lo di mana apa Lo di tinggalin sama si singa) tanya Ani
(nggak ko cepet Lo Dateng gue serlok ) ucap Masya
(oke tunggu gue) ucap Ani langsung memutuskan sambungan
"kebiasaan banget si dia" ucap Masya menggerutu
"kemana si tu orang lama banget apa gue tinggal aja ya terus ATM nya gimana apa gue bawa ajah ya" ucap Masya
"ah bodo sapa suruh lama" ucap masya
"mba" ucap Masya memanggil pelayan cafe
pelayan itu mendekat
"berapa" tanya Masya
"totalnya 850rb sya" ucapnya
"nih" ucap Masya sambil menyerahkan ATM
setelah membayarnya segera berdiri hendak pergi
"eh ni hp Lo makasih ya ni buat ganti pulsa Lo" ucap Masya sambil menyerahkan uang 100rb
"iya sama sama ini makasih juga ya sya" ucap pelayan itu
"em eh entar kalo ada orang nyariin gue bilang gue udah pulang cape nunggu lama" ucap Masya pada pelayan itu
"sip oke" ucapnya sambil melingkarkan jarinya
Masya pun meninggalkan cafe itu dengan kantong besar di tangannya
di sisi lain Hans yang baru keluar dari ruang VVIP mendapatkan notifikasi dari hp nya
segera dia melihatnya dan mengernyit
"pesen apa dia sebanyak ini" pikir Hans dia pun segera menyusul dimana dia meninggalkan Masya
Samapi di sana dia hanya menemukan pelayan yang sedang membersihkan meja dia pun segera menghapirinya
"iya ada yang bisa saya bantu ka" ucap pelayan itu
"cewe yang di sini kemana" Tanya Hans
"oh udah pergi beberapa menit yang lalu ka " ucap pelayan itu
"Aishhhh beraninya dia ninggalin gue " ucap hans kesal membuat pelayan itu takut
"apa dia meninggalkan sesuatu" ucap Hans
"nggak ka"pelayan itu menggeleng
"shitt" Hans pun meninggalkan tempat itu
__ADS_1
jangan lupa like dan komen ya terimakasih 😊