Diary Masya

Diary Masya
marah dan kecewa


__ADS_3

Masya terus menambah kecepatan nya saat mereka terus mengejarnya, Masya kesal siapa sebenarnya yang ingin bermain-main dengannya


Sampai di jalan sepi mereka menyalip menghadang Masya terpaksa Masya berhenti menatap tujuh orang yang mengelilingi nya


"siapa kalian gue nggak mau cari masalah di sini " ucapnya membuat salah satunya membuka helmnya membuat Masya terkejut


"Reno!" Ucap Masya kaget


"Kenapa? Baru tau Lo berhadapan dengan siapa hah jangan harap kali ini Lo bakal lolos" ucapnya sombong di sambut tawa oleh teman temanya


"CK mainya keroyokan.


nggak malu Lo ngajak mereka semua buat hajar gue" ucap Masya berdecih sambil meletakan helmnya


"Iya kenapa takut Lo cewe setan" ucapnya membuat mata mendengus kesal


"takut si engga cuman gue takut hilang kendali ajah" ucap Masya yang langsung di sambut gelak tawa mereka


"Apa katanya hilang kendali hahaha so jagoan lu" di iringi tawa


" lagian gue bingung sama Lo bukanya Lo yang salah kenapa malah nyalahin gue" ucapnya


"heh denger ya ini semua gara gara Lo karena Lo udah ikut campur urusan gue,sampe bikin gue kalah taruhan paham" ucapnya emosi


"taruhan ,emang Lo pikir segala sesuatu bisa di bikin taruhan dasar sinting,untung tadi malam gue yang Dateng coba kalo yang lain,mampus Lo" ucap Masya lagi


"aakhh banyak Bacot lu,hajar dia" teriak Reno


Mereka pun maju satu persatu menghajar masya,melawan 7 orang membuat Masya kewalahan bagaimanapun dia hanya seorang diri pada akhirnya membuat Masya sempat tersungkur berapa kali juga wajahnya terkena pukul meski dia jago bela diri tapi tenaganya belum cukup kuat melewan mereka berbarengan


Dengan terpaksa Masya mengeluarkan senjata terakhirnya yaitu sabuk yang melilit di pinggangnya


Membuat Reno dan kawanya tertawa terbahak bahak menganggap Masya ingin melawan mereka menggunakan sabuk,tapi tawa mereka tidak berlangsung lama saat Masya mengeluarkan isi dari sabuk itu


Ternyata itu bukan sabuk melainkan pembungkus samurai ,Masya mengeluarkan samurai dari dalam hasduk yang panjangnya kurang dari satu meter itu di setiap lapisannya terdapat gambar kalajengking yang sangat mematikan


Reno tau betul samurai itu milik secorpio racing hanya anggota khusus lah yang memiliki senjata itu


"Siapa kamu sebenarnya" tanyanya penasaran dan juga takut apa lagi melihat ujung samurai yang mirip ekor kalajengking itu

__ADS_1


"Seharusnya tanpa gue jawab Lo semua udah pada tau bukan" ucap Masya menatap tajam mereka semua sambil mengacungkan senjata itu membuat mereka mundur berapa langkah


"Kenapa pada diem sini maju" ucap Masya lagi tapi tak ada pergerakan dari Reno dan kawanya


Reno dan kawanya di buat kalang kabut saat Masya memainkan samurai itu mereka paham betul apa yang akan terjadi selanjutnya kepada mereka kalo bukan kaki,perut atau bahkan leher mereka yang akan menjadi santapan samurai itu


Mereka memang membawa pisau yang berbentuk ikan tapi mereka tau sebelum senjata mereka melayang maka tangan atau kepala mereka duluan lah yang akan hilang


Tak mau membuang buang waktu Reno dan kawanya melarikan diri menyelamatkan nyawa mereka yang di ujung tanduk


"Bro cabut" ucapnya,memuat Masya terkekeh sambil menahan nyeri di perutnya


"CK penakut" ucapnya lalu memasukan lagi samurai itu kedalam sabuk ,Masya melangkah mendekati motornya sambil memegangi wajahnya


"Ish.. Reno sialan sakit banget ni muka" ucap Masya sambil melihat wajahnya yang berdarah di kaca sepion


"sialan..suatu saat gue bakal bikin perhitungan sama mereka" ucap Masya geram


Masya pun pergi meninggalkan tempat itu


Setengah jam kemudian dia sampai di sekolahnya,saat di garasi Masya sudah di tunggu oleh Hans dan Sofia di depan mobilnya


Saat hendak membuka helm Hans melangkah mendekatinya membuatnya mengurungkan niatnya


"Aku ingin bicara" ucapnya datar


"Ngomong tinggal ngomong" Masya memandang Hans sekilas,membuat Hans mendengus kesal


"Kamu tau bukan Sofia akan tinggal di tempat kita,untuk sementara waktu kita pisah kamar dulu agar tidak membuatnya curiga dan dia ingin tidur di sebelah kamarku,aku harap kamu mengerti" ucapnya


"Terus apa hubungannya sama gue rumah rumah Lo,terserah Lo mau nempatin dia mana mau satu kamar sama Lo juga nggak masalah kan ngapain bilang ke gue" ucap Masya


"Jaga bicara mu,aku tidak ingin marah aku cuma tidak ingin dia tau soal hubungan kita" ucapnya tegas


"Ck siapa juga yang ngajak ribut lonya aja yang sensian"ucap Masya kesal


Sofia pun menghampiri mereka lalu menggenggam tangan Hans


"Ada apa Hans apa Masya nggak setuju aku tinggal di rumahmu kenapa kamu begitu kesal" tanyanya dengan raut sedih

__ADS_1


"Bukan itu fi,nggak papa kok kamu tinggal di rumahku nanti Masya pindah ke kamar tamu kalo kamu takut sendiri dibawah" ucap Hans lembut membuat Masya tertegun mendengarnya


"Kamar tamu nggak salah bukanya di atas masih ada dua kamar kenapa gue di bawah" pikir Masya


"Apa kamu keberatan sya" tanya Sofia


"Nggak ngapain gue keberatan, lagian kayanya gue nggak pulang gue mau balik ke rumah dah lama juga gue nggak pulang ke sana" ucap Masya membuat Hans langsung marah


"Nggak bisa kamu nggak boleh pulang kesana" bentaknya


"CK apa urusannya sama Lo rumah rumah gue ngapain Lo ikut campur" ucap Masya menyetater motornya


"Mau kemana kamu jangan macam macam, pulang kerumah" bentaknya menarik tangan Masya


"CK nggak usah peduiin gue urusin ajah tuh kesayangan lo"ucap Masya


"kamu jangan sembarangan aku dan Sofia nggak ada hubungan apa apa,aku perduli sama dia karena dia sahabat aku" ucapnya menarik tangan Masya turun dari motor


"serah Lo mau ngomong apa bukan urusan gue" ucapnya


"jagan keras kepala kamu sya,pulang sekarang" teriaknya


Membuat masya kesal menepis kasar tangan Hans lalu pergi meninggalkan sekolah


"aakhh, kenapa dia keras kepala si" Hans mengacak rambutnya frustasi


"udah kamu yang tenang nanti dia pasti pulang kok " Sofia mencoba menenangkanya


"ya udah kita masuk kelas yuk" ajaknya menarik tangan Hans pergi dari parkiran dengan terpaksa Hans mengikuti Sofia masuk kelas


"ini belum seberapa sya gue bakal bikin Lo menyesal telah berurusan sama gue" batin Sofia tersenyum senang sambil menggandeng tangan Hans masuk kelas


masya terus menambah kecepatannya marah dan kecewa yang Masya rasakan saat ini bagai mana bisa Hans memperlakukannya sesuka hatinya kenapa juga dia harus menurut kenapa Hans begitu egois terhadapnya apakah di hatinya tidak ada sedikit pun rasa empati terhadapnya


sambil terus melaju Masya memikirkannya sampai tak terasa air matanya menetes di pipinya


setelah berjalan cukup jauh sampai juga dia di bestcam miliknya, setelah turun dia membuka helmnya melemparkannya ke sembarang arah membuat yang melihat kaget sekaligus bingung tidak ada yang berani menegurnya saat melihat suasana hati Masya sedang kacau


Masya melangkah menaiki tangga menuju kamarnya dia tidak peduli tatapan teman temanya yang bingung

__ADS_1


sampai akhirnya Riki menelfon Ani untuk datang ke bestcam untuk melihat keadaan Masya


__ADS_2