Diary Masya

Diary Masya
ketauan


__ADS_3

Setelah masuk ke tenda masya merebahkan badannya di bet,dia memejamkan matanya tapi susah sekali untuk tertidur dia melirik jam di tanganya menujukan setengah 2 dini hari


"Nggak mungkin gue tidur lagi yang ada gue kesiangan entar"masya bangun lalu mengambil sewiternya pergi keluar mencari warung untuk sekedar nongkrong meski dirinya masih tak enak badan tapi dirinya tak memperdulikan itu


Sedangkan hans setelah memastikan sofia tidur di tendanya, hans melangkah pergi untuk melihat keadaan masya, setelah sampai di tenda dia buru buru masuk kedalam lalu mendekati seseorang yang sedang tidur menutupi kepalanya dengan selimut,hans merebahkan badanya di sebelahnya yang dia anggap masya sambil memeluknya dari belakang


Hans memeluk orang itu tanpa membuka selimutnya,sedangkan orang itu yang sudah ngantuk berat membiarkan hans memeluknya dia adalah sofyan meski merasa risih tapi rasa kantuknya membuatnya nggan untuk bergerak


Soleh dan ismail yang masih terjaga melihat hans memeluk sofyan hanya bisa terkekeh geli sambil saling senggol satu sama lain


"Ada biawak makan biawak" celetuk ismail membuat soleh cekikikan


"Iya bener jadi terharu.." ucap soleh pelan di sela tawanya sambil meneyeka airmatanya yang hampir menetes


"Udu....tayang tayang cini aa peyuk.." ucap ismail sambil menarik kepala soleh ke dada bidangnya membuat keduanya langsung ketawa


Membuat hans merasa terganggu lalu melempar bantal agar mereka diam


"Bisa diem nggak si kalian" ucapnya kesal


Mereka pun langung menutup rapat rapat mulutnya


Masya menyusuri jalan setapak yang terangi lampu sepanjang jalan


Tiba tiba masya mendengar ada suara di balik semak-semak,karena penasaran dia mendekat kearah semak-semak itu lalu menyibak sedikit ilalang yang menghalangi pandanganya


Dia menyerngit melihat yang nampak di depanya meksi remang-remang dia tau siapa yang ada di baliknya


Masya melihat pasangan yang hendak memadu kasih di sana,dia melihat seragam yang di kenakan mereka ternyata dari sma merpati putih


"Ren gue takut" ucap cewe itu kepada reno cowo di depanya sambil menyilang tanganya di dada mungkin ini pengalaman pertamanaya melakukan itu


"Tenanglah sil kalo pertama mungkin akan sakit,gue bakal pelan pelan lakuinya lagian ini juga pertama buat gue kita sama sama belajar oke" ucapnya sambil mengelus lembut pipi sisil

__ADS_1


Masya mendengar itu mendengus kesal


"Cihh...belajar bersama katanya" gumam masya dalam hati


Reno mulai melancarkan aksinya dengan mencium bibir sisil lembut sedangkan tanganya mulai meraba kemana-mana,kecapan dari mulut mereka mulai terdengar


"Dasar cewe bego tolol mau maunya jadi mainan cowo bejat kaya dia" umpat masya


"Aduh...gue harus apa ya lapor apa gue takutin aja biar kabur.tapi," dia verfikir sejenak


Lalu mencari sesuatu di sekitarnya dia menemukan batu sebuji salak dia ambil lalu melemparkanya ke reno akibatnya terkena kepalanya membuatnya mengaduh kesakitan


Sebenarnya masya ingin menakuti mereka tapi masya berpikir suatu saat mereka pasti akan mengulangi perbuatanya,dia pun mendekat sambil membawa satu buah bilah di tangan kanannya


Mereka terkejut melihat kedatangan masya buru-buru sisil membenarkan seragamnya lalu berdiri membantu reno yang tersungkur sambil memegangi kepalanya


"Bagus....malam yang dingin paling enak bikin yang anget-anget,seakan dunia hanya milik berdua" ucap masya sambil memainkan ranting kayu di tanganya


"Anjing...cewe gila..lo yang nipuk gue pake batu kan" teriaknya kesal sambil menatap masya marah sedangkan sisil hanya menunduk malu


"Bangsat harsunya lo nggak usah ikut campur urusan orang lain lebih baik lo pergi cepet keburu gue kasih pelajaran lo" bentaknya lagi


"Elah di tolong malah nggak amu coba kalo tadi gue nggak dateng malah lapor ke pembina tamat riwayat kalain" ucap masya santai


Mereka pun menyadari ucapan masya memang ada benarnya juga


"Sil...sil...jadi cewe jangan murahan mau maunya jadi mainan cowo berengsek kaya si reno jadi cewe ada harga dirinya dikit dong" ucapnya membuat siail mengkat kepalanya menatap kesal masya


"Kenapa nggak suka gue sebut murahan hah kalo nggak lo suka ya jagan mau jadi bonekanya si reno ngerti kaga lo" ucap masya menatap tajam sisil


"Eh bangsat jagan asal ngoming ya sisil itu pacar gue lo nggak ada hak buat ikut campur" reno mendorong bahu masya kasar


"Apa pacar hahahahah" masya terbahak mendebgarnya membuat keduanya kesal sekaligus bingung dengan orang di depanya

__ADS_1


"Ehbuset, sil itu yang lo sebut pacar yang bakal ngerusak masa depan lo gila..pacar dari mananya coba kalo kalian nggak tau apa itu pacaran lebih baik nggak usah pacaran deh eneg gue dengernya" ucap masya membuat kedunya terdiam


"Dah lah males ngomong sama kalian,gue saranin ya lebih baik kalian putus deh dari pada kalin bikin aib keluaraga" membuat sisil terkejut lalu menutup wajahnya menyadari kesalahanya saat hendak melakukanya dia tidak mengingat kedua orangtuanya dia pun menagis senggukan membuat reno mengacak rambutnya frustasi gagal sudah dia taruhan malam ini


"Sial gagal gue dapat duit malam ini ini semua gara gara cewe sialan ini awas aja gue bakal beri perhitungan" batinya kesal sambil menatap masya penuh dendam


"Udah sil lebih baik kita pergi nggak usah ngurusin cewe gila ini"reno menarik tangan sisil tapi langsung di tepis oleh sisil


"Tinggalin gue sendiri ren" ucap sisil di sela tangisnya


Membuat reno marah menatap benci ke masya


"Awas lo urusan kuta belum selesai" menujuk ke arah masya lalu pergi masya hanya mengedikan bahunya santai


Masya mengeluarkan hp dari sakunya memencet tobol terhubung dengan seseorang


"Awasi reno dari merpati putih" ucap masya lalu mematikan hpnya


"Nggak usah cengeng jadi cewe jadi cewe tuh harus kuat jangan lebek di gombalin dikit meleleh" ucap masya membuang bilah di tanganya


"Iya kak.Maksih ya kak udah nyadrin gue,gue hilaf gue nggak bakal ngulangin lagi" ucapnya sambil menghapus airmatanya


"Bagus lah kalo gitu.ya udah balik geh pasti dah di cariin sama temen lo


Pasti mereka udah pada bangun" ucap masya yang langsung di angguki oleh sisil


DUUARRR


Kembang api meletus di udara menandakan semua harus bangun dan bersiap Masya pun melangkah balik ke tenda


**maaf ya Gaia kalo aku upnya lama😞😞


jangan lupa untuk like end komen

__ADS_1


terimakasih 😊😊**


__ADS_2