
Tak terasa waktu kelulusan sebentar lagi. Dua minggu yang lalu, kami disibukkan dengan ujian akhir sekolah. Aku jadi jarang ketempat Ali untuk membantu membuat kerjinan lagi. Hari ini aku ingin pergi ke sana. Aku juga rindu sama Akbar. Kebetulan hari ini hari minggu. Tapi hari ini Bu Yasmin ada acara di sekolah untuk menyiapkan Ujian akhir untuk anak didiknya.
"Bu, hari ini Mayang izin mau kerumah Ali boleh?" izinku pada bu Yasmin sebelum beliau berangkat.
"Iya sayang, nanti kamu bawakan makanan ya buat keluarga Ali. Oh iya, dalam lemari juga ada kue. Kamu bawa sekalian ya. Kue itu ibu bikin memang buat Ali." jawab bu Yasmin
"Iya bu. Terima kasih" balasku sambil mencium tangan bu Yasmin yang akan mau berangkat.
"Hati-hati ya Nak, Ibu pergi dulu. Assalamu'alaikum.."
"Hati-hati juga bu. Wa'alaikum salam"
*****
Setelah menyiapkan segala sesuatu, aku berangkat ke tempat Ali. Tak perlu waktu lama, akhirnya aku tiba dirumah Ali.
tok tok tok
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikum salam.. Eh kak Mayang. mari masuk kak. Bang Ali ada di dalam." sambut Akbar.
"Eh kamu May, ada apa?" Ali keluar dari dalam.
"Ini aku mau mengantar kue dan makanan buatan ibu untuk kamu dan keluarga." jawabku sambil menyerahkan makanan dan kue itu ke Ali.
"Waah, kok repot - repot sih May. Makasih ya." kata Ali sambil menerima oleh-oleh dari ku.
" Iya sama-sama. Eh ya, bapak mana? Sehat kan?" tanyaku tentang bapak nya.
"Alhamdulillah bapak sehat. Bapak pagi tadi sudah berangkat ke pasar. Hari ini pasar lagi rame."
Kami pun berbincang-bincang, bercerita dan tertawa bersama. Sebenarnya aku rindu ingin membuat kerajinan lagi. Tapi sayang, bahan-bahannya masih habis.
Ketika hari sudah siang, aku pun pamit untuk pulang.
"Makasih ya tuan putri makanan dan kue nya." katanya seteah aku berpamitan pulang
"Iya sama-sama pangeran kodok. Aku pulang yaa. Assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikum salam"
______________________
Pagi ini pengumuman kelulusan akan di umumkan. Hatiku selalu gelisah menanti hal itu. Dari pagi aku bolak-balik keluar masuk kamar.
"kamu kenapa May?'' Tanya bu Yasmin heran
"ehmm, engga kok bu. Mayang hanya gugup saja. Hari ini kan hari pengumuna kelulusan. Mayang deg degan."jawabku sambil nyengir kuda,.
"Kamu duduk sini deh. minum lalu tarik napas kamu dalam-dalam."
Aku pun menuruti perintah Bu Yasmin.
"Bagaimana sudah sedikit tenang?"
"Alhamdulilllah lumayan bu." jawabku sambil tersenyum lebar
"Ya sudah, kamu cepetan berangkat gih. Nanti telat. Oh iya, ibu nanti pulang sekolah ada rapat. Jadi ibu pulangnya telat.''
"Iya bu. Mayang berangkat ya. Assalamu'alaikum." pamitku sambil mencium tangan bu Yasmin.
"Iya Nak, hati-hati. Wa'alaikum salam"
Aku pun berjalan menuju ke sekolah. Dalam perjalanan rasa deg degan itu masih tersisa. walau cuma sedikit.
Kemaren dari sekolah sudah ada pengumuman bahwa formulir pendaftaran sudah ada di sekolah.
Jadi, Bu Yasmin berpesan, Nanti aku bisa langsung meminta formulir tersebut. Agar peluang ku masuk sekolah itu semakin besar.
__ADS_1
'Ah, andai Ali bisa ikut bersekolah di kota. Pasti semakin senang lah hati ku.'
Tapi aku tidak boleh egois. Ali memilih menunda keinginannya untuk keluarganya. Aku harus menghargainya
Tak terasa sampai juga aku disekolah.
Tumben itu si pangeran kodok sudah menunggu ku di depan pintu masuk sambil cengar - cengir.
"Selamat pagi tuan putri ku"sapa nya
"Selamat pagi juga pangeran kodok ku. Tumben sudah disini?"balas ku
"Iya, hari ini kedai bapak libur. Jadi aku bisa berangkat sekolah pagi deh." jawabnya sambil tersenyum.
Aku hanya mengangguk - angguk menanggapi nya.
"Eh iya, hari ini pengumunan kelulusan yaa. Duh aku kok jadi deg degan gini yaa." katanya
"Kita berdoa saja semoga kita semua lulus dengan nilai yang memuaskan. " balasku
"Aamiin.."
****
Pukul 09.00 semua siswa kelas IX di minta berkumpul di aula untuk mendengar hasil pengumuman kelulusan
Aku dan Ali mengambil tempat di barisan tengah pojok. Agar kami dapat mendengar dengan jelas tanpa riuh kebisingan dari anak-anak yang lain.
Setelah menunggu selama 5 menit, akhirnya bapak kepala sekolah masuk membawa sebuah map. Mungkin map itu berisi hasil keputusan kelulusan.
"Selamat pagi anak - anakku semua.. Alhamdulillah dipagi ini kita semua dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal afiat tanpa kurang satu apa pun." Bapak kepala mengawali pembukaannya
"Hari ini adalah hari yang kita tunggu - tunggu. Hari yang kalian nanti. Karena pada hari ini adalah pengumuman hasil dari buah pelajaran yang kalian timba selama 3 tahun belajar di sekolah ini.
Bapak berharap nilai hasil ujian kalian semua sangat memuaskan, namun itu pun juga tergantung pada kalian. Bagaimana kalian belajar selama ini, bagaimana kalian mengatus waktu selama ini, dan bagaimana kalian berusaha.
Tak lepas dari itu, kami para guru-guru berharap kalian semua bisa lulus dengan nilai yang memuaskan sehingga kalian bisa melanjutkan pendidikan di sekolah yang kalian mau."
"Sebelumnya sudah dikatakan, bahwa hasil Ujian Nasional ini dapat menentukan kemana kamu bisa melanjutkan pendidikan setelah dari sini.
Jadi, yang nilainya bagus, kamu bisa melanjutkan ke sekolah favorit Negeri sedangkan yang nilai Ujian Nasional nya pas, kamu tetap masih bisa meneruskan pendidikan ke sekolah umum.
Berapa pun nilai yang kamu dapatkan, tetaplah semangat dalam belajar. Semoga di masa depan kamu menjadi orang-orang yang berhasil.
Setelah hasil kelulusan ini dibagikan, bapak berharap agar kamu langsung pulang dan menyampaikan ini kepada orangtua kamu.
Tambahan:
Kamu yang akan melanjutkan sekolah ke Negeri 001 nanti setelah ini bisa meminta formulir pendaftarannya ke bapak, karena Insya Allah kami dari panitia akan memfasilitasi pendaftaran kamu."
"Sebelumnya tolong sampaikan salam kami kepada orangtua kamu di rumah.
Dan minggu depan kita akan melaksanakan kegiatan perpisahan. Oleh sebab itu, kalian harus hadir dalam acara tersebut."
"Bagi yang namanya sudah dipanggil bisa langsung pulang yaa"
Setelah itu, satu per satu dari kami dipanggil. Hingga tiba giliranku
"Mayangsari.."
"Iya bu." jawabku sambil berjalan ke depan kelas.
"Pertahankan prestasi baik kamu ya" ucap bu guru sambil menyerahkan sebuah amplop padaku.
"Terimakasih bu," jawabku dengan menerima amplop itu. Tak lupa kucium tangan bapak dan ibu guru yang hadir dalam ruangan ini.
Walau belum tahu isinya, aku sangat lega dan bahagia.
Aku pun berjalan pelan menuju kelas ku sambil menunggu Ali.
__ADS_1
Tak berapa lama dia datang dan bekata:
"Bagaimana hasilnya. Lihat dong?" pintanya sambil tertawa
"Kan ga boleh dibuka. Tadi pesan bapak kepala dibukanya sampai rumah saja." tolakku sambil menjulurkan lidah
Setelah itu kami pun pulang. sebelum pulang, aku pergi ke ruang administrasi untuk meminta formulir.
Aku dan Ali pulang bersama. Kami berjalan beriringan.
"Tak terasa ya sebentar lagi kita akan bersekolah di sekolah yang berbeda. Pasti nanti akan kangen saat pulang bareng kaya gini." ucap Ali mengawali percakapan kami
"Yang penting kan kita tetap selalu berteman Al."jawabku
Aku memang sengaja menghindar dari bahasan tentang sekolah itu. Karena itu sangat menyedihkan. Dan aku tahu itu juga membuat Ali kecewa.
Tak terasa kita sampai dipertigaan gang.
"Aku pulang dulu ya..."
"Iya, hati-hati tuan putri ku.."
"Hati-hati juga pangeran kodok ku.."
Kami pun tersenyum
_________________________________________
Aku menanti Bu Yasmin dengan gelisah. Karena aku tak sabar untuk mengetahui hasil dari surat putusan kelulusan ku.
Ini sudah pukul 02 siang. Apakah Bu Yasmin belum selesai rapatnya?
Aku jadi teringat ayah.
Pada kejadian yang sama 3 tahun yang lalu saat aku menerima berita kelulusan, Aku juga mendapat kabar bahwa ayah kecelakaan.
Tiba tiba saja pikiranku langsung tidak karuan. akhirnya kuputuskan untuk menyusul Bu Yasmin ke sekolah. Namun ketika aku menutup pintu, Bu Yasmin datang dan tersenyum.
"Mau kemana May?"
Aku tidak menjawab pertanyaan bu Yasmin. Tapi aku langsung memeluknya. Aku menangis.
Bu Yasmin membelai rambutku
"Kamu kenapa Nak?" Tanyanya penuh kebingungan.
"Tadi Mayang menunggu ibu, Kok jam segini belum pulang. Terus tiba tiba mayang ingat almarhum ayah, bu. Dulu, 3 tahun yang lalu, saat Mayang menerima berita kelulusan, Mayang juga mendapat kabar bahwa ayah kecelakaan. Mayang tadi takut karena ibu belum pulang - pulang." jelasku sambil memeluk lagi bu Yasmin.
"Enggak Mayang, bu Yasmin masih disini menemani Mayang. Tadi sepulang rapat, Ibu mampir ke pasar. Ibu membelikan baju untuk kamu sebagai hadiah karena kelulusan kamu."kata bu Yasmin
"Tapi kan surat kelulusannya belum dibuka bu. Kok ibu sudah membelikan hadiah?"jawabku
"Karena ibu yakin. Kamu pasti lulus san dan mendapat nilai yang bagus"katanya lagi.
"Ya sudah, ayo masuk. Kita buka surat kelulusan kamu."
Aku tersenyum dan mengangguk pelan.
"Mana suratnya?"tanya bu Yasmin ketika beliau sudah berganti baju.
"Ini bu," jawab ku sambil menyerahkan amplop yang tadi ku dapat dari sekolah.
Bu Yasmin membukanya pelan. Sesekali dia melirik menggoda kearahku.
Setelah itu..
"Alhamdulillah Mayang, nilai kamu hampir sempurna. 9.75 Nak."
Aku pun langsng mendekat dan melihat sendiri tulisannya.
__ADS_1
Yaa benar. nilai itu beneran tertulis disana.
Aku pun memeluk erat bu Yasmin.