
Hari ini aku meminta izin pada Bu Yasmin untuk pergi ke kampung.
Aku sangat rindu sekali dengan suasana desa, juga dengan rumah ku.
Aku juga ingin mengunjungi makam ayah ku.
Bu Yasmin pun ikut mengantar ku ke desa.
Sebenarnya, aku ingin pergi sendiri saja. Karena nanti Tante Mita akan sendirian. Namun Bu Yasmin memaksa untuk ikut denganku.
Kami berangkat pagi sekali menuju terminal.
Aku juga berpesan pada Tante Mita untuk tidak memberitahukan keberadaan ku pada Zen dan juga mama nya.
Yea, aku lebih suka menyebut nya dengan 'mama Zen', dibanding ' ibuku'.
Dalam perjalanan, aku lebih banyak diam.
Aku memeluk erat tangan Bu Yasmin dan menyandarkan kepala ku di bahunya.
Rasa nya bahu ini sangat nyaman untuk bersandar. Seperti ada sebuah tempat peraduan yang nyaman dikala aku lelah.
Ku pejamkan mata ku. Mencoba melupakan segala kejadian. Mencoba berdamai dengan perasaan.
Tiba-tiba saja, bayangan tentang kehidupan di kampung ku terlintas begitu nyata.
Ada para tetangga yang sedang sibuk di sawah, ada mang pak Tarjo yang sedang mengangkat barang dagangan. Ada Bu Darmi, sang pemilik toko. Juga ada Ali.
Aku tersenyum ketika mengingat sosok Ali. Dia pangeran kodok ku.
Dia sahabat terbaikku.
Karena kesibukan ku di kota, aku sampai lupa tak memberi nya kabar.
Mungkin saja dia menunggu kabar dari ku.
' Oh pangeran kodok ku, semoga kau selalu dalam kesehatan.'
__ADS_1
Ada juga Akbar, adik Ali.
Perjaka kecil yang selalu malu-malu.
Dia yang pendiam, selalu tersenyum ramah dan tak pernah merajuk.
Mengingat kejadian-kejadian lucu saat di kampung, rasanya tak sabar aku ingin segera sampai disana. Aku jadi tersenyum-senyum sendiri
Rumahku.
Bagaimana keadaan rumahku sekarang.
Apakah ada yang ngekost disana? Karena kalau dibiarkan kosong juga sayang.
Tak terasa saat ini kami sudah berada di jalan besar menuju desa.
Kami harus berjalan sebentar lagi untuk sampai di rumah Bu Yasmin.
Jalan ini masih sama seperti 2 tahun yang lalu. Masih terjal dengan sedikit bebatuan.
Rumput padi yang mulai menguning, menambah keindahan alam. Juga suara burung berkicau yang sedang bernyanyi riang. Membuat ku seakan ikut menari.
Saat kami sedang berjalan melewati jalan setapak, kami berpapasan dengan para tetangga yang akan melakukan aktifitasnya. Ada yang mau berangkat ke pasar, ke sawah, juga ada yang mau bekerja di rumah orang.
Mereka tersenyum ramah padaku, berhenti sebentar, berjabat tangan dan menanyakan kabar ku
Disini sosialisai masyarakat masih sangat erat. Jika ada seseorang yang baru datang, mereka akan berbondong-binding datang menanyakan kabar.
Kami telah sampai di depan halaman Bu Yasmin.
Bu Yasmin membuka pintu, sementara aku menunggu di kursi depan.
" Bu, aku mau langsung ke makam ayah boleh?" tanya ku pada Bu Yasmin.
" Nanti sebentar Mau, istirahat lah sebentar dulu. Kamu pasti capek." cegah Bu Yasmin.
Sebenarnya aku memang sangat capek. Tapi aku rindu ingin segera pergi makam ayah.
__ADS_1
Aku pun menuruti perintah Bu Yasmin.
Aku masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar.
Di dalam kamar ini, aku membaringkan tubuhku di kasur. Aku melepas jaket dan meletakkannya di kursi tempat ku belajar.
Kamar ini masih sama seperti dulu
Bu Yasmin sering membersihkan nya sewaktu dulu beliu masih tinggal disini.
Tak lama kemudian bu Yasmin muncul sambil membawakan ku teh hangat.
Aku pun meminum teh hangat ini.
Rasanya tubuhku Kembali segar.
Aku meminta izin lagi untuk pergi ke malam ayah, dan Bu Yasmin akhirnya mengizinkan ku.
Aku berjalan sendirian menuju makam ayah. Aku sudah rindu sekali rasanya.
Sampai di makam, aku membacakan doa untuk ayah. Setelah itu, aku menabur bunga yang telah aku petik di belakang rumah ku untuk ayah.
Aku menangis.
Aku mencurahkan semua isi hati ku pada ayah.
Semua kejadian yang aku alami dari dulu sampai sekarang, ku ceritakan pada ayah
Setelah puas bercerita dan menangis, aku membersih kan makam ayah.
Makam ini juga terlihat lebih bersih dari makan yang lain.
Setelah cukup puas aku disini, aku pun beranjak pergi.
Melangkah kan kaki ku munuju ke rumah Bu Yasmin lagi.
' Ayah, selama Mayang disini, Mayang akan setiap hari akan datang kesini yah. Mayang sangat rindu sekali pada ayah. Doakan agar Mayang kuat menghadapi ini semua ya yah
__ADS_1