
Memiliki sebuah keluarga adalah sebuah kebahagiaan yang tak ternilai harganya.
Karena keluarga itu tidak akan pernah bisa ditukar dengan apapun.
Seperti sekarang ini, aku sekarang memiliki keluarga. Aku punya Bu Yasmin yang kini menjadi ibuku.
Bu Yasmin memang bukan ibu yang melahirkan ku. Namun kasih sayang nya tulis padaku. Dia begitu sayang dan perhatian padaku.
Setiap aku pergi kerumah lama dan ke makam ayah, Bu Yasmin selalu menemani ku.
Aku sangat bahagia sekarang. Aku tidak lagi tinggal seorang diri. Aku telah memiliki keluarga lagi.
"Ayo sayang kita berangkat bersama. "
Setiap pagi kita memang akan berangkat sekolah bersama. Jalan sekolah kami memang searah. Nantinya kita akan berpisah di sebuah pertigaan depan.
Aku sangat bahagia sekarang. Aku melangkah kan kaki dengan ringan. Dengan ceria. Dengan kebahagiaan yang aku punya.
Setibanya di depan gerbang sekolah, Bella telah menungguku. Seperti biasa, dia datang terlebih dulu karena dia pergi kesekolah dengan diantar mobil dan sopir pribadinya.
Berbeda dengan aku yang hanya jalan kaki agar sampai disekolah.
__ADS_1
"Hay.. lama banget sih. Aku sudah menunggu dari tadi." omelnya ketika aku baru sampai.
"Iya, aku kan jalan kaki. Makanya lama. Gak kaya kamu yang naik mobil." jawabku membela diri.
" Iyaa iyaaaa. yuk ah segera masuk. Ada yang mau aku omongin."
"Apa?" tanyaku sambil mengernyitkan dahi karena kebingungan
"Ada lah...." jawabnya dengan malas.
"Ada apa sih Bel, kok kamu cuek gitu. Ada masalah apa sih?"aku semakin bingung dengan sahabatku ini.
Dalam perjalanan menuju kelas, Kami terdiam. Bella tampak malas dan enggan masuk kelas. Aku pun takut untuk bertanya lebih lanjut. Makanya aku memilih diam.
Dia melemparkan tasnya ke bangku dengan kasar. Dia tak pernah seperti ini.
Ada apa sebenarnya?
"Ada apa sih Bell? Kamu kenapa?" aku yang mulai semakin penasaran tak bisa lagi menahannya.
"uuhhh...." Dia membuang napas kasar.
__ADS_1
"Cerita dong sama aku. Kamu kenapa? Apa sedang ada masalah?" cercaku dengan berbagai pertanyaan.
Aku bingung melihat sikapnya yang aneh. Aku merasa bersalah jadinya.
" Aku mau pindah May.. Papaku dipindah tugaskan ke Bandung dan aku harus ikut. Tadinya aku ingin tetap tinggal disini, tapi kedua orangtuaku menolak. Mereka tidak tega aku sendiri disini. Padahal aku selalu menceritakan tentang dirimu yang bisa dan berani tinggal sendiri." dia menjawab pertanyaanku sambil menahan nangis.
Aku tau ini berat buat nya.
"Bel, kamu ini beruntung masih punya orangtua yang lengkap. Mereka masih ada dan sangat menyayangi mu. Jadi kamu harus nurut apa kata mereka. Kamu gak boleh buat mereka sedih. Jangan seperti aku, yang tak punya siapa-siapa lagi." kini aku yang merajuk sedih.
"May, maafkan aku. Aku jadi membuatmu sedih. Maaf.." dia nampak merasa bersalah.
" Nggak apa-apa Bel. kamu gak salah kok. Aku sebenarnya juga sedih kalau kamu pindah. Karena teman yang aku punya hanya kamu. Hanya kamu yang mau menerima aku denga segala kekuranganku. Hanya kamu yang begitu perhatian sama aku Bel. Tapi kalau itu demi orang tuamu, maka sebagai anak kita harus ikhlas." jelas ku pada Bella.
" Iya May, kamu benar. Aku sudah salah telah marah pada orang tua ku. Aku sangat merasa bersalah pada mereka."
Aku pun memeluk erat Bella.
Sahabat yang aku punya sebentar lagi akan pergi juga.
"May, aku harap nanti kita bisa bertemu lagi dan kamu tetap jadi Mayangku. Aku sayang pada mu May."
__ADS_1