
Hari ini adalah hari pertama dimana kami mengikuti lomba olimpiade ini.
Sedari pagi, aku dan Aini sibuk mempersiapkan persiapan untuk materi lomba.
Untuk lomba pagi ini, kita diadakan secara kelompok. Dan kebetulan, aku dan Aini berada dalam satu tim. Itu artinya, aku dan Aini bisa bekerja sama agar mendapat hasil yang lebih baik.
Olimpiade ini diikuti oleh kurang lebih 200 sekolah dari berbagai daerah di Indonesia.
Jadwal hari ini, kami dibagi menjadi 20 kelompok, yang mana satu kelompok terdiri dari 10 orang.
Pada pukul 08.00 , kami sudah harus berkumpul di aula dengan membawa peralatan yang diperlukan.
Sementara para Guru pendamping dipersilahkan mengikuti workshop ke-Guru-an yang diadakan di sebuah tempat tak jauh dari wisma ini.
Aku dan Aini berjalan bersama menuju aula yang ditentukan.
Kita pun langsung mencari tempat yang memang sudah ditentukan oleh panitia.
Cloter pertama diisi oleh 10 kelompok, dan 10 kelompok lainnya menunggu untuk kloter kedua.
****
2 jam sudah kami mengikuti lomba di hari pertama.
__ADS_1
Kini saatnya kita beristirahat,
Kami diperbolehkan beristirahat di kamar masing-masing dan kembali lagi nanti pada jam 13.00
Aku dan Aini memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi wisma untuk menghilangkan penat dan mencari suasana agar lebih bersemangat.
Di belakang wisma ada sebuah taman. Kecil sih, tapi cukup asri dan mampu membawa sugesti positif untuk fikiran yang tengah tegang dengan soal-soal yang baru saja dikerjakan.
Kami memilih duduk di sebuah bangku di bawah pohon mangga.
"Semoga saja kita bisa lolos dan masuk ke tahap berikutnya ya May." kata Aini memulai percakapan ini.
"Iya, Aamiin."
"Mmmmm, Aku sih pengennya bisa kuliah keluar negeri Ai. Tapi nggak tahu juga yaa. Mungkin Bu Yasmin juga tidak tega aku jauh darinya." jawabku
"Bu Yasmin itu ibu kamu ya?"
"Mmmmm iyaa. Meskipun beliau bukan ibu kandungku, tapi beliau sangat sayang padaku." jawabku
"Bukan ibu kandung? Maksud kamu beliau ibu tiri kamu May?" tanya Aini yang penasaran
"Bukan juga Ai. Bu Yasmin itu dulu guru aku waktu masih SD. Dulu ibuku pergi ninggalin aku dan ayah. 2 tahun setelah kepergian ibu, ayah aku meninggal dan saat itu aku tidak punya siapa-siapa lagi. Akhirnya bu Yasmin mengajakku tinggal bersama. Kebetulan Bu Yasmin juga belum menikah, dan dia juga sebatang kara sepertiku." jelasku pada Aini.
" hummmm, maaf ya May. Aku tak berniat membuat kamu sedih." kata Aini dengan perasaan bersalah.
__ADS_1
"Nggak apa-apa kok Ai." jawabku sambil tersenyum
Setelah itu, kita banyak bercerita tentang sekolah, tentang teman-teman dan juga tentang pelajaran.
Aku dan Aini sama-sama menyukai pelajaran Matematika dan Fisika. Kita sama-sama suka berhitung, dan kelihatannya dia sangat jago dalam bidang ini.
Tak terasa, waktu istirahat sudah hampir habis.
Kita pun memutuskan untuk kembali ke kamar untuk melakukan sholat dan kemudian kembali ke aula untuk mengikuti lomba selanjutnya.
____________________
Malam ini, acara workshop ditiadakan. Karena sang narasumber berhalangan hadir sebab sedang berduka.
Maka untuk menghormatinya, panitia memutuskan untuk meniadakan acara workshop pada malam ini.
Pada kesempatan ini, aku dan Aini memutuskan untuk mengisi waktu ini dengan belajar lebih giat.
Pengumuman dari panitia bahwa pada hari pertama ini, semua peserta dinyatakan lulus dan bisa mengikuti ke tahap selanjutnya.
Kami sibuk dengan pekerjaan masing-masig, sementara bu Retno dan Bu Saudah menunggui kami degan sabar dan telaten.
Dan tanpa terasa waktu sudah malam
Bu Retno dan Bu Saudah pun menyuruh kami utnutk segera beristirrahat agar besuk tidak kesiangan.
__ADS_1