Dibalik Awan Kelabu

Dibalik Awan Kelabu
28 Job Kerjasama


__ADS_3

Aku turun dari mobil dengan perasaan sangat bahagia. Bagai taman yang indah penuh dengan


bunga-bunga.


Dia mengantar ku sampai masuk ke dalam warung. Mencium tangan Bu Yasmin dan Tante


Mita. Ah ini adalah pemandangan yang indah.


‘Terimaksih Tuhan atas semua keindahan yang Kau berikan.’


 


“ Ya sudah, Zen pamit dalu ya Tante.” Pamit Zen pada Ibu dan Tante Mita


“ Iya Zen,hati-hati. Terimakasih sudah mengantar Mayang pulang.” Jawab Bu Yasmin


Setelah Zen pamit, aku masih berdiri di depan warung sambil melihat mobil Zen perlahan meninggalkan


halaman. Tanpa sadar senyum ku pun mengembang lebar, daaaan,


“Cieee yang


lagi kasmaran.” Tante Mita menggoda ku ketika dia melihat aku senyum-senyum


sendiri.


Aku pun jadi salah tingkah karena nya. Aku buru-buru masuk ke dalam untuk ganti baju dan


membantu diwarung.


Bu Yasmin ketika berpapasan dengan ku hanya tersenyum simpul.


***


Hari ini seminggu sudah kami menjalani Ujian Semester genap. Hari ini juga merupakan


hari terakhir diadakan nya ujian semester genap.


Aku, Bu Yasmin, Tante Mita dan Bella berniat mengunjungi papa zen dirumah sakit siang


nanti.


Seperti biasa, Zen bersiap mengantarku sepulang sekolah ini. Tapi aku menolak karena Bu


yasmin dan Tante Mita sudah menunggu aku dan Bella di depan sekolah.


“ Ayo sayang aku antar pulang.” Ajak Zen


“ Tapi hari ini aku ke rumah sakit Zen. Aku dan keluarga mau melihat keadaan papa kamu.” Jawab


ku.


“ Oke baiklah. Nanti bareng aku aja. Aku juga mau kesana kok.” Katanya padaku.


 Setelah itu kami berjalan ke depan sekolah. Disana telah Bu Yasmin dan Tante Mita sudah


menunggu.


Dan kita tinggal menunggu Bella.


Tak lama kemudian Bella datang. Kami pun segera meuncur ke rumah sakit bersama dengan


Zen.


Di sepanjang jalan, mereka semua menggoda ku dan Zen yang baru seminggu jadian.


Aku yang baru pertama kali nya menjalani hubungan cinta seperti ini hanya bisa tertunduk


malu.


Namun ada perasaan bahagia juga sih sebenernya.


***


Tak terasa kami sudah tiba di parkiran rumah sakit.


Kami semua pun turun dan segera menuju ruang dimana papa Zen di rawat.


Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya kami sampai di kamar papa Zen. Namun beliau


sudah rapi menggunakan kemeja kotak-kotak berwarna putih, memakai celana dan


berkacamata.


“ Loh papa kok rapi banget mau kemana?” tanya Zen pada papa nya


“ Ya mau pulang lah. Lagian papa sudah bosen dirumah sakit ini. Papa mau pulang. Kangen


sama rumah.” Jawab papa Zen.

__ADS_1


“ Lah ini lagi dijenguk sama calon mantu dan besan, masa mau pulang.” Canda Zen pada papa


nya.


“ Hehehehe, sini calon mantu. Papa sudah sehat kok. Lebih sehat lagi kalau kamu beneran


jadi mantu papa.” Ucap papa Zen kepada ku.


Mereka yang ada disini pun tertawa mendengar candaan papa Zen.


Kami pun akhirnya mengobrol. Mulai dari kegiatan sekolah, sampai rencana kegiatan


liburan.


Papa Zen menawarkan untuk kami mencoba bekerja di perusahaan nya untuk mengisi kegiatan


liburan.


Aku sih setuju-setuju saja. Toh nanti bisa jadi pengalaman buat aku.


“ Eh ngomong-ngomong mama mana pa?”tanya Zen pada papa nya.


“ Iya mama kamu tadi sedang mengurus administrasi papa sih. Nggak tahu kok belum


balik-balik.” Jawab papa Zen


Tiba-tiba hp tante Mita berdering.


Beliau pun meminta izin untuk mengangkat telp di luar. Tak beberapa lama beliau kembali


masuk dan mengabarkan ada orang yang mau meminta kerja sama dengan warung kami.


Katanya sih untuk mengisi acara liburan ini juga sih.


Akhirnya mau tak mau kami harus undur diri dan tak bisa menunggu untuk bertemu mama Zen.


****


Kami pun pulang naik angkot karena kami nggak mau merepotkan zen dengan mengantar kan


kami pulang.


Sesampainya di warung, ada tiga orang berpakaian rapi yang tengah duduk di salah satu sudut


warung.


Tante Mita pun menghampiri orang tersebut, dan kita menunggu di ruang depan.


“ Siang. Ini bu Mita ya?” jawab salah satu laki-laki yang ada disana.


“ Iya saya Mita.” Kata Tante Mita


“ Jadi begini bu, kami berniat mengajak kerja sama dengan ibu. Rencananya, untuk mengisi


kegiatan liburan yang ada disekolah kami, kami menyediakan kegiatan kursus


untuk para siswa-siswi kami. Dan Insya Allah semua murid mengikuti kegiatan


ini. Untuk itu kami meminta bantuan ibu untuk membuatkan nasi kotak dan snack


untuk konsumsi siswa.” Bapak itu memberi penjelasan maksud kedatangannya


kesini.


“ Kira-kira ada berapa siswa pak? Maksud saya, nanti setiap hari nya saya membuatkan berapa


kotak nasi dan snack nya?’’ tanya tante Mita


“Siswa-siswi kami kurang lebih ada 600 an bu. Di tambah tutor dan guru 50. Jadi


setiap hari kami minta dibuatkan 650 kotak nasi selama 2 minggu. Bagaimana bu?”


jelasnya lagi.


“ Nanti kalau deal, kami akan memberikan DP separuh dari total pesanan kami selama 2


minggu bu.” Ibu yang berkerudung cokelat itu ikut menambahkan.


“ Baik bu. Nanti saya akan buatkan nota beserta menu-menu yang bisa ibu dan bapak pilih.” Kata tante


Mita.


Setelah mengambil kesepakatan dar kedua belah pihak dan membayar DP pesanan, para tamu itu pun


pamit pulang.


Tante Mita berjalan ke arah tempat kami menunggu.


 

__ADS_1


Tadi sebelumnya masalah ini sudah kami bahas waktu perjalan pulang dari rumah sakit.


Kalau-kalau yang datang mau mengajak kerjasama begitu maka akan kami setujui.


Jadi tante Mita tidak perlu bolak-balik meminta pendapat kami.


“ Gimana Mit?” tanya Bu Yasmin


“ Kita mendapat pesanan 650 box nasa dan snack selama 2 minggu Yas.” Jawab tante Mita


“ Waaah, alhamdulillah yaa. Kita dapat rejeki.” Jawab ku senang


“ Tapi kamu kan jadi nggak bisa ikut kerja di perusahaan papa mertua kamu May?” tanya tante


Mita menggoda.


“Ah apaan sih Tan. Lagian Mayang juga belum siap kok kerja kantoran. Nggak berani.


Apalagi itu punya orang yang dikenal. Takutnya kalau Mayang punya salah mereka


enggan lagi menegur Mayang.” Jawab ku


“ Bener juga ya May, mending kita fokus urus cathering aja. Bisa langsung kerja lapangan. Ya


nggak?” sahut Bella membenarkan.


Dan kami pun


akhirnya tertawa bahagia bersama


***


Pagi ini disekolah.


Hari ini adalah hari terakhir masuk di semester genap.


Karena mulai besuk, kita semua sudah memasuki libur akhir semester.


Saat ini aku dan Zen ada di taman samping  sekolah.


Kami duduk di bangku kesukaan ku. Yaitu di dekat air mancur dan bunga mawar


yang sedang mekar.


“ May, untuk mengisi liburan kamu jadi kan ikut belajar di perusahaan papa?” tanya Zen


padaku


“Maaf Zen. Kaya nya nggak bisa deh. Liburan ini kami mendapat pesanan 650 nasi kotak plus snack


selama 2 minggu. Jadi aku akan sangat sibuk untuk membantu tante Mita dan bu


Yasmin..” kata ku pada Zen


“ mmmm, Baiklah. Sebenarnya aku sangat berharap bisa menjalani ini sama kamu. Papa meminta


ku belajar bekerja di kantornya selama dua minggu ini. Dan nanti kita jadi


jarang jetemu dong?” katanya dengan wajah memelas.


“ Kan kalau malam kita bisa teleponan Zen. Ya itung-itung kita belajar LDR-an gitu.” Jawab ku


menenangkan Zen.


“ Ya sih. Pasti nanti aku bakalan kangen banget sama kamu May.” Katanya lagi sambil cemberut.


“ Iiih, Cuma 2 minggu doang kok. Jangan cemberut gitu ah. Nanti ganteng nya ilang.” Kata ku


“ Emang aku ganteng May?” tanya nya


“ Enggak. Kamu jelek banget.” Jawabku sambil menjulurkan lidah mengejek


Dia pun mencubit hidung ku dan kami tertawa bersama.


Setelah hening, dia memegag tangan ku dan menatap ku serius,


“ May, jangan pernah tinggalkan aku yaaa. Baru kali ini aku merasakan jatuh cinta dan


aku amat sangat takut akan kehilangan kamu.”


Kata-kata Zen menggetarkan hati ku. Aku pun hanya bisa menjawab nya dengan anggukan


kepala pelan.


Zen hendak memelukku dan aku menghindar.


“ Maaf Zen sayang. Ini di sekolah. Kalau nanti guru tahu gimana?” jawabku sambil mencubit


hidung bangir nya.

__ADS_1


“ Aku sayang kamu Zen. Kamu juga cinta pertama bagi ku.” Kata ku akhirnya.


Kami pun hanya bisa saling genggam dan saling memandang.


__ADS_2