
Aku turun dari mobil dengan perasaan sangat bahagia. Bagai taman yang indah penuh dengan
bunga-bunga.
Dia mengantar ku sampai masuk ke dalam warung. Mencium tangan Bu Yasmin dan Tante
Mita. Ah ini adalah pemandangan yang indah.
‘Terimaksih Tuhan atas semua keindahan yang Kau berikan.’
“ Ya sudah, Zen pamit dalu ya Tante.” Pamit Zen pada Ibu dan Tante Mita
“ Iya Zen,hati-hati. Terimakasih sudah mengantar Mayang pulang.” Jawab Bu Yasmin
Setelah Zen pamit, aku masih berdiri di depan warung sambil melihat mobil Zen perlahan meninggalkan
halaman. Tanpa sadar senyum ku pun mengembang lebar, daaaan,
“Cieee yang
lagi kasmaran.” Tante Mita menggoda ku ketika dia melihat aku senyum-senyum
sendiri.
Aku pun jadi salah tingkah karena nya. Aku buru-buru masuk ke dalam untuk ganti baju dan
membantu diwarung.
Bu Yasmin ketika berpapasan dengan ku hanya tersenyum simpul.
***
Hari ini seminggu sudah kami menjalani Ujian Semester genap. Hari ini juga merupakan
hari terakhir diadakan nya ujian semester genap.
Aku, Bu Yasmin, Tante Mita dan Bella berniat mengunjungi papa zen dirumah sakit siang
nanti.
Seperti biasa, Zen bersiap mengantarku sepulang sekolah ini. Tapi aku menolak karena Bu
yasmin dan Tante Mita sudah menunggu aku dan Bella di depan sekolah.
“ Ayo sayang aku antar pulang.” Ajak Zen
“ Tapi hari ini aku ke rumah sakit Zen. Aku dan keluarga mau melihat keadaan papa kamu.” Jawab
ku.
“ Oke baiklah. Nanti bareng aku aja. Aku juga mau kesana kok.” Katanya padaku.
Setelah itu kami berjalan ke depan sekolah. Disana telah Bu Yasmin dan Tante Mita sudah
menunggu.
Dan kita tinggal menunggu Bella.
Tak lama kemudian Bella datang. Kami pun segera meuncur ke rumah sakit bersama dengan
Zen.
Di sepanjang jalan, mereka semua menggoda ku dan Zen yang baru seminggu jadian.
Aku yang baru pertama kali nya menjalani hubungan cinta seperti ini hanya bisa tertunduk
malu.
Namun ada perasaan bahagia juga sih sebenernya.
***
Tak terasa kami sudah tiba di parkiran rumah sakit.
Kami semua pun turun dan segera menuju ruang dimana papa Zen di rawat.
Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya kami sampai di kamar papa Zen. Namun beliau
sudah rapi menggunakan kemeja kotak-kotak berwarna putih, memakai celana dan
berkacamata.
“ Loh papa kok rapi banget mau kemana?” tanya Zen pada papa nya
“ Ya mau pulang lah. Lagian papa sudah bosen dirumah sakit ini. Papa mau pulang. Kangen
sama rumah.” Jawab papa Zen.
__ADS_1
“ Lah ini lagi dijenguk sama calon mantu dan besan, masa mau pulang.” Canda Zen pada papa
nya.
“ Hehehehe, sini calon mantu. Papa sudah sehat kok. Lebih sehat lagi kalau kamu beneran
jadi mantu papa.” Ucap papa Zen kepada ku.
Mereka yang ada disini pun tertawa mendengar candaan papa Zen.
Kami pun akhirnya mengobrol. Mulai dari kegiatan sekolah, sampai rencana kegiatan
liburan.
Papa Zen menawarkan untuk kami mencoba bekerja di perusahaan nya untuk mengisi kegiatan
liburan.
Aku sih setuju-setuju saja. Toh nanti bisa jadi pengalaman buat aku.
“ Eh ngomong-ngomong mama mana pa?”tanya Zen pada papa nya.
“ Iya mama kamu tadi sedang mengurus administrasi papa sih. Nggak tahu kok belum
balik-balik.” Jawab papa Zen
Tiba-tiba hp tante Mita berdering.
Beliau pun meminta izin untuk mengangkat telp di luar. Tak beberapa lama beliau kembali
masuk dan mengabarkan ada orang yang mau meminta kerja sama dengan warung kami.
Katanya sih untuk mengisi acara liburan ini juga sih.
Akhirnya mau tak mau kami harus undur diri dan tak bisa menunggu untuk bertemu mama Zen.
****
Kami pun pulang naik angkot karena kami nggak mau merepotkan zen dengan mengantar kan
kami pulang.
Sesampainya di warung, ada tiga orang berpakaian rapi yang tengah duduk di salah satu sudut
warung.
Tante Mita pun menghampiri orang tersebut, dan kita menunggu di ruang depan.
“ Siang. Ini bu Mita ya?” jawab salah satu laki-laki yang ada disana.
“ Iya saya Mita.” Kata Tante Mita
“ Jadi begini bu, kami berniat mengajak kerja sama dengan ibu. Rencananya, untuk mengisi
kegiatan liburan yang ada disekolah kami, kami menyediakan kegiatan kursus
untuk para siswa-siswi kami. Dan Insya Allah semua murid mengikuti kegiatan
ini. Untuk itu kami meminta bantuan ibu untuk membuatkan nasi kotak dan snack
untuk konsumsi siswa.” Bapak itu memberi penjelasan maksud kedatangannya
kesini.
“ Kira-kira ada berapa siswa pak? Maksud saya, nanti setiap hari nya saya membuatkan berapa
kotak nasi dan snack nya?’’ tanya tante Mita
“Siswa-siswi kami kurang lebih ada 600 an bu. Di tambah tutor dan guru 50. Jadi
setiap hari kami minta dibuatkan 650 kotak nasi selama 2 minggu. Bagaimana bu?”
jelasnya lagi.
“ Nanti kalau deal, kami akan memberikan DP separuh dari total pesanan kami selama 2
minggu bu.” Ibu yang berkerudung cokelat itu ikut menambahkan.
“ Baik bu. Nanti saya akan buatkan nota beserta menu-menu yang bisa ibu dan bapak pilih.” Kata tante
Mita.
Setelah mengambil kesepakatan dar kedua belah pihak dan membayar DP pesanan, para tamu itu pun
pamit pulang.
Tante Mita berjalan ke arah tempat kami menunggu.
__ADS_1
Tadi sebelumnya masalah ini sudah kami bahas waktu perjalan pulang dari rumah sakit.
Kalau-kalau yang datang mau mengajak kerjasama begitu maka akan kami setujui.
Jadi tante Mita tidak perlu bolak-balik meminta pendapat kami.
“ Gimana Mit?” tanya Bu Yasmin
“ Kita mendapat pesanan 650 box nasa dan snack selama 2 minggu Yas.” Jawab tante Mita
“ Waaah, alhamdulillah yaa. Kita dapat rejeki.” Jawab ku senang
“ Tapi kamu kan jadi nggak bisa ikut kerja di perusahaan papa mertua kamu May?” tanya tante
Mita menggoda.
“Ah apaan sih Tan. Lagian Mayang juga belum siap kok kerja kantoran. Nggak berani.
Apalagi itu punya orang yang dikenal. Takutnya kalau Mayang punya salah mereka
enggan lagi menegur Mayang.” Jawab ku
“ Bener juga ya May, mending kita fokus urus cathering aja. Bisa langsung kerja lapangan. Ya
nggak?” sahut Bella membenarkan.
Dan kami pun
akhirnya tertawa bahagia bersama
***
Pagi ini disekolah.
Hari ini adalah hari terakhir masuk di semester genap.
Karena mulai besuk, kita semua sudah memasuki libur akhir semester.
Saat ini aku dan Zen ada di taman samping sekolah.
Kami duduk di bangku kesukaan ku. Yaitu di dekat air mancur dan bunga mawar
yang sedang mekar.
“ May, untuk mengisi liburan kamu jadi kan ikut belajar di perusahaan papa?” tanya Zen
padaku
“Maaf Zen. Kaya nya nggak bisa deh. Liburan ini kami mendapat pesanan 650 nasi kotak plus snack
selama 2 minggu. Jadi aku akan sangat sibuk untuk membantu tante Mita dan bu
Yasmin..” kata ku pada Zen
“ mmmm, Baiklah. Sebenarnya aku sangat berharap bisa menjalani ini sama kamu. Papa meminta
ku belajar bekerja di kantornya selama dua minggu ini. Dan nanti kita jadi
jarang jetemu dong?” katanya dengan wajah memelas.
“ Kan kalau malam kita bisa teleponan Zen. Ya itung-itung kita belajar LDR-an gitu.” Jawab ku
menenangkan Zen.
“ Ya sih. Pasti nanti aku bakalan kangen banget sama kamu May.” Katanya lagi sambil cemberut.
“ Iiih, Cuma 2 minggu doang kok. Jangan cemberut gitu ah. Nanti ganteng nya ilang.” Kata ku
“ Emang aku ganteng May?” tanya nya
“ Enggak. Kamu jelek banget.” Jawabku sambil menjulurkan lidah mengejek
Dia pun mencubit hidung ku dan kami tertawa bersama.
Setelah hening, dia memegag tangan ku dan menatap ku serius,
“ May, jangan pernah tinggalkan aku yaaa. Baru kali ini aku merasakan jatuh cinta dan
aku amat sangat takut akan kehilangan kamu.”
Kata-kata Zen menggetarkan hati ku. Aku pun hanya bisa menjawab nya dengan anggukan
kepala pelan.
Zen hendak memelukku dan aku menghindar.
“ Maaf Zen sayang. Ini di sekolah. Kalau nanti guru tahu gimana?” jawabku sambil mencubit
hidung bangir nya.
__ADS_1
“ Aku sayang kamu Zen. Kamu juga cinta pertama bagi ku.” Kata ku akhirnya.
Kami pun hanya bisa saling genggam dan saling memandang.