Dibalik Awan Kelabu

Dibalik Awan Kelabu
29 Kegiatan Libur Sekolah


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama mulai liburan.


Pagi ini kita sudah disibukkan dengan berbagai persiapan pesanan kemaren.


Menu pertama hari ini adalah nasi dengan lauk ayam goreng dengan sambal terasi, capcay, dan lalapan kubis dan timun.


Untuk kue nya, mereka meminta dadar gulung cokelat, pie buah dan stik bawang.


Untuk makanan dan kue yang bisa bertahan beberapa hari, kami mencicil nya dari kemarin.


Bumbu-bumbu dan bahan masakan lain kami persiapkan subuh tadi.


Untuk masak memasak lauk dan teman-teman nya, itu menjadi tugas ku dan Bu Yasmin. Sementara Tante Mita dan Bella mempersiapkan kue-kue nya.


Masakan dan kue sudah siap untuk di kemas.


Kami bekerja sama saling bantu agar pekerjaan ini cepat selesai.


Pukul 11.00


Semuanya sudah siap untuk dijemput dari pihak sekolah


Sebenarnya kemarin Tante Mita menawarkan biar pengiriman dari kami saja, tetapi kata nya sekolah sudah menyiapkan kendaraan untuk menjemput nya.


Pukul 11.10 kendaraan penjemput sudah datang. Nasi dan kue itu pun di angkut untuk dibawa ke sekolah.


Alhamdulillah pesanan hari ini berjalan lancar dan semoga sampai akhir liburan nanti juga bisa lancar seperti ini. Aamiin 🤲


***


Setelah semua pengangkutan selesai, aku dan Tante Mita pergi ke pasar untuk berbelanja keperluan besuk.


Besuk mereka meminta dengan menu nila bakar, sambal terasi, dan juga lalapan.


Bersyukur Tante Mita memiliki kenalan seorang teman yang punya usaha berbagai ikan. Nila salah satunya.


Untuk kue nya, mereka minta risoles isi ayam, mochi, dan juga puding buah.


Usai berbelanja, Tante Mita mengajak ku pergi ke sebuah toko emas.


Aku fikir memang Tante Mita mau membeli emas untuk nya sendiri. Namun setelah sampai sana, dia malah menyuruh ku memilih sendiri.


" Lhoh? Kenapa Mayang yang pilih Tan? Kan Mayang lagi nggak mau beli." jawab ku.


" Hari ini kita dapat untung banyak May. Jadi ini hadiah buat kamu. Cepetan pilih gih." kata Tante Mita pada ku.


Karena banyak nya pilihan, aku jadi bingung mau pilih yang mana. Setelah menimbang-nimbang sesaat, akhirnya pilihanku jatuh pada sebuah kalung berantai kecil dengan inisial huru M, juga sebuah cincin sederhana dengan satu buah permata.


Setelah itu, kami pun pulang kerumah.


Aku sangat berterima kasih pada Tante Mita. Namun ketika melewati sebuah toko boneka, aku mengajak Tante Mita untuk mampir sebentar. Aku ingin memberikan sebuah boneka untuk Rani.

__ADS_1


Aku memilihkan boneka motif unicron berwarna biru dan juga sebuah Teddy bear kecil berwarna coklat.


' Semoga Rani suka sama boneka ini.' kata ku dalam hati.


***


" Mama lama amat sih belanja nya. Rani kangen tau."


Baru saja kita sampai di depan rumah, Rani sudah menunggu sambil cemberut.


Rencana nya sih hari ini Rani ingin ikut ke pasar. Tapi tadi dia lagi main ke rumah temennya saat kita akan berangkat. Jadi lah dia ditinggal.


" Iya maaf sayang." kata Tante Mita sambil memeluk anak semata wayangnya.


" Sebagai ganti nya, nih kakak punya hadiah buat Rani." kata ku sambil mengeluarkan boneka yang tadi ku beli untuknya.


" waaaah, boneka unicron dan Teddy bear kesayangan ku. Makasih kakak?" katanya sambil memeluk kedua boneka itu.


Secepat itu dia melupakan kesedihan nya karena tidak jadi ikut ke pasar


' Ah anak-anak memang sangat mudah dibujuk dan di rayu.' gumam ku dalam hati.


Setelah itu kita semua masuk ke dalam rumah.


Gerah rasanya seharian bekerja dan lanjut belanja. Aku putuskan untuk mandi terlebih dahulu kemudian beristirahat.


Aku mengambil handuk dan bersiap menuju kamar mandi.


Usai mandi, aku melirik jam yang ada di dinding.


Setelah baru saja meletakkan tubuhku di kasur, tiba-tiba hp ku berdering. Ada panggilan dari Zen


" hallo assalamualaikum May. Kamu lagi ngapain?" tanya Zen di seberang sana.


" wa'alaikum salam Zen, ini baru mau istirahat. Seharian ini tadi capek habis belanja." jawab ku pada Zen.


" Oh, jadi aku ganggu kamu ya?" tanya Zen lagi


" Ah enggak sih Zen. Oh iya, gimana kerja kamu hari ini? Sulit nggak?" tanya ku balik.


" Kalau kerja sih nggak sulit. Tapi ngehilangin kamu dari fikiran ku yang sulit. Aku kepikiran kamu terus May. Aku rindu kamu." jawab nya


" Ah, kamu tuh lebay. hahahaha" aku menanggapi nya dengan tawa.


Sebenarnya aku juga rindu Zen, tapi kita harus belajar mandiri. Ini juga demi masa depan kita sendiri nantinya.


" Emang kamu nggak kangen aku?" tanya nya pada ku.


"Enggak." jawabku dengan diiringi tawa lepas.


" Awas ya kamu. Kamu ketemu nanti kucubit hidung mu."

__ADS_1


" Aww Awww awww takuuuttt." jawabku menggoda.


Hening sesaat.


" May,.." panggil Zen


" Hmmm, " jawabku singkat.


" Aku ingin terus bersama dengan mu May, Aku nggak mau kehilangan kamu." katanya dengan serius.


" Jangan pernah tinggalin aku dengan alasan apa pun yah May?" pinta Zen memelas.


" Ya tergantung dong Zen. Misal kamu nyakitin aku, masa aku nggak boleh ninggalin kamu? Kan itu enak di kamu nggak enak di aku dong." jawab ku dengan sedikit candaan.


" Tapi aku janji nggak akan nyakitin kamu May. Mana tega sih aku nyakitin orang yang aku sayang. Yang aku cinta.


Nggak ketemu sama kamu sehari gini aja rasanya rindu ini sudah tak tertahankan May." jawab nya serius.


" iyaa Zen. Kita jalani aja alur cerita ini apa ada nya. Semoga kita bisa slalu bersama. Aamiin."


Tak lama kemudian, kami pun mengakhiri perbincangan telepon ini.


Karena Zen mau bersiap-siap untuk pulang. Dan aku juga masih mau istirahat.


Aku meletak kan hp ku ke meja samping tempat tidur ku. Kemudian membenarkan posisi tidur ku dan mencoba memejamkan mata.


Tiba-tiba, ingatan ku kembali ke masa-masa SMP. Dimana disaat masa-masa tersebut aku pernah mengalami masa yang sulit. Namun setelah kesulitan itu berlalu, perlahan Tuhan kirimkan kebahagiaan untukku.


Dikirimkannya seorang wanita yang tulus merawat dan menyayangi ku. Yang menganggapku sebagai putri kandung nya


Juga seorang sahabat yang sangat perhatian. Sangat sayang dan saling memahami. Dialah sang pangeran kodok ku.


Apa kabar dia sekarang?


Dua tahun kami tak pernah kirim surat.


Aku berdoa semoga dia selalu dalam keadaan sehat dan selalu bahagia.


Semoga cita-cita yang telah di cita-citakan bisa terwujud.


Kata Ali, dia sangat ingin bisa menjadi dokter.


Dokter yang tak pernah memandang status orang yang sakit meskipun orang itu lagi nggak punya uang.


Karena dia pernah merasakan sakit hati ketika ditolak pihak rumah sakit saat ia membawa ibu nya untuk periksa.


Dia harus menelan pahit tolakan petugas rumah sakit dan membawa kembali pulang ibu nya sehingga sang ibu sakit nya bertambah parah.


Sungguh miris memang.


Tenaga medis yang seharusnya me-nomor satu kan kesehatan dan keselamatan pasien, harus menyakiti keluarga pasien dengan alasan administrasi.

__ADS_1


Padahal sakit itu tidak memandang status.


Sakit itu bisa datang kapan dan pada siapa saja.


__ADS_2