Dibalik Awan Kelabu

Dibalik Awan Kelabu
09 Sahabat Sejati


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa aku menunggu Ali di depan pintu gerbang. Tidak biasanya dia bum datang jam segini. Padahal sebentar lagi bel masuk berbunyi. Dia kan juga belum sarapan.


Teng teng teng


Bel sekolah pun berbunyi. Tapi si Ali kenapa belum datang juga sih. Aku makin gelisah. Tapi aku harua tetap masuk ke kelas karena ini sudah waktunya jam pelajaran.


Hari ini aku tidak bisa konsen pada pelajaran yang diterangkan oleh bu guru. Pikiranku masih saja tentang Ali. Dimanakah dia? Kenapa hari ini dia tiba-tiba tidak masuk? Apakah dia sedang sakit?


Aahhh


Berbagai pertanyaan menghiasi pikiranku.


Nanti saja pulang sekolah aku akan mampir kerumahnya.


_____________________


Rumah Ali tampak sepi.


Aku ragu. Tapi rasa ingin tahu ku tentang kabar lebih keras.


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum... Ali, apa kamu ada dirumah?" sapaku


Hening.


Tak ada yang menyahut.


Kucoba lagi mengetuk pintu dan berucap salam.


Tak juga ada jawaban.


Hingga kuputuskan untuk pergi. 'Mungkin Ali sedang ada acara dirumah kerabatnya' tenangku dalam hati


*****


Sesampainya dirumah, aku segera berganti baju dan bersiap bikin kue pesanan tetangga.


Tak lama setelah itu, Bu Yasmin pulang.


"Lhoh, sudah lama Nak pulangnya? Ibu fikir tadi kamu masih ikut les." kata bu Yasmin.


"Hari ini les nya libur bu. Terus tadi juga pulang awal. Karena ada orang tua salah satu guru yang meninggal. Jadi guru nya pada mau ta'ziyah." jelasku pada bu Yasmin.


"Ya sudah, ibu ganti baju dulu ya. Habis itu ibu bantuin kamu."kata bu Yasmin


"Iya bu.."jawabku


"Bu tadi Ali nggak masuk sekolah. Sudah aku cariin kerumahnya, tapi sepi. Nggak ada orang."ceritaku pada bu Yasmin.


"Hmmm, mungkin dia ada kepentingan keluarga kali May. Makanya dirumah nggak ada orang."jawab bu Yasmin sambil menaburkan chocochip ke kue yang telah ku bentuk.


"Mayang juga berfikir seperti itu bu."jawabku.


'Semoga saja dugaanku benar'


*****


Pagi ini, aku kembali menunggu Ali didepan pinte gerbang sekolah. Tapi yang ditunggu-tunggu belum juga muncul. 'Kemana sih kamu Al?'


Teng.. Teng.. Teng..


Bel sekolah pun telah berbunyi. Dengan langkah malas aku pun berjalan menuju ke kelas. Hatiku menjadi sangat gelisah. Sahabatku tiba-tiba saja tidak tahu keadaannya.


Hari ini waktu terasa begitu lama. Aku sudah tidak sabar untuk menunggu wakth pulang. Aku akan pergi ke rumah Ali lagi.


"Mayang, kamu sakit?" tanya bu guru yang sedang mengajar saat itu.


"Oh Eh nggak bu."jawabku gugup.


"Kamj daritadi kok terlihat lesu. Ada apa?" tanya nya lagi.

__ADS_1


"Tidak apa apa kok bu."jawabku


"Ya sudah, kita lanjut lagi ya belajarnya.." kata bu guru lalu kembali menjelaskan tentang pelajaran hari ini.


Aku mencoba fokus, tapi gagal. Lagi-lagi fikiran ku tersita tentang keadaan Ali.


____________________


Aku sampai di rumah Ali. Namun lagi-lagi rumah ini sepi. Dimanakah penghuninya?


Kucoba mengetuk pintu dan mengucap salam, tapi tak ada sahutan.


Mau mencoba tanya sama tetangga, tapi rumah Ali jauh dari tetangga.


Akhirnya kuputuskan untuk pergi ke pasar. Siapa tau dia ada disana sedang berjualan.


Jarak dari sini kepasar tidak begitu jauh. Aku cukup berjalan kaki agar sampai pasar.


Sesampainya disini, kulihat toko punya bapak Ali tutup.


Aku semakin bingung.


Lalu aku bertanya pada pemilik toko samping toko bapak Ali.


"Maaf pak, toko ini kok tutup kenapa ya?"tanyaku


"Oh iya, bapak Ali sedang sakit di rumah sakit. Makanya sudah 2 hari ini tokonya tutup. Kamu mau beli gerabah yaa."jawab bapak itu.


"Tidak pak. Saya temannya Ali. Sudah 2 hari ini Ali tidak masuk. Tadi sempat kerumahnya tapi sepi. Tidak ada orang. Ya sudah pak, saya permisi dulu yaa. Terimakasih.." jelasku pada bapak itu


Sambil berjalan kaki, aku memikirkan keadaan bapak Ali. Sakit apakah dia?


Aku berencana mau menjenguk nya dirumah sakit. Tapi aku akan mengajak bu Yasmin. Karena untuk sampai di Rumah sakit itu, aku harus melewati jalan besar dan naik beberapa angkot. Daripada nanti bu Yasmin jadi khawatir, maka kuputuskan untuk pulang kerumah terlebih dahulu.


****


"Assalamualaikum Bu, Mayang pulang.." sapaku ketika sudah berada didepan rumah.


"Wa'alaikumsalam, iya Nak. Sana ganti baju dulu terus makan." jawab Bu Yasmin.


Disana Bu Yasmin telah menunggu sambil tersenyum. Beliau mengambilkan piring dan mengisi nasi untukku.


"Bagaimana sekolah nya hari ini May? Oh iya, Ali tadi sudah masuk sekolah kan?"tanya Bu Yasmin sambil memberikan piring yang telah diisi nasi dengan lauk ayam goreng dan sayur daun ketela kesukaan ku.


"Itu dia Bu, ternyata bapak Ali masuk rumah sakit. Tadi Mayang ke rumah Ali lagi dan sepi tidak ada orang. Setelah itu Mayang pergi ke pasar untuk melihatnya. Dan kata tetangga kios nya, bapak Ali masuk rumah sakit. Mayang ingin sekali menjenguknya. Maukah ibu temani Mayang pergi ke rumah sakit?" pintaku pada Bu Yasmin.


Sambil tersenyum dan mengusap rambutku, Bu Yasmin berkata, "Iya sayang. Nanti setelah makan kita ke rumah sakit ya. Sekarang habiskan dulu makanannya. Nanti keburu dingin. Kebetulan tadi ibu masak banyak. Jadi nanti kita membawa sebagian masakan ini untuk Ali."


"Terima kasih Bu. Mayang sayaang banget sama Ibu." aku pun langsung memeluk Bu Yasmin.


****


Kini kami berada di depan gerbang rumah sakit. Setelah itu kita jalan ke ruang resepsionis. Bu Yasmin bertanya siapa nama bapak Ali, dan aku tidak tahu namanya.


Bu Yasmin tersenyum dan berkata, "Jadi kamu selama ini tidak pernah tanya siapa nama bapak Ali?"


"Tidak bu." jawabku sambil menggelengkan kepala.


"Eh itu Ali,.."


"Alii..." Aku berteriak memanggil namanya. Mungkin teriakan ku cukup keras, sehingga membuat beberapa orang yang ada disini menoleh ke arah ku.


Ali yang tadi nya akan berjalan menuju pintu keluar akhirnya menghampiri kami.


"Hay Mayang sedang apa disini? Siapa yang sedang sakit?" tanya nya setelah dia mencium tangan Bu Yasmin.


"Yang sakit bapak kamu lah. Kamu mah jahat. Ga memberi kabar ke aku kalau bapak kamu sakit." jawab ku sambil cemberut.


"Oh iya, maaf. Kemaren bapak tiba-tiba pingsan di pasar dan aku harus segera membawa bapak ke rumah sakit. Aku pun belum meminta izin ke sekolah untuk tidak masuk. Karena memang belum sempat. Nha terus kamu tahu darimana kalau bapak sedang sakit dan dirawat di rumah sakit?" tanya nya bingung.


"Dua hari ini aku kerumah kamu. Tapi selalu sepi tak ada orang. Terus tadi aku pergi ke pasar dan diberi tahu oleh tetangga kios. Makanya aku mengajak Bu Yasmin kesini." terangku pada Ali.

__ADS_1


"Oh begitu, maaf kan aku ya May, aku jadi merepotkan kami dan Bu Yasmin."


"Nggak ngrepotin kok Al, oh iya bagaimana keadaan bapak kami sekarang?" kata Bu Yasmin


"Alhamdulillah bapak sudah baikan kok Bu. Tapi....." Ali menghentikan kalimatnya.


"Tapi kenapa Al?" tanya ku buru-buru


"Tapi aku belum punya uang untuk membayar biaya rumah sakit bapak. Uang hasil penjualan gerabah belum di bayarkan sama yang pesan, dan kabarnya orang pesan itu malah kabur membawa dagangan bapak yang belum dibayar. Makanya bapak syok sampe pingsan." jelas Ali.


Tampak ia menundukkan kepala dan menarik napas berat.


"Pake uang tabungan ku aja dulu Al. Kamu ga usah sedih."hibur ku pada Ali.


"Tapi kan...."


"Iya Al, kamu pakai saja dulu. Yang penting kan bapak kamu bisa segera dibawa pulang" imbuh Bu Yasmin.


"Makasih ya May. Ayo sekarang aku antar ke ruangan bapak." ajak Ali.


Kami pun berjalan menuju ruangan yang yang dimaksud. Di dalam ruangan ini ada Akbar, adik Ali. Dia ikut ke rumah sakit karena di rumah tidak ada yang menjaganya.


"Assalamualaikum pak, ini ada Mayang."sapa Ali


Aku langsung menuju ke tempat tidur itu dan mencium tangan bapak Ali.


"Assalamualaikum pak, bagaimana kabar nya? sapa ku


"Wa'alaikumsalam Nak Mayang, Alhamdulillah bapak baik. Mayang sendiri bagaimana?" jawab bapak Ali


"Alhamdulillah Mayang baik pak."


"Maaf kan kami ya Nak Mayang, ibu, kami telah merepotkan kalian. Terimakasih juga sudah telah menjenguk saya.'' ucapnya kemudian.


"Tidak apa apa pak. Tidak merepotkan kok. Kami lega akhirnya bapak bisa sehat kembali." timpal Bu Yasmin.


"Hay Akbar, kamu juha tidak sekolah Nak?" Bu Yasmin menyapa adik Ali.


Kami lumayan kenal dekat dengan adik Ali, karena Ali sering mengajaknya main ke rumah.


Dia tersenyum sambil menggeleng.


Akbar ini anaknya pemalu, tidak seperti Ali yang selalu ceplas ceplos dan bikin lucu.


__________________________________


Dua hari kemudian, bapak Ali diperbolehkan pulang dan Ali pun bisa bersekolah lagi.


Seperti biasa, pagi ini aku menunggunya di depan pintu gerbang sekolah.


"Hay, sudah lama nunggu ya?"sapa nya


"Lumayan. Kamu sih datang nya selalu kesiangan." jawabku sambil cemberut.


"Maaf tuan putri, tadi hamba masih membantu menyiapkan dagangan."dia pun menjawab dengan canda.


"Bapak sudah jualan lagi?" tanyaku heran.


"Ya begitulah. Bapak mah mana mau diam sih. Makanya tadi aku bantu menyiapkan buka kios agar bapak tinggal duduk manis menunggu pelanggan datang."jelasnya padaku.


Tiba-tiba aku kepikiran sesuatu


"Al, boleh tidak kalau aku bantu kamu buat bikin gerabah? Yaa sekalian belajar gitu. Sebentar lagi kan liburan semester. Boleh ya?"pintaku pada Ali.


"Emang kamu bisa?" dia bertanya balik


"Ya makanya bantuin. Ya? Bolehkan?" tanyaku semangat.


"Tapi nanti tangan kamu kotor loh."


"Biarin. Kan bisa dicuci. Lagian 'berani kotor itu kan baik' " ucapku sambil menirukan iklan di tv itu.

__ADS_1


"Baiklah kalau tuan putri memaksa. Hamba ikut tuan putri saja."


Kami pun tertawa bersama


__ADS_2