
Dua hari sudah aku berada di desa.
Rasanya sudah cukup waktu ku untuk menenangkan diri. Aku harus kembali ke kota. Harus kembali sekolah. Karena saat ini aku sudah kelas III dan sebentar lagi ujian.
Esuk pagi, aku akan kembali ke kota.
Jadi malam ini aku pun bersiap-siap menyiapkan untuk esuk hari.
Sejak kejadian di rumah Bu Yasmin sore itu, Ali tak pernah lagi datang ke rumah.
Pernah aku samperin ke rumahnya, tapi dia sedang tidak dirumah.
Aku pun jadi merasa bersalah pada Ali.
Sore tadi aku pun berkunjung ke rumah Ali. Tapi lagi-lagi dia sedang tak ada di rumah.
Kata Akbar, sedari pulang sekolah tadi, Ali belum juga pulang.
" Kak Ali belum pulang dari tadi siang kak. Biasanya sepulang sekolah dia pulang dulu. Tapi tadi dia berpesan pada Akbar untuk memberikan makan siang dan obat untuk bapak. Katanya kak Ali nggak pulang." ujar Akbar memberikan penjelasan pada ku.
" Apa dia masih di pasar?" tanya ku penasaran.
" Nggak tahu juga ya kak. Biasanya sih jam segini pasar udah sepi." kata Akbar
" Ya udah, kakak coba tengok ke pasar ya Bar? Siapa tahu kak Ali masih disana. Soalnya kakak mau pamit. Besuk kakak mau balik ke kota." jelasku pada Akbar.
Aku pun pamit dan bergegas menuju pasar. Aku sangat berharap Ali masih ada di pasar.
sepuluh menit perjalanan dari rumah Ali menuju pasar, akhirnya aku sampai.
Aku berjalan menyusuri gang kecil menuju kios Ali.
Nihil. Kios ini sudah tertutup rapat. Terlihat beberapa kios di samping nya juga sudah tutup.
Akhirnya aku pun pulang dengan kecewa.
Kenapa Ali menghindar dari aku.
Kenapa dia marah pada ku.
****
" Gimana May? Apa kamu sudah bertemu Ali?" tanya Bu Yasmin ketika aku baru sampai rumah.
Aku menggeleng lemah. Aku pun merebahkan diriku di kursi ruang tamu.
" Kalian ada masalah?" Bu Yasmin masih bertanya pada ku tentang Ali.
Mungkin beliau juga heran kenapa Ali bisa sampai menghindari ku.
Aku menggeleng lagi.
Aku bingung. Apa aku harus cerita sama Bu Yasmin atau tidak?
" Lalu?" Nampaknya Bu Yasmin tidak puas dan makin penasaran dengan sikap ku.
Aku pun akhirnya bercerita pada Bu Yasmin.
" Kemarin ketika Ali kesini, dia mengatakan perasaannya pada ku Bu. Dia bilang suka pada ku..." Aku menghentikan cerita ku.
Bu Yasmin duduk di sebelah ku dan mengusap kepala ku.
" Tapi.. Aku tak membalas nya. Aku hanya diam saja dan setelah itu dia pergi." Aku menitikkan air mata.
Aku sedih, kenapa persahabatan ku harus mengalami cobaan demikian.
__ADS_1
Bu Yasmin memelukku dan mengusap lembut rambut ku. Beliau membiarkan ku menumpahkan segala kesedihan yang aku rasakan.
Setelah aku sedikit tenang, beliau melepaskan pelukan ny dan berkata ke padaku.
" Tulislah surat untuk Ali. Sampaikan apa yang kamu rasakan. Jangan biarkan sahabat seperti Ali pergi begitu saja. Kalian sudah cukup dekat. Lebih dekat dari saudara." ujar Bu Yasmin padaku.
Aku mengangguk pelan.
Aku segera bangun dan meminta izin pergi ke kamar.
" Kalau gitu Mayang pergi ke kamar dulu ya bu."
" Iya sayang."
****
Aku tidak tahu harus menulis apa untuk Ali.
Aku takut penjelasan ku nanti akan lebih membuat Ali jauh dari ku. Tapi kalau aku tidak menjelaskan, maka masalah ini tidak akan pernah ketemu titik temu.
Aku pun segera mengambil buku dan pena.
Aku memulai menulis dan mencurahkan isi hati ku.
**Dear pangeran kodok ku.
Apa kabar hai kamu yang sedang membaca surat ku ini?
Kenapa sih kamu ngehindar dari aku?
Selama dua hari ini aku mencari mu.
Aku pergi ke rumah mu, bahkan aku menyusul mu ke pasar.
Aku cemas.
Kenapa saat aku kembali ke sini kamu malah pergi?
Ali, sang pangeran kodok ku.
Aku mau minta maaf sama kamu kalau aku telah menyakiti hati dan perasaan kamu.
Sungguh, aku tidak berniat melakukan ini.
Berada di kota mengajarkan ku berbagai pengalaman hidup.
Aku bertemu dan kenal dengan seseorang.
Seseorang yang awalnya biasa saja, tapi setelah bertemu setiap hari, ada rasa yang berbeda. Aku tak tahu apakah itu cinta atau hanya sekedar suka.
Laki-laki itu pernah mengungkapkan perasaannya pada ku, dan aku pun menerimanya.
Tapi, tahukah kau apa yang terjadi selanjutnya?
Ternyata, laki-laki itu adalah anak dari ibu ku Al. Ibu kandung ku.
Aku sangat syok mengetahui itu semua. Aku hancur.
Seorang ibu yang selalu aku rindukan kehadirannya, selalu aku harap kan kedatangannya
Ternyata selama ini telah hidup bahagia dengan keluarga baru nya.
Sampai-sampai dia tidak pernah memikirkan bagaimana nasib putri nya
Bagaimana kabar suaminya.
__ADS_1
Yang membuat ku lebih sakit adalah, orang yang selama ini dekat dengan ku
Dialah anak tiri yang selama ini di asuh dengan penuh perhatian dan kasih sayang oleh ibu ku.
Aku hancur, Aku tak tahu harus berbuat apa dan bagaimana.
Untuk itu, aku pergi kesini.
Berharap mendapat ketenangan hati.
Ya, memang sekarang ini hatiku sudah tenang.
Aku sudah bisa menerima takdir yang ada.
Aku juga akan berusaha memaafkan ibuku, seperti permintaan ayah ku.
Al,..
Aku sayang kamu sebagai sahabat ku.
Tolong, jangan pernah tinggalkan aku.
Saat ini, aku tidak mau lagi bermain dengan cinta. Karena cinta itu seperti api. Kalau kita tidak hati-hati maka kita akan terbakar ke dalam api tersebut.
Al, besuk aku akan kembali ke kota.
Aku harus tetap melanjutkan hidup ku.
Aku harus meraih cita-cita ku
Mulai besuk, aku juga akan putus dengan lelaki yang telah dirawat oleh ibu ku.
Biarlah semua berjalan apa adanya.
Aku sangat berharap kita tetap bisa bersahabat sampai kapan pun.
Ali, bolehkan aku berpesan pada mu?
Tolong kamu jangan terlalu memforsir cara kerjamu. Aku tahu sekarang ini kamu jadi tulang punggung untuk keluarga mu.
Tapi kamu juga harus menjaga kesehatan dan diri kamu. Jangan sampai kamu sakit
Aku sayang kamu Ali.
salam sayang
dari tuan putri.
**
Aku melipat surat ini. Memasukkan nya ke dalam sebuah amplop. Dan menyimpan nya ke dalam tas.
Setelah itu aku bersiap untuk tidur.
Surat ini akan aku titipkan kepada Akbar, adik Ali
Biasanya kalau pergi ke sekolah, Akbar melewati jalan dimana besuk aku menunggu angkot yang akan membawa ku ke kota.
Besuk, aku akan meninggalkan desa ini lagi.
Aku berharap suatu hari nanti aku bisa kembali lagi kesini.
Karena disini banyak sekali kenangan-kenangan indah.
Dengan ayah, dengan Bu Yasmin, dengan teman-teman, juga dengan Ali.
__ADS_1