Dibalik Awan Kelabu

Dibalik Awan Kelabu
17 Memulai Usaha


__ADS_3

Akhirnya Tante Mita menyetujui usulku untuk memulai membuka usaha cathering.


Awalnya dagangan kita hanya dititipkan di warung-warung tetangga.


Namun, baru beberapa hari berjualan, banyak dari pelanggan yang meminta kami membuka kios atau toko kecil-kecilan.


Lalu kami pun membuat kedai kecil di depan rumah Tante Mita.


Alhamdulillah, kedai ini ramai setiap hari nya. Keuntungannya pun juga lumayan.


Karena biasanya orang kota malas memasak. Jadi mereka lebih senang beli lauk dan sayur jadi saja.


Terkadang juga ada yang pesen nasi box untuk beberapa acara.


"May, kemaren Bu RT kesini dan berencana akan memesan kue dan nasi kotak." kata Tante Mita sewaktu kita sedang merapikan dagangan yang telah ludes tak bersisa.


"Untuk acara kapan Tan?" tanyaku.


"Lusa May. Mau ada pertemuan warga. Kita juga diundang. Karena kita juga warga Bu RT."jelas Tante Mita.


"Baik Tan. Oh iya, Minggu depan Mayang ada acara di sekolah Tan. Ada acara bazar gitu Tan. Dan sekolah meminta kita menjual dagangan hasil karya siswa sendiri. Bisa makanan, hasta karya, atau apa pun yang dihasilkan sendiri." jelasku pada Tante Mita.


"Ya udah kalau gitu nanti kita libur aja jualannya. Kamu pasti capek kalau harus masak banyak." kata Tante Mita


"Jangan Tan. Nanti biar aku minta tolong Bella aja untuk membantu kita. Lagian aku dan Bella menjadi teman kerja satu tim kok." tolak ku.


"Kasihan para pelanggan kita kalau kita harus libur Tan." imbuhku


"Tapi kamu nanti nggak capek May?" tanyanya lagi.


"Kalau capek sih iya. Tapi Insya Allah Mayang bisa kok tan." jawabku


"Baiklah." Akhirnya Tante Mita mengalah.


_____________


Hari ini aku dan Tante Mita belanja untuk keperluan besuk.


Usai belanja, kami mampir ke tempat kerja Bella.


Pada saat jam segini, Bella pas waktu nya istirahat.


"Hai Bel, apa kabar?" sapa ku.


"Baik May." jawabnya.

__ADS_1


"Jangan lupa besuk kerumah ya. Kita mulai usaha cathering bersama." ucap ku pada Bella.


"Iyha May, eh ini tambah lagi 10 buat besuk bisa? Ini uang nya." kata Bella.


"Bisa Bel, iya. Malasih yaa." kataku pada Bella.


"Ya sudah kalau gitu kami pamit ya Bel, kami tunggu esuk hari." pamit ku pada Bella.


Sesampainya dirumah, kami segera mengecek barang belanjaan tadi. Takutnya nanti ada yang terlewat.


Saat tengah sibuk mengeluarkan barang belanjaan, tiba-tiba hp ku berdering


Nada suara Maher Zain adalah nada dering hp ku. Aku sangat suka lagu-lagunya.


'Oh ternyata dari Bu Yasmin.'


"Hallo Bu, assalamualaikum." sapa ku pada ibu.


" Wa'alaikum salam Mayang. Bagaimana kabarmu?" tanya Bu Yasmin


" Alhamdulillah Mayang baik Bu. Ibu apa kabar?" aku balik bertanya pada Bu Yasmin.


" Alhamdulillah baik May. Oh iya, ibu mau memberi kabar pada mu bahwa esuk ibu akan berkunjung ke rumah Tante Mita. Ibu sudah rindu sekali padamu." terang ibu.


"Tapi kan sekolah sedang tidak libur Bu. Apa ibu tidak ngajar?" tanyaku heran. Kenapa tiba-tiba ibu berniat berkunjung kesini.


Setelah berbincang cukup lama, Akhirnya kami mengakhiri perbincangan di telp ini.


Lalu aku mencari Tante Mita untuk memberi tahu kalau besuk Bu Yasmin datang.


" Memang ada apa May? Kok tumben? Terus nanti kalau ibu kamu marah karena kamu sekarang bekerja membantu Tante gimana?" tanya Tante Mita.


" Ibu nggak akan marah kok tan. Karena Mayang yakin ibu percaya pada Mayang. Ibu yakin Mayang pasti bisa bagi waktu. Toh dulu sewaktu di desa Mayang juga Nyambi sekolah sambil jualan kan Tan? Malah waktu itu Mayang masih sangat kecil. Masih kelas 6 SD." terangku pada Tante Mita. Aku harap Tante Mita tidak khawatir lagi.


" Oh iya Tan, tadi belanjaannya sudah pas semua. Jadi nanti malam kita bisa mencicil sebagian perlengkapan yang bisa dicicil. Biar besuk pagi kita tidak terburu-buru." ucapku mengalihkan perhatian Tante Mita.


Aku tahu dia masih merasa tidak enak pada Bu Yasmin karena aku membantu nya berjualan.


Tapi sungguh, aku tidak keberatan melakukan ini dan aku ikhlas. Sekolah ku pun juga tidak terganggu karena aku menjalani nya dengan happy. Tidak terpaksa.


Semoga saja besuk Bu Yasmin tidak keberatan dengan apa yang aku lakukan.


Malam ini, usai belajar, aku membantu Tante Mita mengupas kentang dan menyiangi sayur. Juga bumbu-bumbu yang akan dipakai besuk.


Menu cathering pesanan besuk adalah ayam goreng, sambel goreng kentang, tumis kol juga sambal terasi.

__ADS_1


Untuk menu kue yang dipesan, ada kue spiku, dadar gulung cokelat, donat kentang, dan juga puding buah.


Pesanannya untuk 100 undangan. Untuk itu, aku meminta Bella membantu kami karena besuk Bella free dari kerjaannya.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam.


Tante Mita meminta ku untuk beristirahat agar besuk badan tetap fresh.


" Kamu istirahat dulu May. Biar besuk badannya ga suntuk." ucap Tante Mita.


" Tante Mita juga istirahat yaa. Biar kita teruskan lagi besuk." ajak ku pada Tante Mita.


" Tante biar meneruskan ini dulu May. Tinggal dikit ini. Nanti setelah ini Tante istirahat kok."


" Beneran ya Tan. Jangan dipaksa untuk lembur. Kan ini juga tidak tergesa-gesa." ucapku kemudian


" Baik boss." ucapnya sambil bercanda.


Setelah itu aku pun masuk ke kamar setelah bersih-bersih diri.


Kurebahkan diriku dikasur. Kutarik selimut. Dan tak lama kemudian aku pun terlelap.


****


Pagi ini, aku bangun lebih awal dari biasanya.


Ketika aku menuju dapur, ku dengar ada suara disana.


"Tante Mita.." pekik ku. Aku terkejut melihat Tante Mita disana.


" Eh hai May... Udah bangun" jawabnya.


Ternyata Tante Mita sedang menyiapkan alat dan bahan untuk memasak nanti.


" Udah Tan, semalaman Tante nggak tidur?" tanya ku.


" Tante juga baru bangun kok May.. Nih lihat. Tante terlihat makin seger kan?" jawabnya.


" Oh.."


Aku pikir semalaman Tante Mita nggak tidur karena lembur. Syukurlah dugaan ku salah.


" Mayang sholat subuh dulu ya Tan. Habis itu kita mulai masak nya. Tante sudah sholat?" tanya ku.


" Kebetulan Tante sedang berhalangan Mit. Jadi Tante tadi hanya cuci muka dan gosok gigi aja." jawabnya

__ADS_1


Kemudian aku pun pergi ke kamar mandi. Aku bebersih diri, gosok gigi terus berwudhu.


Setelah itu aku masuk kamar lagi untuk melakukan shalat subuh.


__ADS_2