
Aku pun pulang kerumah.
Bu Yasmin telah menunggu ku di teras depan.
Beliau menyambutku dengan senyum.
" Ayo masuk. Ibu sudah masak kesukaan kamu loh." ajak Bu Yasmin pada ku.
Ah, tiba-tiba saja perutku terasa lapar sekali.
Aku tidak sabar ingin segera makan.
Tapo terlebih dahulu aku membersihkan diri ku di kamar mandi. Aku mencuci tangan, kaki dan muka. Rasanya aku kembali bisa tenang.
Bu Yasmin sudah menunggu ku di meja makan. Aku pun duduk di samping nya.
Selera makan ku bergejolak ingin segera melahap makanan ini.
Ada sayur daun ketela, tempe goreng, juga sambal terasi. Ada juga ikan goreng dan lalapan daun kemangi.
Uuuh, nampaknya begitu nikmat.
Aku pun mengambil nasi ke dalam piring, lalu menambahkan sayur dan lauk seperlu nya dan kemudian memakannya dengan lahap.
Memang, akhir-akhir ini aku kurang berselera dalam makan. Aku terlalu larut dalam kesedihan.
Hari ini aku bahkan sampai nambah loh.
Bu Yasmin senang melihat ku seperti ini.
Usai makan, aku membereskan semua peralatan makan dan mencuci piring dan peralatan yang kotor.
Lalu kami duduk berdua di teras depan rumah sambil melihat orang berlalu lalang lewat di depan rumah.
Tak jarang kami pun bercerita, bercanda, dan tertawa bersama.
Aku pun tadi menceritakan tentang pertemuan ku dengan Akbar dan Ali.
Bu Yasmin pun mendengar kan dengan seksama.
" Tadi Mayang bertemu Ali dan adiknya Bu. Sekarang bapak nya sakit, dan Ali jadi tulang punggung keluarga. Akbar yang masih kecil pun suka curi-curi kesempatan untuk bekerja membantu kakak nya." ceritaku pada Bu Yasmin.
" Kerja apa Ali sekarang May?" tanya Bu Yasmin padaku
__ADS_1
" Ali meneruskan usaha bapak nya berjualan di pasar Bu. Kadang kalau malam dia jadi kuli panggul di pasar besar. Tapi Ali menutupi nya dari Akbar. Karena itulah si Akbar suka diam-diam bekerja untuk membantu Ali." jawab ku
Tak terasa hari sudah sore. Bu Yasmin menyuruhku untuk pergi mandi.
Aku pun segera berdiri dan bersiap untuk mandi dan melaksanakan sholat Ashar.
Usia sholat, aku dan Bu Yasmin duduk kembali di teras depan rumah. Halaman rumah Bu Yasmin luas, jadi di sore hari seperti ini, banyak anak-anak yang sedang bermain bola.
Rasanya menyenangkan sekali permainan mereka. Mereka menendang bola, berlari dan tertawa tanpa beban.
Kadang aku tersenyum sendiri melihat tingkah laku mereka.
" Assalamualaikum.."
Aku tersadar saat ada yang mengucap salam padaku. Aku menoleh.
Ternyata dia Ali.
" Wa'alaikum salam. Eh Al, sini duduk. Lihat deh, seru banget ya mereka main bola nya." jawab ku antusias.
" Iyaa. Kamu mau ikutan main?" tanya nya pada ku.
" Ah nggak ah. Malu" jawab ku.
Kami saling menceritakan tentang sekolah kami masing-masing. Tentang pelajaran matematika yang kita senangi. Tentang biologi yang sering buat kita penasaran juga tentang teman-teman.
Aku juga memberitahu Ali kalau sekarang Bella juga bersekolah di tempat yang sama, dan bahkan kita satu kelas lagi.
" Waah seru dong. Akhirnya kami punya sahabat lagi. Dan pastinya sahabat kamu itu cewek. Jadi aku nggak perlu cemburu dong." kata Ali
Aku menoleh. Apa maksud Ali?
Aku hanya membalas nya dengan senyuman.
'' May, aku suka sama kamu. Aku senang kamu datang lagi kesini. Semenjak kepergian kamu, hati ku rasanya sepi May. Hampa tanpa mu." kata Ali mengagetkan ku.
Aku masih diam.
Ali meraih tangan ku dan menggenggam nya.
Aku sontak terkejut dan menarik tangan ku
Dia tampak kebingungan.
__ADS_1
" Kenapa May?" tanya Ali meminta penjelasan.
" Aku...." Rasanya sulit sekali mengungkapkan kata.
Dia mendekat. Lalu berbalik menatap ke arah anak-anak yang sedang bermain bola. Matanya menerawang jauh ke depan.
Kita masih sama-sama diam.
" Kamu sudah punya kekasih di kota May?" tanya nya lagi sambil tersenyum manis.
Aku hanya menundukkan kepala.
Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan.
Hening (lagi)
Dia menarik napas dalam, dan berkata
" Ya udah, aku pamit dulu ya May,. Sebentar lagi maghrib."
Dia pun pamit tanpa menatap ku.
Dia berjalan tanpa menoleh ke belakang. Mungkin kah hati nya terluka karena ku?
' Ali, maafkan aku. Selama ini aku memang hanya menganggap kamu sebagai sahabat Al. Aku harap kamu bisa ngerti.'
Aku menatap tubuh Ali hingga tak terlihat di belokan jalan depan. Setelah itu aku masuk ke dalam. Aku mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat Maghrib.
Aku bermunajat kepada Allah, memohon ampun atas segala salah dan dosa. Tak lupa mengucap syukur atas segala nikmat yang Tuhan berikan.
***
Malam ini, usai sholat Maghrib dan mengaji, Bu Yasmin mengajakku untuk makan malam.
Suasana malam ini begitu sunyi.
Hanya bunyi dentingan piring dan sendok yang terdengar. Juga sesekali jangkrik dan hewan malam bernyanyi di sepanjang malam.
Setelah selesai makan, aku pun membereskan meja makan dan dudukndi ruang tengah menemani Bu Yasmin.
" Rencananya kamu tinggal disini berapa hari May?" tanya Bu Yasmin mengawali pembicaraan pada malam ini.
" Mayang belum tau Bu." jawab ku sambil mengedikkan bahu.
__ADS_1
Bu Yasmin hanya tersenyum ramah.