
Siang ini, sepulang sekolah, Bu Yasmin mampir ke rumah. Beliau mau membicarakan tenatang pesanan kue nya tempo hari.
"Mayang, ibu kesini mau membahas tentang pesanan kue ibu dan.... tawaran ibu untuk merawatmu."
Aku terdiam. Aku tak mampu menjawab pertanyaan Bu Yasmin. Aku bingung.
"Bagaimana May?" tanya Bu Yasmin minta kepastian dari ku.
Akupun masih terdiam. Bibir ini terasa kaku untuk mengungkapkan kata.
"May, Ibu tau ini berat buat kamu. Ibu juga tak ada hak untuk memaksamu. Tapi, disini kita sama-sama sendiri Mayang. Ibu juga tidak punya siapa-siapa lagi disini. Dan kamu, diusia mu yang sekarang ini, kamu masih butuh sosok orang tua. Sosok yang bisa menjagamu, merawatmu, dan melindungimu. Ibu hanya ingin punya teman May,." jelas Bu Yasmin dengan mata berkaca-kaca.
Aku tau beliau sangat berharap aku bisa menyetujuinya. Tapi, Aku belum bisa meninggalkan rumah ini. Masih banyak kenangan yang ingin kusimpan dan kurasakan.
"Bu.. Ibu kan masih muda. Nanti ibu bisa menikah. Dan ibu bisa punya anak. Ibu bisa punya teman Bu. Kalau Mayang ikut ibu, Mayang hanya akan merepotkan ibu. Mayang nggak mau Bu.." aku mencoba menjawab dengan penuh hati-hati. Aku takut menyakiti Bu Yasmin.
"Mayang... andai kamu tau. Ibu selamanya tidak akan punya anak. Karena itu sampai saat ini ibu tidak juga menikah. Tidak ada orang yang mau menikahi ibu May.." Kini Bu Yasmin menangis. Aku pun memeluknya..
"Ibu tidak boleh bicara seperti itu. Kalau ibu menikah. Ibu pasti punya anak kan?"
aku, yang memang tak mengerti, menjawab asal perkataan Bu Yasmin.
"Dulu ibu pernah kecelakaan May, makanya sekarang ibu tidak bisa punya anak. Ibu dulu juga pernah mau menikah, tapi ketika ibu memberitahu keadaan ibu yang sebenarnya, calon ibu itu pergi ninggalin ibu May. Sampai sekarang ibu trauma untuk menikah. Tapi untuk hidup seorang diri, rasanya juga tidak enak. Ibu kesepian Mayang.."
Ternyata ada cerita sedih Bu Yasmin tentang mengapa ia begitu ingin merawatku
Tapi aku belum bisa memutuskannya sekarang. Aku bingung.
"Baiklah May, kalau kamu belum bisa menjawab permintaan ibu tidak mengapa. Ibu akan menunggunya."
" Oh iya, tentang pesanan kue. Ibu jadi pesan 50 biji ya. Nanti kamu antar Sabtu sore saja. Karena acaranya Sabtu malam. Ini uangnya" ucap Bu Yasmin sambil memberikan beberapa uang untukku.
"Ini uangnya kebanyakan Bu." aku mengembalikan beberapa lebihnyaa.
"Nggak papa May. Itu buat kamu. Buat tambahan beli jajan ya.
Ya sudah ibu pamit yaa. assalamualaikum"
"wa'alaikumsalam Bu. hati - hati."
__ADS_1
****
Malam ini, aku sedang menyiapkan peralatan untuk sekolah esuk. Aku selalu menyiapkan keperluan sekolahku di malam hari. Dulu kata ibu, agar keesokkan harinya aku tidak tergesa-gesa.
Aku masih bingung dengan apa yang harus ku lakukan dengan tawaran Bu Yasmin. Kalau aku ikut bu Yasmin, nanti siapa yang akan menjaga dan merawat rumah ini. Apa aku tidak akan merepotkan nya.
Berbagai pertanyaan muncul dalam benakku, hingga akhirnya akupun terlelap.
Dalam mimpiku, aku bertemu dengan ayah. Beliau tampak begitu bahagia. Aku pun menghampiri nya. Kupeluk erat tubuh ayah. Rasanya aku tak ingin kehilangannya lagi.
"Ayah, Mayang kangen sekali sama ayah. Mayang gak mau lagi kehilangan ayah. ayah jangan pergi lagi yaa"
"Mayang,ayah harus pergi. Karena ayah sudah tak tinggal disini lagi." jawab ayah sambil membelai lembut rambutku
"Kenapa yah? Mayang nggak mau sendiri" aku merengek pada ayah
"Kan ada Bu Yasmin sayang. Mayang bisa tinggal bersama Bu Yasmin. Ayah yakin Bu Yasmin tulus sayang sama Mayang. Bu Yasmin butuh Mayang, dan Mayang butuh Bu Yasmin."
Setelah berkata seperti itu, tiba-tiba bayangan ayah menjauh, semakin jauh dan terus jauh...
Bayangan itu makin lama makin kecil dan menghilang..
Aku pun tersadar. Ternyata aku hanya mimpi. Tapi mimpi itu seakan nyata.
Apa ini artinya aku harus ikut tinggal bersama dengan Bu Yasmin? Ah entahlah..
Aku pun bangun dan bergegas ke kamar mandi untuk ambil wudhu. Aku akan melakukan shalat tahajud agar hatiku tenang.
Semoga aku mendapat jawaban dari semua teka-teki ini.
________________________
Hari ini hari Sabtu. Aku akan mengantar kan kue pesanan Bu Yasmin.
Setelah menjalankan shalat tadi malam, aku jadi yakin kalau aku akan tinggal bersama Bu Yasmin.
tok tok tok..
"Assalamualaikum Bu ...." Aku mengetuk pintu rumah Bu Yasmin.
__ADS_1
Sepi. Tak ada sahutan. Ku coba sekali lagi
Namun nihil. Bukankah hari ini dirumah Bu Yasmin akan ada yasinan, tetapi mengapa rumahnya sepi.
Aku pun mencoba nya lagi. Dan kemudian...
"Adek cari Bu Yasmin yaa... Tadi dia pingsan dek dan sekarang dibawa ke puskesmas."
Seorang ibu-ibu yang tengah lewat memberitahu ku kalau Bu Yasmin pingsan dan sekarang di puskesmas.
Aku pun terkejut. Ku tinggalkan kue itu dan aku berlari menuju ke puskesmas.
Sesampainya disana, Bu Yasmin tergolek sendirian di atas tempat tidur.
"Bu... Ibu tidak apa-apa?" aku langsung memeluk Bu Yasmin. aku begitu panik, sampai lupa tidak mengucapkan salam.
"Eh Mayang, Ibu tidak apa-apa Nak. Kamu kok tahu ibu disini dari mana?" Tanya Bu Yasmin. Beliau kelihatan terkejut melihat ku ada di sini.
" Oh iya Bu, tadi aku ke rumah ibu, dan tetangga ibu bilang, ibu pingsan dan dibawa ke sini. Makanya tadi aku langsung berlari kesini dan meninggalkan kue itu di depan rumah ibu." jelas ku panjang sambil melepaskan pelukanku.
"Terimakasih ya Mayang. Kamu sudah jenguk ibu. Ibu tidak punya siapa-siapa. Makanya ibu sendirian di sini." jawabnya sambil tersenyum kecut.
"Bu... Mayang mau bicara.. " aku menghentikan kata-kata ku. Aku takut. Apa Bu Yasmin masih mau mengajak ku tinggal bersamanya? Atau mungkin dia sudah berubah pikiran?
"Iya Mayang, mau bicara apa?" tanyanya sambil mengernyitkan dahi.
"Hmmm, itu Bu. Mayang mau tinggal bersama ibu. Mayang juga mau menjaga ibu. Mayang akan merawat ibu." kini aku memeluknya lagi. Aku pun bahkan menangis. Sudah lama aku tidak pernah memeluk ibu. Rasanya perasaan yang selama ini kupendam tumpah.Kerinduan ku yang telah membuncah pada ibu terobati dengan hadirnya Bu Yasmin.
Kami sama-sama menangis. Kami terdiam cukup lama dan larut akan pikiran masing-masing.
"Terimakasih Mayang. Ibu janji akan merawat dan menjagamu semampu ibu. Ibu sayang kamu Mayang." ucap Bu Yasmin memulai kata setelah lama kami terdiam
" Iya Bu, sama-sama. Mayang juga berterima kasih pada Ibu. Mayang juga janji akan merawat ibu. Seperti Mayang merawat ibu kandung Mayang sendiri."
Ketika mengucapkan kata ibu kandung, rasanya hati ku perih sekali. Ibu kandung yang telah merawatku pun sekarang tak perduli bagaimana keadaan ku. Dan aku pun tidak tahu bagaimana kabarnya.
"Bu,.. bolehkan setiap hari Jumat Mayang pergi kerumah lama Mayang sekalian Mayang mengunjungi makam ayah?" tanyaku pada Bu Yasmin
"Boleh sayang. Bahkan ibu akan menemanimu pergi ke rumah kamu dan ke makam ayah kamu. Ibu juga akan membantu membersihkan dan merawat rumah kamu." jawab Bu Yasmin dengan sabar.
__ADS_1
_____*______&&&