Dibalik Awan Kelabu

Dibalik Awan Kelabu
38 Kembali ke Kota


__ADS_3

Pagi ini, aku bangun seperti biasa.


Aku pergi ke kamar mandi untuk mandi.


Setelah itu, aku menunaikan sholat subuh.


Usai solat, aku pergi ke dapur untuk membantu Bu Yasmin membuatkan sarapan untuk kami


" Selamat pagi Bu. Masak apa hari ini?" sapa ku ketika aku di dapur. Kulihat Bu Yasmin sedang mengupas bawang merah.


" Pagi juga anak cantik. Hari ini kita masak nasi goreng aja ya sayang. Yang simple. Karena nanti kita akan berangkat pagi supaya tidak kena macet." jawab Bu Yasmin.


" Sini Bu, biar Mayang aja yang ngupas bumbu." pintaku ketika mengambil pisau yang tergeletak di depan meja karena Bu Yasmin sambil menggoreng telur.


" Bu, nanti kita tunggu Akbar sebentar ya. Mayang mau menitipkan surat buat Ali." kata ku sambil melanjutkan mengiris sayuran.


" Iyaa" jawab Bu Yasmin singkat.


" Ibu sudah mandi apa belum? Sini biar Mayang aja yang nerusin masak nya. Udah lama deh rasanya Mayang nggak masak" pinta ku sama Bu Yasmin.


Memang semenjak masalah itu datang aku jadi jarang memasak. Aku lebih banyak bengong dan meratap.


Tapi hari ini aku berjanji pada diriku sendiri untuk bangkit dan terus semangat menjalani hidup ku.


Aku harus meraih cita-cita ku.


" Ya sudah ibu siap-siap dulu ya. Kamu terusin masaknya. Nanti dilebihin aja masaknya. Sekalian buat bawain bekal Akbar." ujar Bu Yasmin yang kemudian pergi meninggalkan dapur.


Aku bangga sekali dengan Bu Yasmin.


Beliau sangat menyayangi anak-anak.


Termasuk juga aku.


Lima belas menit berlalu.


Aku pun telah selesai memasak


Aku pun memanggil Bu Yasmin untuk segera sarapan


" Bu, ini nasi goreng ny sudah siap. Ayo kita sarapan dulu." kata ku sambil menata piring dan sendok untuk Bu Yasmin.


" iya sayang. Sebentar." jawab Bu Yasmin. Tak lama kemudian beliau keluar dari kamar dan menuju ruang makan.


Beliau duduk di samping ku. Aku pun memberikan piring dan sendok yang telah ku isi nasi goreng kepadanya.


Setelah itu, aku mengambilnya untukku sendiri.


Kami makan dengan tenang.

__ADS_1


Tanpa ada pembicaraan.


Usai makan, aku bergegas merapikan meja makan. Membawa piring dan gelas yang kotor ke belakang, dan menyiapkan nasi goreng untuk Akbar.


' Pasti anak itu akan sangat senang sekali.' gumamku dalam hati


****


Kami sudah bersiap untuk pergi.


Bu Yasmin mengunci pintu, dan menitipkan kuncinya pada pak RT.


Setelah itu kita berjalan menuju gang depan untuk menunggu angkot. Sekalian menunggu Akbar juga.


Tak berapa lama, Akbar pun datang.


" hai kak Mayang, sudah mau balik ke kota?" tanya Akbar padaku.


" iya Akbar. Kakak mau balik ke kota. Eh iya, gimana kemarin? Kak Ali pulang jam berapa?" Aku menyerbu nya dengan berbagai pertanyaan.


" Kak Ali pulang sangat larut kak, dan pergi pagi sekali. Aku tidak sempat mengatakan bahwa kakak mau kembali ke kota pagi ini. Maaf ya kak." jawab nya sambil tertunduk.


Aku pun menepuk bahunya pelan,


" Nggak apa-apa Bar. Kakak ngerti. Oh iya, ini kakak mau nitip surat ini buat kak Ali ya. Tolong sampaikan surat ini padanya. Ini juga ada sedikit uang, semoga bisa membantu membeli obat buat bapak." Kataku pada Akbar. Dia menerima surat dari ku,tapi untuk uang nya, dia tampak ragu.


" Nggak apa-apa Bar. Ini terima aja. Uang nya halal kok. Dari hasil jualan kakak di kota. Di terima yaa." kata ku sedikit memaksa. Akhirnya Akbar menerima juga uang dari ku


" Makasih banyak ya kak. Semoga kakak selamat sampai tujuan dan bisa segera kembali lagi kesini. Akbar senang kalau kakak ada di sini. Akbar serasa ada yang memperhatikan." ujar Akbar sambil menunjukkan deretan gigi nya yang rapi.


Ternyata dia sekarang sudah bisa banyak bicara dan tidak malu-malu lagi


Aku pun hanya tersenyum menanggapi perkataan Akbar.


Tak berapa lama, angkot yang kami tunggu datang.


Aku pun memeluk Akbar dan berpamitan padanya.


" Kakak pergi dulu ya Bar. Kamu hati-hati. Jaga diri baik-baik." pamit ku pada Akbar


" Kakak juga hati-hati yaaa." jawab nya sambil menyeka air mata.


Aku pun mengangguk dan segera naik ke dalam angkot.


Angkot pun berjalan meninggalkan Akbar yang masih menatap kepergian ku.


****


Siang ini, kami sampai di kota.

__ADS_1


Suasana sepi ketika kami sampai di rumah Tante Mita.


Biasanya jam segini Tante Mita sedang di warung. Karena di jam segini banyak orang yang sedang istirahat makan siang.


Aku meminta izin kepada Bu Yasmin untuk beristirahat di kamar.


Badan ini rasanya capek setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh.


Aku merebahkan tubuhku di kasur. Mencari tempat ternyaman, dan tak lama kemudian aku terlelap.


Aku baru bangun ketika mendengar suara adzan Ashar.


Aku membuka mata ku pelan dan bergegas bangun. Rasanya sungguh gerah dan lengket.


Aku pun keluar dari kamar dan bersiap untuk mandi. Kulihat Tante Mita juga ketiduran di kursi ruang tamu.


Ku biarkan dia dalam tidur nyenyak nya.


Aku nggak mau mengganggu nya.


Selesai mandi, aku pun menunaikan sholat Ashar dan kembali lagi ke ruang tamu.


Saat aku kembali, Tante Mita sudah tidak ada disana. Mungkin dia sudah bangun dan sedang mandi


Setelah itu, Bu Yasmin datang dan duduk dengan ku di ruang tamu.


" Tante Mita mana Bu?" tanya ku pada Bu Yasmin.


" Tante Mita sedang mandi May. Besuk kamu sudah siap ke sekolah?" tanya Bu Yasmin.


" Insya Allah. Kenapa Bu?" Aku balik bertanya pada Bu Yasmin.


" Eh tidak. Ini tadi pak Wahy menghubungi ibu dan menanyakan kapan kamu bisa masuk sekolah? Karena katanya kamu mau diajak ikut olimpiade tingkat daerah." Jelas Bu Yasmin.


" Waaah, ikut olimpiade. Kapan itu Bu?" tanya ku antusias. Rasanya jiwa ku kembali bergairah denga adanya tantangan ini. Aku bisa jadi akan lebih fokus dan tidak bersedih lagi


" Mungkin Minggu depan." jawab Bu Yasmin singkat.


" Doakan Mayang ya bu. Agar Mayang bisa mengemban tugas dari sekolah. Rasanya Mayang tak sabar menunggu hari esuk." ujar ku sambil memeluk Bu Yasmin.


Aku sungguh bahagia sekali rasanya.


Dibalik awan yang kelabu, akan ada secercah cahaya yang akan menerangi gelapnya kehidupan. Akan ada sinar yang bercahaya bagi setiap kegelapan.


Terimakasih Tuhan.


Tak hentinya ku ucap rasa syukur kepadaMu ya Rabb.


Terimakasih atas semua anugrah dan kenikmatan yang Engkau berikan.

__ADS_1


Semoga aku selalu dalam lindungan dan selalu Kau beri kesehatan. Aamiin


__ADS_2