
Bisa bersekolah di SMA Negeri ini adalah salah satu impian ku. Aku berharap ini juga salah satu jalan menuju kesuksesan ku. Aku berharap bisa belajar lebih giat lagi.
Pagi ini, seperti biasa, setelah aku bangun, Aku melakukan shalat subuh kemudian pergi ke dapur untuk membuat sarapan untuk Tante Mita dan Rani.
Kali ini aku memasak tumis kangkung dan menggoreng tempe. Tak lupa segelas susu ku hidangkan di meja makan.
Usai menyiapkan semuanya, aku segera membangunkan Tante Mita dan Rani lalu aku bersiap untuk menyiapkan diri untuk bersekolah.Dan kemudian setelah itu kami semua sarapan pagi bersama.
"Bagaimana sekolah kamu May? Kamu sudah dapat banyak teman kan?" ucap Tante Mita mengawali percakapan pagi hari ini.
"Alhamdulillah sudah Tan." jawabku sambil menyendok kan nasi ke piring.
"Semua teman-teman Mayang baik-baik banget Tan. Kaya tante Mita."imbuhku sambil meliriknya.
"Tante baik?? Ah ngawur kamu ini May. Yang ada Tante itu bawel. Ya kan Ran?" tanya nya pada Rani yang tengah asyik makan.
"Bawel banget malah kak. Mama tuh kalau Rani belum segera bersiap ke sekolah selaluuu aja marah-marah." sungut gadis kecil itu.
"Tapi kan itu semua demi kamu juga Ran. Biar kamu tidak kesiangan pergi ke sekolah nya. Sebenernya Mama tuh sayang banget sama Rani." bela ku pada Tante Mita.
"Iya sih, walau pun bawel gitu, Rani sayaaaang banget sama mama. Karena sejak saat papa nggak ada, hanya mama yang Rani punya. Hanya mama tempat Rani berkeluh kesah." ucapnya dengan wajah menunduk.
Kemudian Tante Mita memeluk nya.
Aku senang melihat pemandangan ini.
Aku tersenyum ketika Tante Mita melirikku.
Aku memang sengaja memancing situasi seperti ini, karena aku ingin Tante Mita tahu kalau Rani memang sangat membutuhkan nya.
****
Hari ini Bella tidak masuk sekolah.
Tidak ada kabar tentang nya. Aku juga tidak memiliki nomor telepon nya. Pun dengan alamat rumahnya.
Aku tidak tahu harus mencari tahu tentang keadaan Bella pada siapa. Aku bingung
Sampai jam pulang sekolah pun, perasaan ku tidak tenang. Aku kepikiran Bella. Apakah dia sakit? Atau sedang ada masalah?
Entahlah.
Pulang sekolah ini aku akan mampir ke toko buku. Kebetulan jalan menuju rumah Tante Mita melewati sebuah toko buku.
Sudah lama sekali aku ingin mampir ke toko itu sejak pertama kali aku melewati nya saat pergi mendaftar sekolah bersama Bu Yasmin.
Pengunjung toko ini lumayan rame hari ini. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak sekolah dan beberapa guru. Mereka nampak nya juga baru pulang dari sekolah nya dan langsung ke toko ini.
__ADS_1
Aku memilih beberapa buku tulis dan 1 novel. Aku juga sekalian membelikan buku cerita buat Rani.
Saat aku sedang memilih peralatan tulis, seorang pegawai toko menghampiri ku.
"Ada yang bisa saya bantu kak?" tanya nya sopan.
"Iya mbak, aku mau beli ini...." saat aku menoleh ke arahnya kata-kata ku terhenti. Aku terkejut melihat seseorang yang berdiri di hadapanku.
"Bella.." kataku lirih
Dia pun sama terkejutnya sama aku.
Dia hendak pergi, tapi ku cegah dengan memegang lengan nya.
"Kamu kerja disini?"tanyaku heran.
Dia diam. Hanya membalas pertanyaan ku dengan anggukan kepala saja.
"Maaf ya, toko sedang ramai. Ngobrolnya dilanjut nanti saja." tolak nya.
Sebenarnya aku ingin bertanya banyak pada Bella. Aku heran dengan perubahan sikap Bella.
Dulu Bella selalu ceria, selalu cerewet, dan suka bercerita. Namun sekarang dia jadi pendiam. Dia enggan bercerita bahkan berbicara padaku.
Awalnya aku fikir karena memang kondisi keluarga nya yang tengah surut, jadi dia menjadi pendiam.
Aku pun bertanya pada pelayan kasir, "Mbak, nanti istirahatnya jam berapa ya?"
"setengah jam lagi waktu istirahat mbak." jawab nya.
Baiklah, aku akan menunggu saat jam istirahat Bella.
Aku menunggu nya di kursi tunggu depan toko.
Kulihat dia sesekali menoleh ke arahku. Aku pun membalasnya dengan anggukan kepala.
Setengah jam menunggu, akhirnya Bella keluar dan menemui ku.
"Hay May, kamu nunggu aku?" tanya nya sambil mengambil tempat duduk di sampingku.
"Iya Bel, apa kabar kamu?" tanya ku berbasa basi.
"Baik May.." jawabnya lesu
"Hari ini kamu tidak sekolah. Tidak ada kabar juga. Kenapa?"tanyaku to the poin.
"Iya May, aku sekarang bekerja menjadi pelayan di toko buku itu. Dan hari ini aku mendapat shift pagi." jelasnya singkat.
__ADS_1
"Kamu kan masih sekolah, kenapa tidak mengambil shift sore saja?" tanyaku lagi.
Dia menarik napas dalam. Kemudian membuang nya kasar. Nampak dia sedang frustasi.
"Aku bingut May, Aku sedang butuh uang banyak. Hutang ayah ku banyak sekali, dan aku harua bisa melunasi nya. Makanya aku mengambil 2 shift sekarang." jawabnya
"Bukankah ibu kamu sekarang berjualan nasi Bel, itu kan bisa jadi masukan buat kalian?"
"Minggu lalu, ayah memergoki ibu sedang berjalan dengan seorang pria. Tapi jika ditanya ibu marah-marah. Ibu beralasan bahwa sekarang ayah tidak berguna lagi. Ayah tidak bisa menghasilkan uang banyak. Ayah hanya bisa menambah beban ibu."
Bella tampak menangis,namun tangisnya terdengar lirih.
"Untuk membantu ayah, aku harus kerja keras banting tulang. Setiap hari ibu kerjanya hanya pergi dan pergi. Jika ditanya selalu marah-marah. Aku bingung harus kerja apalagi May? Aku tidak punya keahlian seperti kamu. Aku hanya bisa menjadi pelayan toko seperti ini. Itu pun gaji yang aku terima tidaklah bisa menutupi hutang-hutang ayahku setiap bulannya."
Dia tak sanggup lagi melanjutkan ceritanya. Aku pun memeluk Bella dengan sayang.
Aku ingin membantu nya. Tapi aku bisa apa. Sedangkan disini pun aku hanya numpang di rumah Tante Mita.
"Kamu yang sabar ya Bel, saat ini aku memang belum bisa membantu mu. Tapi aku siap kok kalau kamu butuh tempat untuk menumpahkan segala keluh kesah mu. Aku akan siap mendengarkan nya." hibur ku.
"Makasih ya May. Makasih banget." jawabnya sambil menyeka air mata.
Setelah itu, dia pamit untuk kerja lagi dan aku pun pamit pulang. Aku takut nanti Tante Mita khawatir kalau aku pulang telat.
Aku memang membawa handphone. Sebelum berangkat ke kota dulu, bu Yasmin membeli 2 buah handphone. Satu buatku dan satu lagi buat Bu Yasmin.
Tetapi aku belum menyimpan nomor telepon Tante Mita.
****
Aku sampai dirumah ketika Tante Mita sedang menyapu halaman.
"Assalamualaikum Tante..." sapa ku dengan mencium tangan nya.
"Wa'alaikum salam. Kok pulang telat May? Nyasar ya?" goda Tante Mita
"Maaf Tante, tadi Mayang mampir ke toko buku. Ini Mayang juga belikan buku buat Rani." jawabku sambil menunjukkan buku yang ku beli
"Oh gitu. Makasih ya May, kamu mesti nya nggak usah repot-repot membeli kan juga Rani buku."kata Tante Mita.
"Nggak apa-apa Tan, cuma buku cerita doang kok."
"Ya sudah kamu ganti baju terus masak. Tadi Tante masakin kamu sayur daun ketela. Kata Yasmin kamu suka dengan sayur itu."kata nya lagi.
"Hla emang disini ada yang jual daun ketela kah Tan?" tanya ku heran.
"Ada dong. " jawabnya sambil tersenyum.
__ADS_1
Kemudian aku masuk ke dalam rumah. Rani sedang bermain boneka di teras rumah sambil menunggu ibunya menyapu.